Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Inilah Indonesia, Manohara!

Entah bagaimana latar belakang hidup gadis cantik bernama Manohara Odelia Pinot itu. Yang pasti, dada saya ikut sesak karena sedih bercampur geli.
Sedih melihat gadis muda yang usianya hanya terpaut dua tahun lebih tua dari putra saya, harus mengalami nasib mengenaskan. Lebih sedih karena nasib jelek itu malah diperolehnya karena kemolekannya.
Namun saya geli mendengar komentar-komentar polosnya yang diucapkan dengan bibir yang hanya terbuka kecil. Suaranya yang lembut masih terlalu polos untuk menyuarakan nasib bangsa ini di mata bangsa lain, terutama tetangga bebuyutan, Malaysia.

Cerita pilu Manohara di mata saya tak lebih buruk dari cerita para TKW, yang katanya penyumbang devisa bagi negara ini. Tentu bukan tentang cerita kesuksesan TKW di negeri orang hingga bisa membangun rumah megah. Walau bisa jadi rumah yang dibangun di kampung halaman dan sejumlah uang yang dikirimkan malah digunakan sang suami untuk memikat wnaita lain di kampung halamannya, sementara si TKW harus beradu fisik dengan majikannya di negeri orang.

Kalau Manohara dengan pilihan kata-kata lugunya –yang bahkan harus bertanya pada ibunya apa istilah Bahasa Indonesia untuk dubes– menginginkan pergantian dubes Malaysia, seharusnya bangsa ini terbangun dari tidur panjang tentang betapa indah negeri bernama Indonesia.

Beberapa fakta yang harus diakui memang terjadi pada bangsa ini dan hubungan antara Indonesia-Malaysia antara lain:

Pertama, sikap ga bisa menahan diri dari menerima suap dan sejenisnya. Kalau punya jabatan di negara ini, maka bangsa sendiri yang menjadi korban. Eh, menjadi pejabat di negeri orang juga masih mata duitan!

Kedua, empati yang minimalis terhadap nasib bangsa sendiri. Entah karena takut terseret masalah, atau memang sikap masa bodoh yang ga peduli melihat penderitaan orang lain. Manohara mewakilinya lewat panggilan telpon dengan rintihan ‘Ini emergency’ atau sebuah stasiun TV lokal memperlihatkannya lewat tayangan ‘Minta Tolong!’.

Ketiga, tayangan TV nasional sudah saatnya menjadi perhatian bangsa ini sebagai bagian dari pendidikan anak bangsa. Acara infotaimen atau sinetron, sebagai dua dari suguhan menarik bagi banyak orang, bukan ga mungkin dikemas menjadi tayangan peduli nilai-nilai kemanusiaan.

Keempat, harus diakui Malaysia adalah bahaya laten bagi kedaulatan bangsa Indonesia. Kasus yang terjadi antara kedua bangsa harus disudahi. Kalau kita terus bersikap masa bodoh, maka bagian dari negara ini sedikit demi sedikit tapi pasti, akan segera lepas dari genggaman kita. Tentu akan sedikit memalukan memperebutkan sesuatu yang menjadi milik kita tetapi telah diakui dunia internasional sebagai milik bangsa lain. Misalnya, lihat tanah-tanah di Pulau Kalimantan yang telah bergeser patokannya, menjorok makin lebar dari Malaysia. Padahal bangsa ini secara nominal jauh lebih banyak dibandingkan penduduk Malaysia. Bangsa ini terlalu sibuk membangkitkan kebencian pada Amerika atau Israel sehingga teralih perhatian dari Malaysia yang notabene ada di sekitar kita. Saya tidak sedang membangkitkan kebencian pada Malaysia atau negara mana pun, tetapi sudah saatnya kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap negara satu itu.

