Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Pria Indonesia Payah!

Saya cukup fair menuliskan hal ini dengan berbagai alasan. Pertama karena saya berada di lingkungan yang mayoritas pria. Saya kerap terkondisi di mana 99%-nya pria. Bahkan dalam banyak kasus, saya merupakan wanita satu-satunya di lingkungan pria. Lingkungan membuat saya lebih dekat dan lebih banyak bergaul dengan pria dibandingkan wanita. Jadi saya cukup kenal berbagai karakter.

Kedua, saya bukan aktivis perempuan yang merasa terkekang oleh keberadaan pria lalu bersikap anti pria. Plus kehidupan nyata membuat saya cukup kenal banyak suku di Indonesia (meski ga jamannya lagi bicara masalah suku saat ini), sehingga cukup fair menuliskan pendapat saya tentang pria Indonesia.

Jangan bilang saya kelewat feminis kalau saya bilang pria Indonesia payah! Tentu saja ini generalisasi dari berbagai media publik. Kalau ada yang ‘ga payah’ maka mereka termasuk pengecualian. Jadi generalisasi saya cukup valid. Kira-kira kalau ada sensus maka hasilnya akan mengukuhkan pendapat saya. Jika anda pria, mari melihat ‘wakil’ anda di berbagai media. Ada anggota MPR/DPR, para jenderal, bintang sinetron, penyanyi, aktivis kemanusiaan, para menteri, bahkan presiden Indonesia yang terhormat, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Anggota MPR/DPR membuktikan kalau pria Indonesia ga gentlemen banget. Saksikan betapa ‘payah’ debat yang mereka lakukan di gedung MPR/DPR. Kalau ga setuju sama pendapat lawan bicaranya, maka mereka akan dengan senang hati gebrak meja atau adu jotos. Atau minimal menggunakan kata-kata kotor yang ga layak disampaikan dalam suatu rapat resmi. Berbeda pendapat aja mereka ga berani, apalagi….
Jangan tanya gimana ‘isi kepala’ mereka meski banyak di antara mereka lulusan luar negeri dan udah menjabat ini-itu sepanjang karirnya. Saya heran gimana para petinggi negeri ini hanya berani bilang ‘he-eh’ berulangkali pada ratu suap Atalia Suryani yang nampak powerfull. Dan… kasus rekaman Al-Amin Nasution salah satu contoh menyibak isi kepala pria parlemen🙂

Bintang sinetron dan penyanyi lebih parah lagi sebagai wakil kaum pria.
Banyak yang ga mau mengakui telah menikahi si ini atau si anu, meski kemudian terbukti benar, hanya karena takut kehilangan popularitas. Generalisasinya: bagaimana si pria akan menjadi suami yang setia pada istrinya kalau mengakui si istri saja dia ga mau?
Jangan tanya berapa banyak penyanyi pria berdandan super macho tapi melantunkan lagu cengeng mendayu-dayu ga ubahnya penyanyi dangdut lagi patah hati. Oke, lirik boleh cengeng, tapi please… kenapa musiknya juga ikutan cengeng? Kalau memang mau bercengeng-cengeng ria, mbok ya dandanan ala bencong lebih sesuai. Atau paling ga, ga usah dandan macho-macho, deh. Fals banget antara aksi panggung yang menghentak kalau lagi ga ada lirik, eh begitu menyanyi… suaranya kalah power dibandingkan Dewi Sandra!
Untung ada Slank atau Iwan Fals dari generasi lebih tua. Paling ga ada dewa penolong-lah. Saya kuatir booming industri musik saat ini akan bernasib sama seperti industri perfilman di masa lalu jika pemusik muda masih tetap memelihara kuping payahnya!

Isi sinetron juga ga jauh beda menampilkan sisi payah kaum pria. Kalau jadi suami, seringkali takut sama istri. Atau kalau ga, berselingkuh. Bahkan ini ditampilkan sinetron-sinetron bulan Ramadhan yang -katanya- sinetron bernafaskan keagamaan. Agama mana sih yang membenarkan seorang suami memikirkan wanita lain ‘cuma’ karena wanita itu lebih solehah? Come on, guys… you should think of your own perfect woman beside you not others!

Wakil pria berikutnya, pemuka agama.
Lucu aja ada pria yang konon katanya pemuka agama mayoritas penduduk negeri ini tapi kalau bicara ga menggunakan dalil-dalil agama, melainkan hanya mengandalkan dalil apa yang terlintas di kepalanya saat itu. Herannya, banyak orang penting negara ini, yang notabene pria (payah!), menganggap kata-kata beliau patut didengar, malah harus sowan segala sebelum mencalonkan diri menjadi orang nomor satu negeri ini.

