Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Muslim Rakitan

Terlahir sebagai Muslim campuran dengan latar belakang keluarga berdarah campuran Cina-Melayu-Arab, plus perayaan Sin Chia hingga remaja, mendapatkan pendidikan dini di lingkungan Katolik fanatik beserta ritual natalan hingga usia dua puluhan, dibesarkan dalam kultur campuran Cina-Melayu yang kuat, saya menjadi orang yang menaruh simpati pada keanekaragaman agama dan kepercayaan.

Hingga SMA saya masih menyalakan hio di altar sembahyang Kong Fu Cu. Saya sering ikut menyaksikan ritual pemanggilan roh nenek moyang meski disertai rasa takut dan cemas akan dirasuki. Namun saya juga sering mencuri buah-buahan persembahan saat Pek Cun tiba.

Waktu kecil dulu saya terbiasa menunggu jemputan hingga sore hari di dalam kepastoran dan menjadikan kediaman pastor sebagai rumah kedua. Saya masih mengunjungi kepastoran dan masih ikut mempersiapkan misa saat awal-awal SMP. Hal yang saya suka waktu mempersiapkan misa adalah saya boleh ‘mencicipi’ anggur lebih dari satu sloki😀 Saat remaja, saya senang sekali seorang teman (thank you so much to Angel) menghadiahkan sebuah repro lukisan the Christ dan menuliskan: ‘Jesus loves mankind. He loves you also’. Guru agama Katolik di SMA memberikan saya sebuah Injil dua bahasa sebagai hadiah, padahal saya ikut pelajaran agama Islam.

Hingga remaja saya masih ‘mencuri’ uang perpuluhan gereja saat misa. Bersama beberapa teman, saat memasukkan tangan ke kantung persembahan, kami tidak pernah menaruh uang dalam genggaman. Saat tangan diangkat kembali, uang tergenggam dengan rapi dalam jumlah lumayan untuk anak sekolah. Saya pernah mengakui dosa ini pada pendeta setelah menyelesaikan SMA, tapi sang pendeta tak meminta saya mengganti sepeser pun, kecuali hanya membalas dengan senyum kecil.

Saudara yang menjadi bhiksu Budha sempat mengajarkan saya ajaran Budha yang berpegang pada keikhlasan dan kesederhanaan. Namun ajakan menjadi vegetarian tak sesuai dengan pola tubuh saya yang harus mengkonsumsi daging dalam jumlah besar. Daddy yang menjalankan Hindu India dengan taat, membuat saya kemudian juga belajar Hindu India. Saya tetap menyimpan file kitab suci berbahasa Hindi (dengan huruf cacing) yang diberikannya meski tidak mengerti satu huruf pun. Hingga sekarang kadangkala saya masih menjalankan yoga seperti yang diajarkan daddy.

Saya mendalami Islam sesudahnya. Saya bertanya banyak pada saudara di Jeddah yang menurut saya adalah Muslim yang taat (thanks to Hameed). Saya belajar dari buku tanpa memandang mazhab. Saya berdiskusi dengan beberapa orang yang bersedia membagi ilmunya melalui media online (special thanks to Feather).

Saya tidak menganut Islam sekuler. Saya tidak tertarik Islam liberal. Saya juga tidak beraliansi Islam fanatik. Saya hanya sedang berusaha menjadi Muslim yang baik sesuai tuntunan Alquran dan hadist serta sunnah Rasullullah. Bahwa saya masih terus terseok-seok dalam pencarian, itulah fakta sebenarnya.

Mungkin ada banyak cara berbeda dalam menjelajahi keyakinan yang kita anggap benar. Mungkin anda lebih beruntung dalam pencarian agama yang anda yakini. Apa pun jalan yang kita yakini, mudah-mudahan itulah jalan menuju paradise city kelak.

5 December 2011 - Posted by | Agama |

37 Comments »

  1. hm….

    Comment by malang | 5 December 2011

  2. nice, mam… ^_^

    Comment by tiaranr | 13 December 2011

  3. maam ikutan ngerayain christmas juga gak dulu?

    Comment by ara | 13 December 2011

  4. @ara: coba baca postingan ‘merry christmas, suster’ yang ditulis tahun lalu😀

    Comment by wyd | 13 December 2011

  5. udah maam. sampe hafal. huehehehe

    Comment by ara | 15 December 2011

  6. hikikikikikikikk..

    Comment by Hafid Algristian, dr., CHt. | 3 January 2012

  7. semoga kisah ini happy ending ya Ma’am🙂 A..mi..n

    Comment by R_H_ | 19 February 2012

  8. ISLAMOLOGI
    A. Semua orang masuk neraka.

    – wa-in minkum illaa waariduhaa kaana ‘alaa rabbika hatman maqdhiyyaan
    – [19:71] Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.


    – qul maa kuntu bid’an mina alrrusuli wamaa adrii maa yuf’alu bii walaa bikum in attabi’u illaa maa yuuhaa ilayya wamaa anaa illaa nadziirun mubiinun
    – [46:9] Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”

    – Lihat HS. Bukhari II/160.

    – laqad kaana lakum fii rasuuli allaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzakara allaaha katsiiraan
    – [33:21] Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

    – HS. Bukhari IV / 2312
    – Bandingkan dengan doa Shalawat nabi. Apa maksudnya ?
    – Anaknya Fatimah HS Bukhari III / 1261 HS Muslim I / 163. Aku tidak bisa menjamin dirimu masuk sorga.
    – Abdullah ( ayah Nabi ) HS Muslim I / 162
    Bapakmu dan bapakku di neraka.
    – Ibunya : Nabi Muh ke Makam “ aku mohon ijin kepada Tuhanku untuk meminta ampun atas kesalahannya tetapi tidak diperkenankanNya.
    Menurut ajaran islam ada 3 kriteria untuk mendapatkan keselamatan yaitu:
    1. Anak yang soleh
    2. Ilmu yang berguna
    3. Amal yang banyak.
    Bagaimana dengan anak, ibu dan bapak Nabi Muh seperti ayat diatas ?
    Semua akan pingsan waktu kiamat…. dan datanglah Hakim yang adil yaitu Isa Almasih. ( QS 3 : 45 dan 49, QS 44 : 61, HS Muslim jilid I/76)

    idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha yubasysyiruki bikalimatin minhu ismuhu almasiihu ‘iisaa ibnu maryama wajiihan fii alddunyaa waal-aakhirati wamina almuqarrabiina
    [3:45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat195 (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    warasuulan ilaa banii israa-iila annii qad ji/tukum bi-aayatin min rabbikum annii akhluqu lakum mina alththhiini kahay-ati alththhayri fa-anfukhu fiihi fayakuunu thayran bi-idzni allaahi waubri-u al-akmaha waal-abrasha wauhyii almawtaa bi-idzni allaahi wa-unabbi-ukum bimaa ta/kuluuna wamaa taddakhiruuna fii buyuutikum inna fii dzaalika laaayatan lakum in kuntum mu/miniina
    [3:49] Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

