Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Imam Samudra di Mata Saya

Kematian Imam Samudra dan dua rekannya yang dianggap sebagian orang sebagai akhir penantian panjang, ternyata masih menyisakan sesuatu di kepala saya. Dulunya saya sempat terpesona dengan kecerdasan yang terukir secara fisik di wajahnya dan cara bicara Imam Samudra. Tapi kisah tragis di balik sikap anti non Muslim yang diacunya menjadikan saya ga bisa memandangnya sebagai sosok panutan.

Sejak November berjalan, saya cukup rajin memelototi televisi sampai-sampai putra saya keheranan apa yang saya tunggu. Dia cukup kaget waktu saya jawab saya menunggu berita eksekusi Imam Samudra. Sebab dia tahu saya paling ga bahagia mendengar kematian seseorang, meskipun tentang seseorang yang pernah menyakiti saya, misalnya. Lagian, saya ga diuntungkan maupun dirugikan secara langsung dengan eksekusi itu. Dan hari di mana esksekusi berlangsung, saya mengajak putra saya nongkrong di depan TV dan mengamati hampir semua stasiun TV yang menayangkan atau kemudian mengupas kehidupan dan sepak terjang mereka, serta orang-orang di sekitar mereka.

Satu hal yang ingin saya ketahui adalah:
apakah Imam Samudra dan teman-temannya benar-benar memegang teguh keyakinannya di akhir sisa hidup mereka.

Mungkin ilmu agama saya belum apa-apa dibandingkan ilmu agama ketiga orang itu, terutama Imam Samudra, yang sempat mondok di pesantren. Sedangkan saya, mengaji aja masih sering banget salah tajwid, boro-boro mengerti arti bacaannya. Dan arah yang saya pilih mungkin sedikit berbeda dengan yang dijalankan ketiga orang itu. Tapi paling ga saya memiliki satu kesamaan dengan mereka: memegang teguh keyakinan, walau mungkin genggaman saya jauh lebih lemah dibandingkan ketiga laki-laki itu meski kami lahir dari generasi yang sama.

Tapi saya sungguh terkejut bukan kepalang dengan keteguhan mereka. Memandang peluru yang siap menembus jantung saya, pastilah ga akan pernah sanggup saya lakukan, demi apa pun. Sebelum sebuah peluru siap dimuntahkan, saya pastilah sibuk menghiba-hiba bahkan kalau perlu mencium kaki si pemilik senapan.
Hebatnya, keteguhan keyakinan itu menular kuat ke orang-orang di sekitar mereka. Sebagai seorang wanita yang suaminya baru beberapa menit atau beberapa jam lalu ditembak mati, istri Imam Samudra dengan lantang membacakan pernyataannya. Kalau saya berada di posisi itu, saya mungkin ga mau bertemu atau bicara dengan siapa pun. Pastilah akan sangat menyedihkan dan menyakitkan buat saya. Kalau pun dipaksa membuat pernyataan, pastilah ada banyak sumpah serapah dan saya akan sibuk mencari kambing hitam kematian suami saya. Tapi wanita cantik itu ternyata ga goyah keyakinannya meski dipisahkan oleh kematian. Sebagai sesama wanita, saya salut pada wanita itu.

Saya katakan pada putra saya, Imam Samudra mungkin seorang teroris berdarah dingin bagi sebagian orang atau pahlawan bagi sebagian lainnya, tapi ada satu hal yang patut dicontoh. Yaitu jika kita benar-benar meyakini kebenaran langkah yang kita jalani, maka kita ga akan mengenal kata takut, bahkan ga akan takut meski harus menukar nyawa karenanya. Saya tanamkan ini ke kepala putra saya bukan untuk mengubahnya agar mengikuti langkah Imam Samudra atau orang-orang lain yang berhaluan sama dengannya, tapi lebih karena saya ga mau putra saya menjadi pengecut berkedok kebenaran, seperti yang banyak dipertontonkan para pemimpin saat ini.

10 November 2008 - Posted by | Opini | , , ,

29 Comments »

  1. SETUJU!!

    satu22 nya postingan (dari buanyakkk benerrr di internet!), tentang eksekusi amrozy cs….yang aku setuju 100%!!

    baca berita22 tentang mereka…..ada satu yang bikin akyu salut….tentang segitu beraninya memberikan semuanya, cuman buat keyakinan yang sangat dijunjung tinggi!

    hmmm masih jaohhh perjalanankyu, bwat bisa ngerti filosofi setinggi ituh! (ga ada yang jual tangga pulak lagi di sinih, ya?)

    salam kenal sayy!