Kelima, masih banyak orang yang tidak bisa menikmati musik bangsa sendiri. Ini tentu bukan karena sok oriental atau sok kebarat-baratan. Musik berhubungan dengan ‘rasa’. Ternyata saya tidak sendiri…. Beberapa penyanyi dalam negeri bisa memberikan ‘rasa’ di telinga saya dan mempengaruhi empati saya. Tetapi sejumlah besar lainnya justru membuat saya makin menjauh dari musik bangsa sendiri. Saya tersenyum saat Manohara mengatakan si Raja Kelantan meminta penyanyi Indonesia berhenti menyanyi, padahal konon katanya dia penyanyi bagus di negeri ini🙂

7 June 2009 - Posted by | Opini | , ,

17 Comments »

  1. Saudara/saudari, tidak harus menuduh malaysia seperti kami ingin merampas apa juga milik Indonesia. Ini tidak berkait dengan kes Manohara. Malaysia didalam sejarah adalah satu bangsa dan budaya yang luas. Sedangkan Singapura dan kepulauan Riau dulunya adalah milik Malaysia. Ini benar bahkan diantaranya adalah pasti milik Malaysia seketika dulu. Tetapi Malaysia tidak pernah mahu menganyang Indonesia atau Singapura.Kami mendapat hak melalui keputusan mahkamah antarabangsa. Batik Indonesia dan Batik malaysia tidak sama rupanya, malah lagu milik indonesia merupakan kebudayaan bertindih kerana ramai orang Indonesia masuk dan tinggal di Malaysia sejak berzaman. TKI di malaysia tentulah tidak mendapat kelebihan seperti warganegara, wajarlah jika orang Malaysia di Indonesia juga tidak mendapat kelebihan seperti orang Indonesia kan. Pembantu saya orang Indonesia silih berganti, yang pertama pura-pura gila kerna ketahuan lagi kerja dirumah jiran, selebihnya diganti adayang mencopet, ada yang kacau jiwa kerana suami meninggal accident di Indonesia, adayang gila lelaki main telepon hingga lelaki cari diagensi, ada yang kahwin suami orang diIndonesia sedar sedar sudah mengandung, cuma yang akhir saya bagus, si Susanti yang lembut dari jakarta timur dan juga ibu seri yang umurnya hampir 50 tahun tapi masih ingin berkerja lagi dengan saya. 2 orang ini saja yang saya syukuri kerana dapat menjaga anak-anak saya ketika saya keluar berkerja. Selebihnya hanya suka main-main, malah mencuri juga dirumah saudara saya RM1500,malah lari kerumah orang lain minta kerja.Ramai yang tidak punya permit. Di toko saya punya keponakan dan kami baik sama pekerja ditoko bersebelahan. Si Indonesia ini rata-ratanya mendapat RM800-RM1200 sebulan sebagai jurujual. Jurujual malaysia cuma diksi gaji Rm500-RM800 sahaja. Pekerja Malaysia dibank cuma bergaji RM800 sebagai kerani di sini..makanya ramai Indonesia yang suka keMalaysia melalui jalan halal atau tanpa permit.Ramai Indonesia yang lumayan hidupnya jika buat kerjaan sendiri biarpn tanpa permit seperti sub kontraktor rumah.Yang punya I/c lagi lumayan, malah lebih dari kami. Kalau ada TKI Indonesia yang bernasib malang, saya kira ada masalah komunikasi di malaysia, majikan suruh lain dibuat lain.Makanya dimarahin..ya yang TKi harus sedar ya, mahu cari uang biar buat yang benar dan halal makanya Allah redho dan orang pun sayang.. Orang Malaysia penyayang Ibu/bapak, orang Thai juga datang sini ketuk pintu minta dema masjid malah dikasi.. kalau dengar Indonesia gempa bumi, terus bank-bank buka saluran akaun supaya rakyat bisa menderma..kamu dengarlah dari orang Indonesia yang nggak mahu pulang-pulang, jangan dengar dengan TKI yang pulangnya ngga cukup tempoh, pastinya ada sebab makanya mereka tidak berjaya. Nak TKI Indonesia hatinya mesti tulus cari rezeki di negara orang, ikut aja budayanya, biar manis tuturnya supaya tuan rumah sayang dan mudah berjaya. Maka Ibu/bapak jangan salah ngerti, kami orang malaysia sayang sama Indonesia kerana kita kan hampir sama jati bangsanya. kalau tidak sayang tidak ada TKI indonesia yang berjaya disini.