Belum lagi kalau ada pemuka agama yang ketahuan kawin lagi. Seolah-olah semua hal baik yang pernah dilakukannya menjadi tercela. Bahkan sang presiden ikut sibuk membahas. Padahal jelas dalam agama Islam yang dianut si empunya istri, bahwa tidak ada larangan menikah satu, dua, tiga, atau empat perempuan sekaligus. Hukum agama saja yang jelas aturannya -katanya- datang dari Sang Maha Tinggi, kok masih dipertanyakan, oleh kaum pria negeri ini? Kalau wanita yang sibuk dengan kasus ini, wajar….

Pantaslah jika hingga detik ini para petinggi negara yang mayoritas penduduknya Muslim masih bingung memutuskan apakah pabrik alkohol sebaiknya ditutup atau ga, lokalisasi sebaiknya ada apa ga, judi mau dibikin area tertentu atau ga, majalah Playboy dan sejenisnya boleh terbit apa ga, dst. dsb. dll.

Para jenderal masa’ sih payah?
Lihat aja gimana mereka lari dari tanggung jawab yang seharusnya dengan ksatria mereka hadapi.
Meski seluruh Indonesia udah tahu perbuatannya, meski banyak saksi, tetap saja ada alasannya buat ga terbebani oleh rasa tanggung jawab. Mereka mungkin memiliki berbagai bintang penghargaan dari medan perang dan kuat mengangkat senjata sekian kilo, tapi lari dari tanggung jawab karena perbuatan sendiri… lebih pengecut dari seekor cacing kurang tanah!

Dan Tuan Presiden yang terhormat, wah… saya malu hati waktu seorang teman dari India menelpon: ‘Was he an artist?’
Saya jawab: ‘No. He’s an army I guess. You can see his good body, right?’
Eh, teman itu bertanya begitu karena waktu Mr. President datang ke negaranya, dan dia dengan suka cita menyaksikan di TV untuk mengabarkan pada saya bahwa dia mengenal presiden negara saya, Mr. President bicara sambil menggerak-gerakkan tangan seperti lagi baca puisi atau lagi akting. Oh myyyyyy!

Anda seorang pria? Anda pasti setuju pendapat saya sama seperti pria-pria di Rudeness in Indonesian Guys.

(Semoga putra-putra saya kelak menjadi pria-pria dalam pengecualian!)

Catatan: Umumnya tulisan saya dibaca lebih dulu oleh putra-putra saya sebelum dipublikasikan dan mereka cuma senyam-senyum membaca artikel ini.

11 October 2008 - Posted by | Opini | , ,

23 Comments »

  1. alhamdulilah, saya tidak termasuk lelaki yang payah🙂

    Comment by hedy | 11 October 2008

  2. Ah, saya pengecualian, kok. *langsung defensif*

    Comment by K. geddoe | 11 October 2008

  3. saya pria.tapi saya setuju apa yang anda tulis.untungnya saya termasuk pria pengecualian🙂

    Comment by noname | 11 October 2008

  4. Kayanya semua mahluk berburung [lelaki] emang payah mbak…

    Comment by Rindu | 11 October 2008

  5. wah,saya masuk dalam pengecualian thu…

    Comment by iwan | 12 October 2008

  6. wuuih..
    suatu sudut pandang yang menakjubkan..
    koreksi dari kaum pria yang menaaskan..
    koreksi diri sendiri yang memalukan..
    karena saya termasuk pria kebanyakan diantara pria yang lebih banyak dan pria pengecualian..
    hu.. hu.. huk.. huk….

    Comment by fnoviariansyah | 12 October 2008

  7. Emang payah, apalagi suami-suami nya para TKW tuh payah. Bencong mereka. Istrinya jauh-jauh ke negara lain sampai disiksa segala diperkosa orang, dia mah tenang aja di kampung.

    Kemaren nonton anak baru lulus SD jualan ulekan di Jakarta mau bantu keluarga, padahal bapaknya masih ada. Payah tu bapaknya…

    Ngeluh-ngeluh biaya pendidikan tinggi sambil nyante ngisep rokok bungkus kedua hari itu sementara istrinya sibuk nyuci cucian tetangga demi nambah penghasilan. Payah kan…

    Tapi ayah saya gak payah loh bu Wyd..🙂

    Comment by AL | 12 October 2008

  8. @hedy, K. geddoe, noname, iwan: sayang pria-pria tipe anda justru jarang banget dimediakan🙂

    @rindu: hehehehehehehe…

    @fnoviariansyah: thx. belum telat untuk menghilangkan ke-payah-an sebagai pria, kan?