    Comment by queenalea | 10 November 2008

  2. “…jika kita benar-benar meyakini kebenaran langkah yang kita jalani, maka kita ga akan mengenal kata takut, bahkan ga akan takut meski harus menukar nyawa karenanya”
    Hanya kalimat ini yg saya yakini kebenarannya dari tulisan diatas. sepintar apapun, sehebat apapun, se-alim apapun orang. BIla sudah mengatasnamakan “jihad” dengan cara seperti Imam samudra dkk tetap saja salah! Islam agama RAHMATAN LIL ALAMIN… tidak membenarkan kekerasan apalagi pembunuhan/pengeboman seperti yg mereka lakukan.
    Semoga yang dimaksud rekan2 Imam “meneruskan perjuangan” bukan lah cara2 yg sama salahnya..

    Comment by mia | 10 November 2008

  3. @queenalea: thx atas apresiasinya. ternyata benar pepatah yang bilang selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.

    @mia: mudah2an bagian lain dari tulisan di atas meski ga kamu yakini kebenarannya, ga lantas bikin kamu salah mengerti maksudnya. setiap orang bisa berbeda pendapat tentang sesuatu, meski sesuatu itu dinamakan agama yang katanya udah ada dogma2 dan ga bisa dikutak-katik lagi.

    Comment by wyd | 10 November 2008

  4. Semoga bila mereka melakukan itu benar di Ridhai Allah SWT maka ganjarannya adalah Syurga dan bila salah semoga mereka diampuni segala dosa-dosanya

    Seyogyanya memang kita wajib memegang teguh suatu keyakinan apalgi keyakainan itu adalah Islam

    Comment by omiyan | 10 November 2008

  5. hehehehehe gak semua orang paham maksud sampeyan ya bu…
    Karena kapasitas pemahaman tiap orang tidak sama.
    Itulah mengapa saya males membahas yang beginian di blog saya. Bikin botak saya tambah lebar…capek mikirnya.
    Salut untuk orang orang yang berani melontarkan tulisan tulisan yang seperti diatas.

    Comment by praboto | 10 November 2008

  6. Kebenaran akan selalu meminta tebusan atau bayaran yaitu kematian. Sebab kematian itulah satu-satunya pilihan terakhir setelah memilih banyak hal dalam hidup ini. Kematian akan memberikan kehidupan bagi yang lain sebagaimana kematian milyaran ekor ayam yang memberikan kehidupan bagi milyaran manusia.Semoga ada 3000 mujahid pengganti tiga mujahid yang rela mengingatkan orang yang suka telanjang. Korban amrozi cs.adalah orang-orang yang selalu menghina dan mempermainkan agama ( kebanyakan turis ) mereka sendiri dan agama orang lain ,dan itulah yang harus serta sudah terjadi.

    Comment by adilah | 10 November 2008

  7. stuju ja de,,, hehe

    Comment by wahyu | 11 November 2008

  8. Anda sudah baca belum komen-komen saya sebelumnya? Dalam Islam dibolehkan bahkan dalam keadaan tertentu diperintahkan untuk melakukan membalasan yang setimpal jika orang Islam itu disakiti apalagi dibantai dengan sangat kejam dan sadisnya tanpa alasan yang jelas seperti yang terjadi di Afghanistan dan Iraq. Bahkan bom yang dijatuhkan di Falujjah pernah terdeteksi dari jenis bom Napalm dan Mostard yang katanya apabila kena radiasinya saja, tubuh ini bisa meleleh seperti dodol.
    Setelah peristiwa bom Napalm dan Mostard, beberapa minggu setelahnya Falujjah ditutup untuk umum. Kenapa ditutup untuk umum? Agar tidak bisa diketahui wartawan dan pihak-pihak yang lain, tepatnya agar fakta kesadisan dan kekejaman Dajjal-Dajjal (Amerika Cs) jangan sampai bocor keluar. Rupanya Falujjah dijadikan kelinci percobaan untuk bom kimia oleh si Vampire yang lagi haus darah.

