Muslim tapi Rasis!

Awalnya saya penasaran dengan seseorang yang selalu mengomentari komentar saya di Youtube, kecuali di channel-channel musik Guns n Roses. Meski kadang komentar saya hanya sebaris, ID itu tetap membalasnya.
Saat dia masuk ke Channel Youtube saya, dan berkomentar menyebut saya The Liar, rasa penasaran saya jadi sebal.
Iseng dan sedikit tensi tinggi, saya taruh ID messenger saya selama 12 jam di channel.
Dan benar, orang nekat itu memanggil saya saat saya online. Saya ga bodoh untuk bicara tertulis. Selain karena saya bukan pengobrol di messenger, saya juga ga ingin ditipu. Lewat tulisan, bisa jadi dia tidak sendiri. Bisa saja mereka mengeroyok saya.

Mulanya saya masih berpikir seorang teman dari Mesir yang Desember depan akan datang. Tapi saya keliru. Paling ga, suara dan wajahnya beda. Logatnya sedikit beda dari orang Arab meski penampilannya mengarah ke Yordania atau negara sekitar itu. Jangan-jangan orang ini Yahudi, saya pikir. (Maaf ga ada niat jelek soal yahudi!)

You’re from Indonesia, aren’t you? I know you’re a muslim and Mr. Feather always supports you on Youtube but I’ve been there to explain the world wrong things you’re talking about.
Sekadar penjelasan, Mr. Feather yang dimaksud adalah penggalan ID -saya menebak dia dari tanah Arab- yang selalu setuju dengan kata-kata saya di Youtube. Komentarnya selalu positif dan saya banyak belajar Hukum Islam darinya melalui sudut yang berbeda.

What do you want?’ saya ga mau bertele-tele bicara dengan orang yang hanya saya kenal lewat dunia maya.
Why did you lie to the world?’
When? Where? What did I say?’
Come on, girl… you know what I mean, don’t you? Your comments had attacked the truth. You’re liying by every word you’re saying.
Saya menyumpah dalam hati. Saya dikenal sebagai orang yang bicara apa adanya dan ga suka bohong.
Just explain me or I’ll end up this f**king conversation, ok? You choose.

Lalu dengan semangat bagai siap berlaga ke medan perang, dia menjelaskan bahwa Islam dan Muhammad adalah pilihan terburuk yang pernah diterima dunia. Dia juga memberikan saya beberapa alamat website yang memojokkan Islam yang sebagian besar pernah saya singgahi.

Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa para atheis bersikap misionaris. Maksud saya, mereka menyampaikan misi mereka pada orang yang sudah beragama. Kalau ga terlalu paham sejarah Islam dan Rasullulah, saya bisa habis termakan omongannya yang penuh dengan dalil Alquran dan Hadist. Padahal semua yang dikatakannya adalah pemutarbalikan fakta sejarah dan asal potong isi Alquran-Hadist!

Saya bukan pembela Rasullulah dan Islam yang baik. Saya bahkan ga bisa melampiaskan marah semarah-marahnya. Saya hanya bilang, menjadi muslim adalah urusan saya. Islam menipu saya atau tidak, saya bodoh atau tidak karena mau menjalankan syariatnya, juga urusan saya. Dia boleh jadi benar dan pilihan saya salah, jadi silakan nikmati kebenaran yang diyakininya dan urusan saya meyakini jalan kebenaran berbeda.

Kalimat terakhirnya yang masih sempat saya dengar sebelum saya menutup telpon dan webcam-nya adalah:
You know something, girl? You’re that stupid!’
So What?’ kalimat terakhir saya.

Sebelumnya saya sering bekerjasama dengan penganut atheis garis keras, yang hanya percaya adanya kebetulan-kebetulan dalam hidup, dan semua kejadian dalam hidup terjadi karena kehendak dan akibat perbuatan manusia sendiri. Tapi setelah pembicaraan dengan orang tak dikenal itu, saya merasa ada yang aneh. Boleh jadi saya menyalahkan diri sendiri karena ga cukup handal membela
kebenaran yang saya yakini, atau karena saya takut suatu hari malah saya meyakini apa yang diyakininya, maka saya memilih menjadi sedikit antipati pada atheis.
Rasiskah saya?

