Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Ramalan? Let’s See!

Film 2012 dan berbagai tayangan ramalan di televisi mengembalikan ingatan masa remaja saya. Ibunda seorang teman baik saya di SMP adalah peramal hebat dan ahli pengobatan. Kami menyebutnya dukun. Peramal lainnya, seorang teman berkebangsaan India. Keduanya meramalkan saya tanpa pernah saya minta, di tempat dan waktu berbeda. Teman India meramalkan kehidupan saya setelah usia 30. Ramalannya mengagetkan saya karena mirip ramalan sang ibunda.

Suatu hari semasa saya masih SMP, sang bunda meramalkan saya akan menikah di usia relatif muda. Tentu semua yang mendengarkan ramalan itu hanya bisa tersenyum. Reaksi saya? Ketawa ngakak!
Saat itu semua teman tahu saya bercita-cita menjadi nun dan ga pernah berniat menikah sama sekali. Saya suka mengasuh anak-anak tapi ga pernah berpikir untuk menikah dalam hidup saya. Jadi, menjadi nun adalah pilihan kuat yang paling masuk akal, sejak saya kelas 5-6 SD. Impian itu makin menguat saat saya SMP.

Beliau kemudian menyebutkan sebuah angka dan mengatakan masa itu saya akan kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya. Ada banyak air mata pada usia itu.

Ramalan itu diperpanjang bahwa kelak sedikit di atas 30 tahun (beliau menyebutkan angka tepatnya), saya akan mengalami masa-masa tersulit dalam hidup saya. Beliau melihat gelap pekat menyelimuti masa-masa itu. Jika saya mampu melaluinya, saya akan menjadi orang yang kuat tapi berbeda dari sosok sebelumnya.

Fakta

Seorang sahabat membuyarkan impian saya menjadi nun. Saya akhirnya menikah di usia relatif muda. Pada usia yang disebutkan sang peramal, sahabat terbaik dalam hidup saya meninggal dunia. Saya ga pernah bisa menerima bahwa dia ga akan pernah datang lagi, meski hanya untuk mengatakan selamat tinggal. Hingga setahun setelah kematiannya saya baru menyadari bahwa saya hidup dalam dua dunia. Satu nyata, satunya lagi hanyalah masa lalu.

Awal 30-an saya baru tahu bahwa banyak tahun terlewati dari otak saya tanpa saya sadari. Sebuah keputusan memutuskan rantai kuat black magic membuat saya menjadi seseorang yang berbeda.

Satu Ramalan Lagi

Tinggal satu ramalan tersisa yang katanya akan terjadi sebelum tahun ini berakhir. Sayangnya saya ga bisa menuliskan detilnya di sini, karena menyangkut kehidupan orang lain.

Entah apakah semuanya kebetulan sehingga semua yang diramalkan terjadi dengan tepat tanpa saya sadari. Namun sejujurnya, buat saya ramalan hanyalah ramalan.
Anda percaya ramalan?

7 December 2009 - Posted by | Personal | , , ,

14 Comments »

  1. divination termasuk susah sob, karena masa depan sendiri bentuknya hologtam, dapat berubah2 setiap saat tergantung dari pilihan2 yang kita buat sebelumnya🙂

    Comment by Red | 7 December 2009

  2. Semua yang terjadi dari awal penciptaan sampai akhir masa memang telah tertulis oleh sang Qolam berdasarkan perintah Allah -ta’ala- 50.000 thn sebelum langit dan bumi diciptakan, takkan berubah dan hanya Allah yang mengetahuinya, tersimpan dalam kitab yang terjaga. Jika Allah berkehendak, Dia akan berfirman tentang suatu takdir pada Pemimpin Para Malaikat yaitu Jibril kemudian Jibril meyampaikan pada para Malaikat dibawahnya, hingga sampai pada para Malaikat di langit dunia. Para jin dari dunia saling dukung mendekati langit itu tuk mencuri berita kemudian disampaikan pada lainnya dan ditambahi dengan berbagai kebohongan dan penafsiran sepihak, dan resiko mereka adalah mati dilempar panah api penjagaan. Dan di akhir zaman ini penjagaan semakin diperketat. Dan tidak ada yang bisa memastikan suatu ramalan yang disampaikan oleh seseorang bahkan kita diperintah tuk menjauhinya. Hanyalah satu sumber ramalan yang harus kita yakini, yaitu Sang Nabi terakhir dari hadits/berita yang shohih karena ramalan itu beliau dapat dari wahyu Allah.