    Comment by Wedhul Gembez | 11 November 2008

  9. Apa salah Afghanistan dan Iraq? Kenapa mereka diserang dan dibombardir? Punya hak apa Amerika Cs melakukan semuanya itu? Apakah Afghanistan dan Iraq sebelumnya telah memerangi Amerika Cs? Apa salah mereka? Katakanlah ingin menumbangkan Saddam Hussein, tapi kenapa harus dengan cara membombardir dengan sangat kejam dan sadis seperti itu? Kalau memang Saddam itu bersalah kan ada Pengadilan Internasional? Kenapa tidak diadili melalui Pengadilan Internaional? Kalau tetap tidak suka juga kepada Saddam, kenapa tidak Saddam saja yang diburu? Kenapa harus dengan menghancurkan negaranya dan membantai Rakyatnya? Itukah yang anda bela?

    Comment by Wedhul Gembez | 11 November 2008

  10. Berdasar buku Imam Samudra yang berjudul “Aku Melawan Teroris” yang saya peroleh tanpa sengaja di salah satu Toko Buku di daerah saya. Dia (baca: Imam Samudra) tidak tahan melihat semuanya itu di mana dunia diam seribu basa terhadap kekejaman Amerika Cs tersebut. Akhirnya Imam Samudra Cs membuat keputusan untuk melawannya. Cuma yang jadi masalah, bagaimana caranya? Pendek cerita (masih menurut buku tersebut) diputuskanlah Bali dan kemudian….. terjadilah peristiwa bom Bali tersebut. Kenapa di pilih Bali? Silahkan anda baca sendiri buku Imam Samudra tersebut selengkapnya.

    Comment by Wedhul Gembez | 11 November 2008

  11. atas dasar sumber yang dapat dipercaya… Amrozi cs… sedang berencana untuk melakukan bom lanjutan bagi kaum kafir di alam kubur…..cape…dehhhh………..

    Comment by frontpembelaistri | 11 November 2008

  12. Yg dibunuh harusnya keluarga amrozi cs, biar mereka merasakan kehilangan orang tersayang….

    Salam kenal dari – s L i K e R s –

    Comment by - s L i K e R s - | 11 November 2008

  13. yang penting ngisi komen, lagi males baca, mata udah rada error, seharian didepan monitor.
    yang pasti saya setuju untuk mengisi komen.
    hidup komennnnnnnnnnn………
    aduh ada cicak masuk gelas kopi…………

    Comment by gengcobra | 11 November 2008

  14. ni lagi ngobrol apaan ya? saya lagi males baca, saya pinginnya ngetik aja

    Comment by bajirut | 12 November 2008

  15. sama seperti ibu, ilmu agama saya tidak terlalu kuat bahkan mungkin jauh lebih lemah dari ibu.
    saya tidak dapat mengerti dimana letak benarnya melawan kedzaliman dengan suatu kedzaliman pula.

    tapi dai segi prinsip hidup yg kita bahas disini, saya sangat setuju.
    mungkin beberapa orang bilang itu namanya egois, tapi lebih baik saya jadi seorang berego tinggi daripada saya jadi kerbau yang dicolok hidungnya!

    Comment by putrijump | 12 November 2008

  16. assalamu’alaikum,

    alhamdulillah, syukran ukhty, allohummaghfirlahum warhamhum

    semoga kita semua termasuk yang chusnil khaatimiiin

    Comment by abdillah | 12 November 2008

  17. Usai ketiganya di eksekusi, Perdana Menteri Australia berkata: “sekarang saatnya memikirkan keluarga korban.” (Running text di televisi). Itu menunjukkan Australia menuntut ganti rugi. Australia tampaknya hendak meniru pemerintah Amerika dalam kasus peledakan pesawat Amerika di Lockerbie yang di duga dilakukan warga Libya. Ganti rugi pun dilakukan pemerintah Libya, meski dicicil. Lalu siapkah pemerintah kita menyediakan dana ganti rugi, andaikan Australia benar-benar jadi menuntutnya?

    Comment by BaNi MusTajaB | 12 November 2008

  18. Mau komen, tapi masalah ini sensitif banget. Dunia ini memang diisi orang2 dengan pemikiran yang berbeda2. Ada yang aliran keras, ada yg mengenal kasih sayang. Saya sendiri termasuk orang yg anti kekerasan, kecuali kalo sudah terdesak🙂
    Satu pertanyaan, mungkin temen2 bisa bantu jawab: kalo memang Imam Samudra Cs menganggap Australia, Amerika sebagai musuh, mengapa tidak mereka pergi dan meledakkan bom-nya di negara2 tsb? Kalo nge-bom di Indonesia, bisa2 orang yang tidak berdosa pun, bahkan mungkin ada yg muslim, turut jadi korban.

