Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

ANTV Mempropagandakan Black Magic!

Tulisan ini mennumbergenai tayangan berjudul Luar Biasa pada Malam Minggu, 18 April 2009. Setelah tayangan ‘Supernatural ‘ yang saya ikuti sambil seringkali memejamkan mata atau menyembunyikan wajah di balik bantal, saya lanjutkan menonton ‘Luar Biasa’. Karena jadwal saya menonton tidak rutin, saya tidak tahu apakah acara tersebut hanya acara selingan malam itu atau memang acara rutin dalam periode tertentu.

Tanpa mempermasalahkan hal tersebut, saya tertarik saat sang host Dona Agnesia menyatakan bahwa Ustad Sutrisno (mudah-mudahan saya tidak salah menuliskan nama beliau) telah menemukan pil ajaib yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Awalnya saya tidak berprasangka buruk, saya pikir hanya mencampurkan berbagai jenis tumbuhan. Secara kimia, beberapa substansi kimiawi dapat bercampur tanpa saling menetralkan atau meracuni satu sama lain. Namun saya terkejut, saat dinyatakan dalam ilustrasi bahwa kapsul tersebut ditemukan setelah sang ustad menjalani ‘puasa mutih’ selama tiga bulan (kalau tidak salah). Sang ustad mengklaim bahwa ramuan tersebut diperolehnya atas petunjuk Allah Subhanallahu Wataa’la.

Garis besarnya, pria muda yang menyebut dirinya ustad itu, menuliskan tulisan tertentu (sepertinya tulisan Arab) di atas sembilan lembar potongan kertas.Tidak dijelaskan apakah menggunakan kertas khusus. Tulisan-tulisan itu dinamakan raja. Mungkin berasal dari kata ‘rajah’ yang bisa berarti torehan. Kertas-kertas tersebut lalu dimasukkan satu persatu ke dalam kapsul sehingga berjumlah sembilan kapsul. Pasien harus meminum kesembilan kapsul sekaligus. Sebelumnya, kapsul-kapsul tersebut dibacakan oleh sang ustad (dengan suara amat pelan sehingga tidak terekam video). Saya cenderung melihatnya sebagai jampi-jampi.

Khasiat masing-masing kapsul berbeda. Ada yang bertujuan untuk mengeluarkan aura positif pasien sehingga orang akan mendengar tutur kata manisnya. Ada juga yang berfungsi sebagai kekebalan sehingga tidak mempan dilukai, menghilangkan sifat iri dengki dan sejenisnya, menolak teluh atau guna-guna, atau membuat si pasien ‘berani’ berdialog dengan ‘orang-orang yang disegani’, misalnya atasan atau pejabat.

Tayangan tersebut mengembalikan ingatan masa kecil dan masa remaja saya. Saya berulangkali melihat orang yang kebal senjata tajam, mengunyah benda-benda tajam tanpa harus kesurupan, menggunakan bacaan-bacaan tertentu untuk mengeluarkan aura tapi ada syarat tertentu pula yang kurang logis (untuk pikiran saya sekarang), manusia terbang sekian meter di atas permukaan tanah, dua orang saling mengadu tenaga dalam tanpa saling bersentuhan, atau sebuah badan tanpa kepala terbang di atas keramaian.

Di tempat asal saya, di luar pulau Sumatera, para ‘pakar’ black magic itu umumnya dipanggil Pak Haji X atau Pak Kiyai X. Dengan sebutan itu, tidak salah kalau kemudian asumsi yang berkembang menyatakan ‘pengobatan’ yang diberikan berakar dari cara-cara Islam. Tapi satu hal yang saya tahu dan yakini kemudian, semua itu menjadi mungkin dengan bantuan black magic, sebagai imbalan bersekutu dengan iblis atau setan (maaf saya tidak bisa membedakan keduanya).

Jangan Pernah Menyentuh Black Magic!

