Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Sialan, Cewek!


Kalau saya tanya putra-putra saya, mereka bilang saya ibu paling lembut sedunia. Menurut partner saya, saya sama seksinya dengan gadis-gadis kalender! Aha, saya harus sering-sering ngaca, nih!🙂 Anehnya, selain keluarga dekat, saya sering dikira (separuh) pria. Sekali-sekali dikira pria, tidak masalah buat saya. Tapi keseringan? Wow, pasti ada sesuatu yang salah dalam diri saya!

Puluhan bahkan mungkin ratusan orang awalnya menganggap saya seorang pria, cuma karena membaca tulisan atau komentar saya di media, baik online maupun offline. Karena itu saya menuliskan ini. Serius, sumpah (mati), saya seorang wanita. Tulen. Maksudnya, bukan trans-seksual.

Beberapa pengalaman ‘menjadi pria’ saya tuliskan di sini.

‘Mau beli apa, Pak?’ pertanyaan sang penjual kaki lima sebelum mendongakkan kepala menatap saya.

‘Terima kasih, Mas,”’ kata seorang pria muda setelah saya turunkan di depan gang rumahnya. Saya membuka helm, tersenyum. Pria muda itu meminta maaf berkali-kali karena mengira orang yang barusan memberinya tumpangan adalah seorang pria.

Seorang ibu menghentikan laju motor saya. Sang ibu minta diantarkan ke rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit, beliau mengangsurkan lembaran dua puluh ribu. Wuih, saya dikira tukang ojek!

Saat mau menyeberangi jalan.
‘Kak, ada preman di depan! Tolong saya!’ seorang gadis merenggut lengan saya dari samping.
‘Mana?’ saya berbalik.
Si gadis terkejut, kemudian mengeluh, tak berharap banyak dari seorang perempuan.
‘Biar gue yang tangani,’ saya mendadak sok jago.
Tak lama si preman datang.
‘Jangan saling ganggu, Bang. Gue yang minta pacar gue nunggu di sini. Sori kalau gue salah pilih tempat,’ saya berbalik menggandeng sang gadis.
Si preman cuma manggung-manggut. Mungkin ga sreg berantem sama lesbi🙂

Satu pagi di persimpangan lampu merah menuju tempat kerja. Bis kota nekat melaju dari arah berseberangan saat lampu hijau dari arah kami sudah di angka 3. Bis menginjak rem dan berhenti tepat di depan motor saya.
‘Buta apa, berani nabrak bis?’ labrak di pengemudi.
Saya cuekin.
‘Mau mati?’ si kernet ikutan ngomporin.
Dia turun dari bis yang tidak bisa maju karena kendaraan searah saya mulai bergerak.
Saya parkir di kiri jalan. Saya buka kaca helm.
‘Turun lo. Jangan jadi banci, beraninya dari dalam bis!’ teriak saya dari seberang.
‘Sialan, cewek!’ si kernet tersenyum malu dan kembali ke dalam bis.

Saya menunggu teman di bandara. Seorang gadis muda duduk di sebelah saya. Dia menyapa. Dua pria muda datang dan duduk di sebelahnya. Si gadis terus berbicara dan saya terus meladeninya. Waktu teman saya datang, saya permisi ke tempat lain karena kursi tak cukup menampung 5 orang.
Samar saya dengar salah satu pria muda berkomentar: ‘Wah, kami kira kalian pacaran!’
Gila!

Lewat tengah malam. Saya terpaksa ngebut menuju rumah. Dua cowok ABG tanpa helm, saya lewati. Mereka berusaha mengejar. Jangan-jangan jambret, saya pikir. Motor saya pacu maksimal. Di persimpangan, saya injak rem, siap berbelok. Pria muda di bagian belakang menoleh. Saya buka kaca helm.
‘Ah…! Sialan, cewek!’ salah satunya memaki.

26 August 2011 - Posted by | Personal | , ,

12 Comments »

  1. emang kalo sama2 preman palembang …. hehehe…. Karate ada, yoga ada wah siapa cowo yg tdk takut ???? Benar2 Ratu Duyung dalam serial Wiro…..

    Comment by karly | 28 August 2011

  2. Ayo preman2 n kernet, brani gak nantang bu wid…. bu wid nanti maegeri samping n maegeri putar sekali aja kalian pasti jatuh…. Tubuh bu wid kan ringan sehingga gesit untuk nendang dan pukul…. sekali mageri putar bisa 360 drajt dengan posisi siap nendang berikutnya lagi…. Hafal DS motor dan warnanya, sehingga jika Bu wid jalan, kalian sdah waspada….

    Comment by Dinginnya kota Malang | 28 August 2011

  3. lama saya baru ngeh bahwa ibu ternyata seorang perempuan😀

    Comment by dian | 29 August 2011

  4. Cerita yang asyik, bu…
    terimakasih singgahnya di http://ayikngalah.wordpress.com/
    *happy ied juga😀

    Comment by Arif H. Ayik | 29 August 2011

  5. maaf lahir batin mas, eh bu🙂

    Comment by doni | 31 August 2011

  6. Haha😀

    *Happy Ied Mubarak, Bu🙂 *

    Comment by R_H_ | 3 September 2011

  7. hahaha,… wow, thanks God, ada yang lebih parah dari saya… eh, ups !!

    Maaf lahir batin ya maa’m🙂

    Comment by amilus | 8 September 2011

  8. macho banget sih, kayaknya…..
    apa kabar nih?lama gag saling sapa ya, kita….

    Comment by paragraphdalamhujan | 14 September 2011

  9. salam kenal…

    Comment by Dokter Anak | 27 October 2011

  10. bu wyd! saya pengen tau wujudnya bu wyd, nih.. hehee..

    Comment by Hafid Algristian, dr., CHt. | 18 November 2011

  11. mesti berubah tuh kepribadiannya biar ga disangka cwok lagi…hehehe

    Comment by Kontraktor | 7 December 2011

  12. wah, ternyata masih banyak ya cowok yang nggak berani bersaing dengan cewek

    padahal kan sudah ada yang namanya “Emansipasi Wanita”
    hehehehhehehe

    Comment by Lowongan Kerja Nusantara | 24 October 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s