Bitchy Woman! Wooow!

Komentar terburuk macam apa yang pernah anda terima sehubungan dengan tulisan yang telah anda publikasikan di blog anda?
Saya beberapa kali menerima komentar ga sedap tapi bukan ditujukan pada saya. Misalnya untuk tulisan ‘Kursi Nomor 1 Sumsel’ saya terpaksa harus menghapus banyak komentar ga sedap tentang salah satu kandidat gubernur. Jika komentar ditujukan pada saya atau karena ketidaksetujuan pada tulisan saya, saya tidak keberatan mempublikasikannya, kecuali kata-kata yang digunakan terlalu jorok atau ga banget buat dipublikasikan di blog ini. Namun jika menyangkut nama orang lain, saya lebih suka menghapus komentar seperti itu.

Tapi jika anda baca petikan berikut ini, anda pasti setuju kalau kata-kata yang ditujukannya pada saya menunjukkan betapa si komentator ga mengerti Bahasa Inggris dengan benar πŸ™‚

such a pitiful bitch!!!!
u a god damn bitch i`ve ever seen in this world!!!!
u think that u`re the only one who can rule the world!!!!
Continue reading “Bitchy Woman! Wooow!”

My Chemistry Teacher is A Real B*tch!

Dengan mengganti tanda bintang dengan huruf i, judul tersebut asli sebuah ungkapan kemarahan seorang anak muda pada guru kimianya, hasil oleh-oleh sembarang klik di Google. Untung saya bukan guru kimia yang dimaksud. Kalau pun iya dan terpaksa harus mengambil hikmah -seperti kata orang bijak- maka tentu anak asuh yang bisa saya biayai dengan uang itu akan bertambah jumlahnya. Tapi eh, boleh ga ya?

Just because I was curious so much, saya baca berbagai tulisan di blog pria muda itu. Ngakunya sih level XI senior high school. Sebenarnya tampilan muka blognya cukup menarik dan cerah. Tulisan-tulisannya lebih banyak berisi kegiatan hariannya dan perasaannya. Yah, kira-kira kayak blog saya di blogspot lah πŸ™‚

Beberapa artikel berisi tentang pengalamannya di sekolah. Dan ampun… kata-kata yang digunakannya dalam tulisan-tulisan itu bikin dada saya sesak. Bahwa guru adalah makhluk menjijikkan, guru adalah makhluk yang ga pantas hidup di muka bumi ini, dan kata-kata sejenis itu. Padahal setelah saya baca, kadang alasannya amat sepele. Continue reading “My Chemistry Teacher is A Real B*tch!”

Guru Mendidik Anak Menjadi Koruptor

Jika anda menghampiri sekumpulan orang dan bertanya di bidang apa Indonesia dikenal dunia, mungkin akan banyak yang menyatakan: korupsi. Berbeda dengan beberapa dekade lalu di mana orang akan cepat menyatakan bulutangkis tiredatau penduduknya yang ramah atau Bali yang eksotis. Tak heran kemudian kita mengenal KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang malah kadang tidak ditempatkan pada porsi sebenarnya. Misalnya, saat Habibie menjadi presiden, banyak suara berkeberatan putra beliau menjabat kepala BPPN karena dianggap nepotisme. Padahal secara struktural maupun skill, putra beliau layak menduduki jabatan itu. Puluhan tahun di era kepemimpinan Soeharto, negara asing menjuluki the first lady Indonesia sebagai Mrs. Ten Percent. Ironis sekali, padahal sang presiden adalah tokoh yang cukup disegani kawan maupun lawan di panggung politik luar negeri. Saat Megawati menjadi presiden, di kota saya beredar rumor bahwa suap-menyuap yang notabene sanak familinya korupsi, tidak lagi dilakukan di balik amplop, tapi si penerima suap akan menentukan jumlah setoran yang diinginkannya. Kasarnya, korupsi adalah tindakan lazim dilakukan anak negeri ini. Pembentukan KPK (Komite Pemberantasan Korupsi) yang sampai saat ini terus menyeret korban-korban baru, adalah bukti kekuatiran anak bangsa atas mengguritanya lilitan korupsi di negeri ini.

Bukan karena secara garis keturunan tidak memiliki kerabat untuk diajak kolusi, maka saya memilih bersikap anti pati terhadap KKN, terutama korupsi. Continue reading “Guru Mendidik Anak Menjadi Koruptor”

Puisi Cinta

Saya ga pernah berniat bikin blog untuk mempublikasikan puisi karena puisi adalah kerjaan saya di masa muda. Kalau akhirnya puisi saya dipublikasikan di sini hanya karena memenuhi permintaan beberapa orang. Puisi ini saya bacakan di acara Teacher Award, 25 November lalu.

