Yuk, Nikah Mut’ah

Ada tawaran menarik dari seorang sahabat. Bayangkan, tiap bulan dikasih puluhan juta, dibelikan rumah gedong, plus plesiran dan belanja-belanja kapan mau. Wuiiiihhh… hampir saya mengiyakan.
Tapi syaratnya: menikah dengan dia dalam hitungan bulan, maksimum dua tahun. Kalau saya hamil, maka anak yang dilahirkan harus di bawah pengasuhannya. Wah, syaratnya ini yang sulit buat saya untuk mengiyakan menerima berbagai fasilitas yang akan diberikan. Kawin kontrak atau nikah mut’ah untuk beberapa bulan atau beberapa tahun: yes… no… yes… no… yes… no way. Continue reading “Yuk, Nikah Mut’ah”

Indonesian Men are Dogs!

Selama ini saya pikir bodoh sekali para korban pelecehan seksual menyimpan permasalahannya sendiri dan ga berani melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Tapi ketika mengalaminya sendiri, saya sadar, itulah yang akan dilakukan sebagian besar wanita.

Saya terkejut ketika seorang teman mencoba melakukan ‘sesuatu yang tak wajar’ dari arah punggung saya. Lebih terkejut ketika dia berani menarik tangan saya untuk melakukan tindakan di luar kewajaran sebagai teman kantor. Untung saya bukan tipe yang mudah panik. Dengan tenaga, semangat, dan rasa marah dilecehkan, membuat saya bisa melepaskan diri. Sebenarnya itu pelecehan ketiga dari orang yang sama tetapi selama ini dia ga pernah seberani itu. Dulunya saya mencoba berpikir positif bahwa itu hanya keisengan buat lucu-lucuan. Maklum, laki-laki. Continue reading “Indonesian Men are Dogs!”

Indonesian Scammers

0degYRoqkPekerjaan saya banyak dilakukan melalui internet atau telepon. Internet diperlukan untuk bolak-balik mengirim e-mail atau pencarian berbagai data dan kontak yang diperlukan. Setelah sekian tahun menekuni pekerjaan semacam ini, saya menemukan banyak sekali scammer asal Indonesia di berbagai website bisnis. Saking banyaknya scammer alias penipu yang berpura-pura berada dalam suatu bisnis tapi tak punya kontak apa-apa, seorang client pernah menulis begini di salah satu forum bisnis: ‘Jangan pernah percaya pada eksportir dari Indonesia atau Malaysia karena mereka semua cuma scammer’.

Pengalaman pribadi saya membuktikan hal itu nyaris benar. Satu contoh, setelah wara-wiri di dunia maya untuk mengumpulkan berbagai kontak yang menyediakan alamat e-mail atau nomor telepon, saya menghubungi mereka satu per satu. Dari 44 nomor telepon atau HP yang terpasang di berbagai website bisnis, hanya 5 yang tersambung. Continue reading “Indonesian Scammers”

Sialan, Cewek!


Kalau saya tanya putra-putra saya, mereka bilang saya ibu paling lembut sedunia. Menurut partner saya, saya sama seksinya dengan gadis-gadis kalender! Aha, saya harus sering-sering ngaca, nih! 🙂 Anehnya, selain keluarga dekat, saya sering dikira (separuh) pria. Sekali-sekali dikira pria, tidak masalah buat saya. Tapi keseringan? Wow, pasti ada sesuatu yang salah dalam diri saya!

Puluhan bahkan mungkin ratusan orang awalnya menganggap saya seorang pria, cuma karena membaca tulisan atau komentar saya di media, baik online maupun offline. Karena itu saya menuliskan ini. Serius, sumpah (mati), saya seorang wanita. Tulen. Maksudnya, bukan trans-seksual.

Beberapa pengalaman ‘menjadi pria’ saya tuliskan di sini.

‘Mau beli apa, Pak?’ pertanyaan sang penjual kaki lima sebelum mendongakkan kepala menatap saya.

‘Terima kasih, Mas,”’ kata seorang pria muda setelah saya turunkan di depan gang rumahnya. Saya membuka helm, tersenyum. Pria muda itu meminta maaf berkali-kali karena mengira orang yang barusan memberinya tumpangan adalah seorang pria.

Seorang ibu menghentikan laju motor saya. Sang ibu minta diantarkan ke rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit, beliau mengangsurkan lembaran dua puluh ribu. Wuih, saya dikira tukang ojek! Continue reading “Sialan, Cewek!”