    Comment by rose | 8 June 2009

  2. @rose: thx udah memberikan argumentasi. banyaknya kasus ga enak orang indonesia terjadi di malaysia yang dimuat mass media membuat banyak orang indonesia setengah hati menerima persamaan rumpun dengan malaysia. kasus lama sipadan-ligitan, juga masih membekas di ingatan.

    tapi setidaknya, argumen anda memberikan nilai tambah positif dari sisi malaysia. terima kasih.

    mudah2an apa yang dikuatirkan banyak orang indonesia tidak menjadi kenyataan🙂

    Comment by wyd | 8 June 2009

  3. Sedih rasanya kalau bangsa serumpun curiga pada saudaranya di Malaysia.Setuju pada pandangan Ros. Saya menggaji ramai orang Indonesia untuk membuat “renovation” dirumah saya.Ada yang datang dari Lombok, dari Sumatera dan dari Madura. Baik-baik orangnya dan tekun bekerja.

    Memang Malaysia tak pernah ada niat untuk menambahkan jajahan dari apa yang ada tapi dasar Malaysia untuk defend apa yang ada. Masalahnya, kalau ada dispute, pertindihan claim dari kedua dua pihak, jalan yang diambil oleh Malaysia adalah perundingan ataupun rujuk pada ICJ.

    Ngakk pernah pemimpin Malaysia menggalakkan “ganyang Indonesia”.. setahu saya tak pernah kedengaran.Yang ada hanya dari Indonesia ‘ganyang Malaysia’. Di tahun 1960an ramai komando Indonesia mendarat di Malaysia dan ramai dari mereka tewas ditangan askar Malaysia.

    Comment by oodoombook | 8 June 2009

  4. @oodoombook: sekarang pemerintah indonesia sedang mengupayakan meminta ‘penjelasan baik2’ dari pihak malaysia mengenai laut ambalat. kapal perang malaysia beberapa kali kepergok dan diusir dari laut ambalat, terutama di bulan2 terakhir. rasanya agak2 ga mungkin kalau tentara atau polisi perairan malaysia ga tahu mana batas negaranya, kan?

    kalau seseorang ga teriak2 kehilangan bukan berarti dia ga kehilangan, kan? kalau malaysia ga pernah mempopulerkan ‘gayang indonesia’ atau bahasa lain sejenis, bukan berarti kasus2 pelecehan kedaulatan indonesia yang dilakukan malaysia hanyalah berita bohong dari pihak indonesia, kan?

    kalau pemerintah malaysia tidak mencari2 urusan dengan menyeberangi kedaulatan indonesia, tentu ga akan pernah ada masalah, kan?

    orang indonesia itu ga mudah curiga, sehingga ketika bagian dari negaranya udah pindah tangan dan dibawa ke mahkamah internasional sebagai kasus perebutan, baru deh orang indonesia mengerti siapa lawan dan siapa kawan. lucu aja buat masyarakat indonesia ketika malaysia membawa kasus sipadan ligitan ke MA padahal kedua pulau itu sah milik indonesia sejak jaman baheula. BTW… di indonesia berlaku pameo: yang menang belum tentu benar🙂

    Comment by wyd | 8 June 2009

  5. Sedikit pembetulan pak wyd!; kasus sipadan ligitan tidak boleh dibawa ke ICJ dibawa sebelah pihak sahaja, ianya atas persetujuan kedua-kedua pihak Indonesia dan Malaysia dan apa-apa keputusan harus diterima oleh kedua-dua pihak.Faktanya, kasus dimenangi oleh Malaysia.

    Dalam kasus Pulau Batu Putih, rebutan antara Singapura dan Malaysia, kasus tersebut dibawa juga ke ICJ dan keputusannya dipihak Singapura.Walaupun terasa pedih pulau yang sekangkang kera terlepas, rakyat Malaysia tidak mengamuk dong.

    Dalam kes TKW, terlampau banyak kedengaran kasus TKW itu dianiaya oleh majikan. Orang-orang Indonesia perlu faham kalau ada kasus aniaya seperti penderaan; kalau ianya berlaku rata-rata dilakukan oleh majikan berbangsa Tionghua.

