Sebelum Bunuh Diri, Bacalah Ini

Jika Anda adalah orang yang pernah atau sedang memikirkan untuk mengakhiri hidup Anda sebelum ajal menjemput, maka Anda punya pikiran yang sama dengan saya. Mungkin tidak ada ruginya Anda membaca tulisan ini, karena cuma memerlukan waktu kurang dari 5 menit.
Mungkin juga Anda akan menemukan kesamaan seperti yang saya alami pada beberapa hal berikut.

  • Diagnosis menyatakan Anda mengidap mental disorder, entah bipolar, entah PTSD, entah yang lainnya.
  • Mengalami sulit tidur, sering terbangun tengah malam dengan perasaan takut, mengalami mimpi buruk yang serupa selama bertahun-tahun. Bahkan terpaksa harus mengonsumsi obat tertentu untuk membantu mengatasi ini. Jika orang lain bangun dengan perasaan segar, maka Anda bangun dengan leher yang nyeri, dada yang sesak, dan kepala yang berdenyut sakit. Bahkan kadang perasaan mual menyertai.
  • Untuk membuang pikiran buruk, Anda mencoba menyibukkan diri dalam pekerjaan, bahkan melakukan begitu banyak pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan kolega Anda. Orang menyebut Anda gila kerja, tetapi Anda punya alasan yang sulit diceritakan kepada orang lain.
  • Sesuatu atau seseorang membuat Anda takut, secara fisik maupun mental. Ketakutan itu kadang membuat Anda menggigil, tidak tahu harus melakukan apa, kepala Anda sakit berlebihan dan tak bisa dibantu dengan obat, bahkan Anda merasa kejadian buruk akan segera terjadi dalam hitungan menit. Kadang ketakutan itu membuat Anda tak sadarkan diri. Begitu Anda sadar, orang-orang akan sibuk mengipasi Anda, atau memberi Anda makanan dan minuman.
  • Perasaan takut terlihat sehingga lebih suka di ruangan yang gelap atau temaram. Perasaan ini juga membuat Anda lebih suka menyendiri. Berhari-hari bahkan lebih dari seminggu terkurung di dalam rumah membuat kebanyakan orang stress, tetapi Anda malah menikmatinya. Anda merasa nyaman dengan kondisi kamar atau rumah yang sudah Anda kenal bertahun-tahun untuk membantu Anda mengatasi ketakutan. Atau paling tidak, Anda tidak perlu terlihat bodoh di depan orang-orang karena ketakutan Anda.
  • Mencoba menceritakan kepada keluarga atau teman, tetapi tidak pernah berhasil. Entah karena mereka terlalu sibuk untuk mendengarkan, karena saat mau menceritakannya malah Anda tidak tahu harus berkata apa, mereka hanya bersedia didengar dan bukannya mendengarkan, karena mereka malah menertawai permasalahan Anda sebagai kebodohan dan pengecut. Atau karena Anda tidak mau dikasihani.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial. Anda tidak mau menghadiri undangan pesta pernikahan, ulang tahun, atau selamatan lainnya. Salah satu alasannya adalah Anda tidak suka berada di antara kerumunan orang. Anda merasa orang ingin tahu terlalu banyak tentang diri Anda, padahal Anda tidak peduli tentang cerita pribadi mereka.
  • Berusaha memperkecil interaksi dengan orang lain. Untuk itu, Anda menghapus nama-nama kontak dari HP, ke luar dari group WA, memblokir orang-orang yang sering menghubungi Anda, sangat telat membalas sms dari orang-orang terdekat sebagai upaya agar mereka tidak lagi menghubungi Anda, dan hampir tidak pernah menjawab panggilan telepon. Anda makin malas menjawab sms atau telepon orang-orang yang menggerutu karena keterlambatan Anda membalas mereka.
  • Melanglang buana di dunia maya untuk mencari bagaimana mengakhiri hidup dengan rasa sakit seminimal mungkin. Berbagai website dan youtube makin sering Anda kunjungi untuk mencari tahu segala sesuatu mengenai bunuh diri.
  • Anda membeli alat-alat yang dapat digunakan untuk bunuh diri sehingga Anda dapat menggunakannya saat dibutuhkan. Anda menyimpannya dari jangkauan orang lain agar mereka tidak membatalkan rencana Anda.
  • Proses kematian dan darah yang mengalir yang menyertainya terlihat indah. Tidak mengerikan seperti yang dikatakan orang-orang selama ini. Anda menikmati proses kematian orang-orang yang terekam dalam video, foto-foto orang saat atau setelah mereka menyelesaikan proses kematian mereka, dan berita-berita bagaimana mereka mengakhiri hidup mereka. Anda menjadi sangat mengerti mengapa orang-orang mengakhiri hidup mereka. Ada perasaan geram dan marah saat membaca komentar yang menyatakan bunuh diri sebagai tindakan bodoh.
  • Pesan kematian telah dituliskan. Anda menyimpannya di HP, di laptop, atau di secarik kertas yang akan mudah ditemukan. Pesan kematian tidak perlu indah, yang penting orang mengerti mengapa Anda melakukan itu. Seandainya pun tidak ada yang mau mengerti, Anda tidak peduli.

