Indonesian Scammers

0degYRoqkPekerjaan saya banyak dilakukan melalui internet atau telepon. Internet diperlukan untuk bolak-balik mengirim e-mail atau pencarian berbagai data dan kontak yang diperlukan. Setelah sekian tahun menekuni pekerjaan semacam ini, saya menemukan banyak sekali scammer asal Indonesia di berbagai website bisnis. Saking banyaknya scammer alias penipu yang berpura-pura berada dalam suatu bisnis tapi tak punya kontak apa-apa, seorang client pernah menulis begini di salah satu forum bisnis: ‘Jangan pernah percaya pada eksportir dari Indonesia atau Malaysia karena mereka semua cuma scammer’.

Pengalaman pribadi saya membuktikan hal itu nyaris benar. Satu contoh, setelah wara-wiri di dunia maya untuk mengumpulkan berbagai kontak yang menyediakan alamat e-mail atau nomor telepon, saya menghubungi mereka satu per satu. Dari 44 nomor telepon atau HP yang terpasang di berbagai website bisnis, hanya 5 yang tersambung. Continue reading “Indonesian Scammers”

Andai Pat Condell Tinggal di Indonesia, Besok Divonis Mati?

page2_1Tulisan ini mungkin isi kepala sebagian Muslim di dunia yang membuat beberapa video Condell dilarang beredar online. Ini angan-angan bodoh sebenarnya. Datangnya dari pikiran badut saya saat menyaksikan betapa naif pria itu, meski dia lumayan populer di negaranya. Saya pemerhati video-videonya, entah dengan alasan apa, tanpa pernah tertarik mengomentari langsung. Pertemuan saya dengan video pertamanya saat saya sedang berburu video tentang Islam untuk seorang teman di tahun 2007. Continue reading “Andai Pat Condell Tinggal di Indonesia, Besok Divonis Mati?”

Let Him On His Peace Way

Masih soal Michael Jackson, sang raja pop, sebagaimana dia menasbihkan dirinya. Bukan cuma karena sebel membaca banyak argumen negatif setelah kepergiannya atau tulisan dengan ulasan dadakan ga berhati soal M.J., tapi lebih karena ada ‘sesuatu’ di dalam hati saya. Jarang-jarang sih saya ‘bicara’ pake hati tapi mungkin karena saya kurang sreg dengan berbagai tulisan soal M.J. yang mungkin maksudnya mau membela tapi kok terkesan malah membuka luka lama di mata saya.

MJ

Tahun 2004-2005 pertama kali saya mendengar lagu berjudul Give Thanks to Allah dari sebuah website berbasis di tanah Arab. Tahun 2007 lagu itu memborbardir dunia Islam, terutama di berbagai website yang di-support Muslim. Lagu itu diklaim dinyanyikan oleh M.J. yang konon katanya beralih kepercayaan ke dalam Islam, mengikuti jejak sahabat-sahabat dan abang kandungnya. Mengikuti kematiannya di tahun 2009, lagu itu kembali ramai dibicarakan.

Tapi jujur, di kuping saya, lagu itu amat berbeda, baik dalam isi apalagi vokal. Desahannya beda banget. Beda. Amat beda. . Continue reading “Let Him On His Peace Way”

Awards? Tengkiyu…!

Tulisan ini harusnya dibuat jauh-jauh hari tapi baru tergerak menuliskannya sekarang. Sibuk tentu ga bisa dijadikan alasan, karena saya kok sempat-sempatnya menuliskan artikel lain yang lumayan panjang. Mungkin lebih karena alasan hati, selain karena ada award baru yang diterima hari ini.

algristian_wordpress_com_2009_04_10_my-blog-awardsSaya tipe orang belakang layar, yang ga suka dikenal secara fisik nyata. Saya lebih suka orang mengomentari tulisan-tulisan saya dibandingkan janjian kopi darat, misalnya. Kalau pun orang menghargai tulisan saya, saya akan dengan senang hati menerima sejumlah uang (Dasar matreeee…!!!). Tapi award sebagai permulaan, okelah. Saya nulisnya bareng aja biar terkesan blog ini dapet award banyak banget (hahahahaha…!)