    Comment by dan | 9 December 2009

  3. @Red – dan: pendapat kalian berseberangan 180 derajat.
    anyway, setiap orang boleh berpendapat tergantung dari pengalaman dan ilmu yang dimilikinya

    Comment by wyd | 9 December 2009

  4. ya..setiap orang boleh berpendapat sesuai dengan ilmu yang dimiliki…setuju Bu

    Comment by budisan68 | 9 December 2009

  5. Allah Maha Mengetahui apapun yang telah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi.

    Comment by dan | 18 December 2009

  6. Ramalan adalah suatu bentuk kepercayaan akan suatu formula untuk menghitung masa depan seseorang, melalui perasaan ataupun pertanda.

    Bayangkan sebuah rumus. Kalau rumus itu benar ya kita akan lebih percaya. Kalau salah kita akan tertarik untuk memperbaikinya hingga benar.

    Apapun yang terjadi, kalau melakukan yang terbaik, menyerahkan sisanya kepada Allah yang maha kuasa, supaya tidak ada penyesalan ^__^

    Comment by vandeput | 18 December 2009

  7. saya percaya bahwa takdir itu ada, dan dia bercabang-cabang seperti ranting pohon yang menengadah ke arah langit, yang pada akhirnya mengantarkan kita ke kerajaanNya. sedangkan nasib adalah pintu-pintu tiap percabangan jalan takdir, dan kita punya kekuasaan untuk memilih akan membuka pintu yang mana.

    saya meyakini satu hal, bu. teori alam bawah sadar.
    ramalan itu masuk ke dalam alam bawah sadar kita tanpa kita sadari, lalu secara tidak langsung bermanifest menjadi keputusan-keputusan ibu membuka pintu nasib yang mengarahkan ke takdir seperti terucap oleh peramal itu.

    bagaimana bisa kita tidak sadar bahwa ramalan itu seperti mensugesti alam bawah sadar kita?
    semuanya berawal dari satu hal, bu: rasa ingin tahu.
    rasa ingin tahu yang menumbuhkan suka walau setitik saja. atau rasa ingin tahu yang membuat ketakutan. semuanya terekam dalam alam bawah sadar. seperti the law of attraction, “ur wish is my command,” begitu kata Alam Semesta.

    wallahu alam.

    note: saya sendiri tertarik sama ramalan, bu. tapi karena saya cowok, dan otak saya disetting bisa fokus sama satu hal dan apatis pada hal lainnya, segera saya bisa teralihkan dari ramalan itu dan kembali ke ‘dunia yang sebenarnya’.🙂

    Comment by Hafid Algristian | 10 January 2010

  8. Ass.Banyak ramalan didunia ini, baik secara budaya, pendidikan, dsb-nya. Akan tetapi, dalam ajaran agama Islam, adalah terlarang, untuk mempercayainya. Begitulah adanya, norma ajaran agama Islam…Bagus juga artikelnya…Kalo mau PENGOBATAN, saya ada halaman ARTIKEL PENGOBATAN, bisa KLIK disini…=>KALIMAT AJAIB

    Comment by denindodutacipta | 20 February 2010

  9. aq ga percaya ramalan…

    klo aq percaya, ntar rukun iman nambah satu lg.
    wkwkwk…..