Penyebar Kebencian


Secara personal, saya belum pernah terkagum-kagum setengah mati pada seorang tokoh di bidang apa pun, kecuali Axl Rose dan Michael Jackson untuk puluhan lirik yang menyentuh dan membantu mengatasi berbagai permasalahan di usia muda saya. Namun beberapa tokoh saya kagumi atas berbagai pemikiran atau pilihan hidupnya. Salah satunya Ahmed Dheedat, seorang ulama besar dari Benua Afrika.

Dari dalam negeri, kekaguman saya sering berbuah kekecewaan. Dan itu terjadi lagi dua minggu lalu. Saat itu saya menghadiri dialog dua arah di Jawa Timur dengan nara sumber seorang budayawan religius. Sang budayawan terkenal dengan kelompok seninya dan sepertinya memang diciptakan untuk berada dalam lingkungan seniman. Setidaknya, beliau menikahi seorang wanita yang pernah berprofesi sebagai penyanyi cantik bersuara merdu, dan memiliki putra yang juga penyanyi sebuah group band populer. Saya tak perlu menyebutkan nama sang budayawan, karena hal itu tak ada kaitannya dengan tulisan ini. Pemikirannya yang dikeluarkan dalam dialog tersebut yang patut dipertanyakan.
Continue reading “Penyebar Kebencian”

Alhamdullilah untuk Duka Indonesia

Banjir menerjang kehidupan sekian ratus orang. Erupsi gunung berapi menelan puluhan korban jiwa. Gempa dan tsunami menyapu ratusan nyawa.

Terpana menyaksikan berita di TV, akun Twitter saya menjadi lebih aktif memantau berbagai komentar dunia. Semua memperbincangkan hal yang sama: negara ini dilanda musibah sambung-menyambung. Indonesia menangis.

Apa yang diperbuat anak bangsa pada saudaranya sebangsa yang tertimpa musibah? Saya mengatakan ini pada boss saya yang bertanya soal tsunami di Sumatera: Alhamdullilah tempat saya rada aman.

Boss saya marah besar, seperti marahnya daddy saya waktu beliau mendengar jawaban saya tentang gempa Jogja: Alhamdullilah keluarga kita di Jakarta dan Bandung. Ada satu di Jogja tapi lumayan aman.

Dengan nada tinggi beliau berucap: ‘What are you talking about, my girl? Keep your words or be silent are much better than you thank for the terrible earthquake isn’t around your place!’
Continue reading “Alhamdullilah untuk Duka Indonesia”

Thx God, I’m Still Alive!

Kesehatan saya makin memburuk sejak setahun lalu. Diagnosis kelainan genetik dalam darah yang harus saya tanggung seumur hidup makin terasa dampaknya dalam tubuh saya. Sudah terlalu banyak obat yang harus saya telan setiap harinya. Dengan cek Hb terakhir hanya 8,5 dokter meminta saya istirahat panjang. Tapi it’s something impossible. Meninggalkan pekerjaan sama artinya membiarkan tubuh merasakan sakit yang lebih.

Saya tak mau menyerah pada rasa sakit. Kalau sudah tak tertahankan, saya tambahkan dosis pengobatan. Tak berdaya menentang keadaan membuat saya justru makin kuat berupaya memperbaiki kesehatan. Memiliki kesedihan adalah manusiawi sekali, tapi terlarut dalam kesedihan tak berujung hanyalah manusia bodoh.
Continue reading “Thx God, I’m Still Alive!”

Tips Melupakan Patah Hati. Hasilnya Nyata!

Saya belum pernah patah hati. Karena saya ga pernah siap mempertaruhkan segalanya buat seseorang yang bukan sanak keluarga saya. Tapi atas permintaan beberapa komentator di tulisan Are U in Love? saya menuliskannya di sini.
Berikut ini tips yang pernah saya berikan pada beberapa teman yang menanyakan bagaimana caranya melupakan patah hati:
Berteman dengan internet. Jadi perokok berat. Konsumsi alkohol banyak-banyak. Petantang-petenteng di sekitar preman.
Hasil nyatanya bisa dilihat di akhir tulisan. Continue reading “Tips Melupakan Patah Hati. Hasilnya Nyata!”

Ramalan? Let’s See!

Film 2012 dan berbagai tayangan ramalan di televisi mengembalikan ingatan masa remaja saya. Ibunda seorang teman baik saya di SMP adalah peramal hebat dan ahli pengobatan. Kami menyebutnya dukun. Peramal lainnya, seorang teman berkebangsaan India. Keduanya meramalkan saya tanpa pernah saya minta, di tempat dan waktu berbeda. Teman India meramalkan kehidupan saya setelah usia 30. Ramalannya mengagetkan saya karena mirip ramalan sang ibunda.