    @AL: di singapore, pria-pria indonesia dikenal sebagai lousy tapi wanita-wanitanya hardworkers. ternyata mereka ga cuma payah di negeri sendiri!

    Comment by wyd | 12 October 2008

  9. saya juga bisa dibilang ikutan putra-putra anda yang senyam-senyum dalam membaca posting ini🙂

    btw, mbak atau bu (bu guru maksudnya) wyd ya aku nyebutnya, anda ini suka blog walking ya :)?
    boleh juga tuh berkunjung ke blog kami..

    salam kenal

    ps: link blog pribadi saya bisa di dapat dari blog tsb.

    Comment by atma | 12 October 2008

  10. atma:
    saya suka membaca tapi ga banyak waktu lagi buat menekuni buku. jadi saya membaca/nonton berita dari net, membaca apa saja yang ditulis orang, terutama soal agama dan kehidupan.

    saya akan memberikan komentar jika memang saya anggap perlu. rasanya senang sekali jika komentar kita ternyata bisa membantu orang lain. apalagi kemudian si empunya blog menganggap saya seperti ibu/saudaranya sendiri, pake acara ngirim e-mail bahkan nelpon.

    buat saya, ras, bahasa atau agama ga penting dalam menjalin persaudaraan. tapi ya, saya senang berkunjung ke blog2 yang mengupas masalah agama dalam pencarian saya.

    Comment by wyd | 12 October 2008

  11. kita dibuat bermacam ras, bangsa dan bahasa bukan untuk bangga dengan kebangsaan kita, tapi untuk saling mengenal (itu yg tercantum dalam Al Qur’an) jadi mari saling mengenal tanpa saling berbangga, okayy

    Comment by narakushutdown | 12 October 2008

  12. hehehehe rasanya saya pernah menjadi pria yang sampeyan maksud (ketika saya pernah sinting), tapi pernah juga menjadi yang tidak termasuk(ketika saya sadar). Ehhh…kembali lagi jadi pria yang masuk list sampeyan (ketika kumat lagi)…
    Kalo hari ini…sepertinya sedang dalam kondisi yang tidak termasuk list sampeyan. Artinya dalam kondisi bener…
    Entah besok lusa…

    Comment by Datyo | 13 October 2008

  13. gw nulis komentar ini setelah gw dapet sebutan looser sama Wyd… jadi, apapun yg gw lakukan yg dia gak ngerti, gak akan merubah judgement dia terhadap gw.. termasuk salah satu dari sekian juta pria Indonesia yang PAYAH !!! satu lagi, kriteria kepayahan itu adalah… tidak mau menuliskan komentar di blog ini.. jadi, kalo anda udah baca blog ini, dan anda tidak nulis komentar (apapun alasan anda) anda termasuk pria indonesia yg payah !
    sebenernya gw surprised juga baca komentar2 di sini (gw gak surprised baca blognya). semua pria yg nulis komen disini nge-klaim bahwa mereka termasuk dalam pengecualian list nya wyd..(intinya mereka nge-klaim bahwa mereka semua bukan termasuk pria payah indonesia) WOW..!! Wyd ternyata dengan sukses berhasil mengumpulkan teman2 pria indonesia yg hebat2 dan tidak payah… tapi kenapa justru wyd nulis bahwa pria indonesia itu payah2..?? tampaknya ada yg salah dengan riset yg dilakukan nich… hehehe…
    gw sendiri gimana ??? gak perlu disangkal lagi (dan udah gw tulis sejak pertama) gw termasuk pria payah indonesia.
    sebenernya gw setuju bahwa pria indonesia itu payah2 (dengan banyak pertimbangan penilaian yg kadang agak beda dengan Wyd)… anggota dpr/mpr, artis, jendral, bahkan presiden.. semua payah…
    cuma sedikit pertanyaan dalam hatiku : apa salahnya dengan gaya bicara presiden/seseorang ?? mungkin kalo Wyd pergi ke mumbai atau new delhi bisa ngeliat gimana gaya orang2 india itu kalo bicara..dan gimana artis2nya menyanyi (tapi tentunya bukan temennya Wyd yg gw bayangkan begitu hebatnya kalo bicara sampai bisa mempertanyakan gaya bicara seseorang)
    sayang blog ini dr judulnya aja udah spesifik : PRIA INDONESIA, jadi gw juga gak boleh dong ngebahas gimana pria2 bukan indonesia, atau gimana kalo orang indonesia, tapi bukan pria.
    kadang2 gw pengin judge juga Wyd sebagai “ms. generalization”… hehehe…
    gw inget, dulu dia menggeneralisasi bahwa semua anak muda (indonesia ?) itu payah (meskipun dulu dia pake istilah “spoiled”) kecuali putra2nya tentu…🙂 kemudian dia juga menggenralisasi bahwa orang2 yg lahir tahun 69-71 itu orang2nya “sok tua” (berarti payah juga tuch).
    anyway, bangsa ini memang payah… apa mau dikata…
    “memperbaiki mulai dari diri sendiri” kata Wyd…
    “gw akan memperbaiki diri sendiri, bukan bangsa ini…” kata gw…🙂