    Muhammad sendiri berkata:
    “Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman ‘adlan. ” (Demi Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam selaku hakim yang adil). (Hadits Muslim jilid I – Halaman 76)
    Atas dasar argumentasi Quran dan Hadits, maka tidak ada jaminan masuk sorga untuk dirinya, ibu, bapak dan anaknya. Sebab benar apa yang dikatakannya hanya pemberi peringatan bukan pemberi syafaat. ( QS 88 : 21 – 22 ). Dan orang akan berlomba membuat kebaikan ( QS 2 : 148 ) untuk masuk sorga. Padahal pada ( QS 2 : 81 ) siapa yang berbuat dosa, mereka itulah penghuni neraka. Dengan demikian jika kebaikan 99,99% dan dosanya 0,01 % bagaimana dengan amalnya ???

    fadzakkir innamaa anta mudzakkirun
    [88:21] Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan

    lasta ‘alayhim bimushaythirin
    [88:22] Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

    walikullin wijhatun huwa muwalliihaa faistabiquu alkhayraati aynamaa takuunuu ya/ti bikumu allaahu jamii’an inna allaaha ‘alaa kulli syay-in qadiirun
    [2:148] Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    balaa man kasaba sayyi-atan wa-ahathat bihi khathii-atuhu faulaa-ika ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
    [2:81] (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    Siapakah yang bisa menjamin dengan hati nuraninya bahwa dia sudah berbuat baik lebih banyak dari berbuat jahat ? siapakah yang bisa memberi jaminan bagi seorang untuk adanya kepastian masuk sorga ?
    Kisah diatas bertentangan dengan HS Muslim IV / 71, 2412 : Tidak seorangpun diantara kalian dimasukan amalnya kedalam sorga, begitu juga aku, kecuali dengan rahmat Allah.
    Siapakah rahmat Allah itu ? apakah Dia itu Isa Almasih Hakim yang adil ?
    Dalam Alkitab/ iman kristen, Yesus menjamin kepada umatNya “ Barang siapa percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Umat harus percaya kalimat ini karena Yesus lahir dari Roh Allah dan kalimat Allah dengan perkataan yang lurus dan jujur ikuti Dia.
    Menurut pandangan Muslim, Disamping amal baik, sebagai persyaratan masuk sorga adalah berjihad dengan orang kafir ( nasrani/kristen ) dengan dasar ( QS 2 : 29 ).

    huwa alladzii khalaqa lakum maa fii al-ardhi jamii’an tsumma istawaa ilaa alssamaa-i fasawwaahunna sab’a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in ‘aliimun
    [2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Orang kristen masuk neraka ( QS 5 : 72 – 73 ).

    laqad kafara alladziina qaaluu inna allaaha huwa almasiihu ibnu maryama waqaala almasiihu yaa banii israa-iila u’buduu allaaha rabbii warabbakum innahu man yusyrik biallaahi faqad harrama allaahu ‘alayhi aljannata wama/waahu alnnaaru wamaa lilzhzhaalimiina min anshaarin
    [5:72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

    laqad kafara alladziina qaaluu inna allaaha tsaalitsu tsalaatsatin wamaa min ilaahin illaa ilaahun waahidun wa-in lam yantahuu ‘ammaa yaquuluuna layamassanna alladziina kafaruu minhum ‘adzaabun aliimun
    [5:73] Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

    B. Respon orang kristen adalah
    – Taurat sudah di tulis sejak lama sebelum Yesus lahir, injil sudah ditulis 700 tahun sebelum adanya Quran.
    – Apakah tidak mungkin dengan jarak waktu yang sangat jauh Alkibat sudah di edit dengan memutarbalikan fakta ?
    – Tuduhan tersebut dapat dipastikan bersifat fitnahan.
    – Kelahiran Yesus merubah tahun sebelum masehi menjadi sesudah masehi.

    Keilahian Yesus

    huwa al-awwalu waal-aakhiru waalzhzhaahiru waalbaathinu wahuwa bikulli syay-in ‘aliimun
    [57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin1453; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Kata Hu.. wazhzhoru … ( Allah yang nampak ). Allah adalah Roh, yang nampak adalah Roh yang sama yang di tiupkan dalam perut Maryam yaitu Yesus Kristus Tuhan.
    Menurut ajaran Kristen Tritunggal Allah dinyatakan sebagai :
    1. Allah pencipta ( jamannya nabi Adam )
    2. Allah berfirman ( jamannya Yesus )
    3. Allah membimbing ( Taufik dan Hidayah yaitu Roh kudus )
    I Tim 2 : 5 karena Allah itu Esa dan Esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan Manusia yaitu Manusia Kristus Yesus.
    Tuduhan yang disalibkan bukan Yesus

    waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha ‘iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min ‘ilmin illaa ittibaa’a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan
    [4:157] dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah378″, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

    Al Quran yang diimani Islam sebagai Firman Allah dan Allah sendiri yang berbicara dan Maha Mengetahui akan mengetahui terjadinya peristiwa ratusan tahun sebelum Quran di tulis tentang Penyaliban Yesus. Jikalau memang Yesus tidak disalibkan/dibunuh, seharusnya diberitahukan secara transparan dalam Quran siapa yang dibunuh agar umat tidak bingung dengan mencari berbagai argumentasi pengganti Yesus. Karena Allah tidak membiarkan umatNya dalam keadaan tidak mengetahui atau dalam keadaan kebimbangan terus menerus.
    Beberapa pendapat antara lain :
    – Yang disalib adalah Yudas padahal dalam Quran tidak mencatat nama Yudas.
    – Penyaliban Yesus terjadi selama 550 tahun sebelum Islam dan sebelum Quran ditulis. Penyaliban tersebut disaksikan oleh pihak kawan dan lawan. Kesaksian lebih dari 3 orang sah hukumnya dan dipercaya legalitasnya.
    – Surat An –Nisa bertentangan dengan QS 19 : 33, Qs 3 : 55, QS 5 : 117 yang menyatakan bahwa Isa benar-benar mati dan dihidupkan kembali dan akan menjadi Hakim yang adil di Akherat untuk mengadili anda dan saya.

    – surah / surat : Maryam Ayat : 33

    – qaalat innii a’uudzu bialrrahmaani minka in kunta taqiyyaan
    – [19:33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.


    – surah / surat : Ali Imran Ayat : 55
    idz qaala allaahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika waraafi’uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa’ilu alladziina ittaba’uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji’ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna
    – 55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

    – maa qultu lahum illaa maa amartanii bihi ani u’buduu allaaha rabbii warabbakum wakuntu ‘alayhim syahiidan maa dumtu fiihim falammaa tawaffaytanii kunta anta alrraqiiba ‘alayhim wa-anta ‘alaa kulli syay-in syahiidun

    – [5:117] Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    – surah / surat : Maryam Ayat : 34

    – dzaalika ‘iisaa ibnu maryama qawla alhaqqi alladzii fiihi yamtaruuna
    – [19:34] Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaranNya.