Jika Anda mengalami sebagian atau seluruh poin di atas, maka kita sama. Saya bosan dicap sebagai ‘suicidal person’ oleh seorang teman psikolog yang kebetulan telanjur saya ceritakan hal-hal tersebut. Saya bosan mendengar argumennya untuk mencari pertolongan medis. Saya tidak sakit. Mereka yang mengatakan saya sakit. Dan mereka hanya tahu seujung kuku tentang hidup dan permasalahan saya. Saya tipe orang yang membuka diri sangat sedikit kepada orang lain tetapi menyimpan sangat banyak untuk diri saya sendiri.

Apa yang Harus Dilakukan Sekarang? 

  1. Ambillah cuti atau tinggalkan pekerjaan untuk beberapa hari, meski di kantor sangat sibuk dan membutuhkan Anda. Mereka harus dapat mengatasinya. Jika Anda punya uang cukup, bepergian lah yang jauh, mungkin ke luar negeri. Jika Anda belum pernah bepergian ke luar negeri, apalagi sendiri, inilah saatnya. Anda akan memerlukan waktu untuk browsing, memesan tiket, bagasi, dan sebagainya. Kalau bisa, pergilah ke negara yang Anda tak mengerti bahasanya, pergilah ke taman kota, dan berinteraksilah dengan orang-orang. Lakukan percakapan dengan orang-orang yang tak mengerti bahasa yang Anda mengerti. Anda akan menghabiskan banyak waktu dan mengalami berbagai hal lucu saat mencoba berkomunikasi. Ini membuat Anda tetap hidup.
  2. Pergilah temui orang yang menurut Anda akan paling kehilangan jika Anda tiada. Katakan kepadanya bahwa Anda mencintainya, bahwa Anda ingin dikenang sebagai orang yang menyayanginya. Anda dapat mengatakannya secara langsung atau tidak langsung, tergantung seberapa dekat atau bagaimana cara Anda membangun hubungan dengannya. Anda akan melihat ketulusannya mencintai atau mempercayai Anda. Anda tidak akan mau kehilangan momen bersamanya di lain waktu. Anda harus bersamanya jika dia mempunyai masalah. Ini akan membuat Anda tetap hidup.
  3. Belilah makanan, minuman, dan camilan yang paling Anda sukai dalam jumlah cukup besar. Matikan HP dan TV, tetapi Anda boleh terhubung dengan internet, kecuali e-mail. Nikmati apa yang telah Anda beli. Anda memerlukan beberapa hari untuk menghabiskannya. Ini membuat Anda tetap hidup.
  4. Berbaringlah dan pejamkan mata di atas tempat tidur, jika Anda sedang tidak mau bangun. Tuliskan pesan sakit atau ada urusan keluarga untuk kantor. Sekali lagi, matikan HP, lampu, laptop, dan TV.  Ini membuat Anda tetap hidup.
  5. Tidak perlu mandi atau mengganti pakaian selama beberapa hari jika hanya ingin berdiam diri di rumah. Makan lah saat Anda mau, tidak peduli Anda telah makan 3 kali pada hari itu. Tidak peduli hari sudah jam 1 pagi. Tidak perlu mengecek berapa ratus teks masuk di WA dan berapa belas sms atau panggilan tak terjawab. Jika Anda ingin duduk selonjoran sambil bengong tanpa bergerak sedikit pun selama dua jam, lakukan saja. Intinya, masa bodoh dengan apa pun atau siapa pun, nikmati kesendirian Anda. Ini membuat Anda tetap hidup.
  6. Menjauhlah dari toko atau mall yang menjual “barang-barang” yang membuat Anda berpikir untuk membelinya. Jika Anda tidak bisa menahan diri untuk masuk ke toko atau mall yang dimaksud, temui pelayannya sebelum Anda membayar dan katakan: “Saya membeli ini untuk bunuh diri.” Katakan dengan raut wajah serius tanpa senyum sedikit pun. Jika pelayan atau orang-orang tertawa dengan perkataan Anda, katakan: “Saya akan bunuh diri. Mudah-mudahan Anda senang bisa menjadi saksi.” Pelayan mungkin membatalkan pembelian Anda. Ini membuat Anda tetap hidup.
  7. Ambillah alat-alat yang telah Anda siapkan untuk mengakhiri hidup Anda dan masukkan ke dalam kantong plastik. Semuanya. Jangan ada yang tertinggal meski hanya sebilah pisau yang baru kemarin Anda beli. Kemudian masukkan ke dalam kardus. Bungkuslah dengan sangat rapi dan sangat kuat. Kalau perlu beri aseksoris sesuai kepribadian Anda. Carilah tempat pembuangan sampah paling jauh dari rumah Anda. Dan buanglah kardus  itu di sana. Ini membuat Anda tetap hidup.

Saya telah melakukan itu semua. Saya bertahan hidup. Jangan akhiri hidup Anda sebelum Anda melakukan hal-hal tersebut. Saya melakukan nomor 6 dan 7 lebih dari sekali. Anda mungkin akan sama. Lakukan saja dan Anda akan tetap hidup.

Tulisan ini juga dapat Anda baca di https://www.kompasiana.com/wyddyer/59d4c29a8a635f4550615882/sebelum-bunuh-diri-bacalah-ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s