Bodohnya Terdeteksi

2013-09_EURORDIS_photo_contestPutra saya mengadu bahwa dia dipukuli temannya. Memang temannya berbadan jauh lebih besar, sementara putra saya bertubuh minimalis. Air mata saya hampir menetes tapi saya kuatkan hati agar dia tidak tumbuh menjadi laki-laki cengeng.

Saya: Di bagian mana dia memukulimu?

Putra saya menunjuk betis, paha, perut, dada, dan kedua tangannya.
Dia juga menendang perut saya dan memukul paha saya dengan kayu, katanya sambil meringis kesakitan.

Dengan segera saya mengobatinya dengan menempelkan perban di kening dan kepalanya.

Putra saya kemudian mengucapkan terima kasih kepada anak yang memukulinya karena tidak dipukul sampai meninggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s