    QS 4 : 82 menyatakan bahwa tidak ada pertentangan dalam Quran, sebab Quran dari Allah maka tidak ada pertentangan yang banyak.

    afalaa yatadabbaruuna alqur-aana walaw kaana min ‘indi ghayri allaahi lawajaduu fiihi ikhtilaafan katsiiraan
    [4:82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    dengan demikian siapakah yesus ?

    ihdinaa alshshiraatha almustaqiima
    [1:6] Tunjukilah8 kami jalan yang lurus,

    idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha yubasysyiruki bikalimatin minhu ismuhu almasiihu ‘iisaa ibnu maryama wajiihan fii alddunyaa waal-aakhirati wamina almuqarrabiina
    [3:45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat195 (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    warasuulan ilaa banii israa-iila annii qad ji/tukum bi-aayatin min rabbikum annii akhluqu lakum mina alththhiini kahay-ati alththhayri fa-anfukhu fiihi fayakuunu thayran bi-idzni allaahi waubri-u al-akmaha waal-abrasha wauhyii almawtaa bi-idzni allaahi wa-unabbi-ukum bimaa ta/kuluuna wamaa taddakhiruuna fii buyuutikum inna fii dzaalika laaayatan lakum in kuntum mu/miniina
    [3:49] Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

    idz qaala allaahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika waraafi’uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa’ilu alladziina ittaba’uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji’ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna
    [3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

    wabikufrihim waqawlihim ‘alaa maryama buhtaanan ‘azhiimaan
    [4:156] Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

    waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha ‘iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min ‘ilmin illaa ittibaa’a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan
    [4:157] dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah378”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

    Qs 4 : 171

    yaa ahla alkitaabi laa taghluu fii diinikum walaa taquuluu ‘alaa allaahi illaa alhaqqa innamaa almasiihu ‘iisaa ibnu maryama rasuulu allaahi wakalimatuhu alqaahaa ilaa maryama waruuhun minhu faaaminuu biallaahi warusulihi walaa taquuluu tsalaatsatun intahuu khayran lakum innamaa allaahu ilaahun waahidun subhaanahu an yakuuna lahu waladun lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wakafaa biallaahi wakiilaan
    [4:171] Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu383, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya384 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya385. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

    waallatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihaa min ruuhinaa waja’alnaahaa waibnahaa aayatan lil’aalamiina
    [21:91] Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

    wamaryama ibnata ‘imraana allatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihi min ruuhinaa washaddaqat bikalimaati rabbihaa wakutubihi wakaanat mina alqaanitiina
    [66:12] dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at.

    wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan
    [17:85] Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

    qaala innamaa anaa rasuulu rabbiki li-ahaba laki ghulaaman zakiyyaan
    [19:19] Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

    fa-asyaarat ilayhi qaaluu kayfa nukallimu man kaana fii almahdi shabiyyaan
    [19:29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

    qaala innii ‘abdu allaahi aataaniya alkitaaba waja’alanii nabiyyaan
    [19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

    waja’alanii mubaarakan aynamaa kuntu wa-awshaanii bialshshalaati waalzzakaati maa dumtu hayyaan
    [19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

    wabarran biwaalidatii walam yaj’alnii jabbaaran syaqiyyaan
    [19:32] dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

    waalssalaamu ‘alayya yawma wulidtu wayawma amuutu wayawma ub’atsu hayyaan
    [19:33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    dzaalika ‘iisaa ibnu maryama qawla alhaqqi alladzii fiihi yamtaruuna
    [19:34] Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

    wa-inna allaaha rabbii warabbukum fau’buduuhu haadzaa shiraathun mustaqiimun
    [19:36] Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

    QS 5 : 110

    idz qaala allaahu yaa ‘iisaa ibna maryama udzkur ni’matii ‘alayka wa’alaa waalidatika idz ayyadtuka biruuhi alqudusi tukallimu alnnaasa fii almahdi wakahlan wa-idz ‘allamtuka alkitaaba waalhikmata waalttawraata waal-injiila wa-idz takhluqu mina alththhiini kahay-ati alththhayri bi-idznii fatanfukhu fiihaa fatakuunu thayran bi-idznii watubri-u al-akmaha waal-abrasha bi-idznii wa-idz tukhriju almawtaa bi-idznii wa-idz kafaftu banii israa-iila ‘anka idz ji/tahum bialbayyinaati faqaala alladziina kafaruu minhum in haadzaa illaa sihrun mubiinun
    [5:110] (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.

    QS 5 : 46

    waqaffaynaa ‘alaa aatsaarihim bi’iisaa ibni maryama mushaddiqan limaa bayna yadayhi mina alttawraati waaataynaahu al-injiila fiihi hudan wanuurun wamushaddiqan limaa bayna yadayhi mina alttawraati wahudan wamaw’izhatan lilmuttaqiina
    [5:46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

    – (Hadis Anas bin Malik, Mutiara Hadits hal 353) “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…” Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya
    – Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid ll, hal 256: “Kaifa antum idzalabna Manyama fikum waimaamukum min kum.” (Bagaimana halmu, apabila Ibnu Maryam turun jadi imam daripada kamu.).
    – Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal, jilid 11–halaman 411 :’Yu syiku min ‘asya minkum an balqa’Isa Ibna Maryama imama mahdiya wa hakama ‘adlan.” (Dari padamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam sebagai imam Mahdi dan Hakim yang adil).

    Nabi yang dinubuatkan
    Ayat-ayat di dalam Ulangan 18:15 ( Taurat ) dibaca seperti:
    “Sebaliknya Tuhan, Allah kamu akan mengutus seorang nabi kepada kamu; nabi itu akan seperti aku dan Dia daripada bangsa kamu sendiri; kamu mesti taat kepadanya.”
    Dahulunya saya menganggap ayat ini memberi ramalan tentang nabi Muhammad. Perkataan “nabi itu akan seperti aku (Musa)”menunjukkan kepada saya tentang pribadi nabi Muhammad sebagai janji nabi karena :
    • Musa dilahirkan mempunyai ibu bapa. Muhammad juga dilahirkan seperti Musa, mempunyai ibu bapa. Ini tidak seperti Isa Al-Masih yang dilahirkan hanya mempunyai ibu dan tanpa bapa tetapi dengan Roh Allah.
    • Apabila Musa meningkat dewasa, dia berkawin. Muhammad juga berkawin dengan banyak isteri dan istri ke 4 berusia hampir 10 tahun, dan ini bertentangan dengan Isa yang tidak pernah berkawin.
    • Musa mempunyai anak lelaki, dan Muhammad juga mempunyai ramai anak.Tetapi Isa tidak mempunyai keturunan karena Dia tidak pernah berkawin.
    • Musa meninggal pada umur yang lanjut dan dikuburkan dan ini terjadi juga pada Muhammad. Tetapi Isa tidak meninggal. Dia telah diangkat ke Syurga dan tidak dikuburkan.
    • Musa telah membebaskan orangnya daripada dipaksa terus menjadi hamba abdi, tetapi Isa telah membebaskan orangnya daripada cengkaman dosa dan maut.
    Bukti yang istimewa ini telah mengizinkan saya untuk saya membuat kesimpulan bahwa ramalan yang luar biasa yang dinyatakan ini di dalam Ulangan 18:15 tidak bermaksud untuk membuktikan Muhammad sebagai nabi yang telah diberitahu terlebih dahulu, tetapi untuk menunjukkan bahwa Isa ( Injil ) adalah jelmaan Firman Allah.
    a. Ayat Taurat itu hanya menunjukkan untuk nubuat seorang nabi yang akan datang, bukan dua.
    b. Ciri seorang nabi itu adalah “dari tengah-tengah kamu” yaitu di tengah-tengah bani Israel.
    c. Ciri seorang nabi itu adalah “dari antara segala saudaramu”, yaitu diantara 12 saudara bani Israel, yakni antara lain Lewi, Yehuda dan lain-lain.
    d. Ishak dan Ismaeil memang bersaudara, tetapi Ishak dan Ismail bukanlah disebut bani Israel. Yang disebut bani Israel itu adalah Yakub ( anak Ishak ) dangan 12 keturunannya (Lewi yang melahirkan Musa, dan Yehuda yang menurunkan Isa (As)).
    e. Ciri ketiga yang besamaan dengan Musa, seperti keduanya sama bangsa Isarel, kedua sama pernah diancam bunuh dimasa kanak-kanaknya, keduanya mengalami penolakan oleh bangsa Israel, keduanya sama mendapat Kuasa Allah berupa mujizat.
    f. Ciri keempat bahwa “akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu”, bermakna bagi “Israel”, bukan untuk bangsa Arab.
    g. Nabi itu akan dibangkitkan. Umat di muka bumi setiap tahun merayakan wafat dan kebangkitan Isa Almasih.
    Apabila ada seorang nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka jangan gentar kepadanya. Nabi yang dibangkitkan, Nabi yang tahu akan hari kiamat, Ia yang akan menjadi Imam Mahdi yaitu Yesus Kristus Tuhan. Renungkan saudara sebelum terlambat.
    Yesus dalam Injil :