Thanks buat anak muda ganteng yang memberikan award tanggal 10 April lalu. Dari lima yang diberikan, saya memilih dua. Karena yang lain ‘kelewat cewek’ buat mata saya 🙂

Dan makasih juga buat anak ingusan tapi belagak udah gede yang memberikan award tanggal 3 Juni lalu.thousandfleur_wordpress_com_2009_06_03_horee-award

Yang terakhir trims buat ibu dari dua putri cantik dan satu cowok ganteng yang memberikan award tanggal 1 Juli kemaren.khalifatur_wordpress_com

Buat orang Melayu, bertuah artinya memiliki peruntungan. Moga-moga aja setelah mendapat award ini saya cukup beruntung mendapat ‘mentahnya’ aja… (Matreee… matreee… matreee!!!)

Catatan: buat para pemberi award, sorry kalau peraturannya ditulis ga lengkap. Bu guru emang tukang ngasih kerjaan, tapi soal ngerjain tugas kayaknya bukan kerjaan bu guru deh… 🙂

Bitchy Woman! Wooow!

Komentar terburuk macam apa yang pernah anda terima sehubungan dengan tulisan yang telah anda publikasikan di blog anda?
Saya beberapa kali menerima komentar ga sedap tapi bukan ditujukan pada saya. Misalnya untuk tulisan ‘Kursi Nomor 1 Sumsel’ saya terpaksa harus menghapus banyak komentar ga sedap tentang salah satu kandidat gubernur. Jika komentar ditujukan pada saya atau karena ketidaksetujuan pada tulisan saya, saya tidak keberatan mempublikasikannya, kecuali kata-kata yang digunakan terlalu jorok atau ga banget buat dipublikasikan di blog ini. Namun jika menyangkut nama orang lain, saya lebih suka menghapus komentar seperti itu.

Tapi jika anda baca petikan berikut ini, anda pasti setuju kalau kata-kata yang ditujukannya pada saya menunjukkan betapa si komentator ga mengerti Bahasa Inggris dengan benar 🙂

such a pitiful bitch!!!!
u a god damn bitch i`ve ever seen in this world!!!!
u think that u`re the only one who can rule the world!!!!
Continue reading “Bitchy Woman! Wooow!”

Sisi Negatif Google Translate

Anda sudah mempergunakan Google translate untuk blog anda, entah dengan tujuan dan alasan apa pun? Mungkin penjelasan saya dalam tulisan ini akan membuat anda berpikir lagi apakah akan terus menggunakannya atau malah akan membuangnya segera.

Minggu lalu saya masih menggunakan Google translate di blog berbahasa Inggris saya yang umumnya bertutur

Google translate beta

tentang cerita keseharian saya, pandangan-pandangan saya sebagai muslim, menunjukkan jati diri sebagai anak bangsa, dan banyak bercerita tentang lika-liku pekerjaan saya sebagai guru kelas internasional di sebuah sekolah negeri di tanah air ini.

Satu malam seorang teman yang tinggal di Bahrain meminta alamat link blog saya karena udah lama ga mampir ke sana. Sewaktu hendak memberikan komentar, dia terkejut mendapati verifikasi huruf Arab. Continue reading “Sisi Negatif Google Translate”

My Chemistry Teacher is A Real B*tch!

Dengan mengganti tanda bintang dengan huruf i, judul tersebut asli sebuah ungkapan kemarahan seorang anak muda pada guru kimianya, hasil oleh-oleh sembarang klik di Google. Untung saya bukan guru kimia yang dimaksud. Kalau pun iya dan terpaksa harus mengambil hikmah -seperti kata orang bijak- maka tentu anak asuh yang bisa saya biayai dengan uang itu akan bertambah jumlahnya. Tapi eh, boleh ga ya?

