Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Menjelajahi Ramadhan

Di bulan Ramadhan sekian tahun lalu, seseorang tak dikenal datang ke dalam tidur saya. Setiap malam. Sejak itu, saya berubah dalam memandang Ramadhan.

Tak ingat persis waktunya, namun kedatangannya sekitar 10 kali. Wajahnya tak pernah terlihat jelas karena dia selalu berdiri dalam cahaya amat terang. Yang saya yakini adalah dia seorang pria (karena berjanggut putih-kecoklatan) bertubuh tinggi langsing. Dan dia selalu mengenakan jubah putih. Saat disambangi pertama kali, saya mengira saya baru berjumpa the Christ. Kemudian saya mengira dia adalah boss saya. Kebetulan waktu itu saya ada ‘hutang’ pekerjaan pada bule Kanada. Tapi hari berikutnya saya menerka dia bukan bule, melainkan peranakan Arab. Kemudian tak saya pikirkan lagi siapa dan bagaimana latar belakang kehidupannya.

Pertamanya dia hanya datang sekilas. Hanya dalam hitungan detik yang membuat saya terbangun disertai keringat. Berikutnya, dia berkata-kata dalam bahasa yang sulit dimengerti. Mungkin karena ketuaannya, pikir awal saya. Tapi menjadi mengherankan, bahwa meski bahasanya tak jelas atau terdengar aneh di telinga saya, saya mengerti maksudnya. Garis besarnya, dia men-support aktivitas pencarian ketuhanan yang sedang giat saya lakukan.

Awalnya cukup mengganggu buat saya dikunjungi setiap malam, meski di dalam tidur. Terutama karena dia seorang pria, tua pula! Saya makin terganggu saat dia memberikan selembar kain putih untuk menutupi tubuh saya. Saya agak tersinggung, karena hal itu sama saja menganggap saya berpakaian seronok. Namun kemudian saya biarkan dia menyelimuti lengan dan kaki saya yang tak tertutupi pakaian. Bahkan di hari selanjutnya saya biarkan dia menutupi rambut saya yang tergerai.

Di hari terakhir kunjungannya, dia membentangkan seperangkat mukena putih bersih, bercahaya, dan menebarkan aroma harum lembut untuk menutupi seluruh tubuh saya. Saat itu saya hanya ingin berlama-lama mengenakannya. Saya merasa nyaman dan tenang yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, sesuatu yang sekian tahun saya cari dalam kehidupan. Ada airmata tergenang saat saya bisa merasakan itu.

Saya segera memutuskan menutupi tubuh dan rambut dalam keseharian saya, hanya setelah dikunjungi pria tua yang tak saya kenal, bahkan menatap matanya pun belum pernah! Jangan tanya betapa terkejutnya orang-orang di sekitar saya. Sebab saat itu, tak seorang pun berani mengajak saya ke masjid pada peringatan hari besar Islam, karena tak yakin saya meyakini suatu agama sebagai jalan hidup. Saat itu, tak seorang pun berani menanyakan mengapa saya ikut kebaktian di salah satu gereja, mengapa saya begitu sibuk menunggu sin chia, mengapa saya memilih tinggal di lingkungan orang-orang Tionghoa dan non-Muslim, mengapa saya berkeras menyekolahkan putra saya di sekolah berbasis Islam dan bukannya di sekolah umum yang lebih populer, atau mengapa sebagian orang mengenal saya sebagai umat suatu agama sedangkan sebagian lainnya mengenal saya sebagai umat agama lain.

Sejak itu, saya menganggap setiap hari adalah Ramadhan agar saya bisa merasakan ketenangan yang sama. Sejak itu, saya menganggap setiap hari adalah Ramadhan, agar saya selalu menjaga sikap kemanusiaan dan ketuhanan yang sama setiap waktu.

9 August 2012 - Posted by | Agama | ,

10 Comments »

  1. Benar-benar menyentuh maam.. kayaknya maam memang beruntung banget bisa dapat hidayah seperti itu.

    Minal aidin walfaizin juga maam.🙂

    Comment by someone | 30 August 2012

  2. Shaum (puasa) yang disyari’atkan dan difardhukan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya mempunyai hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Di antara hikmah puasa adalah bahwasanya puasa itu merupakan ibadah yang bisa digunakan seorang hamba untuk bertaqarrub kepada Allah dengan meninggalkan kesenangan-kesenangan dunianya seperti makan, minum dan menggauli istri dalam rangka untuk mendapatkan ridha Rabbnya dan keberuntungan di kampung kemuliaan (yaitu kampung akhirat –pent).