KAU DAN AKU

LAUTANMU HANYALAH AIR
SUNGAIKU ADALAH ALIRANNYA
PANTAIMU ADALAH LANDAI
TEMPAT NYIURKU MELAMBAI
NAFASMU ADALAH LAMBANG HIDUP
BAGAI UDARA YANG KUHIRUP

SEBAB MENTARI KITA BERSINAR SAMA
MAKA KITA TIDAK BERBEDA
KARENA DARAH KITA SAMA MERAH
MAKA NURANI KITA TIDAK BERKATA BEDA
KARENA KITA DATANG DARI TUHAN YANG SAMA
MAKA KEMANUSIAAN KITA TIDAKLAH BEDA Continue reading “Puisi Cinta”

Guruku Teladanku

Beberapa hari lalu saya berbicara dengan seorang gadis dari Maryland tentang hari-hari buruknya di sekolah. Saya berharap dia dapat mengatasi masalahnya sesegera mungkin. Boleh jadi hari-hari buruk itu akan menjadi kenangan teramat manis di masa dewasanya. Seperti saya lewati masa-masa sekolah dulu. Meski apa yang telah terjadi ga bakalan bisa diubah. Tapi kalau saya diminta mengalami kejadian itu dengan pikiran saya sekarang, tentu tanggapan saya akan jauh berbeda πŸ™‚

Pak Guru? Keciiillll…!

Guru matematika saya di SMA posturnya imut. Satu hari kami berselisih soal siapa yang harus bertugas menjadi ini dan itu dalam upacara. Pak guru menuliskan nama saya sebagai salah satu petugas padahal saya udah berencana bolos sekolah hari Senin depan. Karena pak guru ngotot, saya juga ga mau kalah.
‘Pak, emang Bapak ga tahu kalau saya karateka? Saya jago berantem loh! Kalau cuma segede-gede Bapak sih… keciiilll…!’ kata saya sambil pasang kuda-kuda. Continue reading “Guruku Teladanku”

PR lagi!

Baru kali ini saya merasa sebel punya blog. Soalnya harus bikin PR! Pemberi PR kali ini bu guru yang Masya Allah lembut banget di mata saya. Meski jungkir balik berusaha, saya yakin saya ga bisa lembut seperti beliau.

5 hal yang saya sukai:
1) Buku
Saya ga bisa tidur kalau belum baca buku. Yang saya ga suka cuma buku cerita hantu, apalagi yang cover-nya serem.

2) Coklat
Kalau beli 5 potong, maka 2 untuk saya, 2 untuk putra saya, 1 untuk saya makan saat putra saya ga di rumah πŸ™‚

3) Es krim
Kok ga pernah ada es krim yang ga enak, yah?

4) Kue tart (black forest dan sebangsanya)
Kalau di sekolah, guru-guru lain akan menyisihkan potongan paling besar untuk saya, bahkan memberikan potongan mereka, dalam pembagian kue ulang tahun. Saya dan putra saya pernah menghabiskan 1 kue tart 24×24 dalam dua hari, hanya berdua!

5) Anggur (buah ya, bukan minuman!)
Sehari satu kilo habis. Dua kilo habis. Tiga kilo… wah… duit saya yang habis! Continue reading “PR lagi!”

PR Serba 10 (Harap Tidak Dibaca!)

Ga tahu juntrungannya darimana, tahu-tahu ini hadir di berbagai blog. Saya geli aja membaca berbagai fakta para blogger.
Eh, tahu-tahu saya mendapat PR (pekerjaan rumah?!) yang sama. Hampir lupa (karena dasarnya saya males mengerjakan PR) tapi waktu mampir ke blog lucu ini, saya jadi inget masih ada tugas belum selesai. Katanya ini PR tapi saya ga mau menganggapnya begitu, biar si pemberi PR ga merasa kepedean jadi gurunya bu guru πŸ™‚

Sebenarnya ga mood banget menuliskan fakta tentang diri sendiri, meski satu biji. Nah, ini malah diminta sepuluh! Mau saya, tulisan ini ga perlu ditampilkan. Tapi karena harus ditampilkan di blog, saya berharap ini ga usah dibaca. Ga perlu dibaca! Please…!

1) Saya orang yang idealis.
Saking (sok) idealisnya, saya dipanggil ‘trouble maker‘ oleh guru PMP (Pancasila) SMP dan ‘ekstrimis’ semasa SMA.

