Kejadian Lucu Kecelakaan Jalan Raya

Beberapa hari lalu saya mendapat musibah di jalan raya. Kecelakaan motor. Alhamdulillah ‘cuma’ luka-luka dan memar. Artinya, saya masih sadar saat kecelakaan terjadi, sehingga otak saya masih paten sablengnya 😀 Tapi justru kejadian lucu dan bikin miris hati yang paling saya ingat.

Kalimat pertama yang saya teriakkan sesaat setelah membuka kaca helm, saat sadar saya mengalami kecelakaan adalah: ‘Sorry, you didn’t put on the lighting! I didn’t see your lighting on!’ Si pria yang mengalami kecelakaan bersama saya terheran-heran. Saya baru ‘ngeh’ bahwa saya menggunakan bahasa Inggris! Continue reading “Kejadian Lucu Kecelakaan Jalan Raya”

Advertisements

Sialan, Cewek!


Kalau saya tanya putra-putra saya, mereka bilang saya ibu paling lembut sedunia. Menurut partner saya, saya sama seksinya dengan gadis-gadis kalender! Aha, saya harus sering-sering ngaca, nih! 🙂 Anehnya, selain keluarga dekat, saya sering dikira (separuh) pria. Sekali-sekali dikira pria, tidak masalah buat saya. Tapi keseringan? Wow, pasti ada sesuatu yang salah dalam diri saya!

Puluhan bahkan mungkin ratusan orang awalnya menganggap saya seorang pria, cuma karena membaca tulisan atau komentar saya di media, baik online maupun offline. Karena itu saya menuliskan ini. Serius, sumpah (mati), saya seorang wanita. Tulen. Maksudnya, bukan trans-seksual.

Beberapa pengalaman ‘menjadi pria’ saya tuliskan di sini.

‘Mau beli apa, Pak?’ pertanyaan sang penjual kaki lima sebelum mendongakkan kepala menatap saya.

‘Terima kasih, Mas,”’ kata seorang pria muda setelah saya turunkan di depan gang rumahnya. Saya membuka helm, tersenyum. Pria muda itu meminta maaf berkali-kali karena mengira orang yang barusan memberinya tumpangan adalah seorang pria.

Seorang ibu menghentikan laju motor saya. Sang ibu minta diantarkan ke rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit, beliau mengangsurkan lembaran dua puluh ribu. Wuih, saya dikira tukang ojek! Continue reading “Sialan, Cewek!”

Mama Kok….

Putra saya saban hari menilai saya. Tapi (menurut saya) kadang penilaiannya tak cukup fair. Dia kerap berlagak lebih tahu dari saya. Padahal saya kan ibunya!


‘Mama kok penakut banget….’

Saya takut percikan minyak saat menggoreng, kecuali minyak diganti dengan mentega. Herannya dia selalu menyempatkan diri mengomentari hal ini. Dia bahkan cekikikan melihat saya berlindung di balik lemari atau handuk yang membungkus wajah saya.

Saya juga takut menyalakan kompor. Walau disertai gerutuan, biasanya dia selalu mau membantu menyalakan kompor saat diperlukan, meski di pagi buta. Continue reading “Mama Kok….”

Tips Melupakan Patah Hati. Hasilnya Nyata!

Saya belum pernah patah hati. Karena saya ga pernah siap mempertaruhkan segalanya buat seseorang yang bukan sanak keluarga saya. Tapi atas permintaan beberapa komentator di tulisan Are U in Love? saya menuliskannya di sini.
Berikut ini tips yang pernah saya berikan pada beberapa teman yang menanyakan bagaimana caranya melupakan patah hati:
Berteman dengan internet. Jadi perokok berat. Konsumsi alkohol banyak-banyak. Petantang-petenteng di sekitar preman.
Hasil nyatanya bisa dilihat di akhir tulisan. Continue reading “Tips Melupakan Patah Hati. Hasilnya Nyata!”

Ih, Bego Banget!

Pernah melakukan kesalahan yang agak-agak tolol kelihatannya? Kalau bisa sih jangan sampe. Tapi kalau ternyata akhirnya jadi aktor yang melakukan itu, apa yang harus dilakukan? Kalau saya, ketawa aja.

Satu:
Saya ngantri panjang di salah satu kantor cabang BCA. Setelah belasan orang di depan saya habis, giliran saya tiba.
Eh, si teller bilang: ‘Maaf mbak, kalau dua rekening, mbak harus ke loket sana.’
Sambil si teller menunjuk ke loket yang dimaksud. Saya pun ngantri lagi, untung ga panjang. Begitu giliran saya tiba, si teller pria menghitung uang saya. Lalu siap di depan komputer.
Tapi kemudian bertanya: ‘Maaf mbak, ini nomor rekening BCA atau bukan ya? Soalnya nomornya banyak banget. Rekening BCA cuma 9 angka.’
Setelah saya amati, eh saya menuliskan nomor rekening Bank Mandiri, tujuan saya berikutnya.