    – Yesus anak Allah ( Mat 1 : 21, Mat 3 : 17, Yoh 1 : 32-34 , Mat 16 : 16, Kis 2 : 36, WHY 1 : 7 – 8 )
    – Yesus banyak membuat mujizat. Antara lain

    • Air menjadi anggur ( Yoh 2 : 7 – 10 )
    • Menyembuhkan orang sakit kusta ( Mat 8 : 3, Mrk 1 : 41b Luk 5 : 13 )
    • Orang lumpuh disembuhkan ( Mat 9 : 2b, Mrk 2 : 5b, Luk 5 : 20 )
    • Angin ribu diredakan ( Mat 8 : 26b,
    • Membangkitkan orang mati ( Mat 9 : 25b, Mrk 5 : 41, Luk 8 : 54, Yoh 11 : 14 – 44 )
    • Yesus mengusir Roh jahat. ( Mat 8 : 31, Mrk 5 : 10, Luk 8 : 30-31
    • Yesus memberi makan 5000 orang dari 5 roti. ( Mat 14 : 17 , Mrk 8 : 5 )
    • Yesus berjalan diatas air ( Mrk 6 : 49, Mat 14 : 26, Yoh 6 : 19

    – Yesus dimuliakan di atas gunung ( Luk 9 : 35, Mat 17 : 5 Mrk 9 : 7 )
    – Yesus disalibkan ( Mat 35-40, Mrk 15 : 21 – 30, Luk 23 : 26, Yoh 19 : 16b – 22 )
    – Yesus dibangkitkan (Mat 28 : 1-10, Mrk 16 : 1-8, Luk 24 : 1 – 12, Yoh 20 : 1 – 10 )
    – Yesus menampakan diri ( hidup lagi ) Mrk 16 : 14, Luk 24 : 36, Yoh 20 : 25 – 28 )
    – Yesus membuat mujizat setelah dibangkitkan ( Yoh 21 : 6 – 12 )
    – Dusta Mahkamah tentang kebangkitan Yesus ( Mat 28 : 11 – 15 )
    – Yesus terangkat ke Sorga ( Kis 1 : 9 )
    – Saksi Rasul bahwa Yesus telah mati di kayu salib, dibangkitkan dan naik ke sorga ( Kis10 : 39 – 43 )
    – Yesus kembali menggenapi Hukum Taurat, dengan perintah membentuk keluarga dengan monogami yaitu 1 suami dan 1 isteri, bukan poligami ( Mrk 10 : 4 – 12 )

    PENUTUP
    Dari beberapa ayat diatas nampak bahwa pada Quran sudah tidak dapat kecocokan ayat ( tentang kematian Isa ) sehingga Pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa QS 5 : 68, QS 2 : 62 dan QS 32 : 23 dan lain-lain saya benar-benar yakin bahwa Alkitab ( Taurat dan Injil ) merupakan kebenaran bagi setiap orang yang mau beragama dalam kebenaran sesuai dengan kehendak Allah.
    Bacalah kembali Quran dan Alkitab ( bandingkan ayat-ayat yang tertera disini ) berdoalah dan Renungkanlah dan pikirkanlah saudara sebelum terlambat untuk mengakuiNya sebagai Hakim yang adil di Akherat. Jangan kuatkan hatimu, tetapi bersikaplah. Anda dan saya pasti mencari kehidupan yang kekal di sorga. Jika kita berkata bahwa Yesus itu Tuhan memang sudah tertulis di Quran dan Alkitab bahwa akan terjadi berbantah-bantahan tentang Dia.

    Jaminan mengikut Yesus dengan ucapanNya karena ucapanNya adalah dari Roh dan kalimat Allah, dengan demikian tidak ada kebohongan.
    – Yoh 10 : 11 : Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
    – Yoh 3 : 16 : Barang siapa percaya kepada Yesus tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
    – Luk 23 : 43b. : Hari ini juga engkau bersama Aku di dalam Firdaus.
    – Mrk 15 : 39b : Sungguh Orang ini adalah Anak Allah
    – Luk 24 : 47 : Dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem
    – Mrk 16 : 16, : Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum
    – Mat 28 : 18 : KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Baptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh kudus. Aku menyertaimu sampai akhir jaman.
    – Yes 1 : 18 : Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
    – 1 Yoh 1 : 9 : Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
    – Mat 5 : 9, : Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
    – Mat 5 : 10 : Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga.

    UcapanNya tidak seperti nabi-nabi sebelumNya yang berani mengatakan kamu akan masuk sorga. Renungkanlah setiap saat semoga anda mendapat petunjuk.

    Comment by Abdul Rajak | 7 July 2012

  9. @Abdul Rajak

    Dari nama dan gaya ulasan Anda di awal yang menyertakan isi sekian surah Alquran berbahasa Arab namun bertuliskan latin, saya menebak bahwa ujung-ujungnya Anda berusaha meyakinkan orang tentang agama Anda. Tebakan saya benar😀

    Yang pertama, saya anti pada orang yang memaksakan keyakinannya kepada orang lain, terutama jika itu menyangkut masalah ketuhanan. Karena keyakinan ketuhanan berpulang pada hati. Tak ada yang dapat meyakinkan hati seseorang selain keyakinan itu sendiri.

    Yang kedua, saya anti pada pengecut yang menjatuhkan orang lain agar dia terlihat gagah. Kalau Anda meyakini iman Kristen sebagai sebuah kebenaran, hendaknya Anda tak perlu mengutip ayat-ayat Alquran (Jangan-jangan Anda malah tak bisa membaca Alquran dan hanya mengutip dari buku-buku terjemahan?!? Soalnya ayat-ayat yang Anda potong mirip kutipan di buku-buku murahan yang dijual di emperan). Untuk membuktikan bahwa keyakinan Anda benar adalah dengan membeberkan kebenaran dalam Injil, karena itu yang Anda yakini kebenarannya. Anda seharusnya menegakkan agama Anda sebaik-baiknya tanpa menjelek-jelekkan agama orang lain, karena itulah yang akan membangkitkan respek orang terhadap kebenaran agama yang Anda yakini.