    Comment by haryoshi | 29 October 2010

  10. assalamualaikum
    lagi blogwalking nih, tulisannya menarik ma’am. untuk percaya atau tidak tentang ramalan tergantung pribadi masing masing sih ma’am , banyak orang di dunia yang mendapat anugerah semacam ‘itu’, tapi kalo terlalu percaya juga akan menimbulkan syirik. sesungguhnya hidup kita akan terasa lebih berkesan jika kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari🙂

    Comment by anka - kirana 17 | 18 November 2010

  11. assalamualikum

    sebenernya aku ga percaya ramalan, maam. tapi kadang-kadang kalo ada ramalan datang buat aku, aku sih suka mikirin kebenaran ramalan itu. memang ada orang-orang yang mempunyai kemampuan lebih untuk melihat masa depan dan terkadang mau percaya apa enggak, tapi hal-hal yang mereka kemukakan sering terjadi sungguhan di kehidupan kita entah itu kebetulan atau bukan. hal ini sama seperti blog maam yang ini . jujur aku tertarik dengan blog maam yang ini soalnya membahas soal ramalah . he..he..he.

    Comment by siti shalihah-kirana | 18 November 2010

  12. Kalau boleh dibilang aku suka banget baca artikel tentang ramalan mom. Soalnya aku bisa meraba-raba akan apa yang bakal terjadi di kehidupan masa depanku, dan mungkin jika akan ada sesuatu hal yang buruk, aku bisa mewanti-wantinya. Tapi, aku juga ngga terlalu percaya akan yang namanya ramalan mom. Karena ramalan hanyalah pikiran manusia, bukan Tuhan. jadi, kita belum tentu kebenarannya secara pasti. Mungkin kita boleh saja membaca dan meresponnya di dalam kehidupanan kita. Tetapi, ramalan tidaklah boleh untuk kita percayai. Apalagi dijadikan sebagai panduan hidup. Karena ramalan mungkin saja malah akan mejerumuskan hidup kita ke dalam hal-hal yang tidak baik. Bukan malah membantu kita untu terhindar dari hal-hal yang buruk. jadi intinya menurut saya mom, ramalan itu jangan dipercayai🙂

    Comment by Widya Pebryanti Manurung - Kirana 17 | 18 November 2010

  13. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya cukup tertarik dengan artikel yang Maam post kan kali ini. Kalau saya pribadi sejujurnya tidak mempercayai ramalan, terkadang ramalan tersebut hanya akan membuat hati saya berdebar menantikan jawaban atas kebenaran dari ramalan tersebut. Tapi terkadang, kebenaran dari ramalan tersebut memang ada secara nyata. Contohnya Almh. Mama Laurent yang sering kali meramal kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang, khususnya di Indonesia. Terbukti dari beberapa ramalan tersebut memang datang dalam kehidupan nyata. Nah, entah hal ini hanya kebetulan semata atau memang kemampuan beliau meramalkan hal ini betul-betul real.

    Tapi sebagai manusia tentunya yang bisa kita lakukan adalah selalu bertawakal dengan Yang Maha Kuasa agar kita selalu berada dalam naungan dan lindungan-Nya. Percaya atau tidaknya kita terhadap ramalan tersebut, toh Tuhan akan selalu menyertai kita🙂

    Comment by Dela Ulfiarakhma - KIRANA | 18 November 2010

  14. Assalamualaikum warohmatulallahi wabarokatuh.

    Saya tetarik dengan artikel ini dikarenakan ramalan sering dijadikan bahan pembahasan akhir-akhir ini. Bahkan, di berita yang bersifat formal pun kadang- kadang membahas mengenai hal ini. Selain itu, ada pula film yang mengangkat tentang ramalan juga, yaitu “2012”.

    Menurut saya, saya tidak percaya dengan ramalan, jika ramalan itu buruk buat saya. Namun jika ramalan itu mengatakan hal yang baik akan terjadi pada saya, barulah saya percaya.

    Namun kita sebagai mahkluk Tuhan hendaknya hanya percaya pada Tuhan semata, karena haya dialah yang mengetahui ap yang ada di langit dan bumi, dan tidak ada manusia yang dapat menyamainya. Kalau pun itu memang terjadi, mungkin itu memang jalan Allah bagi kita

    Comment by Ahmad Tarmizi - KIRANA 17 | 18 November 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s