2) Saya maniak freecell.
Pembuat games boleh jadi bangkrut karena saya ga pernah tertarik games lain selain freecell.
Skor tertinggi saya 96% dari 102 parts dalam satu hari. Continue reading “PR Serba 10 (Harap Tidak Dibaca!)”

Saya (Ga Layak Jadi) Guru

Status kepegawaian saya, jelas saya guru sekolah menengah. Saya mengajar kimia. Menjadi guru -meski bukan cita-cita awal, saya ingin jadi penjaga pantai atau jurnalis waktu kecil- adalah salah satu bagian hidup yang harus saya jalani. Herannya hampir ga ada orang yang baru kenal akan percaya bahwa saya guru.

Saat anak saya masih TK, saya malah ditertawai beberapa orang tua teman-teman anak saya, waktu salah satu ibu menanyakan apa saya akan ikut tes penerimaan guru SMA sebentar lagi. Memang saya hampir ga pernah nimbrung ngerumpi. Selesai mengantar anak, saya akan langsung pulang.
‘Mana bisa tamatan SMP jadi guru. Minimal sarjana,’ celetuk salah satu ibu yang ikut mendengarkan.
Padahal saat itu saya sarjana dan udah kerja, meski bukan sebagai guru. Continue reading “Saya (Ga Layak Jadi) Guru”

Jadilah Pembohong Buat Mama, Nak!

Saat anak saya TK nol kecil, gurunya memanggil saya. Ceritanya, si kecil selalu makan dengan tangan kiri. Gurunya harus berulang kali mengingatkan agar menggunakan ‘tangan manis’. Hingga suatu hari, si guru mendekatinya saat makan siang.
‘Pakai tangan manis, sayang.’
‘Tangan kanan, ya, Bu?’
‘Tangan manismu mana?’
‘Ga ada. Yang ada tangan kiri sama tangan kanan.’ (Salah saya ga pernah memperkenalkan istilah ‘tangan manis’ padanya!)
Ibu guru mengeluh. Continue reading “Jadilah Pembohong Buat Mama, Nak!”

Say Bye to Room Mates (1)

(Tulisan ini didedikasikan untuk anak-anak tercinta yang tinggal di asrama SMA Plus Negeri 17 Palembang selama tahun pelajaran 2007-2008 dengan segala suka-dukanya)

Tulisan ini datangnya amat telat karena dua hal. Pertama, waktu yang ga tersedia untuk menuliskannya meski semua udah di dalam kepala. Yang kedua, karena ga mudah upload dan menyusun ratusan foto di sini. Tapi mendingan telat dibandingkan ga ada referensi tentang itu sama sekali, kan? Agar ga terlalu ‘berat’ (maklum koneksi internet suka lelet!) maka parade foto dibagi dalam beberapa postingan.
Ok, here we go…. Continue reading “Say Bye to Room Mates (1)”

Kehidupan di Asrama: Hukuman, Perlukah?

Asrama SMA Plus Negeri 17 Palembang adalah tempat tinggal wajib bagi siswa-siswi kelas X. Tahun pelajaran 2007-2008 saya diminta kepala sekolah menjadi koordinator asrama. Pada awalnya saya menertawakan permintaan itu –ga sopannya, saya lakukan itu langsung di depan kepala sekolah! Yah, rada-rada kurang etika kelihatannya.

Tetapi karena kesediaan saya ditanyakan berulang kali oleh beliau, dan dengan iseng saya ceritakan pada putra saya -dan ajaibnya dia setuju!- akhirnya saya bersedia mempertimbangkan permintaan beliau. Seperti biasa sebelum menerima sebuah tugas, saya selalu mengukur kemampuan saya, mempelajari tugas tersebut hingga detil kecil, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan saya hadapi atau saya jalankan. Continue reading “Kehidupan di Asrama: Hukuman, Perlukah?”

Ketika Guru Melakukan Tindak Kekerasan pada Siswa

(Tulisan ini keluar dari hati sanubari saya yang terdalam karena raca cinta kasih yang tulus untuk seorang siswa yang sudah saya anggap anak saya sendiri. Saya tidak peduli apa pun anggapan orang tentangnya dan latar belakangnya sebelum dan sesudah kejadian ini. Rasa sayang saya padanya tidak akan pernah berubah. Doa-doa untuk kesuksesannya agar kelak menjadi manusia yang bisa berdiri membusungkan dada dan dengan bangga mengatakan dia adalah orang yang pantas dihormati, karena sikap dan perbuatannya yang mencerminkan pribadi yang layak menerima segala bentuk penghormatan dari sesamanya. Itu yang saya selalu doakan untuknya dan juga anak-anak lain yang saya cintai tanpa pamrih. Dia dan semua anak di dunia ini adalah amanah Tuhan yang harus dididik dengan cinta kasih yang tulus. Continue reading “Ketika Guru Melakukan Tindak Kekerasan pada Siswa”