    Peace…

    Edgar

    Comment by edgar | 13 October 2008

  14. @narakushutdown: thx, guy!

    @datyo: paling bagus itu kalau kita tahu kesalahan kita dan trus mau meninggalkannya, kan mas? tapi kadang kita suka ngasih pemaafan berlebihan buat diri sendiri, lantas bilang… yah, kali ini aja deh, lain kali gw ga bakalan lakuin lagi.
    manusiawi banget orang bilang🙂

    @edgar
    1) wahhh… lo kok bawa2 ‘dendam’ pribadi ke dalam komentar🙂 apalagi lo ga menjelaskan situasi dan obyek pembicaraan kenapa gw sampai bilang looser atau soal tahun 69-71 atau soal anak2 muda itu…

    2) mungkin karena lo bacanya nyambi tensi tinggi, lo ga baca kalau pria2 yang gw maksud adalah yang diwakili media.
    masalahnya orang luar tahunya pria indonesia dari berbagai liputan media, kecuali mereka pernah berkunjung ke negara ini. sayang, banyak pria pengecualian di sekitar kita tapi mereka ga terekspos oleh media.

    3) tulisan gw justru bertujuan memacu para pria agar ga menjadi payah seperti pria-pria media dalam tulisan di atas. biar bangsa ini yang katanya muslim terbesar di dunia bisa mengatakan dengan kepala tegak: ‘ya, saya orang indonesia’. tanpa perlu mendengar komentar: ‘oh… indonesia yang terkenal korupsinya itu? oh, indonesia yang punya hot issue ulamanya kawin lagi. padahal katanya pria muslim boleh menikah lebih dari satu. oh, indonesia yang tetangganya bali?’.
    juga jangan sampai ini memperparah anggapan bahwa islam dan muslim indonesia beda dari islamnya orang arab sehingga ‘ga dianggap’ (tanpa gw jelaskan, kita semua tahu soal ini!)

    4) lo akan menambah panjang daftar pria payah indonesia kalau gara2 tulisan ini lo ngambek🙂

    5) peace!!!!

    Comment by wyd | 13 October 2008

  15. insyaallah saya akan terus berusaha tidak menjadi Lelaki yang payah..

    camkan itu Bu..hehehe

    Comment by Doli Anggia Harahap | 14 October 2008

  16. Wyd,
    soal tensi tinggi, gw akuin memang mungkin kejadiannya begitu. tapi setelah gw baca lagi komen gw kemaren (dg kepala yg lebih dingin), gak ada yg berubah tuch…tetep aja apa yg gw tulis kemaren, emang itu isi kepala kosong gw ini.. (buset, ini kepala kayanya dijual berapapun kagak bakal laku… isinya cuma kaya gitu….hehehe…)
    soal gw looser, hehehe… we both know how could this word been there…
    tapi gak papa, tanpa gw ngambek pun gw udah ada di list pria payah indonesia kok, wyd… gw gak nambah panjang daftar…😀

    tapi, sumpah tulisan ini membuat gw mikir semaleman…
    bukan masalah karena gw termasuk pria indonesia.
    gw juga gak peduli dg pandangan orang luar indonesia bahwa indonesia negara payah (eh, salah, maksudnya pria indonesia payah)
    dari dulu gw selalu bilang gw orang indonesia dg kepala tegak… bukan karena gw bangga dg negara gw… tapi karena gw kagak peduli dg apa yg ada dikepala bule2 itu ttg indonesia, seperti mereka juga kagak peduli dg gimana gw mikir ttg negara2 mereka…