    Seperti cerita Ros tadi; terlampau banyak kasus penipuan dan pelarian yang dilakukan oleh TKW; rata-rata kenalan saya mengalami nasib yang sama.

    Cuba youtube http://www.youtube.com/watch?v=j3_SHDa1E-8 ini kasus deraan TKW terhadap kanak-kanak. Sedih bukan kalau kena pada anak sendiri bukan! Tengok ya Dong!

    Comment by oodoombook | 8 June 2009

  6. Kajiannya menarik dan informatif. Tulisan saya tentang Manohara agak kacau balau.Salut.

    Comment by BaNi MusTajaB | 10 June 2009

  7. Bu Wyd, sekarang sedang terjadi perdebatan apakah Manohara itu berbohong atau tidak… tapi terlepas dari semua itu, baik di pihak Malaysia dan Indonesia memang salah karena mereka tidak menjernihkan masalah yang ada, sampai sekarang…

    Yang paling penting untuk diingat adalah walaupun ada TKI yang ditindas, bukan berarti semua TKI ditindas. Begitu juga walaupun ada TKI yang nakal di Malaysia, bukan berarti semua TKI nakal. Hal ini harus diselesaikan case by case, yang mana pemerintah Indonesia dan Malaysia plus media massa kedua negara tersebut masih tidak mengerti dan cenderung membuat perspektif negatif…

    Masalah utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan wilayah adalah pengertian tentang apa yang menyebabkan negara itu mempunyai hak akan wilayah tersebut…

    Sejatinya kalau menuntut berdasarkan keturunan, Malaysia bisa benar tentang Riau dan Kalimantan, bahkan nyaris sebagian besar wilayah Indonesia, karena nenek moyang mereka adalah berasal dari sana, terutama kaum Melayu (contoh paling mutakhir adalah Perdana Menteri Malaysia yang berasal dari Riau ya? Tolong koreksi saya kalau salah)…

    Bagaimanapun, Indonesia mendasarkan wilayahnya berdasarkan persamaan jajahan, yaitu pernah dijajah oleh Belanda -Hindia Belanda, VOC tepatnya- pada kurun waktu tersebut (penyebab utama kenapa Timor Timur terlepas dari Indonesia adalah karena dijajah Portugis ya? Tolong koreksi saya kalau salah)…

    Kesimpulannya, terjadi perbedaan persepsi. Pada saat inilah bukan masalah siapa yang benar atau salah, tapi siapa yang mempunyai banyak dukungan. Untunglah kita berada di masa modern dimana semua bisa diselesaikan di meja perundingan. Kebalikannya, siapapun yang menang di meja perundingan belum tentu dialah yang benar🙂

    “There is no such truth. Philosophy is dead.” – Oxford Murders.

    Comment by vandeput | 12 June 2009

  8. @vandeput: manohara berbohong atau ga, tapi wajahnya innocent banget yah….

    kalau mau diurut-urut ke belakang, malaya dan singapura kan bagian dari sriwijaya🙂

    ini sama aja kayak palestine jadinya. udah jadi negara orang di jaman baru, eh para mosas dan rakyat israel bilang tanah itu diperuntukkan oleh nabi2 mereka buat yahudi. nah loh!

    soal TKW… malaysia kan penduduknya jauh lebih dikit dibandingkan indonesia. tapi kasus penganiayaan terhadap sesama manusia (TKW) kok banyak banget yah dan amat sangat di luar batas kemanusiaan (itu yang ketauan. yang ga???). makanya ibu lebih cenderung memandang itu sebagai cara pandang masyarakatnya. meski alasan malaysia (biasanya): yang melakukannya orang keturunan china, bukan orang melayu. tapi kan mereka tetep rakyat malaysia!

    ga bisa dong kita menyalahkan orang luar sebagai kompor rakyat aceh sehingga mereka ingin merdeka (meski misalnya kenyataannya begitu). kita lebih suka menyalahkan diri sendiri, yaitu ketidakadilan yang kita buat sendiri. ya kan? ini namanya ksatria….

    soal melayu, ibu juga punya darah melayu riau/deli🙂

    Comment by wyd | 12 June 2009

  9. @rose terima kasih pencerahannya. Indonesia dan Malaysia memang bangsa serumpun. Indonesia utamanya Sumatra dan Kalimantan pernah bersama-sama dengan Malaysia dalam kerajaan Melaka, yang mana sultan terakhir yang bertahta di Malaka bermakam di Kampar, Riau.

