Puisi Cinta

Saya ga pernah berniat bikin blog untuk mempublikasikan puisi karena puisi adalah kerjaan saya di masa muda. Kalau akhirnya puisi saya dipublikasikan di sini hanya karena memenuhi permintaan beberapa orang. Puisi ini saya bacakan di acara Teacher Award, 25 November lalu.

KAU DAN AKU

LAUTANMU HANYALAH AIR
SUNGAIKU ADALAH ALIRANNYA
PANTAIMU ADALAH LANDAI
TEMPAT NYIURKU MELAMBAI
NAFASMU ADALAH LAMBANG HIDUP
BAGAI UDARA YANG KUHIRUP

SEBAB MENTARI KITA BERSINAR SAMA
MAKA KITA TIDAK BERBEDA
KARENA DARAH KITA SAMA MERAH
MAKA NURANI KITA TIDAK BERKATA BEDA
KARENA KITA DATANG DARI TUHAN YANG SAMA
MAKA KEMANUSIAAN KITA TIDAKLAH BEDA

NAMUN HATIKU TERPANGGANG SAAT LIDAHMU BERUCAP
KERINGATKU MENEBAR AMIS DI ANTARA AROMA PARFUMMU
DARAHKU MENDIDIH SAAT KULITMU MEMBEKU
AKU MENGERANG KARENA KAU MENERJANG BAK KUDA KEPANG
AKU MERADANG KARENA KAU KERAP MENGHADANG
DADAKU LEBAM KARENA KAU LIAR MENGHANTAM

MENGAPA KITA TAK LAGI SEPAHAM
KE KANAN LANGKAHKU BERLARI
KE KIRI ARAH KAU TUJU
SAAT AIRMATAKU MENYATU DALAM SAMUDRA
JUSTRU KAU NIKMATI KEMENANGAN DALAM PESTA
SAAT MENGGELEGAK DADAKU KARENA AMARAH
KAU MALAH TERBAHAK MEMEKAKKAN TELINGA

YAKINLAH KITA DI BAWAH REMBULAN YANG SAMA
MENTARI KITA BERSINAR SAMA
MAKA KITA TIDAK BERBEDA
DARAH KITA SAMA MERAH
MAKA NURANI KITA TIDAK BERKATA BEDA
KITA DATANG DARI TUHAN YANG SAMA
MAKA KEMANUSIAAN KITA TIDAKLAH BEDA

TAK INGIN KUGANGGU TUHAN YANG SUNGGUH SIBUK DENGAN TUGASNYA
TUK TEMUKAN JAWABAN MENGAPA HARI INI KITA BERBEDA

Advertisements

32 thoughts on “Puisi Cinta

  1. yaaay !!!

    akhirnya muncul juga

    soalnya dari kemaren pengen nanya tapi lupa terus….

    soalnya pas banget dengan keadaan sekarang…

    keadaan uongpening sekarang…

    Like

  2. tidak fair kalau ternyata puisi ibu yang bagus tidak tampil di blog, paling tidak bisa saya copy paste, lalu tak tempel di mading sekolah. untuk contoh saya dan anak-anak
    sepertinya masih emosi… masih pingin marah ya..

    Like

  3. @pawartalamat:
    puisi ini dibuat puluhan tahun lalu waktu saya masih muda, pak.
    terkesan marah? emang gini gaya bahasa saya di atas panggung, pak….

    siapa aja boleh ngopi paste semua tulisan saya di blog ini sepanjang ga diakui sebagai tulisan mereka

    Like

  4. Wah, bu guru banyak ‘simpanan’ juga rupanya disamping hitung2an msh bisa merangkai kata2 seperti rangkaian bejana berhubungan!. Bu guru, kenapa avatar-nya gbrnya pistol?

    Like

  5. hi bu wyd.
    Baca puisi lagi ni?
    kmaren kucing, skarang laut?
    haha.

    waduh bu, lama banget aku gag nulis. bener2 sibuk. sampe mau makan aja kadang2 gag sempet. hampir tiap hari, pulang jam 11 jam 12.
    pagi2 udah harus keluar lagi. gitu terus tiap hari.

    untung ini aku sempetin nulis blog. karena, for me it’s a really shockin’ think… and maybe you can give a little comment about what’s goin’ on with me…

    thanks

    Like

  6. @estonhasiant: wahhh sekarang saya malah jadi mikir apa emang aneh kalau guru suka pistol? soalnya yg nanya beginian udah cukup banyak dan kalau pun ga nanya, mereka malah kaget waktu tau avatar ini milik seorang ibu guru πŸ™‚
    saya punya alasan untuk itu, pak. antara lain:
    pertama, saya suka bentuknya, cantik tapi gagah.
    kedua, pistol ga melulu berarti suka kekerasan. tapi kalau kita dalam bahaya, ga salah kan menggunakan benda itu untuk membela diri? hehehehehe

    @james: thx deh pak. kalau ntar saya wara-wiri di blog bapak, itu pasti karena saya tertarik tulisan yang dipublikasikan di sana. semoga ga keberatan, terutama soal komentar saya. maklum kadang saya rada judes….

    @rocco90: jangan lupa sholat… ok deh sekarang ke tempatmu!

    Like

  7. @wahyu: keren? hehehhehe thx atas apresiasinya
    untung ga ekstase di atas panggung kemaren setelah puluhan tahun ga baca puisi secara profesional lagi
    tujuan tampil sih cuma buat menghibur kalian semua, anak2 yang ibu sayangi
    huruf kapital semua karena sekedar copy paste dari file πŸ™‚

    Like

  8. iya… masih disimpen rapi kumpulan puisi saya. tapi cuma disimpen dalam rak, ga pernah dibuka kecuali kepepet kayak kemaren…. eh, saya orangnya perapih kok, mas….

    Like

  9. Maaaam! Aku tepuk tangan gede banget lho, habis Ma’am bacain puisi ini. Hehehe. Ma kasih banyak ya Ma’am, udah bikin anak Jurnal tambah bangga. Go Ma’am!

    Like

  10. kapan buku pny ekor?
    itu cma ada dlam otak pikiran aku yg agak gedeg ini mam.
    hehe..
    aiaiai, sumpah mam aku dak berhasil untuk buka catetan mini itu. (hhohoho)
    komen yg di sini
    makasi skali lgi mam.

    Like

  11. Rating 5 untuk puisinya!
    Puisinya romantis dan bahasanya puitis. Interpretasinya lumayan enak karena kata-katanya pilihan. Tidak terlalu berat maupun terlalu lugas. Tetapi, romantisme yang disajikan di sini agak berbeda. Puisi cinta ini juga memberikan suatu gambaran pelajaran bahwa kita terlahir sama, berasal dari Tuhan yang sama, maka hendaknya kita saling menyayangidan menjaga satu sama lain. Konflik yang disajikan dalam puisi lengkap, dari kontak batin hingga ke kontak fisik. Makanya, puisi ini menghibur dan akan selalu membuat mata kita melanjutkan membaca hingga ke larik terakhir.

    Like

  12. i always love read your poem, ma’am. eventhough i have read it many times. you’re absolutely inspiring me πŸ˜€

    Like

  13. bu guru,izin sedot puisi nya buat pencerahan awal blog ku yang belum selsai di buat. πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s