    Comment by dieta | 10 September 2012

  3. Kisah yang mencerahkan…inilah hikmah Ramadhan…sungguh saya sangat setuju dengan paragraf terakhir.

    Comment by BaNi MusTajaB | 18 September 2012

  4. Have a good day yah …

    Comment by Eva | 18 October 2012

  5. …mungkin itu yang di sebut mimpi alam bawah sadar….karena dogma bawah sadar menyembul diantara riak-riak air fakta keseharian……

    Comment by Jalaludin Rumi | 22 October 2012

  6. good day ma’am ….
    gwe baca dri blok FFI artikel sbb :
    Posisi Tuhan sebagai “Omni Present” , “Omni potent” serta ” Omni science” engga usah diragukan lagi , kekuasaannya sudah melampaui gaib , rencana dan tindakanNya sudah melampaui pemikiran nalar manusia.

    TETAPI , Israj’ Mi’raj itu kan “katanya” si Muhammad , kenapa kamu mensejajarkan antara Tuhan dengan Muhammad ?!
    TETAPI , memang nampaknya kalian itu memuja Muhammad sejajar dengan ciptaan Muhammad itu sendiri yaitu Aulloh. Maklum………….

    Isra’ Mi’raj itu adalah suatu dongeng dan cerita yang paling konyol dan absurd didalam kepercayaan ajaran Islam , anak SD saja mungkin sudah tidak dapat ditipu dengan cerita dongeng hayalan seperti itu , tetapi yang anehnya umat muslim menyakinkannya sebagai suatu kejadian yang sakral. Memang aneh !!

    Kalau Tuhan melakukan hal itu , dan atas kepercayaan iman mungkin dapat diterima , lha…..ini Muhammad ????!! Hehehehehe……….Siapa sih Muhammad itu ? hanya seorang penghayal dan penipu ulung.

    Ingat !! peristiwa konyol Isra’ M’raj itu “KATANYA” Muhammad lho !! bukan katanya Tuhan dan tanpa ada satu orangpun yang menjadi saksi.

    Comment by Asriani | 9 November 2012

  7. Mnrt ma’am gmana ? gwe di tnya ama teman gwe nih….

    Comment by Asriani | 9 November 2012

  8. As wr wb. Menjelang Ramadhan Iblis-iblis di belenggu sehingga tidak bisa menggoda manusia… tapi kenapa pada bulan suci tsb banyak umat islam melakukan maksiat di t4 pelacuran, korupsi, selingkuh dan perbuatan dosa lainnya… koq sudah di belenggu tapi masih bisa bebas menggoda kita umat muslim?? ws wr wb….

    Comment by Aisyyah | 21 February 2013

  9. sy bngung apa mksd dr smua isi tulisan ibu, distu sisi ibu sring trngat kenangan “manis” masa lalu, ttpi dssi lain isi tulisan ibu sprti ingn mbritahukan semua orang masa lalu ibu ad plihan yng salah.. Pernahkah ibu berfikir bgmna perasaan pngnut suatu agma trntu jk mbca tlisan ini?
    Tidakkah lbih bijak jika itu ibu simpan sndri dlm hati, dan cma ibu dan Tuhan yang tau?

    Comment by tanpa nama | 10 June 2013

  10. @tanpa nama: sorry kalau tulisan ibu dianggap menyinggung perasaan penganut suatu agama. ibu menampilkan di sini karena ibu tau (dan masih kontak dengan beberapa) yang masih terus mencari suatu agama untuk dianut. bahwa ga semua bagian masa lalu ibu adalah buruk, ya. ga semuanya manis, betul. bagi yang sedang mencari, kemudian meyakini suatu agama (pada akhirnya), apa pun agamanya, atau setidaknya mengakui keberadaan Sang Pencipta, ibu turut senang. bahwa ada sebagian orang (mungkin tanpa kita ketahui ada di antara kita) mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dalam satu waktu hanya karena ‘belum’ menemukan apa yang ingin diyakininya. bahwa sikap itu terkesan mengejek suatu agama atau mencampur-adukkan beberapa agama, tapi itu fakta yang dijalani sebagian orang (ibu pernah termasuk di antaranya) dan sangat sulit diterima sebagian lainnya.

    terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. dengan kerendahan hati, ibu mohon maaf kepadamu dan siapa pun yang kurang berkenan dengan tulisan di atas. mudah2an tulisan di atas ada manfaatnya. mudah2an Tuhan Yang Maha Perkasa membersihkan hati kita dan melapangkan jalan kita menuju surga-Nya.

    Comment by wyd | 24 June 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s