    buat media, bad things are good news, jadi (utk para pria indonesia), gak perlu repot2 berusaha membuat citra pria indonesia keliatan hebat, percuma aja..
    memang semua orang di media akan mewakili golongannya masing2.. dan jangan kaget, banyak yg meyakini bahwa media gak pernah salah… jadi, opini mereka akan timbul berdasar apa yg mereka liat di media.. ;)(sambil berlindung dibalik statement : “bukan gw yg bilang, liat aja di media” atau “gw kan punya pandangan gini setelah gw ngeliat di tv atau baca di koran” )
    orang media itu nyari duit, bukan lagi kuliah statistik…
    jadi gak perlu juga berargumen bahwa yg ada di media itu hanya oknum, sebagian kecil, tidak mewakili diri anda semua…
    in this case, wyd is absolutely right. pengin liat gimana orang laen ngeliat “muka” anda ?? liatlah tv, baca koran.. itulah anda semua… hehehe… gak perlu juga nge-klaim bahwa anda termasuk pengecualian (seperti hampir semua pria yg nulis komentar disini)
    buat yg perempuan juga gak perlu repot2 nge-klaim bahwa anda tidak seperti Paramitha Rusady atau mayangsari… :))
    siapa tau pas anda pengin liat “diri” anda di tv, meskipun kemungkinannya keciiiiilllll ternyata yg ada pas berita ttg andrea hirata, atau habibie…😀

    Tapi Wyd, yg bikin gw mikir semaleman : ada satu point yg bikin gw terkaget2 (udah gw tulis di komen gw, tp gak/belom lo tanggepin lebih jauh):
    si presiden kita ternyata membuat lo malu karena kalo ngomong sambil menggerak2kan tangan seperti orang baca puisi atau lagi akting !! apalagi (kalo gw yg bego ini gak salah nangkep tulisan loe) loe malu karena (kebetulan) ada orang india (bukan orang indonesia)yg mempertanyakan hal itu…
    dan hal itu membuat loe mengklasifikasikan seseorang masuk menjadi golongan pria indonesia yg PAYAH.
    WOW !! what a surprise !
    I couldn’t believe you have a thought like that.

    gw jadi ngeri… gimana kalo loe (dan temen india loe) ngeliat cara berjalan gw yg seperti bebek kebelet pipis, dan cara bicara gw yg seperti bencong taman lawang…😦
    tapi mungkin itu bisa jadi bahan kalo loe mau nulis (pengalaman orang lain) tentang perbandingan Perempuan Indonesia vs perempuan Bule :
    Perempuan Indonesia : gw malu hati, loe kalo jalan kaya bebek dan gaya bicara loe kaya bencong sich…
    Perempuan Bule : it’s ok, you look great that way.. (meskipun gw tau dia boong, setidaknya dia bisa membuat hati gw sedikit tenang)
    note : selama ini belom pernah ada satupun dr temen2 cewek bule gw yg mempermasalahkan gaya bicara gw (ataupun gaya bicara orang2 lain)…

    Edgar
    kerjaankurang@yahoo.com

    Comment by edgar | 14 October 2008

  17. @doli: harus! semua dari kita harus berusaha membuang sifat2 payah kita, kan… minimal mengurangi frekuensinya-lah🙂

    @edgar: nerusin nih ceritanya, gar? lo kok jadi sentimen begini?
    ok, soal presiden itu, ceritanya udah lamaaa banget. waktu beliau kunjungan ke negara2 sahabat. waktu gw bilang ke nyokap, nyokap malah heran bahwa gw ga perhatian. nyokap bilang, mungkin sby masih grogi hehehehe… tapi kayaknya ini jadi perhatian orang2 di sekitarnya kok, gar. buktinya, sekarang2 ini gerakan2 tangannya agak mendingan meski kadang beliau masih melakukannya di beberapa peristiwa.

    masalahnya gar, beliau presiden dan tampil di tv. tmn gw ga bermaksud menghina, dia nanya doang, tapi gw kan gimanaaa gitu… sby kan presiden negara gw!

    tapi kayaknya kita punya definisi payah yang berbeda deh dalam konteks ini.

