Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Mama Kok….

Putra saya saban hari menilai saya. Tapi (menurut saya) kadang penilaiannya tak cukup fair. Dia kerap berlagak lebih tahu dari saya. Padahal saya kan ibunya!


‘Mama kok penakut banget….’

Saya takut percikan minyak saat menggoreng, kecuali minyak diganti dengan mentega. Herannya dia selalu menyempatkan diri mengomentari hal ini. Dia bahkan cekikikan melihat saya berlindung di balik lemari atau handuk yang membungkus wajah saya.

Saya juga takut menyalakan kompor. Walau disertai gerutuan, biasanya dia selalu mau membantu menyalakan kompor saat diperlukan, meski di pagi buta.

Selain itu saya takut sekali dengan hantu, walau dalam bentuk tayangan TV. Jika kami menonton TV, seringkali dia sengaja menonton film hantu atau tayangan serupa sambil terus-terusan cekikikan ke arah saya. Jika saya berniat meninggalkan TV maka dia akan memeluk saya dengan erat agar saya tak bisa pergi. Kalau lagi kumat jahilnya, dikeraskannya volume TV dan tertawa bahagia melihat saya memejamkan mata sambil menutup telinga. Kadang saya kepikiran untuk balas dendam jika sudah lebih berani nanti🙂

Padahal faktanya, saya sih ga penakut-penakut amat. Saya cuma takut sama api, listrik, ketinggian, suara-suara seram, dan hantu. Selebihnya, saya cukup pemberani kok!

‘Mama kok bisa bego begitu, sih???’

Komentar ini bisa keluar kalau dia melihat saya kebingungan melakukan sesuatu yang teramat mudah untuk orang lain. Misalnya, saya sering terjebak di mall karena tak bisa menemukan pintu keluar. Saya juga tak pernah bisa mengenali kendaraan yang kami parkir. Biasanya dia akan membiarkan saya celingukan dan berkeliling di parkiran. Setelah puas menertawai saya, dia dengan santainya menemukan kendaraan kami.

Satu kali saya kebingungan membedakan kiri dan kanan, dia berkata: ‘Baru tahu kalau Mama sebego ini.’

Faktanya, saya pernah ikut pelajar teladan dan mahasiswa teladan. Saya juga lulusan master. Saya cuma ga bisa mengenali ruangan dari sudut berbeda atau jika keadaan ruangan berbeda saat saya datang lagi (spatial weakness). Misalnya yang tadinya kosong menjadi penuh. Kalau keadaan ruangan tetap sama, saya pasti bisa mengenalinya!

‘Mama kok ga gaul sih…!’

Jika putra saya menyebutkan nama seorang artis yang ngetop di dunia remaja dan saya tak mengenalinya, maka dengan enteng dia akan berkomentar seperti itu. Jika ada penyanyi bagus yang lagi naik daun namun tak saya kenali, dia sambil senyum berkata: ‘Mama sih… taunya Axl (Guns and Roses) doang…!’

Padahal faktanya, saya juga tahulah selebriti ini itu (terutama yang ganteng-ganteng J), paling-paling tertukar profesinya. Misalnya penyanyi, saya bilang pemain film. Tapi kan sama-sama artis!

‘Mama kok payah!’

Teman-teman putra saya sering ikut main ke rumah. Anehnya, saya tak pernah hafal satu pun wajah mereka. Jadinya saya (sok ramah) menanyakan nama mereka setiap kali mereka datang. Biasanya putra saya berkomentar sambil cekikikan: ‘Ma, si ini sudah belasan kali main ke rumah. Mama selalu nanya nama setiap kali dia datang. Masa’ mama ga bisa ingat? Mama kok payah!’

Padahal faktanya, teman-temannya banyak. Semuanya kayak bunglon. Penampilan hari ini beda dari kemarin. Coba kalau setiap kali datang mereka mengenakan pakaian yang sama, potongan rambut yang sama, dan duduk di tempat yang sama, pasti saya hafal!

12 July 2011 - Posted by | Personal | ,

8 Comments »

  1. Tapi kalo soal kasih ulangan di kelas mam wyd nggak pernah lupa hehe
    mam, apa kabar? masih inget sama aini?

    Comment by Aini | 13 July 2011

  2. setuju kak. heran deh kalau jadwal ulangan gak pernah lupa sekalipun tidak di catat di note booknya.
    seneng baca cerita ini, cerita yang selalu mam wyd ceritain kalau lagi break kelas, dan dyer yang sekelas saya pun pura-pura tidak mendengar =D

    *kangen di ajar mam wyd…..

    Comment by tiaranr | 14 July 2011

  3. walapun belajar teknik, kimia ga ada di kuliah saya sekarang maam. tapi, konsep kimia selalu menjadi hal yang cukup menarik dikarenaka saya pernah diajar oleh guru yang menarik pula kehidupannya. haha keep writing ye maaaam!

    Comment by ika | 14 July 2011

  4. Saya juga aslinya penakut tapi kadang suka sok berani🙂. Kadang sok beraninya jadi positif tapi juga bisa bikin negatif.. hehe.

    Comment by enggar | 20 July 2011

  5. Saya cuma bisa ikutan ketawa bu, haha😀

    Comment by R_H_ | 10 August 2011

  6. Hm… Baru tahu saya. Pantesen…. woahahahahaae

    Comment by karly | 24 August 2011

  7. koq jadi inget penyakitnya Howard Gardner, yg pencetus miltiple intelligence itu? Apa masih ada hubungan ya? hehehe..

    Comment by Catatan Kecil Hidupku | 4 December 2011

  8. hahaha… emang karena jadi mamanya, anaknya gak boleh lebih tahu dari ibunya ya?

    Comment by Indonesia Revive! | 21 January 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s