    Adalah Rafles yang membeli Singapura dari Sultan Lingga (Riau)yang menyebabkan kedua bangsa terpisah.

    Meski begitu, keinginan untuk bersama sebenarnya masih ada. Ketika Indonesia merdeka, ada keinginan untuk bangsa Indonesia untuk memasukkan wilayah Semenanjung Melayu dan Patani dalam wilayah republik. Perhitungan hukum dan tekanan Jepang yang ditekan Sekutu, dan perhitungan kekuatan yang lemah di mana untuk mempertahankan wilayah warisan Hindia Belanda saja, bangsa Indonesia sulit apalagi wilayah yang bukan warisan Hindia Belanda, maka Indonesia hanya mengklaim bagian wilayah Hindia Belanda. Keputusan tersebut disesalkan sebagian pejuang Malaysia.

    Keyakinan perjuangan satu bangsa Indonesia/Malaysia tergambar bahwa ada orang Indonesia yang menjadi patriot kemerdekaan Malaysia, sebaliknya di Indonesia ada orang Malaysia yang berjuang dalam revolusi Indonesia. Di Riau misalnya, salah satu komandan batalyon dalam perjuangan RI adalah Abdul Manaf yang berasal dari Malaysia.

    Klaim Indonesia Raya yang terdiri dari mulai Patani hingga Papua, yang menjadi salah satu alasan penolakan pembentukan negara Malaysia. Indonesia membantu Azahari yang ingin menggabungkan Serawak ke Indonesia.

    Dalam awal-awal kemerdekaan Malaysia, Malaysia banyak mengundang warga Indonesia dari Mandailing, Minang, Melayu, Bugis dan Jawa untuk mengimbangi populasi Cina di Semenanjung.

    Tapi realitasnya, Indonesia dan Malaysia berbeda. Banyak benturan antara kedua negara di mana terlihat tidak adanya advokasi hukum bagi TKI dan warga negara Indonesia. Di Riau, banyak sekali eks TKI yang kabarnya disuntik gila dibuang melalui pelabuhan Dumai.

    Mungkin benar, banyak warga negara Indonesia yang berbuat tidak layak. Tetapi perlindungan negara terhadap mereka terkesan kurang. Filipina misalnya berhasil mempertahankan hak warganya, sekurang-kurangnya, pengadilan untuk mereka dilakukan di wilayah negara lain yang dinilai netral.

    Comment by dan di | 16 June 2009

  10. Bu Wyd, wajah Manohara memang innocent banget… sayangnya media massa melebih-lebihkannya dengan menyebutkan “akan dibuat sinetron”, mana saya tidak ketawa membaca kasus Manohara itu😀

    Ya, makanya jangan mau dilihat dari masa lalu, apalagi yang lalu banget, perebutan wilayah kembali itu sangatlah salah… seperti Israel merasa dirinya berhak atas tanah karena dia pernah di tanah itu.

    Kasusnya sampai sekarang adalah Malaysia duluan yang melanggar batas wilayah dengan menerbitkan peta sepihak yag tidak hanya Indonesia yang tidak setuju, tetapi juga Singapura, Filipina, dsb.

    Kasus lempar tanggung jawab memang sangat disayangkan dalam kasus TKI, makanya saya sangat menyarankan untuk menyelesaikannya case by case kemudian harus ada itikad baik dari pemerintah Malaysia untuk mengakui kasus-kasus tersebut banyak terjadi di negaranya, untuk mengubah cara pandang rakyatnya sendiri.

    Masalahnya yang sudah sering mengalami pengadilan adalah TKI-TKI nakal, sedangkan majikan TKI nakal sangat jarang mendapat hukuman yang layak.

