Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Saya Berharap Tertidur Selamanya

Pernah merasakan hatimu kosong meski telah membaca kitab suci sekian lembar?
Meski berada di keramaian namun merasa begitu kesepian. Orang-orang di sekitarmu berbicara namun kamu tidak bisa mendengarkan suara mereka. Saat suara-suara itu bisa didengar, malah membuatmu mual.
Kamu bisa merasakan kulit mereka namun tak mampu merasakan kehangatannya. Tatapan keingintahuan mereka malah membuat hatimu menggigil.
Ingin rasanya melarikan diri, namun semua jalan berujung buntu, seolah terkunci gembok raksasa. Kamu mencoba berlari sejauh mungkin namun nyatanya langkahmu terpaku di lantai yang sama.

(Saya harap saya tertidur selamanya.)

Pernahkah kamu membuka kotak e-mail sedemikian sering hanya untuk mengecek sebuah e-mail yang tak akan pernah dikirimkan padamu?
Kamu jelajahi berbagai website, membaca beragam artikel namun tak mampu merekam sebaris kalimat pun, kemudian tersadar bahwa artikel terakhir telah berakhir.

Pernahkah merasakan otakmu sedemikian penuh padahal tidak memikirkan apa pun?
Kamu ingin mengatakan sesuatu namun otak yang sumpek membuatmu berhenti berpikir, bahkan tak mampu merangkai sebaris kalimat pun.
Saat TV menayangkan komedi, air matamu malah menetes satu per satu. Kamu malah menyalahkan diri sendiri karena menganggap superman hanyalah manusia bodoh yang menyibukkan diri terbang ke sana kemari.

Apa yang akan kamu lakukan jika terperangkap dalam situasi seperti itu?
Saya hanya berharap saya dapat tertidur selamanya.

23 February 2010 - Posted by | Personal |

16 Comments »

  1. gak bangun2 donk.. trus gmn.. kek nya gak enak lg tertidur selamannya.hehe..

    semangat dan salam hangat..😉

    Comment by muhammad zakariah | 23 February 2010

  2. ma’am are you okay?
    is it real or is it just a piece of some fictions you’ve made by yourself?

    hope everything’s okay with you, ma’am..

    Comment by prisya ramadhani | 24 February 2010

  3. Hm… berharap tertidur, tapi jangan selamnaya.. kemudian bangun dan membiarkan angin membawa jawaban yang memang sudah disiapkan..

    Hope everything just fine.. Keep Ur Spirit… :))
    *BIG HUG*

    Comment by mayssari | 24 February 2010

  4. @ prisya ramadhani
    I wish I were okay.
    No any fictions in my blog but students’ short stories in ‘Ekskul 17’.
    May God bless u

    Comment by wyd | 25 February 2010

  5. you are okay ma’am
    you are our best teacher. keep awake, for us at least..
    you are our mother

    Comment by ordinary | 25 February 2010

  6. jangan…, sekali lagi jangan
    jika tangismu masih bisa didengar orang lain
    jika airmatamu masih bisa membasahi pipi
    kau masih bermanfaat bagi orang lain

    Comment by budies | 26 February 2010

  7. untaian rasa yang pasti pernah dirasakan semua manusia di bumi ini. tetapi kemudian menutup kegelisahan hatinya dengan kata-kata:
    “Saya hanya berharap esok hari akan segera tiba….”

    Comment by BaNi MusTajaB | 27 February 2010

  8. aku..
    seLama ini..
    hidup dengan perasaan seperti itu..