Just because I was curious so much, saya baca berbagai tulisan di blog pria muda itu. Ngakunya sih level XI senior high school. Sebenarnya tampilan muka blognya cukup menarik dan cerah. Tulisan-tulisannya lebih banyak berisi kegiatan hariannya dan perasaannya. Yah, kira-kira kayak blog saya di blogspot lah 🙂

Beberapa artikel berisi tentang pengalamannya di sekolah. Dan ampun… kata-kata yang digunakannya dalam tulisan-tulisan itu bikin dada saya sesak. Bahwa guru adalah makhluk menjijikkan, guru adalah makhluk yang ga pantas hidup di muka bumi ini, dan kata-kata sejenis itu. Padahal setelah saya baca, kadang alasannya amat sepele. Continue reading “My Chemistry Teacher is A Real B*tch!”

Buka Kartu?

Iseng-iseng saya google untuk mengetahui gambar apa yang keluar jika saya mengetik kata kunci berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan salah satu putri cantik saya (serius, dia memang asli cantik!).

Ternyata yang nongol gambar-gambar berikut:

resize-of-top-logoThe age of next birthday

Nah, angka ini selalu menjadi jawaban saya kalau siswa-siswi bertanya ulang tahun ke berapa yang akan saya rayakan sebentar lagi. Mungkin karena udah terlalu tua, jadi suka lupa sama umur sendiri 🙂

resize-of-coral-beachPlace I’d like to travel

Pantai dengan pasir putih lembut menghampar, batu-batu karang indah dan hempasan ombak yang ga terlalu buas adalah tempat yang selalu ingin saya kunjungi. Tiga bulan pertama tinggal di Palembang, saya stress berat karena tidak bisa menemukan pantai padahal sebelumnya saya tiap hari pasti ke pantai. Saya ga pernah kuatir kulit menjadi lebih hitam, ga kuatir betis tambah berat karena jalan berkilo-kilo menyusuri pantai. Ah, jadi kangen pantai nih!

Continue reading “Buka Kartu?”

My English Blog Has Been Blocked around School Area!

no-enterI have no other ways to explain this for all students and visitors who may visit my English blog just to see my little view of our school but here. My students nowadays can’t do that any more because my English blog is blocked when they try to check the blog using school’s net connection. The last post which they may read is an article posted on October 16, 2008 title ‘What Suck’. When a student helped me to check the blocker, it’s the server of our school and no reason explained over there. It just wrote: htt://blogwyd.blogspot is blocked and you are not allowed to visit the website. But if visitors use the third party, such as Google or Yahoo search, they can still read all posts. I mean people can search the newest posts if they type the title of the posts or the keywords but how they can do that as they don’t know what kinda article I’ve posted! When I tried to google the title, it worked, but it would go nowhere except the un-banned posts when I clicked the forehead of the blog.

Continue reading “My English Blog Has Been Blocked around School Area!”

Muslim tapi Rasis!

Awalnya saya penasaran dengan seseorang yang selalu mengomentari komentar saya di Youtube, kecuali di channel-channel musik Guns n Roses. Meski kadang komentar saya hanya sebaris, ID itu tetap membalasnya.
Saat dia masuk ke Channel Youtube saya, dan berkomentar menyebut saya The Liar, rasa penasaran saya jadi sebal.
Iseng dan sedikit tensi tinggi, saya taruh ID messenger saya selama 12 jam di channel.
Dan benar, orang nekat itu memanggil saya saat saya online. Saya ga bodoh untuk bicara tertulis. Selain karena saya bukan pengobrol di messenger, saya juga ga ingin ditipu. Lewat tulisan, bisa jadi dia tidak sendiri. Bisa saja mereka mengeroyok saya. Continue reading “Muslim tapi Rasis!”

PR lagi!

Baru kali ini saya merasa sebel punya blog. Soalnya harus bikin PR! Pemberi PR kali ini bu guru yang Masya Allah lembut banget di mata saya. Meski jungkir balik berusaha, saya yakin saya ga bisa lembut seperti beliau.

5 hal yang saya sukai:
1) Buku
Saya ga bisa tidur kalau belum baca buku. Yang saya ga suka cuma buku cerita hantu, apalagi yang cover-nya serem.

2) Coklat
Kalau beli 5 potong, maka 2 untuk saya, 2 untuk putra saya, 1 untuk saya makan saat putra saya ga di rumah 🙂

3) Es krim
Kok ga pernah ada es krim yang ga enak, yah?

