Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Pilih 1, 2 atau 3???

Ulasan berikut sama sekali ga politis banget. Tapi mungkin apa yang saya rasakan juga dirasakan banyak orang yang123 akan menggunakan hak pilihnya di Pilpres bulan depan. Jika di Pileg banyak yang enggan menggunakan hak pilihnya, kayaknya di Pilpres jumlahnya akan sedikit berkurang.

Sebelum nama-nama pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diumumkan, saya rada ga susah memutuskan siapa yang akan saya pilih. Karena waktu itu, sosok SBY cukup oke di mata saya untuk meneruskan apa yang sedang dibangun bangsa ini. Tapi setelah nama-nama pasangan pemimpin itu diumumkan, dan terutama setelah kampanye mulai berjalan, saya malah bimbang.

Saya bukan tipe orang yang suka melihat pemimpin menyindir orang lain tanpa berani menyebutkan nama. Dan sayangnya itu dilakukan SBY akhir-akhir ini. Kalau Megawati yang melakukannya, saya agak-agak maklum, biasa… perempuan! Kelambatan dan keraguan SBY sebagai presiden dalam menangani beberapa kasus yang dihadapi bangsa ini, juga antara lain alasan saya menengok kandidat lainnya.

Sosok kuat seperti Wiranto dan Prabowo sebenarnya sudah bergaung di kepala saya sejak beberapa tahun lalu. Tapi berdasarkan fakta sejarah, mereka sepertinya ‘menolak’ menjadi orang nomer satu negeri ini. Menurut analisa (?!?!) saya, kedua tokoh itu lebih suka ‘di lapangan’ dibandingkan ‘di belakang meja’ atau ‘senyum-senyum melambaikan tangan pada khalayak’. Maka saya sungguh terkejut ketika Wiranto kembali ke pangkuan Golkar bersama Jusuf Kalla atau Prabowo yang bersikap layaknya ‘gentleman’ di belakang Megawati.

Mungkin kalau Prabowo bukan di kubu Megawati, saya akan langsung memilih beliau. Bukan karena saya termasuk kubu ‘Say No to Megawati!’ tapi jujur aja, memilih sosok terlalu feminin bukanlah ide politis pribadi saya. Mungkin karena bukan tipe yang suka mengeluh dalam menangani pekerjaan, maka saya kurang sreg jika presiden negara saya mengeluh betapa beratnya menjadi presiden. Jika memang merasa berat, ya ga usah mencalonkan diri. Simpel, kan? Meski jika beliau menang, saya sih senang-senang aja.

Tengak-Tengok: Positif-Negatif

Wiranto dan Prabowo adalah orang-orang lapangan yang bisa diandalkan dalam mendongkrak citra kuat bangsa ini dalam menjaga keamanan negara dan wilayah. Di mata saya, pemimpin jenis ini cocok dijadikan ikon buat menegakkan kembali nama bangsa di mata negara tetangga. Dalam beberapa hal, tipe kepemimpinan mereka mirip-mirip Presiden Soekarno yang tak merasa kerdil sebagai pemimpin negara baru dan negara yang belum apa-apa saat pemerintahannya. Slogan ‘ganyang Malaysia’ ga akan pernah ada jika bukan Soekarno pemimpin saat itu.

Namun kalau kita membolak-balik reverensi berita lama, maka ada noda merah dalam catatan sejarah kepemimpinan keduanya era Mei 1998. Sayangnya kasus Mei 1998 ga pernah dijelaskan secara terbuka pada publik sehingga masyarakat hanya bisa menelaah dari berita-berita yang sangat simpang siur. Padahal bisa jadi citra keduanya akan naik secara signifikan jika kebenaran yang sesungguhnya diungkapkan pada umum.

Tipe SBY terbukti amat tenang dalam menangani masalah negara. Saking tenangnya, beliau terkesan lambat di mata saya. Dan SBY juga terkesan ‘administratif banget’ di mata saya, namun akan sangat cocok dipilih jika orang-orang di bawahnya bisa berkomitmen untuk bersikap sama dalam menegakkan hukum.
Di mata saya, beliau orang yang bisa belajar dengan cepat. Terbukti gaya bicara beliau yang dulunya mirip-mirip sedang bersajak, sekarang terlihat lebih patriotik.