Suatu hari semasa saya masih SMP, sang bunda meramalkan saya akan menikah di usia relatif muda. Tentu semua yang mendengarkan ramalan itu hanya bisa tersenyum. Reaksi saya? Ketawa ngakak!
Saat itu semua teman tahu saya bercita-cita menjadi nun dan ga pernah berniat menikah sama sekali. Continue reading “Ramalan? Let’s See!”

Lulus!!!

grad-ceremonySetelah 22 bulan berkutat dengan buku-buku tebal berhuruf times new roman 10 serta ratusan jurnal ilmiah, akhirnya saya bisa bernafas lega. Saya lulus magister teknik, bidang kajian teknologi petrokimia. Kayaknya ga sia-sia deh presiden memberikan beasiswanya. Sesuai kesepakatan awal, nama beliau diletakkan nomer satu dalam untaian terima kasih.

Orang-orang pertama yang saya kabari tentu saja putra-putra saya, ibu di Bandung, partner serta saudara-saudara saya. Dan juga teman-teman terdekat yang sudah saya anggap layaknya saudara sendiri. Mereka membantu saya dengan doa tulus dan support penuh kasih. Continue reading “Lulus!!!”

Postingan Ke-100: Maaf Lahir Batin

Ini postingan ke-100 buat blog ini. Setelah dua bulan absen dari koneksi internet buat kesenangan pribadi, hari ini saya tengak-tengok blog lagi. Berhubung dan berhubung serta berhubung… boss saya udah teriak-teriak agar menyelesaikan pekerjaan saya yang numpuk dan mepet deadline, kali ini saya cuma sempat mampir untuk sekedar say hi pada beberapa sahabat saja. Buat yang lain, mohon maaf kalau belum sempat mampir.

Dan buat semua sahabat, orang-orang yang saya kagumi dan sayangi, pembaca, pengunjung, dan siapa pun yang sempat mampir atau membaca postingan ini, maaf lahir batin ya…. semoga hari ini dan keesokan hari adalah hari-hari yang lebih penuh rahmat, lebih indah dan lebih baik buat kita semua.

Maaf lahir batin!

Let Him On His Peace Way

Masih soal Michael Jackson, sang raja pop, sebagaimana dia menasbihkan dirinya. Bukan cuma karena sebel membaca banyak argumen negatif setelah kepergiannya atau tulisan dengan ulasan dadakan ga berhati soal M.J., tapi lebih karena ada ‘sesuatu’ di dalam hati saya. Jarang-jarang sih saya ‘bicara’ pake hati tapi mungkin karena saya kurang sreg dengan berbagai tulisan soal M.J. yang mungkin maksudnya mau membela tapi kok terkesan malah membuka luka lama di mata saya.

MJ

Tahun 2004-2005 pertama kali saya mendengar lagu berjudul Give Thanks to Allah dari sebuah website berbasis di tanah Arab. Tahun 2007 lagu itu memborbardir dunia Islam, terutama di berbagai website yang di-support Muslim. Lagu itu diklaim dinyanyikan oleh M.J. yang konon katanya beralih kepercayaan ke dalam Islam, mengikuti jejak sahabat-sahabat dan abang kandungnya. Mengikuti kematiannya di tahun 2009, lagu itu kembali ramai dibicarakan.

Tapi jujur, di kuping saya, lagu itu amat berbeda, baik dalam isi apalagi vokal. Desahannya beda banget. Beda. Amat beda. . Continue reading “Let Him On His Peace Way”

Dok, Tolong Dong!

4docLupa di mana istilah di atas pernah saya baca, tapi istilah itu cocok dengan kondisi saya. Saya bukan tipe orang yang mudah mengeluh sakit tapi semua orang bisa melihat saya menahan sakit nyaris tiap hari. Untungnya saya bisa menyelesaikan semua pekerjaan saya tepat waktu meski dengan tubuh lemah atau kepala sakit.

Berikut beberapa penyakit yang pernah atau masih bersemayam di tubuh saya:

Darah saya punya masalah. Saya harus minum vitamin C dua kali dari orang normal karena darah saya hanya mampu menyerap vitamin C setengah dari orang normal. Karena terlalu banyak minum vitamin C, saya kena maag. Kadang kambuh tanpa tanda-tanda. Beberapa kali saya dibawa ke UGD karena maag kambuh dengan sakit ga tertahankan. Dokter pernah meminta saya opname tapi saya menolak. Waktu di jalan ketemu orang, ada yang mengira saya lari dari rumah sakit habis operasi karena muka saya pucat pasi. Maag bikin saya muntah. Tapi sejak setahun belakangan saya jarang muntah. Dulu saya muntah tiap hari. Bisa pagi, siang atau malam. Continue reading “Dok, Tolong Dong!”