4) Kue tart (black forest dan sebangsanya)
Kalau di sekolah, guru-guru lain akan menyisihkan potongan paling besar untuk saya, bahkan memberikan potongan mereka, dalam pembagian kue ulang tahun. Saya dan putra saya pernah menghabiskan 1 kue tart 24×24 dalam dua hari, hanya berdua!

5) Anggur (buah ya, bukan minuman!)
Sehari satu kilo habis. Dua kilo habis. Tiga kilo… wah… duit saya yang habis! Continue reading “PR lagi!”

PR Serba 10 (Harap Tidak Dibaca!)

Ga tahu juntrungannya darimana, tahu-tahu ini hadir di berbagai blog. Saya geli aja membaca berbagai fakta para blogger.
Eh, tahu-tahu saya mendapat PR (pekerjaan rumah?!) yang sama. Hampir lupa (karena dasarnya saya males mengerjakan PR) tapi waktu mampir ke blog lucu ini, saya jadi inget masih ada tugas belum selesai. Katanya ini PR tapi saya ga mau menganggapnya begitu, biar si pemberi PR ga merasa kepedean jadi gurunya bu guru 🙂

Sebenarnya ga mood banget menuliskan fakta tentang diri sendiri, meski satu biji. Nah, ini malah diminta sepuluh! Mau saya, tulisan ini ga perlu ditampilkan. Tapi karena harus ditampilkan di blog, saya berharap ini ga usah dibaca. Ga perlu dibaca! Please…!

1) Saya orang yang idealis.
Saking (sok) idealisnya, saya dipanggil ‘trouble maker‘ oleh guru PMP (Pancasila) SMP dan ‘ekstrimis’ semasa SMA.

2) Saya maniak freecell.
Pembuat games boleh jadi bangkrut karena saya ga pernah tertarik games lain selain freecell.
Skor tertinggi saya 96% dari 102 parts dalam satu hari. Continue reading “PR Serba 10 (Harap Tidak Dibaca!)”

Youtube Bebas dari Blokiran

Oh thanks God, ternyata pemerintah Indonesia nggak se-idiot yang saya kira. Youtube udah bisa diakses kembali. Wuihhh, berarti saya nggak jadi kehilangan video-video yang yang belum saya bikin duplikatnya selain yang di Youtube.

Nggak ada kata-kata yang bisa diungkapkan karena kepala terasa ringan banget setelah lepas salah satu beban.

BTW… pemerintah yang udah lumayan pinter atau karena tekanan berbagai pihak yang terlalu keras?

Internet Connection Cuts Off… Gila!

Untungnya judul kalimat itu bukan menggambarkan isi kepala saya tapi hanya kata-kata yang saya lontarkan berkali-kali setiap mengecek apakah koneksi internet di tempat saya tinggal sudah tersambung kembali. Karena tersambar petir dua kali selama dua hari berturut-turut, hotspot di lingkungan tempat tinggal saya putus sejak hampir seminggu yang lalu.

Selain karena saya ditodong oleh anak-anak…, ‘kapan? kapan? kapan?’ menanyakan hal yang sama dengan yang ingin saya ketahui, membuat saya berpikir lagi tentang ketergantungan hidup saya dengan internet. Memang sih koneksi di luaran masih tetap jalan seperti biasa. Tapi saya hanya punya waktu di atas jam sebelas malam untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan internet dan kesenangan dunia maya karena hanya waktu-waktu itulah saya terbebas dari pekerjaan rutin dunia nyata saya di negeri ini. Padahal tengah malam bukanlah waktu yang sehat buat keluyuran ke warnet. Siang ini saya paksakan pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan koneksi internet sekitar satu jam. Saya sempatkan mampir ke blog ini.

Saya telah menghitung-hitung kerugian yang telah dan bakal saya bayar jika koneksi internet tak juga tersambungkan hingga minggu depan. Continue reading “Internet Connection Cuts Off… Gila!”

Blogger Hanya Trend?

