Perkenalkan, Mantan Pacar Saya….

Seringkali seorang suami atau istri memperkenalkan pasangannya (suami atau istri) kepada orang lain dengan mengatakan: ini mantan pacar saya.

Waduh, buat saya itu ga banget!

Kebayang kan bagaimana kita mengejar pasangan kita sebelum dia menjadi istri atau suami? Kebayang kan bagaimana kita mempersiapkan diri, mungkin dengan sedikit mematut diri di depan cermin, untuk memberikan kesan menarik di mata si dia? Plus segudang aktivitas lain yang tak biasa kita lakukan untuk orang lain, kecuali dengan alasan si dia ‘spesial’ dan pantas menerimanya.

Jika kemudian dia telah menjadi istri atau suami, sesuatu yang dulu kita impikan dan sekarang menjadi kenyataan, adalah sesuatu yang seharusnya patut disyukuri. Namun seringkali kebiasaan manis yang dulu dilakukan, mendadak hilang saat si dia telah menjadi suami atau istri. Ucapan indah yang dulu kerap dilontarkan mendadak menguap entah ke mana.

Jangankan mengatakan ‘I love you’ sebelum mengakhiri telepon, memberikan senyum di pagi hari setelah mendapatkan secangkir kopi, seringkali dilupakan laki-laki setelah berstatus suami. Seolah ‘tugas’ menyeduh secangkir kopi di pagi hari adalah kewajiban seorang istri. Meski sebenarnya banyak sekali istri yang dengan bangga dan ikhlas menyeduhkan kopi untuk suaminya tercinta. Namun, jika kata terima kasih plus sebuah senyuman diberikan sebagai penghargaan untuk tugas enteng itu, tentu pagi hari akan terlihat jauh lebih segar buat para istri.

Pun setelah melakukan kegiatan intim suami istri, seringkali kedua pihak enggan mengucapkan terima kasih. Padahal dulu diberikan bunga dari kedai bunga di pinggir jalan langsung dibalas dengan senyum cerah dan ucapan terima kasih bertubi-tubi. Padahal memperoleh layanan suami istri jauh lebih berharga, apalagi jika kemudian dari hal itu diperoleh keturunan yang akan mempererat hubungan suami istri. Bukankah sebuah ucapan terima kasih dan ‘I love you’ cukup layak dilontarkan untuk menyenangkan pasangan? Bahasa tubuh mungkin dapat dilakukan, namun ungkapan kata-kata manis sebagai bentuk penghargaan tentu akan memberikan nilai plus.

Seringkali hal-hal positif di masa pacaran seolah terlupakan. Boleh jadi dia menerima kita saat itu karena ada sesuatu yang manis yang kita lakukan kala masih berstatus pacar. Sungguh sayang kalau hal-hal manis itu kemudian ditinggalkan hanya karena dia telah menjadi ‘mantan pacar’.

Itu kenapa versi ‘mantan pacar’ tak cukup bagus buat telinga saya.

Advertisements

9 thoughts on “Perkenalkan, Mantan Pacar Saya….

  1. betul…betul…betul…kebiasaan2 saat pacaran memang kalo bisa ditingkatkan, jangan ditinggalkan.
    Istriku pernah protes diawal pernikahan karena saat itu aku ga pernah lagi bilang sayang sama dia sejak kami menikah :-). Dari situ aku sadar ternyata hal2 seperti itu memang tetap diperlukan agar hubungan tetap dan semakin harmonis…hehehe

  2. hahaha jangankan menikah bu, sekarang juga banyak cowo yang sudah ga menghargai wanita begitu jadian.

    sampe temen saya (wanita) pernah curhat, “waktu pdkt dulu saya merasa digilai, sekarang udah pacaran gini saya ngerasa dibuat gila”

    tinggal mikir gimana nanti pas udah nikah? 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s