Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Dok, Tolong Dong!

4docLupa di mana istilah di atas pernah saya baca, tapi istilah itu cocok dengan kondisi saya. Saya bukan tipe orang yang mudah mengeluh sakit tapi semua orang bisa melihat saya menahan sakit nyaris tiap hari. Untungnya saya bisa menyelesaikan semua pekerjaan saya tepat waktu meski dengan tubuh lemah atau kepala sakit.

Berikut beberapa penyakit yang pernah atau masih bersemayam di tubuh saya:

Darah saya punya masalah. Saya harus minum vitamin C dua kali dari orang normal karena darah saya hanya mampu menyerap vitamin C setengah dari orang normal. Karena terlalu banyak minum vitamin C, saya kena maag. Kadang kambuh tanpa tanda-tanda. Beberapa kali saya dibawa ke UGD karena maag kambuh dengan sakit ga tertahankan. Dokter pernah meminta saya opname tapi saya menolak. Waktu di jalan ketemu orang, ada yang mengira saya lari dari rumah sakit habis operasi karena muka saya pucat pasi. Maag bikin saya muntah. Tapi sejak setahun belakangan saya jarang muntah. Dulu saya muntah tiap hari. Bisa pagi, siang atau malam.

Sejak SMP saya didiagnosis insomnia. Saya memang bisa begadang sampai satu minggu jika memang diperlukan. Tubuh saya lebih segar di malam hari. Jika saya nekat tidur siang 15 menit, saya harus menggantinya dengan tidak tidur semalaman. Biasanya saya minum obat tidur setelah ga bisa tidur sekian hari. Jika sudah tidur, alarm atau weker sekencang apa pun ga bisa membangunkan saya. Tapi jika sedang ‘merasa’ sehat, saya akan merasa sakit kepala jika tidur lebih dari 4 jam sehari semalam.

Hemoglobin darah saya jauh di bawah normal. Waktu SMP-SMA, saya injeksi vitamin dua kali seminggu. Dokter bahkan mengajarkan saya bagaimana menginjeksi diri sendiri. Sejak dewasa, saya hanya minum berbagai vitamin termasuk obat tambah darah. Saya menolak diinjeksi lagi. Pemeriksaan terakhir Hb saya 9,3 padahal normalnya 12-14. Tapi Hb 9 buat darah saya masih lumayan bagus, kata dokter. Saya pernah pingsan tiba-tiba di jalan dengan Hb 6. Belasan tahun saya terbiasa pingsan tiba-tiba. Anak balita saya bahkan hapal dan tahu apa yang harus dilakukan kalau saya mendadak pingsan saat kami bepergian. Saya pernah pingsan di kamar mandi, di mall, di depan kelas, di pasar tradisional, di depan tivi, lagi mandi, lagi jalan-jalan atau belanja, atau lagi upacara bendera. Waktu SMP-SMA dokter akan memberikan tepuk tangan jika saya bisa mencapai Hb 7 (normal 8-11 buat remaja). Pernah sekali waktu saya mencapai Hb 8, dokter bilang saya pasien terbaiknya🙂

Rahim saya pernah punya masalah belasan tahun. Jika sedang sakit, saya akan meminta siapa saja yang ada di dekat saya untuk menindihnya (diduduki) sekuat mereka. Anak saya lahir prematur. Beberapa detik setelah melahirkan, saya pingsan karena vertigo saya kambuh. Entah obat mana yang paten, saya nyaris ga merasakan masalah rahim lagi.

Saya didiagnosis shizophrenia. Kata psikolog (atau psikiater yah? Lupa!) yang merawat saya beberapa tahun, penyakit itu ga akan sembuh tanpa perawatan. Tapi setelah membaca banyak reverensi tentang shizophrenia, saya menolak diagnosisnya. Secara mental saya merasa sehat.

Saya penderita asma. Kambuh pertama saat usia 30 tahun. Sejak itu 6 bulan sekali saya akan terapi pernafasan, dan ga pernah lupa membawa inhaler ke mana pun pergi. Saya cocok menggunakan inhaler tapi ga sembuh dengan minum obat asma. Sejak pindah rumah, mungkin karena cuaca masih terlalu dingin di lingkungan rumah baru, saya lebih sering kambuh.