Blogger hanya trend sesaat. Mengelola blog hanya akan membuang waktu istirahat saya yang memang sudah sangat kurang. Itu yang ada di pikiran saya hingga sebulan yang lalu. Saya tidak tertarik mengelola website atau portal atau blog milik sendiri. Satu-satunya partisipasi saya dalam pengelolaan space di internet adalah forum kimia yang sengaja saya bikin untuk menjembatani hubungan saya dengan siswa. Misalnya untuk mengingatkan mereka tanggal pengumpulan tugas, jenis tugas, kapan ulangan, dan seterusnya. Sengaja saya pilih forum agar tidak terlalu sibuk mengelolanya mengingat kesibukan pekerjaan tidak memungkinkan saya meluangkan banyak waktu. Paling-paling butuh 10-15 menit untuk melakukan hal-hal itu. Continue reading “Blogger Hanya Trend?”

Perangkap Hak Asasi dalam UU ITE

Satu hari tanpa internet serasa ketinggalan berita setahun atau bagai tidak makan seminggu (terlalu hiperbolis?!). Kata-kata di atas hanya untuk menggambarkan bahwa internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Internet sudah jadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian bagi sebagian orang. Termasuk saya. Internet bagi saya adalah tempat saya mendapatkan berita, terutama berita dunia luar sana, yang tidak bisa diakses dari berbagai stasiun TV dalam negeri. Karena di saat saya punya waktu untuk menonton TV, acara yang disiarkan di TV nasional -meski jumlah stasiun TV sudah melewati jumlah kedua jari tangan- nyaris tidak memberikan informasi pengetahuan yang saya butuhkan. Sinetron berlatar belakang kehidupan masyarakat kota besar dengan standar ekonomi high class (pelaku berwajah amat remaja sudah jadi direktur perusahaan besar!), lomba menyanyi modal dengkul (penyanyi dan komentator sama-sama tidak berpengalaman di bidang tarik suara), siaran langsung sidang ini-itu yang tak saya minati, film Hollywood lama yang saya bahkan hafal beberapa kalimat plus intonasinya (karena terlalu sering ditonton), dan seterusnya dan seterusnya yang hanya akan membuat saya trauma pada TV jika saya paksakan tetap menonton. Continue reading “Perangkap Hak Asasi dalam UU ITE”

Wilders dan Idiots Guide to Islam yang Menyesatkan

WilderApi dalam sekam kehidupan beragama umat di dunia kembali menyala. Fitna, sebuah film pendek besutan seorang politikus Belanda Geert Wilders (41 tahun), pemimpin partai konservatif PVV (Dutch Freedom Party), sedikit demi sedikit meledakkan gelombang protes dari dalam negeri Belanda maupun dari berbagai belahan dunia dan berbagai organisasi Islam dunia. Bahkan ada stasiun TV di Arab menayangkan keinginan rakyat Arab sebagai wakil umat Islam untuk memenggal kepala Wilders karena dianggap musuh Islam (saya diberitahukan teman-teman yang menetap di Saudi dan Bahrain). Saya belum menonton cuplikan filmnya tetapi dari berbagai sumber (termasuk dengan penuh ‘nafsu’ menelpon teman -meskipun bukan seorang politikus tapi hobi banget baca koran- di Belanda dan menanyakan hal ini) saya tak merasakan ‘sesuatu yang baru’ yang dilakukan Wilders. Continue reading “Wilders dan Idiots Guide to Islam yang Menyesatkan”

Pelacuran dan Kawin Kontrak

Saya dikabari teman dari Arab Saudi hot issue‘ di sana tentang seorang perempuan Indonesia yang tertangkap basah menjadi pelacur di negara itu. Menurutnya, perempuan itu -sekitar 35 tahun- dibawa seseorang berkebangsaan Bangladesh dan dihargai SR 150 atau sekitar Rp 360.000,- (kurs Rp 9.000,-) per sekali pakai. Saya tanggapi dingin, merasa itu bukan sesuatu yang aneh di sini. Hampir tiap hari di koran lokal bisa dibaca berita serupa. Dengan rasa bersalah, teman tadi mengatakan itu terjadi -seperti pengakuan si wanita yang dibacanya di koran- karena faktor kemiskinan si wanita. Saya menanggapinya, ‘Don’t trust the woman much, she may lie.‘

Teman tadi lalu memberikan link Youtube tentang penggerebekan itu. Tampak belasan pria bertubuh tegap yang saya asumsikan polisi Saudi, memaksa masuk ke dalam sebuah rumah. Di dalamnya ada seorang wanita berwajah Asia Tenggara bersama empat pria berwajah Asia Selatan tapi sayangnya video itu berbahasa Arab dan semua komentar juga dalam Bahasa Arab. Meski berusaha mencernanya, video tersebut tetap tak banyak membantu.