    Yang ketiga, saya anti berdebat tentang agama di blog umum seperti rumah saya ini, untuk konsumsi publik karena kedalaman keyakinan tidak sama untuk setiap orang yang berkunjung ke sini. Pertanyaan-pertanyaan ketuhanan saya tujukan di media khusus yang mengupas agama, dengan orang-orang yang memang bisa mengerti sumber aslinya karena memahami bahasanya, meski tata bahasa modern sudah banyak berubah. Alasan saya, karena perdebatan dengan orang tak dikenal yang menjatuhkan keyakinan orang lain untuk menegakkan keyakinannya, membuktikan bahwa orang tersebut tak sepenuhnya yakin akan keyakinannya sendiri.

    Yang keempat, dalam tulisan saya, saya menyertakan empat agama. Kenapa Anda hanya memusuhi Islam? Demikian takutkah Anda pada keyakinan umat Muslim? Jangan kuatir, Injil masih merupakan buku yang terbanyak dicetak di dunia dan Kristen masih merupakan agama dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia.

    Hal terakhir, sebelum Anda bicara lebih banyak tentang kebenaran atau ketidakbenaran dua agama itu, saya sarankan Anda membaca: La Bible, le Coran et la Science karya Maurice Bucaille. Kalau Anda tak paham bahasa Perancis, Anda bisa baca terjemahan dalam Bahasa Inggris: Bible and Qoran in Modern Science. Kata seorang teman, dia bisa menemukannya dalam bahasa Indonesia, tapi saya tidak tahu apakah ini benar dan apa judulnya. Setelah itu, kalau Anda berminat bertanya lebih banyak, silakan hubungi saya melalui e-mail dengan menyertakan nomor seluler Anda. Saya akan menghubungi Anda lebih lanjut.

    Peace…!

    Comment by wyd | 9 July 2012

  10. bu, gimana Jika “laki-laki kawin” dengan anak usia 9 tahun seperti yg dilakukan oleh Nabi Muh SAW terhadap istri ke sekiannya, , kira-kira itu manusiawi ga ya ? Apakah hal tersebut patut dilakukan oleh seorang nabi besar ?