Meski dialeg atau cara bicara JK ga terlalu baik di telinga saya (beliau bukan orator yang baik buat telinga saya hehehe…), tapi akhir-akhir ini saya kok jadi setuju dengan program-programnya yang dulunya terkesan sangat ‘industrialis’ di telinga saya. Buat saya, beliau seperti sedang menawarkan alternatif di tengah kolapsnya negara-negara besar di bidang ekonomi, agar kita bisa mencoba bangkit bersama mereka dan bukan hanya menunggu negara-negara lain berbenah lebih dulu. Buat saya yang ga suka menunggu uluran tangan orang lain selama saya masih bisa melakukan pekerjaan itu meski mungkin kurang populer buat orang lain, ajakan itu sungguh suatu hal yang menjanjikan bangkitnya kekuasan penuh bangsa atas kedaulatan bangsa ini. Tawaran itu mirip-mirip pola pikir Presiden Habibie saat menjalankan pemerintahan.

Megawati yang slogannya berorientasi pada wong cilik atau pro rakyat, tentu akan cocok untuk memimpin negara ini yang jumlah wong ciliknya bertambah dengan cepat, jika beliau mampu merealisasikan janji-janji program yang disusunnya.

Namun beliau hampir selalu mengungkit-ungkit dan menyindir perempuan-perempuan Indonesia yang ga memilih beliau dalam Pilpres lalu. Buat saya yang ga pernah mau mempermasalahkan gender dalam pekerjaan, tetapi kemampuan dan orientasi pada hasil akhir, kata-kata beliau seolah sedang mengeluh bahwa bangsa ini masih belum mengakui kesetaraan gender. Padahal, jika pria lebih banyak menduduki jabatan-jabatan strategis di berbagai bidang, seringkali karena memang wanita ‘lebih suka’ membiarkan pria maju dengan berbagai alasan. Saya tergolong yang senang melihat teman-teman pria saya maju dalam karir. Sedangkan karir buat saya nomer sekian setelah keluarga, kesehatan, kehidupan pribadi dan kenyamanan hidup dan beberapa lainnya, meski banyak orang bilang saya tipe pemimpin yang kuat🙂

PS:
Ini komentar teman saya sebelum saya mempublikasikan tulisan ini:
Kesimpulannya: pilih 1, 2 atau 3 nihhh???? Kok ulasannya ga jelaaasssss?

12 June 2009 - Posted by | Opini | , ,

20 Comments »

  1. Netral juga opininya… Saya juga bingung… Mereka bertiga baik semua… Untungnya saya belum boleh milihh!!!

    Comment by Bernardia Vitri | 12 June 2009

  2. Kalo saya pilih nomor4😀 ….
    Pilihan ditangan anda🙂
    Bebas pilih & pissssss …..

    Comment by dedekusn | 12 June 2009

  3. sampai saat JK mendeklarasikan capres-cawapres dengan Wiranto, saya masih negatif dengan JK, tetapi setelah berjalan beberapa saat maka banyak program-programnya yang terasa cocok dengan saya. Sama seperti saudara yang mulai simpati, saya semula agak bingung juga, apalagi kalau ingat latar belakang partainya adalah Golkar, partai yang gak saya suka.

    Tetapi, setelah pikir-pikir, masalah pilpres adalah beda dengan pileg. Dan meski pun JK dari golkar, saya yakin bahwa JK adalah salah satu manusia yang baik yang keluar dari golkar. Dan tidak seperti saudara, saya tidak ragu lagi untuk memilih dia, seandainya diberi kesempatan.

    Dan saya rasa, seandainya keraguan itu dipelihara, calon presiden yang lebih buruk kualitasnya dari JK yang akan maju.

    Comment by dan di | 13 June 2009

  4. Andaikan terdapat unsur kimia: 1,2,3
    1: Ekonomi kerakyatan
    2: Lanjutkan
    3: Lebih cepat lebih baik.
    Ketiga unsur kimia itu digabung menjadi:
    (Jika) ekonomi kerakyatan dilanjutkan, (maka) lebih cepat lebih baik.
    Itu menunjukkan, siapapun yang terpilih nanti tidak penting,namun andaikan roda pemerintahan menggunakan campuran 3 unsur tersebut. Wow, hasilnya mungkin dahsyat.