    Comment by tuannico Liebert | 1 March 2010

  9. Come on, Ma’am.. Get up.. get up.. because there are still many things that we can do.. ^^ and because you’re one of a great woman that I’ve ever seen in the world…so I hope I can always see your smile.. ^^

    Comment by Rizka Hidayati | 8 March 2010

  10. is it real, maam?
    ini artikel yang sangat menyentuh maam, saya tertarik untuk membacanya. artikel maam membuat saya ingat dengan cerita dan pengalaman saya dulu dan membuat saya sadar akan kehidupan ini..
    semangat maam..
    jangan biarkan air mata mu menetes sedikit pun..
    kami akan berusaha membuat mu tersenyum, maam.
    kami akan berusaha menjadi yang terbaik untuk maam.
    ingat lah kami selalu ada untuk maam..
    semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya.. amin..
    keep istiqomah and spirit, maam🙂

    Comment by priscillia imelda - kirana | 18 November 2010

  11. Seandainya, jika saya terperangkap dalam situasi ini yang saya lakukan adalah sama seperti sederet kata yang terukir sebagai judul artikel ini “Saya Berharap Tertidur Selamanya”
    Dulu, saat saya masih tercatat sebagai anak Sekolah Menengah Pertama yang memiliki stabilitas emosi terbilang labil saya pernah sangat berharap dapat tertidur selamanya.
    Namun akhirnya saya tersadar dan terbangun dari pemikiran bodoh macam itu.
    Membaca artikel-artikel di blog ma’am membuat saya semakin tersadar bahwa hidup itu penuh perjuangan. Ma’am juga seakan-akan memberi saya motivasi untuk jangan pernah menyerah: Never give up.
    Keep spirit ma’am! we love you, we’re with you, you’re not alone.
    Banyak yang membutuhkan dan mencintai ma’am disini🙂
    Terimakasih telah memberikan pelajaran yang berharga untuk kami.

    Comment by Destya Sasmitha - KIRANA | 18 November 2010

  12. Mom, artikelnya mengingatkan saya akan bertubi-tubi masalah yg sering saya alami. Namun, tak tahu ini anhe atau tidak. Kata-kata mom memang benar. Sepertinya ketika kita mengalami masalah yg sangat cukup besar, salah satu cara yg terbaik adalah dengan tidur. Dan sewaktu kita terbangun, kita akan seakan ada di dunia yang lain. Hehe🙂

    Comment by Widya Pebryanti Manurung - Kirana 17 | 18 November 2010

  13. Artikelnya menarik karena telah mengingatkan kepada saya akan sulitnya hidup ini.
    Tetapi cobalah untuk melakukan hal hal yang tidak pernah terpikirkan sekalipun. Cobalah membenahi diri menjadi lebih baik..:D

    Comment by Reymond Silitonga - KIRANA | 18 November 2010

  14. kalo keadaan seperti gitu ya baiknya tidur atau refresh sdikit dlu…, tpi jangn tidur selamanya sebelum Tuhan panggil pulang kepangkuanNya. Ingat, Kita di lahirkan untuk membuat sesuatu yang berguna untuk orang lain, baik keluarga maupun masyarakat sekitar. Oleh sebab itu akal yang sudah diberikan hendaknya digunakan, karena ada pepatah kuno, Jika engkau bisa mengatasi masalah yang kecil, maka kepadamu akan diberikan masalah yang lebih besar lagi, sehingga dirimu bisa memecahkan masalah tersebut….. Mungkin itulah pengalaman hidupku juga yang serba sableng…..

    Comment by Malang dingin. | 30 August 2011

  15. Ibu atau mba Wyd nih manggilnya? saya pertamakali mengunjungi blog mba, tau gak rasanya apa? kok kaya melihat diri saya disini, bagaimana pola pikir kita sama dalam memandang hidup, agama, kegemaran (termasuk selera cowok idaman : bule hehe) dsb. saya meluangkan seharian penuh untuk baca blog anda.

    Comment by Anonymous | 11 October 2013

  16. Ibu atau mba Wyd nih manggilnya? saya pertamakali mengunjungi blog mba, tau gak rasanya apa? kok kaya melihat diri saya disini, bagaimana pola pikir kita sama dalam memandang hidup, agama, kegemaran (termasuk selera cowok idaman : bule hehe) dsb. saya meluangkan seharian penuh untuk baca blog anda.

    Comment by Riri El Rose | 11 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s