    Comment by nurbaya | 5 August 2012

  11. di ambil dari google : profil pdt Zakaria Butros
    Mohamed: Anda bermaksud, bahwa nabi Muhammad tidak hidup dalam damai dengan yang lain.
    Pendeta Zakaria: Saya mengungkapkan ini sebagai bentuk keraguan saya. Ini adalah kenyataan yang saya baca, dan saya hanya ingin bertanya tentang hal itu. Dan bila siapa saja memiliki jawabannya, saya mohon untuk menuliskannya dan mengirimkannya kepada kami kepada alamat yang akan tampil pada layar TV. Lalu apa keraguan/pertanyaan saya? Ada seorang wanita tua, bijaksana dan dihormati pada masanya. Ia bernama Om Qerfa. Wanita ini berusia 120 tahun. Wanita ini, diantara orang Arab, dikenal sebagai orang yang bijaksana. Wanita ini memiliki pendapat yang berbeda dengan utusan Allah. Lalu apa yang utusan itu lakukan? Dia mengirimkan kepadanya satu pasukan, yang dipimpin oleh Zaid Ibn Haretha. Dan saya tidak dapat percaya. Mereka memegang wanita tua itu, membolak-balikkannya, mengangkat kakinya keatas, sehingga kepalanya berada dibawah. Mereka mengambil 2 ekor unta yang ditempatkan saling berhadapan. Mereka mengikatkan satu kaki wanita itu ke leher unta yang satu, dan satu kaki lainnya ke leher unta yang lain. Mereka mencambuk kedua unta itu sehingga bergerak kearah yang berlawanan. Dan wanita itupun terbelah menjadi dua.
    Mohamed: Suatu pemandangan yang mengerikan!
    Pendeta Zakaria: Pertanyaan saya disini adalah mengapa? Maksud saya, “seseorang yang membawa kasih untuk manusia”. Dapatkan seseorang menjelaskan kepada saya, kasih yang seperti apa yang dia miliki dalam hal ini? Ini hanyalah sebuah keraguan. Dan jika setiap orang mempunyai sebuah jawaban, silahkan katakan kepada kami. Begitulah ia memperlakukan laki-laki dan wanita yang lain. Dapat Anda bayangkan?
    Mohamed: Anda punya referensinya? Apakah hal ini pernah disebut dalam sebuah buku tertentu atau yang lainnya?
    Pendeta Zakaria: Ya, tentu. Hal ini ada disebut di biografi nabi, di bagian sejarah dalam biografi nabi, juga ada di internet, di buku “Maghazy” oleh Al Wakedy, dan lain sebagainya. Anda tahu berapa banyak lawan yang kepada mereka dia balas dendam? Dia membalas dendam kepada 13 lawan dengan membunuh mereka, dengan pedang. Salah satu dari mereka telah menikah. Nabi mengirimkan satu pasukan untuk berpura-pura memberi selamat kepada orang itu, hingga mereka menusukkan pedang ke perutnya.
    Mohamed: Apakah anda mempunyai nama atau seseorang ? Nama yang spesifik dari orang itu ?
    Pendeta Zakaria: Oh ya, tentu saja. Sebagai contoh, saya mendapatkan beberapa orang yang bernama Ka’ab Ibn Al Ashraf, Aba Afak orang Yahudik, Ibn Al Akhtal, Anas Ibn Zainam orang Kristen, Abo Sofian Ibn Al Hareth, Al Hoaireth Ibn Tafeed, okba Ibn Aby Maiet, Ka’ab Ibn Zohair, Ibn Aby Al Haqeeq. Mereka datang kepada orang itu, mengetuk pintu rumah pada malam hari. Istri orang itu keluar dan berkata, “Ada apa?” Mereka menutup mulutnya, mengancamnya dengan pedang dan berkata, “Jika kamu mengucapkan sepatah kata, kami akan memenggal kepalamu.” Kemudian mereka menuju ke orang itu, yang sedang tertidur di tempat tidurnya, lalu mereka mengambil pedang, dan orang itu meletakkan pedang itu ke perutnya dan menusukkan pedang tersebut ke perutnya sendiri hingga ia mendengar sendiri bunyi gemeretak tulangnya oleh pedang, dan pedang itu pun menembus tubuhnya hingga ke punggung. Kejadian-kejadian aneh seperti itu membentuk tanda Tanya besar di kepala saya. Al Aswad Al Absy, Abd Allah Ibn Sa’ad, Al Hareth ibn Al Samet, Abd Allah Ibn Aby Al Sarh, tentang penangkapan yang dilakukan oleh Othman Ibn Affan. Apa yang dilakukan Abd Allah Ibn Aby Al Sarh? Dia adalah seorang ahli menulis. Dia berasal dari rumpun Quraitha dan percaya Islam dan menjadi seorang ahli menulis bagi nabi. Dia menulis segala sesuatu, tetapi ketika ayat tentang penciptaan turun, orang ini sangat senang,yang saya maksud adalah Abd Allah Ibn Aby Al Sarh. Lalu ia berkata kepada nabi, “Terpujilah Allah, sang pencipta yang paling baik.”, kemudian nabi Muhammad berkata, “dan demikian, hal itu telah dinyatakan.” Ia pun menulisnya. Lalu ia berpikir pada dirinya sendiri, “Jikalau aku menulis ayat tepat seperti yang dinyatakan, aku haruslah seorang nabi. Jikalau aku mengatakan perkataan seperti yang diwahyukan, maka aku adalah seorang nabi. Tetapi jika hal itu tidak dinyatakan seperti yang telah dikatakan utusan, maka aku haruslah mengikuti …apa?” Ahli menulis itu terdiam. Ia pergi dan kembali ke Quraish, maksud saya ke Mekah, hingga penaklukan terjadi, maksud saya penaklukan Mekah, nabi berkata, “Pergilah ke si anu, si anu dan si anu dan bawalah mereka. Walaupun jika mereka sedang berpegang pada perlindungan tirai Ka’aba, tetaplah bunuh mereka.” Nabi memerintahkan untuk membunuh mereka. Lalu Othman memohon ampun atas orang ini (ahli menulis itu), dan berkata, “Tidak apa, biarkan orang itu pergi.” Maka ia membiarkan orang itu pergi, dan orang itu kemudian memeluk agama Islam kembali. Tetapi nabi ingin membunuhnya. Mengapa lawan harus dimusnahkan? Mengapa kamu tidak memberi mereka satu kesempatan? Kamu adalah orang atas nama kasih itu, bukan? Bukankah kamu dikirim atas nama kasih kepada manusia? Ini semua adalah pertanyaan. Saya tidak sedang melakukan protes. Saya hanya bertanya. Apakah kamu tahu berapa banyak wanita yang juga ia bunuh? Om Qerfa, wanita yang terbelah menjadi dua, dan Asmaa Bent Marwan. Nabi mengirim Omair Ibn Abdy kepada wanita itu dan membunuhnya. Ketika orang itu kembali dan berkata, “Aku telah membunuhnya”, Anda tahu apa yang dikatakan nabi kepadanya? “Oh, Omair, kamu memberikan kemenangan kepada Allah dan utusanNya.” Memberinya kemenangan dengan membunuh? Tanda Tanya lainnya disini. Saya tidak sedang protes, saya hanya bertanya. Putri Sarah yang adalah seorang budak dari Amr ibn Hashem, Hend Bent Aba Ibn Rabia, dan 2 anak perempuan dari Ibn Al Akhta. Cerita ini ditulis di “Saheeh of Muslim” dan di “Al Sira Al Nahawia” dan di buku “Al Maghazy” oleh Al Waqedy. Anda dapat menemukan cerita ini di internet. Dan terlebih lagi, ada sesuatu yang benar-benar tidak dapat saya banyangkan, Jujur saja. Semua ini adalah peristiwa pembunuhan. Setelah dia membunuh anak-anak dan para pria dari rumpun Quraitha, di mengambil para wanita dan keturunannya, dan hal ini membuat saya terkejut setelah membacara cerita ini dari buku “Al Mahazy”. Dia menangkap mereka. Dia menangkap mereka, dan tidak hanya itu, dia mengusir mereka dengan menjual mereka ke Syria, dan hasil penjualannya digunakan untuk membeli senjata dan kuda. Cerita ini diperoleh dari referensi Islam. Referensi apa itu? “Al Maghazy” oleh Al Waqedy. Anda dapat menemukannya di internet. Ketik ‘Sira Al Nabawia’, dan tekan enter. Nama websitenya? Al Sira Al Nabawia. Itu nama websitenya? Bukan, websitenya adalah Islam. Islam? Kemudian cari Al Sira Al Nabawia. Sira Al Nabawia ada di internet? Benar, di internet. Lalu bagaimana? Bagaimana mungkin? Ini merupakan situasi yang sangat sulit. Dimana kasih disini? Saya hanya sedang bertanya. Dimana kasih yang disebut? Saya tidak sedang menyerang nabi dari agama Islam, tetapi saya hanya menyelidiki, dimana kasih pada saat melakukan pembunuhan terhadap lawan? Mengapa? Tentu kejadian-kejadian seperti ini tidak pernah didiskusikan, tak seorangpun dapat membicarakannya. Cerita ini benar-benar ditiadakan. Tetapi kita berada di abad 21 saat ini dan sesuai dengan apa yang dikatakan Aisha Abd Al Rahman, “penyembunyian berita tentang kehidupan pribadi nabi bertentangan dengan integritas penelitian.” Bertentangan dengan integritas penelitian? “Juga tidak mengikuti bimbingan kitab suci Quran yang memastikan untuk menceritakan segala sesuatu sebagai bukti sifat manusiawi Nabi. Oleh karena itu tidak diijinkan lagi bagi seorang mahasiswa Muslim untuk mengabaikan hal ini. Tidak satupun aspek dari kehidupan pribadi nabi Allah yang saya pelajari yang membuat saya malu untuk mengangkatnya kepada cahaya penelitian.” Ia berkata bahwa “tidak satupun aspek dari apa yang saya pelajari dari kehidupan nabi”, maka kelihatannya dia belum yakin akan hasil studinya dan kemudian meninggalkan bagian ini. Tetapi kami butuh jawaban. Ya, seseorang bisa mempunyai musuh atau lawan. Anda tahu, orang lain bisa melakukan pembunuhan, tetapi disini kita sedang berbicara tentang seseorang yang dianggap sebagai contoh yang baik, seorang nabi. Sulit untuk dipahami.

    Comment by Siti nuraini | 5 August 2012

  12. yang di atas komentarnya panjang banget ya

    pusing jadi bacanya
    hehehehhehe

    Comment by Lowongan Kerja | 24 October 2012

  13. As… Wr… Wb….
    Ma’am gwe dpt SMS gini….
    Mnrt Dr. Sa’id Ashur (The life of the Prophet’s Wives) Muhammad SAW (55 Thn ) langsung menikahi Aisyah binti Abubakar 6 tahun setelah kematian Siti Khadijah ( 70 tahun ). Pada saat Aisyah berumur 9 tahun baru Muhammad (maaf) dapat bersetubuh dengannya….
    Dimanakah ada aturan moral di dunia ini yang mengijinkan seorang gadis cilik 6 tahun dapat dikawini oleh seorang lelaki yang berusia lebih dari 50 tahun ?
    bagaimana mungkin oknum yang bernama “Allah SWT” bisa sedemikian “masa bodoh” dan tidak adilnya ?
    Beberapa ulama muslim membenarkannya : Allah memilih dan menuntun dia dalam pernikahan tersebut. Hal ini di contohkan (sunnah) oleh Muhammad.
    Jadi kalau “Allah SWT” sedemikian tak bermoral bersama Muhammad,apakah “dia” pantas dibenarkan sebagai Maha Benar ?
    gimana mnrt ma’am wyd ?