Waktu SMP, dokter meminta saya rekam otak. Tapi sampai sekarang saya selalu bisa ‘mengakali’ dokter. Versi dokter sih, ada sesuatu di kepala saya. Tapi saya ga peduli itu, yang saya rasakan adalah sakit kepala. Sakit, bukan pening atau pusing. Saya pernah menjadi pasien UGD tengah malam buta di 3 RS di Palembang dan sekian klinik. Satu kali saya pernah dipegang lima orang penjaga RS karena saya membentur-benturkan kepala ke dinding menahan sakit. Dulu saya melakukan itu tiap kali sakit datang ga tertahankan meski sudah minum obat. Saya pernah disuntik dan diberi obat tidur dosis tinggi selama 2-3 tahun yang bikin saya lebih banyak bengong dan sulit konsentrasi. Akhirnya saya memutuskan berhenti meski dokter bilang saya boleh mengkonsumsinya jika perlu.

Karena terlalu banyak minum obat, dokter bilang ginjal saya bermasalah. Saya harus buang air kecil 15 menit setelah minum air putih. Tapi kalau ga banyak minum, saya akan dehidrasi dan terasa kulit saya kering dan gatal-gatal berbintik kemerahan. Saya bisa menghabiskan 3 gelas air putih (kurang lebih 1 liter) sekali minum meski setelah minum banyak satu jam sebelumnya.

Kenyataannya: saya penyuka segala makanan manis. Di kulkas, es krim dan coklat jadi simpanan utama. Saya suka daging, ayam, daging dan ikan olahan, serta jeroan tapi kurang suka ikan. Saya suka susu, suka kopi encer tapi bisa muntah kalau minum teh. Saya ga suka sayur, ga suka nasi putih, ga suka makanan pedas. Saya melakukan yoga India, tapi ga pernah lagi olahraga sejak 6 tahun lalu. Aktivitas saya dimulai jam setengah 6 pagi.

Terus terang, saya bosan makan obat. Orang-orang terdekat saya rajin menelpon cuma untuk bertanya apa saya sudah terapi ini-itu atau ga lupa makan obat ini-itu. Saya lelah mengingatkan orang agar ga terlalu mencemaskan saya. Kesehatan yang buruk ini juga bikin saya ga bisa puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Pernah saya nekat puasa 5 hari berturut-turut. Hari ke-6 saya pingsan di atas tempat tidur setelah muntah seharian. Jadi saya puasa 3 hari, bolong 1-2 hari. Begitu seterusnya. Karena itu, saya ingin lebih sehat. Saya ingin tahu gimana cara menjadi lebih sehat.

Jika anda seorang dokter atau mengerti masalah kesehatan, tolong saya dong!

7 June 2009 - Posted by | Umum | , ,

20 Comments »

  1. Maaf kawan saya bukan dokter…
    Dan saya kurang suka ke dokter

    Comment by indra1082 | 8 June 2009

  2. wah tante ? *geLenggeLeng*

    schizo ? mau tanya : psikiater mahal ya ? habis berapa tuh tante ? *berminatniih*

    “beLasan tahun saya terbiasa pingsan tiba-tiba.”
    agak nya keseringan Liat cowok ganteng tuh ..:mrgreen:

    becanda tante, biar bikintante nya ketawa aja.. hhi

    cuma kasiH saran nih :
    ada juga penykit yang muncuL dari pikiran kita, jadi usahakan tetap berpikir positif tentang segaLa haL.
    pasti nya hidup akan Lebih menyenangkan *maafsayahsokbijak*

    setidak nya anggap saja ‘gangguan’ itu sebagai bumbu.. *tambahanehkomennya*

    ayo tante semangat !

    satu Lagi : rajin Lah tersenyum !

    mari berbagi senyum🙂

    Comment by tuannico Liebert | 8 June 2009

  3. Ampun deh Bu Wyd! Sampai ngeri saya bacanya….

    Comment by AL | 11 June 2009

  4. Saya sedang forward postingan ini ke teman saya yang lagi belajar di Fakultas Kedokteran… tapi saya rasa memang penyakitnya ada di pikiran Bu Wyd, ini masih terjadi di tahun belakangan Bu? Semoga saja membaik ^__^

    Comment by vandeput | 12 June 2009

  5. @tuanniko Liebert dan AL: kalau orang lihat saya minum beberapa obat dengan ukuran jumbo sekaligus (kadang lupa minum di rumah atau harus diminum abis makan siang) orang rada ga percaya saya sakit. karena saya malah hampir ga pernah mengeluh sakit. paling orang bisa lihat dari wajah saya yang pucat (tiap hari sampe sekarang) atau mendadak pingsan, atau kedinginan (saya hampir selalu mengenakan jaket meski udara panas).

    kayaknya pikiran saya bener2 bisa diajak kompromi bahwa saya ga sakit tapi tubuh saya ga bisa🙂