    Comment by omiyan | 13 June 2009

  5. saya setuju dengan satu paragraf yang ibu tulis mengenai JK…🙂

    Comment by dian | 13 June 2009

  6. @dan di: dengan tetap ragu menentukan pilihan sebelum hari-H saya justru lebih obyektif melihat para kandidat.

    @omiyan: ulasannya kereeeeennn

    @dian: terutama di bagian awal tulisan, kan🙂

    Comment by wyd | 13 June 2009

  7. sampai detik ini saya juga belum punya pilihan bu

    Comment by ami | 13 June 2009

  8. Pemikiran mas Dandi hampir sama dengan saya, awalnya saya siap memilih SBY mengingat capaian-capaian yang diraihnya.
    Tapi begitu dia memilih budiono sebagai pendamping muncul keraguan. bukan karena isu neoliberalisme, karena siapapun yg menang keberpihakan pada coorporate akan tetap terjadi. Tapi karena track record (bukan jabatan-jabatannya) masih belum banyak dikatahui publik. Lain halnya dengan Sri mulyani.
    Perkembangan sesudahnya, dari isu-isu yang muncul memperlihatkan penampilan SBY dan tim suksesnya tidak sebaik saat pilpres 2004.
    kadang lamban, kadang tterlalu terpancing mengomentari pernyataan kompetitornya. Kesannya sekedar memelihara loyalitas pendukungnya agar tidak pindah ke lain hati.
    Tidak begitu banyak ide, program kerja baru yg bisa menjadi angin segar. Sebagai calon pemilih sebenarnya saya ingin tahu dan menunggu bagaimana beberapa keberhasilan yang sudah dilakukan sebelumnya akan di”lanjutkan”.
    Sebaliknya, JK perlahan mulai menarik hati saya. penampilannya pada beberapa talkshow saya anggap cukup menarik meski belum masuk katagori memukau. sama seperti mas don di, terbersit keraguan karena Jk dan wiranto dari golkar yg notabene tulang punggung orba. Sekedar opini pribadi, golkar dimata saya identik dengan status quo. Namun setelah beberapa lama kepercayaan pada JK mulai menebal.
    Yang masih jadi pertanyaan seandainya JK terpilih, sejauh mana elit golkar mempengaruhi jalannya pemerintah. no ofens, saya masih sulit percaya dan sakit hati dengan perilaku politik mereka, khususnya di era orba.
    Megawati? no comment. tanpa maksud menyinggung siapapun, khususnya simpatisan Mbak Mega, saya cuma berharap putrinya puan maharani bisa jauh lebih baik di masa mendatang.
    Setelah menimbang plus minus para kandidat, sampai hari ini capres favorit saya JK, entah kenapa, saya melihat beberapa putra Sulawesi tampil cukup simpatik di pentas nasional. Barangkali hasil investasi mereka yang lebih baik di dunia pendidikan ya?😉
    Lalu bagaimana dengan hasil survey yang banyak menempatkan JK di posisi hopeless? tak masalah….., eh terus terang kecewa juga sih, akhir-akhir ini saya memang selalu berpihak ke yang kalah, pileg, piala champion, balap formula🙂
    Tapi itu hari ini, besok sampai hari H mungkin saja ada pergeseran atau perubahan pilihan itulah politik.

    Comment by adhiwirawan | 14 June 2009

  9. mereka bertiga akan kucontreng, soalnya mereka baik semua.

    Comment by Singal | 14 June 2009

  10. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Comment by dir88gun2 | 15 June 2009

  11. @dir88gun2: waalaikumsalam warohamtullahi wabarokatuh, dek…

    thx link2nya, saya udah berkunjung, membaca dan berkomentar. akan datang lagi sesering mungkin karena isi blognya menarik minat saya.

    dari komentar anda dalam paragraf 6, bisa dijelaskan bantuan macam apa yang mungkin dilakukan? kalau ada artikel saya di blok ini yang anda rasa menyakiti atau bahkan memblokade perjuangan menegakkan kebenaran islam, tolong beritahu saya. jika argumen anda logis, saya ga sungkan membuang postingan tersebut.

    saya cinta islam tapi latar belakang saya membuat saya sangat toleran terhadap non muslim. mungkin tujuan kita sama tapi cara kita berbeda.

    di rumah saya ini, perbedaan pendapat sangat dihargai sepanjang bahasanya santun di mata umum. terima kasih sudah menyempatkan diri mampir dan berkomentar.