Menerbitkan Majalah Sekolah Layak Jual

noteMajalah sekolah dapat dijadikan maskot sekolah selain untuk melakukan publikasi berbagai kegiatan positif sekolah, melaporkan berbagai kendala yang dihadapi manajemen sekolah dalam usaha meningkatkan kualitas sekolah secara keseluruhan, sekaligus mempromosikan dan memsosialisasikan berbagai program sekolah. Sayangnya banyak majalah sekolah tak dikelola secara profesional. Saya telah memperhatikan beberapa majalah sekolah yang telah terbit secara teratur, dimulai dari tata letak sampai ke isi majalah. Continue reading “Menerbitkan Majalah Sekolah Layak Jual”

Blog Guru

Blog guru harus mencerminkan pelajaran yang diajarkannya. Wah, saya kaget sekali saat menerima kata-kata itu lewat SMS dari seseorang yang nomor ponselnya tak tersimpan di memori ponsel saya. Mulanya saya mengira orang itu mengirimkan SMS ke nomor yang keliru sehingga tak terlalu saya tanggapi apalagi untuk repot-repot membalasnya. Tapi saat mengetik sebuah naskah untuk blog saya, kata-kata itu kembali mampir di kepala saya. Blog guru harus mencerminkan pelajaran yang diajarkannya. Saya baca naskah yang sedang saya tulis untuk blog saya yang tak ada hubungannya dengan profesi keguruan saya padahal saya seorang guru kimia. Jangan-jangan si pengirim SMS tak salah alamat. Jangan-jangan SMS itu benar-benar ditujukan untuk saya, maksudnya ingin menyindir saya. Boleh jadi….

Apa blog guru harus mencerminkan mata pelajaran yang diajarkannya di sekolah? Saya dengan tegas akan menjawab: tidak! Bukan karena blog saya tidak mencerminkan atau ada bau-bau kimia padahal saya seorang guru kimia, itu alasan yang terlalu dangkal untuk membenarkan diri sendiri. Tapi apa hubungannya blog saya dengan profesi saya sebagai guru? Continue reading “Blog Guru”

SMA Plus Negeri 17 Palembang (Bag 2)

the Guard 2Tanggal 17 dan 18 Maret 2008, calon siswa dan orang tua calon siswa baru SMA Plus Negeri 17 Palembang melakukan wawancara secara terpisah. Hal ini merupakan rangkaian seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) di sekolah itu. Dari daya tampung 230 siswa baru yang direncanakan, 300 orang

calon siswa baru dipanggil untuk melakukan tes wawasncara setelah mereka melakukan tes tertulis berupa tes akademik dan tes potensi akademik pada hari

Minggu tanggal 9 Maret 2008 yang lalu. Secara terpisah, OSIS SMA Plus Negeri 17 Palembang pada hari Kamis tanggal 7 Maret mengadakan Try Out untuk para calon siswa, yang terbuka untuk umum.

Antusias para orang tua di propinsi Sumatera Selatan untuk menitipkan pendidikan putra-putrinya di sekolah tersebut terlihat makin besar dari tahun ke tahun. Pergantian kepala sekolah sebagai pimpinan tampaknya tidak berpengaruh terhadap antusias masyarakat. Isu dan berbagai cerita negatif tentang sekolah, pimpinan, maupun SMA Plus Negeri 17

Palembang sebagai sebuah lembaga utuh yang sempat dan terus-menerus ditiupkan ke arah sekolah tampaknya tidak menggoyahkan kepercayaan masyarakat bahwa SMA Plus Negeri 17 Palembang adalah SMA terbaik di Sumatera Selatan. Meskipun pesaing baru bermunculan, berupa sekolah-sekolah plus negeri maupun swasta di kota Palembang secara khusus dan propinsi Sumatera Selatan secara umum, SMA Plus Negeri 17 Palembang terus berusaha memperbaiki diri secara kelembagaan agar tetap memperoleh kepercayaan masyarakat. Peran stage holder bagi sekolah ini dikembangkan dengan baik untuk menunjang berbagai kegiatan sekolah, baik intern maupun ekstern. Continue reading “SMA Plus Negeri 17 Palembang (Bag 2)”