    Comment by taufan | 13 November 2008

  19. @taufan: anti kekerasan kecuali terdesak??? gimana kalau imam samudra berpendapat sama dan beliau mungkin saja sedang terdesak juga saat meledakkan bom di bali? kan terdesak ga-nya versi tiap orang bisa berbeda….

    Comment by wyd | 13 November 2008

  20. bener, ajarkan anak tentang kebenaran dan ke adilan serta keberanian, namun ajarkan juga tanggung jawab dan etika serta menghormati orang lain bukan hanya menghormati pendirian sendiri (egois)

    Comment by Artha | 14 November 2008

  21. yang beginian ini saya gak berani komentar, apalagi sampe menyalahkan bahkan meng-kafirkan sesama muslim. Saya malah sependapat dengan Artha

    Comment by budi | 15 November 2008

  22. @untuk semua pembaca: tulisan di atas dipostkan di kategori opini, artinya saya hanya memandang imam samudra dan kawan2 dari segi manusiawinya.

    mohon ga berkomentar menggunakan bahasa terlalu kasar sebagai umat beradab terhadap orang yang sudah meninggal, meskipun -misalnya- orang tersebut musuh kita semasa hidupnya.

    maaf untuk komentar yang terpaksa ga bisa ditampilkan di sini. mudah2an bisa dimengerti….

    thx

    Comment by wyd | 15 November 2008

  23. Keteguhan keyakinan mereka itu bukti indoktrinasi agama yang sukses, nothing impressive anyway
    http://ajaran.wordpress.com/2008/11/03/amrozy-cs-dan-indoktrinasi-agama/

    Comment by Ajaran | 19 November 2008

  24. Kepada yang punya blog dan muslim lainnya harap kunjungi blog di bawah ini dan MARAHLAH !!! (Inilah tempat yang tepat untuk berdebat)
    http://lapotuak.wordpress.com/

    Comment by 1bnudaud | 19 November 2008

  25. Imam samudera,,itu adalah rekayasa amerika dan malasya. sebab negeri jiran itu menghalalkannsegala cara untuk menumbuhkan pariwisatanya.

    Comment by agil | 11 December 2008

  26. senior saya di S3 psikologi UGM ada yang meneliti tentang Imam Samudera. Beliau menceritakan kepada kami tentang siapa sebenarnya Imam Samudera. Banyak aspek baik dan luar biasa yang tidak terungkap oleh publik. Salah satunya keberanian dan kekuatan Imam Samudera dalam membela kebenaran.

    Suatu ketika sang istri berkata kepada suaminya, Imam Samudra, bahwa densus 88 telah mengambil nomor telpon temannya. Mengetahui hal itu, Imam langsung datang ke sipir penjara dan meminta untuk memanggil densus 88. Ketika semua densus 88 dah berkumpul. Imam langsung menginterograsi mereka. Mengambil kertas berisi nomor telponnya. Dan tidak ada satupun densus yang melawan ataupun membantah. Kata peneliti, meskipun densus 88 itu pasukan elit tetap saja di hadapan imam tidak ada apa-apanya. Kata peneliti pula, Imam mememiliki semacam aura yang membuat gimanaaa gitu.

    Mungkin tidak lama lagi disertasi itu akan dipublikasikan dalam bentuk buku.

    Comment by firman | 22 February 2009

  27. yah….
    ilmuku juga belum seberapa. Jadi komentarku ya fity fifty ga ada yang salah ga ada yang benar. Pemerintah pun benar dan amrozipun benar. ????

    Comment by arifismanto | 6 March 2009

  28. sekali lagi perlu di ingat. kalau di negara kita uud dan pancasila suda mengatur untuk saling menghargai. trus kenapa di bali mereka tidak mau menghargai kita sbgai umat islam dengan tdk brpkaian, mala telanjng2. kita ni kan bukan negara yang begitu2.wajar donk kalau tmpat mereka itu di rusak.

    Comment by Anonymous | 11 February 2013

  29. Imam Samudera? Lihat mukanya sih kelihatannya tampan, ramah, cerdas, dan penyayang. Namun ternyata orangnya serem…..

    Comment by Untitled | 4 July 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s