    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Comment by wyd | 15 June 2009

  12. semalem nonton dialog capres seputar isu pendidikan. kalau dari orasi dan penyampaian visi, menurut saya JK punya nilai lebih, saya suka jawabannya mengenai entrepreneurship dan dan penciptaan lapangan kerja bagi lulusan PT.
    SBY, punya nilai tersendiri saat menyampaikan kesetaraan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan.
    Megawati selain kebetulan pernah jadi presiden, cukup cerdas menepis isu kesinambungan alokasi anggaran pendidikan minimal 20%, dan program sertifikasi guru dosen.
    setidaknya itu kepedulian saya sebagai guru.
    Masih beberapa minggu lagi untuk melihat dan menimbang pilih 1, 2 atau 3.

    Comment by adhiwirawan | 16 June 2009

  13. @adhiwirawan: saya juga nonton, mas. physically, saya fresh melihat gaya JK. berdiri, santai, seolah kita sedang mendengarkan beliau bicara pribadi pada kita orang-perorang. pilihan yang pintar.
    namun SBY mampu menampilkan kharisma pemimpin, yang ga dimiliki semua orang.
    sedang megawati bisa menyuguhkan sisi kuat-cerdas perempuan tanpa meninggalkan sisi kewanitaannya.

    buat saya secara umum penampilan semalam:
    1: sweet-floating
    2: logic-theories
    3: logic-factual

    Comment by wyd | 16 June 2009

  14. Iya, satu lagi, waktu SBY membandingkan mutu pendidikan daerah asalnya dan daerah asal JK dijawab secara diplomatis oleh JK. \”Menurut mendiknas, Angka buta huruf di dearah asal SBY dan JK sama-sama besar, seringkali dari daerah seperti itu muncul pemimpin besar\”. Waktu kamera menyorot SBY yang menyambut komentar itu dengan bertepuk tangan, hati saya jadi adem🙂

    Comment by adhiwirawan | 17 June 2009

  15. Buat saya pribadi, sampai sekarang belum ada pilihan yg tepat.
    jika saja prabowo mencalonkan dirinya menjadi presiden mungkin saya lebih memilih prabowo tapi sayang dia dibelakang megawati sekarang.

    Comment by Deka | 23 June 2009

  16. Kalo bingung minta petunjuk mba sama Allah,
    emang sulit buat nentuin siapa yang lebih pantas buat mimpin negara ini dari ke tiga calon di atas, tapi selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan bangsa ini kalo kita semua bergerak buat bilang dan lakukan “iya” untuk kemajuan bangsa ini.

    thanks buat mbanya yang udh kasih topik diskusi,,,

    salam hangat,

    xentala.wordpress.com

    Comment by xentala | 26 July 2009

  17. Very nice site! is it yours too

    Comment by John1257 | 8 August 2009

  18. o6iava Excellent article, I will take note. Many thanks for the story!

    Comment by Cialis | 8 March 2010

  19. Walaupun saya secara umur belum dapat mengikuti pemilihan umum, namun setelah membacanya, saya jadi tertarik mengikuti perkembangan politik. Memang prabowo adalah sosok calon pemimpin yang seperti soekarno maupun soeharto, orangnya tegas, berwibawa, dan tidak gentar terhadap bangsa lain. namun sosok ini ditakutkan oleh rakyat akan menjadi seorang diktator seperti soeharto.
    Lalu susilo bambang yudhoyono, seorang yang tegas (namun menurut saya agak kalem??), dan saya setuju dengan tanggapan mam mengenai dirinya.
    terakhir bu mega, putri bung karno, menurut saya ia selalu mengedepankan kepentingan wong cilik (setuju!!) dan emansipasi perempuan (akankah menjadi pengganti sosok kartini?)
    kalau saya bisa memilih waktu itu, saya akan memilih prabowo-wiranto.

    Comment by Rizky Hermawan Paulus-Kirana 17 | 18 November 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s