    Comment by tri | 3 November 2012

  14. @tri: wah alamat e-mailmu FAKE, ya?

    Banyak pertanyaan tentang pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah. Topik ini menjadi bulan-bulanan orang yang membenci Islam. Ya, kira2 sama dengan the Christ dibilang homoseksual oleh pembenci Kristen karena the Christ tidak menikah dan semua pengikutnya pria. Kan, anggapan itu teramat bodoh dan picik.

    Banyak sumber menyebutkan usia Siti Aisyah sekitar 9 tahun saat menikah dengan Rasulullah. Namun tidak disentuh hingga Aisyah akil baliq.

    Kalau anda tanya saya, apakah itu kebodohan, saya jawab tidak. Jaman dulu orang biasa menikah di usia muda. Bahkan di negara kita pernikahan adat di beberapa daerah dilakukan sebelum akil baliq (hingga hari ini masih terjadi). Setiap gerak-gerik, ucapan, dan keputusan Rasulullah terjadi sebagai contoh kasus/teladan/pegangan hidup bagi pengikutnya hingga akhir jaman. Allah jauh lebih pintar dari kita sehingga tahu adanya kemungkinan2 yang belum mampu kita pikirkan.

    Kalau saya jadi ibunya Aisyah, terberkatilah saya dan keluarga karena putri saya menikah dengan Rasul Allah.

    BTW, dari kalimat2mu jelas kamu non Muslim. Ini sekadar saran saya sebagai orang tua, kenapa kamu membuang energi untuk mengurusi keyakinan orang lain? Mengapa ga kamu manfaatkan seluruh energimu untuk mendekatkan diri dan hatimu di jalan agama yang kamu yakini kebenarannya?

    Semoga Tuhan tetap memberkati langkah kita, apa pun keyakinan kita.

    PS. bego banget kalau hari gini masih mau percaya semua sms. saya ratusan kali menerima sms tentang kiriman uang, minta dikirimin uang, mendapat hadiah bahkan hingga ratusan juta rupiah, jual/beli tanah/rumah, keluarga meninggal/kecelakaan, pria jatuh cinta, isi pulsa, dll. dsb.

    Comment by wyd | 3 November 2012

  15. good day ma’am…. Gw mau nanya… Mengapa Nabi Isa yang akan turun di akhir jaman untuk menjadi Imam Mahdi, mengapa nabi Muhammad SAW ? mhon jawabannya ma’am….

    Comment by Heru susilo | 4 November 2012

  16. maksudnya mengapa bukan Nabi Muhammad SAW…. padahal Nabi Muhammad kan adalah junjungan kita…..

    Comment by Heru susilo | 4 November 2012

  17. @Heru Susilo: Versi Islam, the Christ tidak meninggal namun ‘diangkat’ atau diselamatkan oleh Tuhannya. Kalau saya tidak salah, kedatangan the Christ untuk membuktikan bahwa dia bukan Tuhan, melainkan hanya pembawa berita kebenaran sebagai Rasul Allah, karena (kelak) sebagian golongan menganggap the Christ adalah Tuhan. Tuhan Maha Pintar, Dia tahu apa yang akan terjadi sebelum umatnya mengetahui apa pun.

    Namun, ini versi agama yang saya yakini.

    Comment by wyd | 4 November 2012

  18. As Wr Wb… bgmana dgn maksd QS 4 : 157 dibandingkan dgn QS 19: 33, QS 3 : 55, QS 5 : 117 dan QS 19 : 34. QS 1 : 6, QS 19 : 36 dan QS 3 : 45 Ma’am Wyd ?

    Comment by Heru susilo | 5 November 2012

  19. @Heru Susilo: maaf dik/mas/pak/nak… silakan bertanya pada yang lebih berkompeten. saya ga melayani debat kusir soal agama. kalau anda ga yakin islam adalah agama yang benar dan cocok buat anda, pindah aja ke agama lain. so simple, rite?
    tapi dari pertanyaan2 anda, jelas anda tidak sedang tertarik pada islam.

    Comment by wyd | 5 November 2012

  20. gwe kan hanya tanya…. nih kan topiknya muslim rakitan….. Beri Argumen yang masuk akal dong…. agar gwe bisa pacaran dgn sesama muslim…. krna skarang nih gwe lgi pacaran dgn christen dan sering gwe makan mie goreng yang campur daging Babi dgn pacarku…. tapi dagingnya gwe ga makan…. kisahnya ma’am mirip dgn kisahku…. tolong ya pembaca yg budiman…..

    Comment by Heru susilo | 5 November 2012

  21. @Heru Susilo: kalau sudah tahu salah tapi masih dilakukan, itu namanya kebodohan.
    saat kami lakukan hal2 itu di masa kecil, kami memang tidak tahu kalau itu haram. karena memang tidak pernah ada pemberitahuan tentang hal itu. dan itu hal yang dilakukan teman2 lain juga. jadi ga pernah ada yang merasa aneh.

    kalau mau argumen berbasis agama, silakan kunjungi website2 relevan. rumah saya ini buat silaturahmi dan having fun of reading. anyway thx for visits and comments🙂

    Comment by wyd | 5 November 2012

  22. As wr wb… Ma’am gwe pingn nanya…. Benarkah Muhammad ketika menerima Wahyu Allah tidak ada seorang pun saksi? thx ma’am

    Comment by Asriani | 8 November 2012

  23. Ass Wr.Wb. Ibu/ Mba, ada artikel berikut : Mengapa Kita tdk bisa masuk dalam Ka’bah ? Ka’bah disebut Baitulah, rumah Allah, kandangnya Tuhan yang disembah muhamad. Allah punya kandang? Berarti di dalam kabah itu ada alloh yang dijadikan tuhannya muhamad. Ini pikirannya muhamad dan muslim. Alloh, ibarat peliaraan yang perlu dibikinin kandang untuk nangkring. Padahal muslim menolak personifikasi tuhan. Tapi allohnya sendiri diibaratkan seperti mahkluk yang perlu tempat. Kalau ada orang datang kesanapun disebut sebagai tamu-tamu alloh. Manusia bertamu ke pada allah? Disambut alloh? Gimana ya sambutannya?

    Comment by Abu bakar Ibnu | 14 November 2012

  24. @abubakar ibnu: siapa blg masuk ka’bah ga diijinin? asal bacot aja! cuman, kalau jutaan orang yg lagi haji diperbolehkan masuk ka’bah, bisa roboh tuh bangunan. itu peninggalan jaman nabi ibrahim as, jauh sebelum nabi isa.

    aku heran d, org2 yg menjelekkan islam hobi banget pake nama berbau2 islam. kok ga pada berani ya pake identitasnya sendiri? malu? kayaknya sih!!

    Comment by Ahmad Riyadh | 15 November 2012

  25. @Ahmad Riyadh… lo baca ga pesannya Abu Bakar itu bacanya di Artikel…. coba lo baca di forum FFI. agama kita di kupas habis-habisan….