Untuk meringankan ‘beban’ saya (itu yang dipikirkan teman saya, mungkin) maka dia mengatakan, ‘I’m so sorry, Wyd. I ain’t trying to say something bad about your country but it’s really a hot issue here so I think that I need to tell you. I’m sorry if my words hurt you.’ Hah? Saya tidak merasa tersinggung sama sekali bahkan terganggu pun tidak. Mungkin saya tipe wanita tak sensitif sehingga tak terlalu peduli dengan keadaan wanita bangsa sendiri. Atau Ratna Sarumpaet sungguh tahu isi hati saya sehingga pernah tega menilai saya sebagai perempuan yang kurang berempati terhadap nasib sesama perempuan?

Ujung-ujungnya pembicaraan saya dan teman tadi berlangsung bagai perdebatan karena dia terkesan chauvanisme. Saya -meski tidak mewakili unsur mana pun dari bangsa ini kecuali secara pribadi mewakili diri saya sendiri- tentu tak bisa menyetujui sikap aparat syariat Islam Saudi (CID) yang menyebarkan berita ini secara besar-besaran. Tapi juga tak bisa menyalahkan mereka. Terlebih lagi prostitusi (perdagangan jasa seksual) adalah hal yang sangat terlarang di Saudi, bertolak dari syariat Islam yang melandasi hukum di negara itu.

Tanpa menyangkutpautkan dengan latar belakang agama yang saya anut, saya pribadi tak setuju dengan prostitusi, apa pun alasannya. Saya tak akan pernah setuju ada daerah yang dikhususkan untuk melegalkan prostitusi, yang disebut lokalisasi. Lokalisasi sama artinya melegalkan prostitusi. Jika prostitusi legal di suatu tempat berarti legal pula dijalankan di tempat lainnya, setidaknya di wilayah hukum yang sama. Tapi apa yang kita dapati? Penggerebekan hotel-hotel murah untuk menangkap pelaku prostitusi kerap terdengar tetapi siapa yang tidak kenal Kramat Tunggak yang sempat berjaya bertahun-tahun lamanya dan menghidupi sekian juta jiwa lewat jasa perdanganan daging manusia tersebut? Atau Dolly di Surabaya? Dua hal yang sungguh saling bertolak belakang.

Di Palembang sempat ada lokalisasi berlabel ‘Kompleks Teratai Putih’. Pilihan nama yang cantik untuk sebuah lokalisasi, yang mengesankan keluguan dan kesucian. Sekarang secara hukum tempat itu sudah ditutup dengan dipasangnya plang besar tentang itu, meski -katanya- aktivitas di dalamnya masih tetap berjalan seperti dulu, cuma tak seramai dulu saat masih dilegalkan.

Ada cerita lucu yang saya alami tentang Kompleks Teratai Putih saat pertama datang ke Palembang. Waktu saya tanyakan apa tempat tujuan wisata di Palembang, seorang teman kuliah menyebut kompleks itu sambil tersenyum. Karena tidak tahu jalan, saya mendesak beberapa teman untuk mengantarkan saya ke sana. Setelah didesak berhari-hari, akhirnya teman-teman tadi (semuanya laki-laki) mau mengantarkan saya ke sana di suatu sore. Sungguh suatu tempat wisata yang tak pernah saya bayangkan akan berkunjung sebelumnya.

Memberantas Pelacuran?