Bukan karena saya pernah kehilangan sekian tahun dalam kehidupan saya karena kekuatan black magic maka saya menyakini black magic bukanlah sesuatu yang pantas didekati. Selain karena black magic merupakan perbuatan sirik dipandang dari segi agama, apa yang diperoleh dari black magic biasanya bersifat temporer. Bahkan banyak di antara pelaku akan diperlihatkan ‘hal-hal tak menyenangkan’ sebelum kematiannya.

Saya pernah melihat sendiri seorang dukun (kami tidak menyebutnya demikian) harus malang-melintang bergulingan karena kepanasan selama dua hari dua malam, sebelum ajal menjemputnya. Nauzubillahi min zhaliq. Mudah-mudahan Sang Maha Kasih menerima amal ibadah beliau. Entah apakah hanya karena sepotong susuk yang ditanam di salah satu bagian tubuh, atau hanya menggunakannya untuk mempertahankan atau malah memperoleh jabatan tertentu, namun semuanya kembali pada akar yang sama: bersekutu dengan iblis.

Logikanya, manusia lebih mulia dibandingkan iblis, kenapa manusia mau bersekutu dengan mahluk yang nyata-nyata dimurkai Sang Pencipta-nya sendiri?

19 April 2009 - Posted by | Opini | , ,

21 Comments »

  1. Masyarakat kita memang masih sulit lepas dari hal-hal yang berbau mistik. Ada stigma bahwa suatu tujuan bisa dicapai dengan cara instan.
    “Jalan pintas” menjadi sebuah tawaran yang selalu menggiurkan,maka nggak heran kalau tayangan seperti itu menyedot minat pemirsa meski jauh dari muatan edukasi yang seharusnya jadi misi penting media masa.
    Kenapa kita nggak menikmati prosesnya?, kenapa selalu hasil akhir yang dikejar? padahal ketika hasil diraih, ego, keserakahan akan menuntut hal lain yang lebih besar lagi.
    Inget lagunya Mel C ” they buy your dream, so they can sale your soul”.
    Setiap individu seharusnya unik, Allah sudah menganugrahi setiap insan dengan banyak kelebihan, potensi, bakat. Dan kalau kita mau jujur, Dia selalu memberi lebih dari yang harapkan. Kalau ada satu-satunya yang kurang barangkali hanya satu hal. Yaitu “bersyukur”.

    Comment by adhiwirawan | 19 April 2009

  2. Bagi stasiun televisi yang bersaing semakin ketat, yang penting adalah pemasukan. Karena acara seperti itu umumnya digemari masyarakat, dan iklanpun pasti masuk.

    Comment by Satrion | 20 April 2009

  3. wah perlu ditulis di media offline tuh mas… biar lebih banyak yang tahu !

    Comment by hmcahyo | 20 April 2009

  4. katanya satrion bener juga tuh..

    buktinya sekarang makin banyak acara-acara gak bermutu, yang penting ratingnya tinggi

    Comment by uongpening | 20 April 2009

  5. adalah fakta yang berlaku di indonesia, tingkat keimanannya dianggap semakin tinggi jika sakti, bisa mengobati, bisa komunikasi dengan jin, tidak mempan senjata tajam dll
    Rosululloh kok gak dicerminkan sebagai orang yang sakti ya..
    Guru saya mengajarkan Rosululloh itu
    berakhlak mulia, suami yang arif, pemimpin yang bijak, tidak anarkhi
    hmmm…. Indonesia

    Comment by budisan68 | 22 April 2009

  6. *ngakak guling Bu Wyd disebut “mas”, sudah berkali-kali tuh Bu ;)*

    Hal-hal seperti inilah yang bikin orang seperti saya malas belajar tentang agama, karena ujung-ujungnya dibikin seperti sihir-sihiran… jelas-jelas dilarang agama >__<

    Comment by vandeput | 23 April 2009

  7. @hmcahyo: panggil saya ibu aja karena saya perempuan🙂

    @budisan69: rasullullah emang ga sakti, pak… beliau manusia biasa dengan sifat-sifat kemanusian yang luar biasa….