Dua:
Saya tergesa-gesa mengunci motor setelah sebelumnya ngebut. Apesnya ujian sudah dimulai sejak 15 menit lalu. Setelah 5-10 menit berjalan, seorang petugas kampus menanyakan siapa pemilik kendaraan berplat bla bla bla, karena salah mengunci kendaraan orang lain.
Saya berkomentar spontan: ‘Masak sih ada yang hapal plat nomor kendaraannya? Gila!’
Eh, seorang teman pria malah balas nyeletuk: ‘Masak sih ada yang ga hapal nomor plat kendaraannya sendiri?’
Si petugas mengulang kembali. Ga ada yang merasa memiliki kendaraan dengan plat itu. Saya memutuskan mengecek STNK. Alamak… itu kendaraan saya! Continue reading “Ih, Bego Banget!”

Percakapan-Percakapan

Kadang kita melakukan percakapan ga jelas ujung atau akhirnya. Berikut ini penggalan percakapan saya dengan orang-orang di beragam kesempatan.
Huruf O menunjukkan lawan bicara saya, sedangkan huruf W adalah inisial saya.
Bisa menebak dengan siapa saya sedang bicara atau gimana situasi saat itu?

Satu
O: Wuih, bagus banget, Wyd.
W: Gue kok ga bisa lihat yah?
O: Kan di dalem. Harus pake perasaan, Wyd.
W: Wuih, kita beda yah. Gue kalau lihat mesti pake mata.
O: Ihhh! Continue reading “Percakapan-Percakapan”

Mama Penakut!

Itu kata-kata yang kerap diucapkan anak saya. Bagi orang lain, ini mungkin menggelikan.
Awalnya banyak yang ga percaya. Waktu saya harus mengikuti course dua hari di Jakarta bersama dua teman kantor dan keduanya pria, banyak yang mengira saya pasti akan nekat tidur sendiri. Tapi kedua teman ga bisa berbuat apa-apa, saat saya tanpa rasa bersalah tidur di atas ranjang yang sama padahal salah satu teman sudah tertidur di sana. Setelah saya benar-benar tertidur, teman yang mau tidur membangunkan saya dan dengan baik hati membukakan pintu kamar dan mengantarkan saya. Dia terkejut ketika mengetuk pintu kamar saya di Shubuh pagi, ternyata pintu itu ga dikunci plus TV menyala sepanjang malam seperti saat dia meninggalkan kamar saya. Keesokan harinya kejadian yang sama kembali terulang.

Kejadian lain saat penerbangan yang saya naiki dari Surabaya ke Jakarta di-delay 2 kali 3 jam. Akhirnya kami diinapkan di hotel bintang lima di Jakarta menunggu pesawat keesokan harinya. Apesnya, di antara sebelas penumpang transit malam itu semuanya pria dewasa, kecuali saya dan seorang anak laki-laki yang bepergian hanya dengan ayahnya.
Saya harus memelas di depan resepsionis agar membolehkan pegawai wanita mereka menemani saya tidur. Eh, saya dikira lesbian lagi cari mangsa. Continue reading “Mama Penakut!”

Jadilah Pembohong Buat Mama, Nak!

Saat anak saya TK nol kecil, gurunya memanggil saya. Ceritanya, si kecil selalu makan dengan tangan kiri. Gurunya harus berulang kali mengingatkan agar menggunakan ‘tangan manis’. Hingga suatu hari, si guru mendekatinya saat makan siang.
‘Pakai tangan manis, sayang.’
‘Tangan kanan, ya, Bu?’
‘Tangan manismu mana?’
‘Ga ada. Yang ada tangan kiri sama tangan kanan.’ (Salah saya ga pernah memperkenalkan istilah ‘tangan manis’ padanya!)
Ibu guru mengeluh. Continue reading “Jadilah Pembohong Buat Mama, Nak!”

Kejadian Memalukan

Pernah mengalami kejadian memalukan dalam hidup anda?

Salah satu keponakan saya yang cantik menjadi inspirasi penulisan ini. Katanya jika orang lain diminta menceritakan kejadian memalukan atau tindakan bodoh yang pernah dilakukannya, seseorang akan berpikir lama untuk mengingat apa mereka pernah melakukan atau mengalaminya, tetapi saya (tantenya) akan berpikir lama karena terlalu banyak mengalami kejadian memalukan atau tindakan bodoh. Bodohnya lagi, saya sama sekali ga tersinggung dengan kata-kata ponakan saya 🙂 Continue reading “Kejadian Memalukan”

Bahasa Indonesia di Lidah Bule

Waktu pertama kali boss saya belajar Bahasa Indonesia, saya harus siap dibangunkan di tengah malam buta. Pasalnya, dia belajar Bahasa Indonesia dari CD yang banyak dijual di toko buku di tempatnya sana, tapi kadang dia ga ngerti bahasa yang diucapkan si tutor.

Saat lagi istirahat siang, dia menelpon.
‘Sudah makankah kamu, sayang?’ tanyanya seperti mengeja.
Karuan saya ngakak sebelum menjawab!
What’s wrong?’ tanyanya.
Tahunya, dia ga menemukan kalimat untuk menanyakan apakah teman sudah makan atau belum, maka dia menggunakan bantuan transtool untuk menerjemahkan. Continue reading “Bahasa Indonesia di Lidah Bule”