    @vandeput: thank u so much

    Comment by wyd | 12 June 2009

  6. Apa schizo nya masih Bu Wid? Tapi salut dengan ketegaran dan semangatnya. Mudah-mudahan lekas membaik ya Bu.

    Comment by enggar | 17 June 2009

  7. @enggar: menurut saya sih saya ga pernah schizoprenia. itu kan cuma ‘kata’ dokter🙂
    untuk ‘menolak’ analisis si dokter, saya ga berani menulis diari lagi, bu. Bahkan saya ga berani memiliki mimpi dalam kehidupan pribadi. cerita kehidupan buat saya adalah kemarin dan saat ini. saya ga berani menyimpan di kepala saya tentang impian2 masa depan kehidupan saya dan hari2 yang akan saya lalui

    Comment by wyd | 18 June 2009

  8. Maaf ya Bu Wyd, saya dan teman-teman saya gak berani berkomentar lebih lanjut tentang kondisi kesehatan Bu Wyd, takut salah bicara ataupun dianggap sok kepandaian…

    Jadi saya dan teman-teman saya cuma bisa mendoakan Bu Wyd supaya selalu sehat. Saya pribadi minta maaf kalau ada salah kata ya Bu🙂

    Comment by vandeput | 20 June 2009

  9. @vandeput: belakangan ibu coba terapi ala arab, bekam. mbak yang melakukan terapi mendiagnosis ibu terlalu banyak makan daging2an hewan berkaki empat. katanya hanya boleh seminggu sekali lah. maka ibu turuti. eh, hb darah ibu turun drastis, kepala sakit tiap detik, perut mual tapi tiap muntah yang keluar cuma air. krn dokter emang nyuruh banyak2 makan daging terutama hati untuk naikkin hb.

    waktu kita ketemu kemaren itu, kepala ibu lagi sakit juga. cuma yah.. jalani aja.
    kalau ikut kata dokter, ibu ga bisa menyelesaikan satu pekerjaan pun🙂

    ibu senang2 aja mendengarkan diagnosis apa pun meski kadang membingungkan krn bertolak belakang satu sama lain. komentar temanmu gmn? salah? ga pa-pa. yang langsung ketemu pasiennya aja sering salah, apalagi cuma lewat artikel🙂

    Comment by wyd | 21 June 2009

  10. Bu, jujur sya ngeri plus kagum pada ibu wktu baca postingan ini..
    Slah satunya,
    Ngeri membayangkan bgaimana ibu membentur2kan kpala waktu dirumah sakit dan kagum krna ktegaran ibu dgn ‘penyakit2’ itu..

    Sya ngikut kasih saran ya bu..🙂

    @ibu tadi mncoba terapi ala arab, bekam?
    Hhe.. Sebagai orang arab, sya kurang setuju dgn mbak bekam yg melarang mengonsumsi daging.. Setahu sya, bekam tidak ada pantang2an makan, itu hanya praduga mbak bekam sja

    @ibu sudah mencoba terapi habatusauda (jintem hitam) plus madu? Kata keluarga sya, insya4wi jika kita YAKIN, 2 herbal itu adalah obat dari sgala penyakit. Smoga infony bermanfaat🙂

    tak lupa sya doakan ibu cepat sembuh ^_

    Comment by Zar | 21 June 2009

  11. @Zar: thx. setelah bekam, emang ada beli kapsul habatusauda plus madu. kalau madu sih dari dulu. banyak yang mendoakan semoga makin cepat perginya penyakit2 itu. thx ya, zar. ini salah satu kenapa ibu mau mempublikasikan tulisan tentang ini.

    Comment by wyd | 21 June 2009

  12. Membaca tulisan tentang ini mengingatkan saya akan teman saya yang kondisinya hampir sama seperti anda selalu (Maaf…!) “berpenyakit”. Walaupun saya sekarang ada di bandung dan dia ada di palembang dia selalu rajin menelpon saya untuk cerita2. dan saya selalu memberi semangat kepadanya bahwa semua itu tidak lebih dari cobaan kepadanya, jangan berputus asa dan selalu mengambil hikmah. saya tahu mungkin perkataan memang mudah. tapi cobalah berusaha. tuhanpun tidak akan memberi cobaan dimana hambanya tidak sanggup lagi menahannya. semoga anda tetap diberikan jalan keluar yang terbaik.

