Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Membalas Kasih dengan Caci Maki

Sebenarnya masalah awalnya ‘cuma’ karena kami belajar mencintai sesama, menganggap mereka sebagai keluarga, dan membantu tanpa pamrih. Masalah muncul saat orang yang dianggap saudara malah jatuh cinta dan mengharapkan balasan.

Saya masih memberikan toleransi saat seorang wanita yang ditolong oleh sahabat dekat saya, menganggap saya perempuan murahan yang kebetulan mendapat perhatian lebih. Saya menganggap kemarahannya adalah bentuk ketakutan akan kehilangan kasih sayang. Saya memilih diam dan menulikan telinga. Saya lebih suka mengelak dibandingkan berbenturan, namun kalau terpaksa, saya tak pernah takut menghadapinya.

Saat sahabat saya memutuskan untuk menjelaskan dengan caranya, dengan membeberkan perlakuan baik saya padanya, keputusan itu tak saya bantah. Ketika sahabat saya menjelaskan bahwa perhatiannya pada wanita itu adalah kepedulian manusiawi tanpa dalih cinta pria-wanita di dalamnya, itu tak saya amini. Pun ketika sabahat saya mengatakan pada wanita itu bahwa dia mencintai perempuan lain, itu bukan urusan saya.

Menjadi urusan saya kemudian bahwa sahabat saya terluka karena kebaikan dan cinta kasihnya sebagai manusia dihancurkan. Katanya: I’ll never talk to her and her family in my life. They’re not my family. No more.

Sahabat saya tak mudah mengumbar emosi. Dia mencintai anak-anak. Tanpa sanak keluarga, dia mencari keluarga-keluarga baru sebagai bagian dirinya. Tujuan hidupnya adalah memberikan senyum sebanyak mungkin di wajah setiap orang, meski tak dikenalnya. Satu-satunya orang yang bisa membuatnya emosi adalah saya. Itu karena saya kadang sebal dengan sikap terlalu baik dan cinta kasihnya yang seringkali dimanfaatkan orang. Dan itu terbukti benar.

Yang menyakitkan adalah saat cinta kasih itu dibalas dengan kebencian disertai caci maki. Yang memalukan adalah kepura-puraan sang wanita tak mencintai sahabat saya, ternyata berbuah amarah berlebihan mengetahui cinta sahabat saya tumbuh di hati yang lain. Lebih memalukan karena kebencian itu membutakan mata hatinya akan budi baik yang telah diberikan padanya selama ini.

Partner saya bilang: You’re a silly girl. You’re a f*cking crazy woman but you’re also a great woman.
Kalimat itu menjadi sangat bermakna kala seseorang di luaran sana yang tidak tahu apa-apa tentang saya, malah menyeret saya dengan kata-kata tak pantas. Saya kangen menatap matanya yang berbinar sambil berkata: you’re awesome. Saya tiba-tiba kangen mendengar kata-kata: I do know that you love me as I do for you.

2 November 2012 - Posted by | Personal | ,

5 Comments »

  1. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Comment by Eva | 6 November 2012

  2. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Comment by jtxtop | 3 January 2013

  3. cerita ini mengingatkan gwe ketika istri tetangga dekat dengan /nama samaran “Andi”… yg sdh berkeluarga… saking dekatnya karena istri tetangga gwe kerja di perusahaan AS yang tiap 1 tahun cutinya dan libur cutinya hanya 1 minggu. Akibatnya mereka jadi akrab dan selingkuh di belakang pasangan masing-masing. Sesuai dengan kata pepatah, akhirnya ketangkap juga. “Andi” mendpt liburan mendadak dan mendapati mereka lagi bercumbu tanpa busana di Dapur….. Akhirnya mereka rujuk kembali….. tetapi setelah itu mereka tetap berselingkuh karena istrinya Andi ga punya pekerjaan….
    Menurut istrinya Andi, walau mereka sedang bercinta, istri tetangga nelpon Andi untuk fantasy sex…. gwe hanya pasrah…..

    Comment by bibi nur | 21 February 2013

  4. As Wr Wb … Hati-hati bu wid…. artikelnya bisa bisa anda jatuh cinta benaran niiiiihhhhh…..

    Comment by Arsyad..... | 22 February 2013

  5. wah ini sulitnya kalau sudah berumah tangga ya kak.. alih2 pasangan kita tidak bisa menerima kedekatan kita dengan sahabat yang sudah kita anggap seperti saudara sendiri.

    Comment by Pista Simamora | 28 February 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s