Jawaban yang selalu saya dengar adalah: tidak mungkin. Bahwa usia pelacuran sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri adalah alasan yang kerap saya dengar untuk ‘menolak’ penghapusan aktivitas itu. Jadi secara kemanusiaan dan demi kepentigan kemanusiaan, pelacuran tak mungkin diberantas. Namun tentu saja tak berarti kita harus menyediakan sekian luas tanah negeri ini untuk menampung pelacuran.

Argumentasi yang mengatakan hal ini lebih baik untuk menghindari pelacuran berkembang di tempat-tempat umum dan bersentuhan langsung dengan pihak-pihak yang tak menginginkan pelacuran berada di sekitar mereka, tidak dapat dijadikan dasar untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

Jika pelacuran tak layak dihadirkan di depan khalayak dewasa secara umum maka tidak akan pernah ada tempat yang cukup layak untuk aktivitas itu.

Kawin Kontrak = Pelacuran yang Dihalalkan?

Kawin kontrak (mut’ah) diyakini sebagai perkawinan yang (tampaknya) didasarkan hukum Islam, biasanya terjadi antara seseorang (umumnya pria) yang meninggalkan pasangannya dalam jangka waktu tertentu dengan seorang wanita untuk menghindarkannya dari prostitusi berdasarkan perjanjian berapa lama usia perkawinan akan mereka jalani. Saya tidak menemukan referensi yang dapat dipercaya tentang sikap pemerintah Indonesia terhadap kawin kontrak. Tahun lalu Indonesia mendeportasikan beberapa pria Arab yang terlibat kawin kontrak dengan wanita pribumi.

Namun anehnya 2 atau 3 tahun lalu saya sempat menonton sebuah talk show yang membahas kawin kontrak, sekaligus para pelakunya hadir menceritakan pengalaman mereka. Kalau benar kawin kontrak secara yuridis adalah sebuah pelanggaran, maka tidak mungkin stasiun televisi tersebut menghadirkan pelaku tanpa menutupi jati diri mereka.

Dalam keterbatasan ilmu agama saya, saya tidak akan menyatakan apakah kawin kontrak sah atau tidak sah. Ada lembaga berwenang yang berhak menyatakan hal tersebut. Dalam pandangan saya, kawin kontrak lebih merupakan cara pelaku mengakali hukum Islam. Akal-akalan ini berawal dari satu hal: kebutuhan seksual. Jika kawin kontrak dinyatakan absah maka perkawinan bukan lagi ritual sakral. Karena bisa saja perjanjian perkawinan antar kedua belah pihak hanya berlaku untuk satu tahun atau satu bulan atau satu minggu. Lalu apa bedanya dengan perkawinan satu hari atau satu malam saja?

Artinya, apa bedanya kawin kontrak dengan pelacuran, selain adanya akad yang bisa diucapkan kapan saja sebelum kedua orang berlainan jenis saling menghalalkan? Lebih tepatnya, kawin kontrak tak lebih sebagai prostitusi terselubung atau prostitusi yang dengan sengaja dihalalkan.

Apa Kabar RUU APP?

Meski tak pernah tertarik browsing atau beli majalah yang memuat foto telanjang Dewi Sandra eh Sandra Dewi, tapi membaca tulisan atau komentar mengenai hal itu yang notabene hanya datang dari kaum Adam sudah cukup memberikan informasi bagi saya. Itu kenapa saya memilih untuk menulis soal telanjang dan menghubungkannya dengan peraturan atau perundangan tentang pornografi dan pornoaksi.

RUU APP Jadi UU APP?

Berita ini hanya hangat saat menjadi RUU. Entah ke mana sekarang larinya RUU tersebut. Saya termasuk salah seorang yang tidak setuju dengan RUU APP tersebut setelah menbaca draft pertama yang dikeluarkan DPR RI. Alasan saya:

Jika benar RUU APP itu disyahkan, akankah pasangan suami istri resmi yang mendokumentasikan aktivitas hubungan mereka ditangkap meski dibuat hanya untuk konsumsi mereka pribadi? Misalnya, si suami mendokumentasikan istrinya menari sedikit erotis atau erotis dalam pandangan suaminya? Jika hal tersebut bisa menggairahkan hubungan suami istri itu, kenapa menjadi sebuah pelarangan? Continue reading “Apa Kabar RUU APP?”