    Comment by Deka | 23 June 2009

  13. Gah, sudah lupa Bu diagnosisnya seperti apa, yah seputar Hb itulah kok, dan bahwa penyakit Bu Wyd itu sudah sejak kecil… kalau Bu Wyd jaga diri baik-baik itu Hb ya bakal baik-baik saja kok…

    Bu Wyd boleh saja mencari pengobatan alternatif, tetapi sehebat apapun sugesti dari pengobatan alternatif tersebut, kalau diagnosisnya secara medis salah lebih baik jangan dituruti, yah cari aman saja kalau saya sih…

    Ibu pas ketemu saya cukup baik-baik saja kok, bisa diajak ngobrol dengan lancar. Tentu saja Bu Wyd harus sudah memikirkan tentang istirahat Bu Wyd ^___^

    Sekali lagi, ini pendapat pribadi saya kok😀

    Comment by vandeput | 24 June 2009

  14. @vandeput: iya, sejak kecil. bener banget. awalnya ‘cuma’ flu tiap hari. jadi minum obat flu. lama2 jadi harus alias rutin. kalau ga, malah menjadi2 flu-nya. bisa opname, hidung bengkak, mata berair ga henti, etc. sejak kelas 4 sd ibu harus minum obat flu (merk tertentu) minimal sebelum berangkat sekolah. obat wajib, sarapan ga. kata dokter, flu buat ibu kayak flu buat western🙂

    hari di mana kita ketemu, ibu minum 4 kapsul jumbo sebelum berangkat🙂

    Comment by wyd | 25 June 2009

  15. dear ibu ,
    anggaplah ini janji kenalan yg kemaren.
    kenapa disini? yaaa..hehe, tulisan ini yg bikin saya pertama kali mampir ke blognya ibu😀.
    Kalo ngeliat u’r personal description di “1)tentang saya dan blog”, gghh..hehe, speechless sayah. Abisnya mo ngomongin tujuan saya bikin blog? sebagian kecil tulisan jelas, tentang ilmu telekomunikasi, sebagian besar sisanya ga jelas antara ungkapan daya khayal saya yang lebai atau tumpahan emosi sesaat yang rasanya eksotis untuk diceritakan😛.
    Kalau ngomongin pekerjaan, saya sih cuma berani ngaku kalo saya berdomisili di jakarta, plan engineer bangor di salah satu operator telco, yang terpaksa menjadi bangor untuk menandingi ke-bangor-an lingkungan saya (dan tentang bangor itu,mungkin bisa dikategorikan sebagai shizophrenia stadium pertama?..hehe)
    Terakhir tentang mimpi saya, terakhir saya cuma inget mimpi tentang kepala desa itu, dan sekarang sedang menanti untuk bermimpi jadi guru SD atau setidaknya guru kimia saja?

    nice to meet u ma’am!!

    Comment by amilus | 25 June 2009

  16. wah bunda ngeri juga penyakitnya tapi semuanya bisa kok. tapi sekarang bagaimana kondidinya bunda? pernah coba “BENALU BATU” akar-akaran cukup efektif untuk menyerap sumber racun dalam tubuh. Dan No Problem untuk komentnya mau pribadi atau tidak saya sudah terbiasa terbuka sekarang. Jangan njengkel ya bunda dengan artikel2 saya dan bila perlu kita emailan biar sama-sama saling menjaga kerukunan umat manusia (ndak nyambung ya….)

    Comment by tigaw | 5 July 2009

  17. Sudah pernah coba dengan terapi S-EFT? Pengalaman sy banyak sekali pasien yang terbantu dengan teknik terapi tersebut. Saya jga sering menggunakannya. Tanpa obat, cepat mengurangi rasa sakit….

    Comment by Muhammad Jabir | 5 July 2009

  18. 4 Kapsul Jumbo? Wah, parah banget tuh Bu Wydo_O

    Comment by vandeput | 10 July 2009

  19. Ibu, coba ibu mulai baca Al Quran setiap hari (terutama surat Al Baqarah) dan sesudah sholat cobalah baca zikir pagi (sehabis sholat subuh) dan petang (sesudah ashar atau magrib) yang Nabi SAW biasa amalkan ( ada di jual di toko buku Doa Zikir pagi Petang ) dan minumlah Jinten hitam, madu serta jalani pengobatan bekam , saran saya coba konsultasi ke Ustad2 yang biasa membuka praktek bekam (bisa coba ke Bengkel Rohaninya Ust. Abu Aqila bisa lihat websitenya disini http://www.bengkelrohani.com/ dan ibu bisa konsultasi sekalian mengenai penyakit Ibu.
    Mudah2an Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Ibu.

    Comment by hsya | 1 September 2009

  20. positive thinking aja mba, dikasih sakit sebanyak itu, kalau mba sabar, itu menggugurkan dosa2 mba, kenapa mba yg di pilih tuhan untuk mengidap bejubun penyakit? jawabannya karena Dia sayang mba.

    Comment by Riri El Rose | 12 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s