Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Oh, Sh*t! God D*mn It! Hell!

NB: Tulisan ini untuk mengingatkan para orang tua yang ingin anaknya bisa berbicara bahasa asing dengan baik dan benar agar memfasilitasi putra-putri mereka mengenal bahasa tersebut dari lingkungan yang ‘benar’, misalnya lingkungan pendidikan.

Judul hanya perwakilan beberapa kata yang pernah saya lontarkan. Kalau dalam kehidupan sehari-hari kayaknya no problemo-lah. Masalahnya saya ucapkan itu di sela-sela pembicaraan saat sedang menjadi pembina upacara hari Senin pagi!

Reaksi anak didik saya sih udah bisa ditebak: cekikikan! Mau apa lagi, saya ga akan menjilat ludah sendiri karena kata-kata itu meluncur tak terkendali. Kebiasaan buruk yang masih belum bisa saya kontrol adalah berbicara high speed plus spontanitas super tinggi saat lagi nervous. Menjadi pembicara di seminar mungkin ga menakutkan buat saya tapi menjadi pembina upacara yang harus berdiri tegak di tengah lapangan hangat sinar matahari pagi… oh no! Beban beratnya justru harus berdiri tegak sempurna itu…! Dan mata saya sensitif sinar.

Putra saya lebih lega dimarahi dalam Bahasa Indonesia karena bahasanya lebih lembut. Dulu waktu masih kecil dia ga keberatan bicara Bahasa Inggris dengan saya namun setelah mengerti banyak kosa kata ‘Bronx’ ala Mike Tyson, dia ga pernah lagi mau menjawab dengan bahasa itu.

Seorang kenalan yang berstatus profesor dari Amerika bilang bahwa Bahasa Inggris saya ‘hyper educated’. Segitu ga layaknya masuk dunia orang berpendidikan🙂 ?????

16 December 2009 - Posted by | Pendidikan |

9 Comments »

  1. Ternyata bahasa Ingris lebih kasar yah? Mungkin khusus digunakan di pergaulan orang-orang tertentu yah? atau memang kebanyakan pengguna bahasa tersebut seperti itu?

    Comment by dan | 17 December 2009

  2. sebenarnya yang kasar itu adalah slang dari setiap bahasa, yang dibentuk dari kebudayaannya. Inggris seperti di atas. Indonesia juga ada kok, apalagi bahasa daerah.

    tidak perlu terlalu dibesar-besarkan, kecuali kalau berbicara formal. Slang menunjukkan entah pengucap merasa nyaman berbicara atau sedang emosi🙂

    Comment by vandeput | 18 December 2009

  3. ngga cuma bahasa inggris kali……
    bahasa Indonesia juga banyak yang kotor dan kasar.
    tergantung yang makenya dan belajarnya darimana.
    saya bukan termasuk orang yang senang belajar bahasa sastra yang dipelajari di sekolah ataupun kursus bahasa.
    jadi kata” dari film dan lirik lagu yang kebanyakan ngotorin otak dan bikin style saya dalam berbahasa belum dibilang pantas untuk dilempar ke lapangan upacara.
    dan juga nggak semua orang yang ngajarin bahasa halus aslinya begitu..
    gue punya temen, guru sih sebenernya. tapi gue udah ngrasa kaya bukan guru gitu.di native speaker. bahasanya kalo di kelas bagus banget.
    eh tapi…setelah gue baca blognya…bahasa gue jauh lebih beradab daripada bahasa dia yang “all cursing”..
    jadi mungkin emang ngga setiap orang hidup ditakdirkan buat berbicara sebagaimana mestinya kali ya?
    hahahahah..geli gue..

    Comment by Anonymous | 19 December 2009

  4. OhMyFuckinGod this one is friggin’ hilarious!

    Comment by BabaliciouS | 22 December 2009

  5. =))
    jadi inget lagi sama kejadian upacara itu.😀
    gapapa lah kali mam, sekali kali. jarang jarang ada guru kayak mam, langkah dan mungkin cuma ada satu di 17, eh ada tuh guru yang asik Pembinaannya yaitu ‘Pak Udni’, udah liat Pak Udni jadi pembina upacara lom mam?😀 kocak dah..

    Comment by sigt | 25 December 2009

  6. emm.. kasar oh, kasar.. kayaknya bukan cuma bahasa inggris, bu.. bahasa indonesia juga, bahasa jawa juga, bahasa yang lain juga mungkin kasar.. hanya karena berbeda budaya, kita jadi berbeda merasa.. yah, kasar oh, kasar.. tak usahlah terucap.. cakmano, bundo?😀

    Comment by Hafid Algristian | 10 January 2010

  7. mending daripada saya gag bisa bahasa inggris hi..hi…

    Comment by mayssari | 24 February 2010

  8. aduh ibu . saya ini termasuk orang yg suka berbicara inggris kasar loh . ya seperti judul post an ibu ini hehe😀

    Comment by yayakoyak | 4 March 2010

  9. menurut saya mam, sebenarnya tidak apa apa meluapkan kekesalan memakai bahasa Inggris. tetapi tidak memakai ‘violence words’ atau kata-kata ‘bronx’ yang biasanya digunakan oleh masyarakat urban di Amrik. jadi, menurut saya meluapkan kekesalan memakai bahasa Inggris itu tidak apa apa asalkan dengan kata-kata yang lebih pantas dan enak didengar misalnya kalo bronx words nya itu ‘piss off’ diganti dengan mad. jadi kesannya lebih pantas.

    Comment by Meutia Astrini Pratiwi-KIRANA 17 | 18 November 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s