    btw… kalau gw naik motor dengan atribut lengkap, trus stop sebentar buat beli sesuatu misalnya, si penjual ‘pasti’ nanya: mau beli apa, pak? mau beli apa, om?
    kalau gw buka helm, baru deh mereka ngeh kalau gw ibu2 tua🙂
    artinya, gw juga punya gaya sendiri yang mungkin bagi orang lain payah. tapi kan gw ga disorot buat publik, jadi paling2 jadi omongan orang2 yang pernah ketemu aja hehehehehe

    satu lagi gar… sorry bikin lo kepikiran semaleman. jadi kurang dong waktu tidur lo??? kapan2 gw ganti dehhhhh hehehehehehe

    Comment by wyd | 14 October 2008

  18. iya yah bu. yang disorot itu kan yang payah2? ups, saya percaya kok ada orang2 keren.. di kampus saya juga banyak orang keren. cuma ga kesorot aja..
    berarti orang2 di media juga harus cepet nyadar kalo mestinya yang mereka ‘list’ adalah orang2 yang keren ya, bukan orang2 yang payah?
    lingkungan seneng banget gosip dan hal2 negatif sih.. ga perlu nyobain sendiri. denger kabar2 tentangnya aja udah cukup gitu. serem juga ya.

    semoga media2 di indonesia bisa dipenuhi oleh orang2 keren, amin! *lho*
    semoga dengan tulisan ibu ini banyak pria yang memutuskan untuk menjadi lebih keren! *keren standar saya gitu =)*

    Comment by ushmrkstv | 14 October 2008

  19. Emang payah ya…. tapi kayaknya yang payah semua orang indonesia kok…kecuali sedikit….
    Aku cuma meniru cara AlQur’an menggaris bawahi…”.. mereka tdk beriman kecuali sedikit…’
    coba aja, yang orang islam malah menmojokkan orang islam sendir, katanya pakar, cerdik pandai…
    kalo gak percaya ikuti aja statemennya ketua/dan mantan ketua muhammadiyah…NU… dll

    tulis aja… makin banyak yang nulis insya Allah makin banyak yang sadar kalo sebenarnya …. memang payah

    salam,
    SG

    Comment by SG | 19 October 2008

  20. Pria Indonesia payah…. mungkin….
    Di media memang yang banyak diekspos itu yang bisa jadi kontroversi, jadi bisa dibilang lebih enak ngomongin yang jelek2 daripada yang baik karna yang baik ga bikin kontroversi alias ratingnya nanti ga naek2….

    Mungkin kita perlu sekali-kali jalan2 ke pelosok ngeliat bagaimana kehidupan guru2 di sd inpres (gw pernah liat di kick andy tu..) mereka adalah pria-pria dengan jiwa besar dengan sedikit ekspos dari media. Ketulusan pengabdian mereka mengajarkan banyak hal, walaupun mereka ga bisa bersilat lidah kayak pria2 atau wanita2 yang di media / diwakili media (kata wyd begitu kan..) tapi tatapan matanya saja mengajarkan pada kita ribuan arti keikhlasan. Suka ga suka mereka itu Pria….pria Indonesia….

    Almarhum jenderal Sudirman juga pria Indonesia (apa dia payah ya) ga tau deh… yang jelas dia tulus berjuang keluar masuk hutan bergerilya bersama pria-pria Indonesia lainnya, malam dia bangun tahajjud… siang dia berjuang sekalipun TBC menggerogoti tubuh kurusnya…. suka ga suka dia pria Indonesia….

    Jadi sebenarnya apa yang membedakan mereka (yang mungkin kata wyd dibuat pengeculian) padahal emang semua orang-orang besar itu adalah pengecualian menurut gw (entah menurut yang laen gmana) mau dia pria atau wanita…

    Wanita-wanita tangguh juga pengecualian dari wanita lainnya, ga ada namanya pahlawan kalau ga ada pengecut atau payah (kalo menurut wyd)…

    Jadi pria indonesia payah ??? Wallahu’alam

    Comment by firman prawiradisastra | 20 October 2008

  21. Ya, mungkin karena itu

    Comment by online | 6 January 2010

  22. wanita indonesia bilang pria indonesia payah, tetapi mengapa banyak wanita bule bilang pria indonesia rendah hati dan gentle man

    Comment by kristina siahaan | 9 May 2014

  23. I read ur post.im not agree100%.mrsby move his hand when he talked,whats wrong?What hell are u talking about?obama move his hand as well when he speaks.whats wrong?thats body languange mam!
    But i do agree with ur opinion about islamic.indonesian peoples especially moslem couldn’t reject poligami,bcoz their prophet let them do it! Yeah wtv their religion isn’t my business…

    Comment by Hose | 24 January 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s