Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Kok Ga Bisa Lembut Sih???

Saya terkagum-kagum pada sebuah puisi yang ditulis seorang anak muda tentang Tuhannya. Sayang, menjadi kebiasaan saya hanya mampir, membaca dengan sungguh hati, memberikan komentar, lalu pergi tanpa mengingat siapa penulisnya atau apa nama blognya.

Kok bisa sih mereka menulis selembut itu? Saya kok ga pernah bisa ya?
Bertahun-tahun lalu saya menulis banyak puisi tentang Tuhan dan agama. Tiga di antaranya saya sertakan di sini. Pelarian Terakhir menjadi juara 3 suatu lomba puisi se-propinsi. Sajak Luka menang di tingkat kabupaten. Sajak Buat Tuhan bikin saya mesti berurusan dengan polisi🙂

PELARIAN TERAKHIR

Tuhan Yang Maha Hakim
telah kulakoni kisah jelata
menyilang kaki dalam langkah
berkiblat atas layar-layar lanun
lalu berpaling pada lingkaran seteru

Gusti,
bertahun derap menjajari kaki
merayap dalam luka bernanah
lalu kuhitung torehan di jidat
membilang kesalahan pada jemari dan telapak
mencumbu koreng dan inang bisul
seolah tak peduli
esok masih ada hari dan mentari

Tuhan pemilik rahmat,
mungkinkah tak lagi bergeming pokok batin
tak mampu menyibak jaring dan kabut
Mungkinkah Engkau tampakkan punggung
sedang ampunan-Mu bergaung pada pelosok
sedang kemulian-Mu dipuja segenap umat
Tuhan Yang Perkasa
mungkinkah isi dadaku hanya sebongkah karang
dan bukan nurani?

Tuhan,
cabutlah tinju haram-Mu dari rautku
pastikan ke mana kakiku harus melangkah
sebab beta muak bersekutu dengan iblis

SAJAK LUKA

(: dua puluh satu
panjang rentang waktu
kau titipkan roh atas ragaku)

aku terajam dalam cinta-Mu
penuh luka
peluhku adalah darah
yang kutoreh lewat belati pengingkaran
sepertiga kehidupan sempat kuremukkan
waktuku adalah kelalain
tak ubah anai beterbangan
saat rembulan menyaru mayat

tiga tahun dari ini
aku tersungkur di kaki-Mu
menghiba sebutir pengasihan
agar sisakan sejengkal tanah sorga
tempat jiwaku lepaskan kantuk

tiga tahun dari ini
kubiarkan luka makin melebam
tak peduli amis nanah semakin anyir
kubiarkan borok makin merekah
tuk peroleh ampunan
atas kesengajaan palingkan diri
dari cinta-Mu

SAJAK BUAT TUHAN

tuhan
(jika keberadaanmu bukan legenda)
kirimkan aku sebungkus coklat
lewat pos kilat
kutunggu!

Anda penikmat atau penulis puisi? Apakah puisi-puisi ketuhanan saya bisa dikategori menyentuh dengan kelembutan?

12 October 2008 - Posted by | Agama | , ,

12 Comments »

  1. Puisi yang terakhir itu mbak yang maknanya paling dalem…

    Comment by AL | 12 October 2008

  2. puisinya bagus kok bu’😀.
    masa tho sampe berurusan dengan Polisi? hee. .
    *di bedhil aja bu’. wekekeke*

    Comment by mazeru | 12 October 2008

  3. waktu ntu yg ngmbil poto gerbang 17 aku mam. kemaren2 gagal trus bwat msukin komen. hoho…
    link mam udh msuk di blog aku.
    puisiny keren-keren.arus bnyak blajar sm mam.

    Comment by ika_karla | 12 October 2008

  4. @AL: karena itu bapak2 polisi itu sampe terharu kali yeee hehehehehe

    @mazeru: soalnya waktu itu nekat pake acara teriak2 di atas panggung terbuka.

    @ika: heyyy coba inget2 lagi fotonya dari siapa????

    coba cek di postingan SMA Plus Negeri 17 Palembang (bagian 2) (kalau ga salah…) fotonya kok sama persis (soalnya waktu ngedit maam inget ada bagian yang dibuang!) bahkan judulnya juga sama…

    maam sih ga pa-pa tulisan atau foto pribadi di blog ini diambil… silakan aja, terutama kalau yang nge-repro anak2 sendiri.

    keep blogging yahhh

    Comment by wyd | 12 October 2008

  5. Makasih atas komentarnya.. Tuhanku seniman dunia.. nama blognya rootoftheroof.wordpress.com
    makasih untuk feedback yang membuatku ingin kembali menulis sesering dulu.. mudah2an tulisan yang selanjutnya gak mengecewakan..
    tulisan mba juga bagus.. keren banget apalagi bisa dapet penghargaan..

    salam kenal

    Comment by nuri | 13 October 2008

  6. kalau saya sih nggak pandai bikin puisi

    Comment by Elys Welt | 13 October 2008

  7. Weitss… favorit saya “Sajak buat Tuhan” nih..
    Meaningful bangeeett.

    Comment by o c H e | 13 October 2008

  8. Tante(sorry nih!)Wiwid!
    Ini Pia!
    Aq bru daftar dsni nih…
    tlng posting balik!
    And don’t 4get 2 comment my “Dia…”poem

    Dozo Yoroshiku~(Bknnya udh kenal?? *digampar*)

    *Dozo Yoroshiku:Salam kenal*

    Comment by piachan | 22 October 2008

  9. puisi yang ketiga

    bikn laper…..

    Comment by uongpening | 30 November 2008

  10. tap asli

    keren semua puisinya…
    kagak nahannnn

    Comment by uongpening | 30 November 2008

  11. for all: thx atas apresiasinya. jadi kangen pingin nulis puisi lagi🙂

    Comment by wyd | 30 November 2008

  12. wkakakakakakak

    Comment by Kar.... | 17 July 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s