    Kadang kita memang baru merasa sayang kalau sudah mulai kehilangan dan kecolongan… pemerintah Indonesia >_<

    Karena saya sangat mirip dengan orang Cina, saya agak ragu saya keturunan Melayu atau bukan😀

    Comment by vandeput | 17 June 2009

  11. memang kalo dari ceritanya terdengar menyedihkan. tapi semakin kesini kasus ini kok semakin menimbulkan tanda-tanya besar. sangat disayangkan kalo mencuatnya kasus ini dikarenakan obsesi seseorang untuk kepentingan pribadinya dan mendompleng banyaknya kasus penganiayaan TKW kita. not judge people, just need the truth

    Comment by Me on the Net | 3 July 2009

  12. duh manohara
    kenapa di indonesia juga di exploitasi bahan entertainment

    Comment by Stop Dreaming Start Action | 3 July 2009

  13. ngomong ngomong malaysia marah ga jika warga malaysia di siksa di indonesia?

    apa belum pernah ada penyiksaan di indonesia?

    berarti kita negara baik!
    LOL

    Comment by wahyu | 7 July 2009

  14. During the ahead week Big sibling divided the HouseGuests into four sets of three; Athletes, Populars, Brains, and Off-beats. A thirteenth HouseGuest begined to cease one set an help settled the others.] Four HouseGuests from heretofore seasons returned to face one of each sets. Michael “Cowboy” Ellis of Big sibling 5 reinforcemented the Off-beats, Jessica Hughbanks of Big fellow 8 faceed the Populars, Brian Hart of Big sibling 10 reinforcemented the Brains, and Jessie Godderz also from Big confrere 10 reinforcemented the Athletes. The set that won the ahead prevent of Household, the Athletes, won Jessie Godderz to jot down the gratis and appropriate for big brother 11 instances ly of their set. He also became the start with prime minister of Household of the season.

    Comment by bigbrother | 12 July 2009

  15. After the box-office free tagalog movies success of Sukob, Feng Shui and Tenement 2, Star Cinema is coming discover with added shriek wink that module have chills to moviegoers.

    Villa Estrella is added locate to tagalogmovies refrain but watch free tagalog movies definitely added wink to watch discover for. It’s a teenaged wink horror wink starring Jake Cuenca, Shaina Magdayao, Maia Salvador, pinoy movies Geoff Eigenmann, Liza Lorena and John Estrada. At the helm is Rico Maria Ilarde.

    Villa Estrella download tagalog movies is a mysterious watch tagalog movies use concerned by many spirits seeking official from people who caused their death. The wink module start with Ana (played by Shaina Magdayao), who always been sick with so many intense dreams or nightmares about people existence killed. The twist latest tagalog movies begins when free tagalog movies download her ex-boyfriend pinoy tagalog movies (played by Jake Cuenca) brings her to Villa Estrella for a vacation, where she meets a woman (Maja Salvador) who is very old from her dreams. A lot of tagalog free movies spirits online tagalog movies module haunt filipino tagalog movies them patch staying at the tagalog movies website use leading watch free tagalog movies online them to a tagalog movies online danger they never due to happen.

    Comment by tagalogmovies | 13 July 2009

  16. Anjrit gw mau jadi presiden kalo gini mulu indonesia

    Comment by me | 10 August 2009

  17. saya pernah menulis dalam makalah saya tentang buruh migran indonesia (informal alias PRT), kenapa hak TKW kita dikebiri di malaysia? karena status TKW kita adalah “persona non grata” kasarnya orang yg gak punya hak jadi mau diapain aja bebas, why? balik lagi, ini karena pemerintah kita gak punya power, emang malaysia ngambil PRT dr Indonesia aja? dari philipina juga. Tapi pemerintah philipina lebih tegas,mereka gak pake MoU, kalau Mou kan sifatnya masih bisa dilanggar meski udah ada kesepakatan, tapi tidak berkekuatan hukum, nah negara kita masih pake MoU, sedangkan philipina itu udah pake agreement, isinya jelas hak dan kewajiban masing2 negara terhadap tenaga kerja dan majikan, siapa yg ngelanggar ya dikenai hukuman, kadang saya suka berfikir, kita butuh sosok presiden seperti bung karno lagi, bila perlu hittler, nah loh

    Comment by Riri El Rose | 12 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s