ANTV Mempropagandakan Black Magic!

Tulisan ini mennumbergenai tayangan berjudul Luar Biasa pada Malam Minggu, 18 April 2009. Setelah tayangan ‘Supernatural ‘ yang saya ikuti sambil seringkali memejamkan mata atau menyembunyikan wajah di balik bantal, saya lanjutkan menonton ‘Luar Biasa’. Karena jadwal saya menonton tidak rutin, saya tidak tahu apakah acara tersebut hanya acara selingan malam itu atau memang acara rutin dalam periode tertentu.

Tanpa mempermasalahkan hal tersebut, saya tertarik saat sang host Dona Agnesia menyatakan bahwa Ustad Sutrisno (mudah-mudahan saya tidak salah menuliskan nama beliau) telah menemukan pil ajaib yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Awalnya saya tidak berprasangka buruk, saya pikir hanya mencampurkan berbagai jenis tumbuhan. Secara kimia, beberapa substansi kimiawi dapat bercampur tanpa saling menetralkan atau meracuni satu sama lain. Continue reading “ANTV Mempropagandakan Black Magic!”

Bitchy Woman! Wooow!

Komentar terburuk macam apa yang pernah anda terima sehubungan dengan tulisan yang telah anda publikasikan di blog anda?
Saya beberapa kali menerima komentar ga sedap tapi bukan ditujukan pada saya. Misalnya untuk tulisan ‘Kursi Nomor 1 Sumsel’ saya terpaksa harus menghapus banyak komentar ga sedap tentang salah satu kandidat gubernur. Jika komentar ditujukan pada saya atau karena ketidaksetujuan pada tulisan saya, saya tidak keberatan mempublikasikannya, kecuali kata-kata yang digunakan terlalu jorok atau ga banget buat dipublikasikan di blog ini. Namun jika menyangkut nama orang lain, saya lebih suka menghapus komentar seperti itu.

Tapi jika anda baca petikan berikut ini, anda pasti setuju kalau kata-kata yang ditujukannya pada saya menunjukkan betapa si komentator ga mengerti Bahasa Inggris dengan benar 🙂

such a pitiful bitch!!!!
u a god damn bitch i`ve ever seen in this world!!!!
u think that u`re the only one who can rule the world!!!!
Continue reading “Bitchy Woman! Wooow!”

Syariat Islam di Indonesia

Membaca di banyak website asing yang mengkopi artikel tentang sekian provinsi dari keseluruhan provinsi di Indonesia telah menjalankan syariat Islam, menimbulkan banyak pertanyaan bagi diri saya sendiri. Dua di antaranya saya tuangkan di sini.

Pertama, apakah benar hal itu sedang terjadi di negara ini?red-and-blue1
Bukan karena saya tidak cinta Islam padahal saya seorang Muslim, maka saya menolak syariat Islam dijalankan di negara ini. Maksud saya, jika dijalankan dengan sepenuhnya seperti tuntunan Alquran dan Hadist sebagai landasan negara. Kenapa saya tidak setuju? Karena negara ini terlalu plural dengan kultur bangsa sangat heterogen.

Dengan latar belakang yang memiliki keluarga dengan kebudayaan dan agama heterogen, saya cenderung menjadi sangat hormat pada agama dan kepercayaan orang lain. Menurut pendapat saya, kalau memang ingin dijalankan syariat Islam di negara ini, sepatutnyalah hanya dijalankan pada para pemeluknya. Mulailah dari para pemeluknya, dan jangan setengah-setengah, apa pun resikonya. Karena bisa jadi dengan adanya penerapan syariat Islam yang terbatas hanya pada pemeluknya, jumlah kaum Muslim di negara ini akan mungkin mengkerucut dengan sangat cepat. Continue reading “Syariat Islam di Indonesia”

Mencari Pengantin Buat Sahabat

Setiap kali bertemu atau saling menelpon, saya ga lupa menanyakan apakah sahabat saya sudah mendapatkan pendamping yang cocok untuknya. Dia laki-laki yang baik, ga pernah mau berpikir negatif pada orang lain, sehingga seharusnyalah mendapatkan pendamping yang baik. Tapi entah apa yang ada di pikirannya, dia lebih betah melajang. Mungkin karena pernah memilih jalan hidup yang super bodoh dan terperangkap di dalamnya selama beberapa tahun. friends Setelah akhirnya terbebas pun, dia ga kunjung melamar seorang gadis untuknya. Jadilah saya sibuk mendorong-dorongnya untuk memilih satu.
Saking sebelnya, dia malah bilang: ‘lo-nya ga mau diajak kawin.’
Wah, andai saja saya penganut poliandri…! 🙂 Ga terasa sekian bulan lewat tanpa sebuah telpon atau sms karena kesibukan masing-masing. Continue reading “Mencari Pengantin Buat Sahabat”