    Comment by siti Fatimah | 16 November 2012

  26. berarti Christ lebih hebat dri Muhammad ? koq kita umat muslim lebih agungkan Muhammad dri Christ

    Comment by hendrawan | 16 November 2012

  27. kalo kta pikir pke logika dan sementara buang jauh2 agama kita, ternyata logika mengatakan ajaran the Christ emang benar…. Koq Nabi Muh SAW tega2nya mengambil Aisyah 6 thn jadi istrinya ? padhal usia mereka jauh banget… Kalo Nabi Muh SAW benar junjungan Allah, hrusnya dia ambil Aisyah sebagai anak angkatnya… bukan ngeseks kan ?

    Comment by Murniwati | 18 November 2012

  28. Marilah kita berpikir secara logika dengan melepaskan keyakinan kita….
    good day ma’am…. Gw mau nanya… Mengapa Nabi Isa yang akan turun di akhir jaman untuk menjadi Imam Mahdi, mengapa bukan nabi Muhammad SAW ? mhon jawabannya ma’am….
    @Heru Susilo: Versi Islam, the Christ tidak meninggal namun ‘diangkat’ atau diselamatkan oleh Tuhannya. Kalau saya tidak salah, kedatangan the Christ untuk membuktikan bahwa dia bukan Tuhan, melainkan hanya pembawa berita kebenaran sebagai Rasul Allah, karena (kelak) sebagian golongan menganggap the Christ adalah Tuhan. Tuhan Maha Pintar, Dia tahu apa yang akan terjadi sebelum umatnya mengetahui apa pun.

    Namun, ini versi agama yang saya yakini.

    Secara logika npa bukan Nabi Muh SAW yang katanya merupakan nabi terakhir ? ada apa sebenarnya ? apakah benar Ia “nabi terakhir” ???
    Kalau Isa SAW yang akan datang dan menjadi Imam Mahdi, berarti secara logika ISA adalah NABI YANG TERAKHIR.
    Pikirkanlah kalau emang lo sllalu gunakan logika….

    Comment by Pengikut ISA.... | 22 November 2012

  29. @Pengikut Isa: Tuhan Maha Benar dan Maha Tahu sehingga Dia tahu bahwa di akhir jaman para pengikut Rasulullah tidak akan menganggap Rasullulah sebagai Tuhan, tetapi hanya sebagai rasul Allah.

    Logikanya begini buat saya, kalau ada orang (A) datang duluan dalam suatu acara, mengisi buku tamu, dan terlibat aktif dalam acara. kemudian meninggalkan acara tersebut karena satu dan lain alasan, kemudian datang orang (B) berikutnya ke acara tersebut. lalu karena urusannya (A) telah selesai, dia (A) datang kembali ke acara tersebut. pertanyaannya: siapa yang duluan datang? si A atau B? buat saya, dan kenyataan yang terjadi di acara sesungguhnya dalam kehidupan kita, maka A bukan yang terakhir.

    BTW, saya heran kenapa akhir2 ini blog saya ramai2 dikunjungi orang2 yang mengaku muslim tapi membela agama lain dengan amat sangat, atau seperti anda yang mengaku pengikut isa dan bersusah payah berargumentasi soal keyakinan anda. orang2 ini kayaknya cuma mampir buat membuang energi positif mereka dengan mengirimkan pesan negatif.

    kalau anda percaya the Christ adalah Tuhan anda, ya monggo mas/dik/pak/bang. kalau anda percaya the Christ adalah nabi terakhir, ya silakan. kalau anda mau campur adukkan the Christ menjadi Tuhan sekaligus nabi terakhir, ya ga apa-apa. keyakinan kan masalah pribadi. saya pribadi sesuai ajaran agama yang saya anut, maka the Christ adalah rasul yang suci.

    saya sudah mempertanyakan apa2 yang anda pertanyakan, sejak bertahun2 yang lalu. kalau kemudian saya mengambil keputusan menganut suatu agama tertentu, itu hak asasi saya sebagai manusia merdeka. tidak ada yang berhak mengatasnamakan keyakinan saya, termasuk tidak kedua orang tua saya dan keluarga saya, apalagi anda, orang yang ga tahu apa2 tentang kehidupan dan pencarian saya.

    saya masih membiarkan komentar2 tak relevan dengan tulisan untuk di upload, tapi kalau terlalu jauh menyimpang dari isi tulisan atau hanya menyebarkan isu negatif, akan saya delete.

    anyway thx for comments.

    Comment by wyd | 22 November 2012

  30. BTW siapa yang jdi saksi bahwa Muh adalah Rasulullah ? Kalau Isa kan sdh tertulis di Q 3:45, Q 1 : 6 dan saksinya banyak… coba kita pikir dgn logika tanpa membawa latar belakang agama kita masing2…

    Comment by Pengikut | 24 November 2012

  31. pa kbr? gw kira lo udah brenti mencari setelah mengambil keputusan. gw masih terus mencari seperti dulu, berharap kita akan dipertemukan di paradise city kelak as we wished years ago. miss u wid

    Comment by Paradise Seeker | 25 November 2012

  32. Hai bu apa kabar ? senang Bu Wyd masih aktif…perkara orang orang diatas cuek aja bu, jangan kepancing.
    Mereka orang orang yang sebenarnya kurang yakin dengan agamanya sendiri…hehehe karena bingung membandingkan.
    Ngomong ngomong sampe sekarang saya masih belum sholat bu hahahaha gila ya…saya senang ibu sudah mulai menemukan yang dicari…lah saya masih belum jeee…Salam buat keluarga

    Comment by datz | 8 January 2013

  33. “orang yang mempercayai agamanya maka akan berusaha dengan keras mempertahankan agamanya” tapi ada juga beberapa atau bahkan sebagian orang yang mencoba menjatuhkan agama lain, kalo kita berpikir secara -netral- atau bahkan berpikir secara -atheis- agama itu sebagai pedoman hidup masing-masing, jadi jangan dicampur-adukkan antara satu agama dengan agama lain. karena saya juga belum pernah dengar bahwa orang yang menganut agama setengah-setengah itu baik. dalam setiap agama dianjurkan untuk berkeyakinan murni kepada agamanya masing-masing, oleh karena itu mungkin tidaklah bijak jika kita memaksakan kehendak kita yaitu untuk mengajak orang lain masuk ke agama yang sama dengan kita dengan cara kita bertanya atau ber-argumen tentang kebenaran agama yang dia yakini. saya sendiri muslim, sedangkan dalam islam “seseorang tidak akan dapat masuk kedalam islam kecuali Allah memberinya hidayah” hidayah itu sejenis petunjuk untuk masuk ke agama islam. oleh karena itu percuma jika kita berdebat soal agama tetapi Allah tidak memberikan jalan terang bahkan tidak memberi hidayah.

    Comment by isan | 24 February 2014

  34. ..Wid …anda luar biasa…

    Comment by Iwan Bangka | 31 March 2016

  35. @Iwan Bangka: Thank u… Apa kita saling kenal?

    Comment by wyd | 7 April 2016

  36. Masih inget ndak ngabisin malam dengan diskusi panjang, ketawa yang kdg ndak jelas apa yg ditertawakan, making me miss u and those happy times we had. Swear, I miss u so much. XOXO (Bst)

    Comment by Anonymous | 10 April 2016

  37. @Anonymous 10 April 2016: Yeah… u know where u can find me, dont u?

    Comment by wyd | 25 April 2016


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s