Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Saya Racuni Tubuh Demi Hidup

Orang bilang zat kimia adalah racun bagi tubuh, meski dalam bentuk obat. Saya mulai rutin ‘mengkonsumsi’ obat-obatan sejak kelas 3 SD dan melakukan injeksi secara rutin sejak kelas 3 SMP. Berikut daftar zat kimia yang harus saya telan setiap hari agar saya bisa beraktivitas layaknya orang lain:

– Vitamin C minimal 1000 mg untuk menambah daya tahan tubuh. Biasanya saya konsumsi 2000 mg perhari.
– Vitamin E untuk menghindari iritasi kulit karena dehidrasi. Saya harus minum jauh lebih banyak dibandingkan kebutuhan normal. Seorang teman berkomentar saya minum bagai onta kehausan.
– Obat maag untuk mengurangi gejala maag akibat terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C.
– Obat tambah darah untuk menaikkan Hb.
– Obat sakit kepala, kalau lagi sangat sakit hingga mata berair, saya telan 4 biji sekaligus!
– Multivitamin cair 2 sendok makan untuk menaikkan Hb.
– Amphetamine untuk mengurangi nyeri/sakit di sekujur tubuh, terutama kepala (Saya tahu ini berbahaya!).
– Obat anti muntah (obat mual) untuk mengurangi rasa mual tapi obat ini bikin ngantuk.

Plus beberapa zat kimia khusus saat tertentu:
– Madu 1-2 sendok makan setiap hari, sekadar mengikuti petunjuk Rasullulah.
– Obat flu hanya kalau sedang flu, yang sering sekali datang di pagi atau malam hari.
– Vitamin B kompleks untuk menambah asupan vitamin karena makanan yang tak sehat, seminggu 1-2 kali.
– Injeksi vitamin untuk tambah darah yang telah saya jalani sejak SMP. Dokter bahkan mengajarkan saya menginjeksi diri sendiri.
– Setiap enam bulan sekali hidung saya disedot agar cairan berwarna hijau muda di sekitar sinus terangkat. Kalau tidak, saya akan merasakan sakit kepala lebih parah.
– Inhaler pelega pernafasan jika asma saya kambuh namun selalu dibawa ke mana pun saya pergi.

Pernah saya sok kuat dengan melewatkan beberapa pil di pagi hari. Hasilnya, saya pingsan sebelum setengah delapan pagi. Saya pikir, saya boleh merasa sehat tapi tubuh saya memerlukan suplai makanan khusus. Tak masalah saya tak ketemu nasi satu minggu tapi berbagai zat kimia itu harus selalu diminum.

Namun jangan bayangkan keseharian saya tampak lesu dan loyo. Kecuali muka yang selalu pucat atau kehijauan, hampir selalu kedinginan meski di tengah matahari siang bolong, dan berat badan yang sukar sekali bertambah, sehari-hari saya amat sangat bersemangat. Untuk melupakan daya tahan tubuh yang lemah, saya terlihat jauh lebih optimis memandang kehidupan dibandingkan orang lain dengan kesehatan yang lebih baik.

Beberapa bulan lalu kesehatan saya ambruk. Saya nyaris menyerah karena bosan dengan segala macam obat dan terapi selama sekian puluh tahun namun masih tetap sakit. Cinta orang-orang di sekitar saya dan kesadaran bahwa hidup memang pilihan namun tak semua hal akan berjalan sesuai pilihan, membuat saya berterima kasih masih diberi kesempatan menikmati hidup meski dengan tubuh rentan.

PS: Sebagian besar zat kimia tersebut atas rekomendasi dokter.
Ntar saya upload foto obat-obatan saya.

7 February 2011 - Posted by | Personal |

7 Comments »

  1. wah ibu kan ngajar kimia, pasti tahu mana yang baik untuk badan kita dan mana yang banyak merugikan
    salam sehat selalu

    Comment by budies | 7 February 2011

  2. @joannapingky: thx for visit.

    @budies: sayangnya saya memerlukan obat-obatan itu, pak.
    pak budi, menjawab pertanyaan bapak kemaren, tempat saya CUKUP jauh dari pusat perkemahan. itu di kabupaten berbeda, sedangkan saya di kota palembang, pak.
    bapak berkunjung ke sana juga? kan bapak pembina pramuka🙂

    Comment by wyd | 8 February 2011

  3. Ma’am wyd tetep semangat yaaa!

    Comment by ara | 8 February 2011

  4. waw, udah obatnya segudang, tapi tetep semangat ngajar. semangat ya mam! hehehe

    Comment by uongpening | 14 February 2011

  5. Wah..ternyata benar2 wanita kimia dalam arti yang sesungguhnya ya🙂
    Tapi TETAP SEMANGAT YA MBAK!!!
    GO..GO..CAIYO!!!

    Comment by dodi3384 | 19 February 2011

  6. Wyd, kmu kena Lupus? Thalaseia atau kenapa kok parah banget to??

    syafakillah.

    Comment by Goda-Gado | 8 March 2011

  7. @Gado-Gado: waduh, kayaknya saya salah memilih kata2 deh…🙂 padahal ‘cuma’ ada kelainan adsorbsi darah yang ga bisa ga harus dibantu dengan injeksi dan obat.
    but im really ok, loh…

    Comment by wyd | 14 March 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s