My English Blog Has Been Blocked around School Area!

no-enterI have no other ways to explain this for all students and visitors who may visit my English blog just to see my little view of our school but here. My students nowadays can’t do that any more because my English blog is blocked when they try to check the blog using school’s net connection. The last post which they may read is an article posted on October 16, 2008 title ‘What Suck’. When a student helped me to check the blocker, it’s the server of our school and no reason explained over there. It just wrote: htt://blogwyd.blogspot is blocked and you are not allowed to visit the website. But if visitors use the third party, such as Google or Yahoo search, they can still read all posts. I mean people can search the newest posts if they type the title of the posts or the keywords but how they can do that as they don’t know what kinda article I’ve posted! When I tried to google the title, it worked, but it would go nowhere except the un-banned posts when I clicked the forehead of the blog.

Continue reading “My English Blog Has Been Blocked around School Area!”

Wanita-Wanitalah yang Mendorong Suami Berpoligami

Waktu punya pikiran untuk menuliskan hal ini di blog, saya kemukakan ini pada partner saya. Dia terkejut.
‘Come on, babe, it ain’t something nice for women as you know and you’re a woman, aren’t you? Would you let me to date another woman when you’re not around?’
me Meski tahu saya tidak keberatan dengan kehidupan poligami sebagaimana hal ini dinyatakan dalam agama yang saya anut, dia tidak ingin menjalaninya dalam hidupnya. Tapi saya sungguh tidak pernah memintanya bertahan sendiri saat saya tidak bersamanya. Namun tentu saya tidak merestui jika dia hanya melakukannya untuk kesenangan semalam.

‘I don’t care what Islam says about men-women’s relationship but for me, I just need one woman in my life!’ katanya sewaktu kami membahas tentang seorang tokoh negara ini yang menikahi wanita kedua. Saya hanya tertawa.

Memaklumi Pria Berpoligami

Seks….

Poligami tidak berarti seorang suami tidak lagi mencintai istrinya. Jika poligami yang dijalankan sesuai syariat agama (Islam dalam hal ini) maka tentu ada alasan kuat untuk melakukannya. Pikiran paling dangkal mungkin adalah soal seks. Continue reading “Wanita-Wanitalah yang Mendorong Suami Berpoligami”

Menjadi Pengecut Adalah Pilihan

mouthPernah menemukan hal-hal yang patut dipertanyakan tapi tidak mendapatkan jawaban meski telah mengeluarkan sekian puluh pertanyaan?
Pernah merasa seseorang menyembunyikan sesuatu tetapi tidak bisa mengungkapkannya apakah benar ada yang disembunyikan?

Lelah rasanya dipertontonkan hal-hal semacam itu di sekitar saya. Cuma bikin capek kuping mendengar uraian panjang lebar tapi tidak satu pun yang secara esensi menyinggung apa yang dibahas. Tidak ubahnya berjalan berputar di tempat yang sama padahal jalan tembus ke tujuan membentang di depan mata.

Saya ingin punya keberanian untuk bukan sekedar berkata-kata tapi juga bertindak. Tapi semua itu hanyalah ‘keinginan’. Artinya saya tidak pernah menggerakkan tangan untuk menyumbat mulut yang mengumbar kebohongan. Saya tidak pernah mengirimkan telapak tangan untuk menggampar mulut yang menjual nama Tuhan tapi ngacir duluan saat dimintai pertanggungjawaban. Seperti kebanyakan orang lainnya, saya memilih menjadi pengecut yang hanya menonton. Saya hanya berani bilang salah adalah salah pada si pelaku tapi tidak berani mengambil sepotong kayu dan menghantamkan ke tubuhnya untuk menyadarkannya. Padahal saya punya tangan, saya punya kayu yang siap dihantamkan. Hanya saja tidak melakukannya!

Pengecut adalah sebutan yang sesungguhnya untuk orang-orang seperti saya, yang membiarkan (mungkin malah menikmati!) berbagai bentuk kezaliman dan kemaksiatan berlangsung di depan hidung saya. Kepengecutan itu membuat saya hanya mampu berkata tapi tidak bertindak. Kata-kata, bagaimana pun kerasnya, kadang kala tidak bekerja sama sekali. Continue reading “Menjadi Pengecut Adalah Pilihan”