Menghindari Bunuh Diri

Kasus bunuh diri yang terekspos makin banyak dengan adanya media sosial. Di luar masalah agama, bunuh diri berarti mengakhiri hidup dengan sengaja, apa pun caranya. ‘Menakut-nakuti’ orang yang ingin bunuh diri dengan keberadaan neraka dan hukuman di akhirat seringkali tidak bisa lagi dilakukan. Pikiran jernih tak lagi ada di kepala.

Artikel ini ditujukan untuk orang-orang atau orang disekitarnya yang memiliki potensi bunuh diri. Bunuh diri tidak pernah terjadi spontan. Karena itu usaha bunuh diri bisa dihentikan. Jika Anda adalah orang yang pernah mengalami trauma, atau sedang berjuang melawan mental disorder, atau Anda mengenal orang dengan pengalaman tersebut, mungkin tulisan ini bisa membantu.

Jika Anda mengalami trauma atau mental disorder, saya cenderung tidak menganjurkan berkonsultasi ke psikiater. Kebanyakan psikiater hanya ingin menentukan apakah Anda mengalami trauma atau menderita mental disorder, apa jenis mental disorder Anda, untuk menemukan terapi terbaik bagi pemulihan Anda. Tetapi rentetan panjang latar belakang trauma Anda hanya mendapatkan sedikit perhatian. Terutama jika Anda adalah orang yang sulit terbuka dan sulit percaya orang lain, maka psikiater bukanlah sahabat Anda.

Bagaimana Menghindari Bunuh Diri?

Temukan seseorang yang dengannya Anda berani berbicara. Boleh teman sekantor, saudara, teman online, atau siapa saja yang dapat membuat Anda nyaman. Sebutlah seseorang itu sebagai sahabat kontrak hidup. Jika keinginan bunuh diri menghampiri, jangan simpan cerita itu sendiri. Kontak sahabat kontrak hidup Anda, katakan apa pun yang sedang Anda pikirkan atau lakukan. Jika Anda sedang berusaha melompat dari ketinggian suatu gedung, nyatakan itu padanya. Sebutkan lokasi di mana Anda berada, apa yang sedang dan akan Anda lakukan, bagaimana perasaan Anda saat itu, dan seterusnya.

Kadang sangat menyebalkan mengetahui campur tangan sahabat kontrak hidup di dalam hidup Anda. Dia mungkin akan mengambil silet yang seharusnya sudah memutuskan arteri Anda. Atau dia akan menarik tubuh Anda dari tali yang siap menggantung leher Anda. Tetapi nyatanya, dengan cara itu, dia berhasil menyelamatkan nyawa Anda. Anda tidak perlu berterima kasih kepadanya, tetapi jangan pernah berhenti mengatakan isi pikiran dan perasaan Anda padanya saat keinginan bunuh diri datang.

Sayangnya berbagai referensi psikologi menyatakan bahwa orang yang pernah mencoba bunuh diri akan berpotensi melakukannya lagi di lain kesempatan. Sehingga, untuk menghindari itu, orang-orang yang berpotensi bunuh diri harus selalu mencoba menemukan alasan baru untuk bertahan hidup jika alasan sebelumnya tak bisa lagi digunakan. Untuk menemukan alasan itu, ke luar lah dari lingkungan Anda dengan datang ke tempat yang mungkin tidak didatangi oleh orang-orang yang Anda kenal sebelumnya.

Siapa pun yang Anda temui dalam perjalanan itu, mulai lah pembicaraan. Yang penting Anda berbicara, tak peduli apa isi pembicaraannya. Kalau Anda ingin menangis, Anda dapat melakukannya di depan orang tersebut, toh dia hanya sekali itu Anda temui.

Apabila Anda adalah orang yang berpotensi bunuh diri, di tengah masyarakat Indonesia ini pendekatan agama dapat dengan mudah diperoleh. Jika keluarga atau orang-orang di sekitar Anda tidak bisa memfasilitasi, maka Anda bisa mencoba cara online. Jika bahasa Inggris Anda cukup baik, ada banyak konsultasi online yang siap mendengarkan Anda selama 24/7 tanpa memandang ras, agama, atau kewarganegaraan.

Jika Anda tak menemukan semua itu sebagai jalan keluar, Anda dapat menghubungi saya kapan pun, karena saya pernah berada di tempat yang sekarang Anda rasakan.

Tulisan ini juga ditayangkan di http://www.kompasiana.com/wyddyer/menghindari-bunuh-diri_597690efa6666436557d3af2

Advertisements

One thought on “Menghindari Bunuh Diri

  1. suka sekali ngebacain tulisan maam. jujur, semuanya memotivasi saya maam. saya kagum sekali sama maam, walaupun saya kurang mengerti di pelajaran kimia. terimakasih sudah memotivasi saya maam!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s