    @vandeput: iya nih… mungkin ibu harus belajar menggunakan kata2 ‘wanita’ yah hahahaha

    Comment by wyd | 26 April 2009

  8. Tapi tetep aja banyak yang nonton acara semacam itu..
    Hmmphh..

    Comment by andam | 27 April 2009

  9. Syirik adalah hal yang paling dibenci Allah, jika kita percaya kepadanya maka satu-satunya yang maha kuat adalah Allah. Tugas kita mengedukasi massa dengan santun, dengan etis agar mereka menyadari bahwa hal itu salah, jika mereka tidak menyadari bahwa itu salah maka kita akan dianggap musuh oleh mereka, tentu merubah musuh menjadi lebih berat daripada jika kita dianggap teman atau sahabat, hanya dibutuhkan komunikasi yang tepat untuk membuat mereka menyadari bahwa hal itu salah.

    Comment by imron rosyidi | 27 April 2009

  10. saya tidak nonton acara itu
    tapi ulasan Bu Wyd membuat saya makin tahu
    banyak orang percaya kekuatan di luar kekuatan Maha BesarNya Illahi

    Comment by masedlolur | 1 May 2009

  11. miris memang melihat kondisi aqidah di negeri kita ini bu..
    dari ponari, film2 hantu, sampe reality show horor. Semuanya hampir mempertontonkan kesyirikan, dan yg lebih miris banyak org yang menyukainya…😦

    Comment by Muhammad Haris | 2 May 2009

  12. kapan ya, fenomena syirik dapat benar-benar lepas dari masyarakat kita? Mustinya semakin maju dan meningkatnya pendidikan serta sarana dan prasarananya mampu mengikis tipis-tipis, tapi nyatanya??? Semoga saya, kamu dan yang lain terbebas dari kesyirikan… AMIN

    Comment by mayssari | 5 May 2009

  13. @Masedlolur: banyak banget pak. eh pak, apaan sih arti id-nya? lumayan ga familiar di lidah saya🙂

    @Muhammad Haris: mudah2an kita dijauhkan sang maha kuasa dari kesyirikan….

    @mayssari: kayaknya ‘sayang’ kalau dilepaskan mbak… kan itu peninggalan nenek moyang kita… hehehhehehe

    Comment by wyd | 5 May 2009

  14. hmm… susah2 gampang (banyak susahnya drpd gampangnya) soal ini yaa..

    agar bisa mencegah or mengobati penyakit maka orang akan mempelajari penyakit tsb.
    agar bisa mencegah or membrantas kejahatan maka orang akan mempelajari kejahatan tsb.
    gimana orang bisa mencegah or membrantas “black magic” kalo ga ada yg mau mempelajarinya or menyentuhnya??

    Comment by HASTu W | 8 May 2009

  15. Selamat Ultah, Bu Wyd ^__^

    Comment by vandeput | 8 May 2009

  16. @HASTu W: kalau ga ada orang yang menyentuhnya maka ga perlu ada pemberantasan kan, dek?

    @vandeput: thank uuuuuuuuu🙂

    Comment by wyd | 8 May 2009

  17. Sama-sama Bu Wyd ^__^

    Comment by vandeput | 9 May 2009

  18. wah yang begituan udah masuk tipi ya bu..
    tambah ngeri aja nonton acara tipi indonesia..

    Comment by datyo | 12 May 2009

  19. …. ada black magic berarti ada white magic ya Bu guru ? … ada juga kekuatan pikiran…. trims kunjungan balik nih..🙂

    Comment by Kangdarma | 8 June 2009

  20. maths: sres offset new benefits revolution low vectors

    Comment by wynfrithbo | 13 January 2010

  21. ustad keblinger, kapsul isinya kertas bertuliskan apalah itu namanya. ditayangin di ANTV, penjarain aja tuh produsernya, ngajarin gak bener, ustadnya juga sekalian

    Comment by Riri El Rose | 12 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s