Awards? Tengkiyu…!

Tulisan ini harusnya dibuat jauh-jauh hari tapi baru tergerak menuliskannya sekarang. Sibuk tentu ga bisa dijadikan alasan, karena saya kok sempat-sempatnya menuliskan artikel lain yang lumayan panjang. Mungkin lebih karena alasan hati, selain karena ada award baru yang diterima hari ini.

algristian_wordpress_com_2009_04_10_my-blog-awardsSaya tipe orang belakang layar, yang ga suka dikenal secara fisik nyata. Saya lebih suka orang mengomentari tulisan-tulisan saya dibandingkan janjian kopi darat, misalnya. Kalau pun orang menghargai tulisan saya, saya akan dengan senang hati menerima sejumlah uang (Dasar matreeee…!!!). Tapi award sebagai permulaan, okelah. Saya nulisnya bareng aja biar terkesan blog ini dapet award banyak banget (hahahahaha…!)

Thanks buat anak muda ganteng yang memberikan award tanggal 10 April lalu. Dari lima yang diberikan, saya memilih dua. Karena yang lain ‘kelewat cewek’ buat mata saya 🙂

Dan makasih juga buat anak ingusan tapi belagak udah gede yang memberikan award tanggal 3 Juni lalu.thousandfleur_wordpress_com_2009_06_03_horee-award

Yang terakhir trims buat ibu dari dua putri cantik dan satu cowok ganteng yang memberikan award tanggal 1 Juli kemaren.khalifatur_wordpress_com

Buat orang Melayu, bertuah artinya memiliki peruntungan. Moga-moga aja setelah mendapat award ini saya cukup beruntung mendapat ‘mentahnya’ aja… (Matreee… matreee… matreee!!!)

Catatan: buat para pemberi award, sorry kalau peraturannya ditulis ga lengkap. Bu guru emang tukang ngasih kerjaan, tapi soal ngerjain tugas kayaknya bukan kerjaan bu guru deh… 🙂

Buka Kartu?

Iseng-iseng saya google untuk mengetahui gambar apa yang keluar jika saya mengetik kata kunci berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan salah satu putri cantik saya (serius, dia memang asli cantik!).

Ternyata yang nongol gambar-gambar berikut:

resize-of-top-logoThe age of next birthday

Nah, angka ini selalu menjadi jawaban saya kalau siswa-siswi bertanya ulang tahun ke berapa yang akan saya rayakan sebentar lagi. Mungkin karena udah terlalu tua, jadi suka lupa sama umur sendiri 🙂

resize-of-coral-beachPlace I’d like to travel

Pantai dengan pasir putih lembut menghampar, batu-batu karang indah dan hempasan ombak yang ga terlalu buas adalah tempat yang selalu ingin saya kunjungi. Tiga bulan pertama tinggal di Palembang, saya stress berat karena tidak bisa menemukan pantai padahal sebelumnya saya tiap hari pasti ke pantai. Saya ga pernah kuatir kulit menjadi lebih hitam, ga kuatir betis tambah berat karena jalan berkilo-kilo menyusuri pantai. Ah, jadi kangen pantai nih!

Continue reading “Buka Kartu?”

PR lagi!

Baru kali ini saya merasa sebel punya blog. Soalnya harus bikin PR! Pemberi PR kali ini bu guru yang Masya Allah lembut banget di mata saya. Meski jungkir balik berusaha, saya yakin saya ga bisa lembut seperti beliau.

5 hal yang saya sukai:
1) Buku
Saya ga bisa tidur kalau belum baca buku. Yang saya ga suka cuma buku cerita hantu, apalagi yang cover-nya serem.

2) Coklat
Kalau beli 5 potong, maka 2 untuk saya, 2 untuk putra saya, 1 untuk saya makan saat putra saya ga di rumah 🙂

3) Es krim
Kok ga pernah ada es krim yang ga enak, yah?

4) Kue tart (black forest dan sebangsanya)
Kalau di sekolah, guru-guru lain akan menyisihkan potongan paling besar untuk saya, bahkan memberikan potongan mereka, dalam pembagian kue ulang tahun. Saya dan putra saya pernah menghabiskan 1 kue tart 24×24 dalam dua hari, hanya berdua!

5) Anggur (buah ya, bukan minuman!)
Sehari satu kilo habis. Dua kilo habis. Tiga kilo… wah… duit saya yang habis! Continue reading “PR lagi!”

Blog Guru

Blog guru harus mencerminkan pelajaran yang diajarkannya. Wah, saya kaget sekali saat menerima kata-kata itu lewat SMS dari seseorang yang nomor ponselnya tak tersimpan di memori ponsel saya. Mulanya saya mengira orang itu mengirimkan SMS ke nomor yang keliru sehingga tak terlalu saya tanggapi apalagi untuk repot-repot membalasnya. Tapi saat mengetik sebuah naskah untuk blog saya, kata-kata itu kembali mampir di kepala saya. Blog guru harus mencerminkan pelajaran yang diajarkannya. Saya baca naskah yang sedang saya tulis untuk blog saya yang tak ada hubungannya dengan profesi keguruan saya padahal saya seorang guru kimia. Jangan-jangan si pengirim SMS tak salah alamat. Jangan-jangan SMS itu benar-benar ditujukan untuk saya, maksudnya ingin menyindir saya. Boleh jadi….

Apa blog guru harus mencerminkan mata pelajaran yang diajarkannya di sekolah? Saya dengan tegas akan menjawab: tidak! Bukan karena blog saya tidak mencerminkan atau ada bau-bau kimia padahal saya seorang guru kimia, itu alasan yang terlalu dangkal untuk membenarkan diri sendiri. Tapi apa hubungannya blog saya dengan profesi saya sebagai guru? Continue reading “Blog Guru”