Advertisements

12 thoughts on “Muslim tapi Rasis!

  1. Bu Wyd, saya juga pernah mengunjungi sius-situs yang menjelek-jelekan Islam. Ada juga situs yang menjelek-jelekan agama lain. Kemudian akhirnya antara agama jadi saling menjelek-jelekan. Mungkin banyak yang terpengaruh. Saya curiga ini akhirnya adalah adu domba. Menurut saya sih tidak usah marah-marah, tunjukan saja bahwa muslim tidak seperti itu.
    Siapa yang perduli!

    Like

  2. Tenang aja Bu, Rasulullah pernah diludahi, timpuki tenang-tenang aja. Jadikan Islam Rahmatan lil Alamin. Fakta sekarang Amerika Game Over gara-gara sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi Islam terus berkibar. Di Philipina sudah lebih dari 20 tahun, di Inggris lebih lama lagi.
    Siswa yang tidak masuk kami denda untuk kas kelas masing-masing sebesar 10 ribu rupiah (jika tanpa keterangan). Siswa ternyata lebih takut kehilangan uang 1000 perak daripada dihukum fisik

    Like

  3. Saya jadi semakin maklum dan mulai ter’configure’ akan sosok ibu… mengingatkan saya akan salahsatu rekan guru wanita di madrasah kami… lugas, sometimes no compromise (bener gak bu bhs inggrisnya, maklum guru kampung!) namun insya Allah hatinya baik dan meneduhkan (duileeee…)

    Cocoknya ibu tuh pindah ke madrasah kami aja, banyak ‘lahan’ yg bisa ibu kerjakan di sana terkait dengan program mencerdaskan otak dan hati anak-anak muslim indonesia.

    Btw..tentang judul postingan kali ini agak provocative kali yee.. (mudah-mudahan cuma perasaan saya saja!)

    Like

  4. AL:
    justru saya bingung saya kok ga bisa marah menghadapi orang yang menjelek2an Islam dan Rasullulah. harusnya kan saya marah! paling ga, kenapa saya ga membangun website yang bisa menjelaskan apa Islam dan siapa Rasullulah dam muslim sebebanarnya. Ini kok saya malah memble.

    Kusiyono:
    trus duitnya buat infaq mesjid ya pak?

    elmuttaqie:
    emang guru koboi kayak saya (istilah murid2 saya) cocok ngajar di madrasah? wong saya aja belum bener, gimana mau minta anak2 didik saya berbuat bener?
    judulnya provokatif? makanya baca isinya dulu baru 🙂

    Like

  5. hehehe, santai bu.
    beriman itu memang sulit diceritakan. jadi sulit pula tuk dibicarakan. rasakan dan nikmati saja deh rasa beriman itu dalam hati, menyebutNya dengan lembut dan penuh rasa percaya. cukup itu deh.

    selebihnya ya banyak berbuat baik dan berdamai dengan siapa saja. kalau bisa, jelas dengan menjadi bermanfaat bagi banyak orang di sekitar kita. itu refleksi sejati dari rasa iman dalam jiwa.

    salam hangat 🙂

    Like

  6. bu Wyd, berarti itu semakin menunjukkan kebenaran Al Qur’an
    check it out : “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup” (terj, QS Al Baqarah : 217)

    teng kyu

    Like

  7. hai wyd, trims atas komentarnya.
    menurut gw, lu tuh ga rasis, karena rasis hanya akan ditunjukkan kpd yang membedakan warna kulit, adat dan budaya.
    gw sendiri kristen, tapi gw sendiri punya konflik antara pribadi, agama dan agama-agama di dunia termasuk atheis.
    meskipun seorang atheis hanya percaya pada kemungkinan atau ilmu pengetahuan, diatas itu semua sumber berasal dari Tuhan.
    sementara permasalahan gw dengan agama dan agama-agama seringnya adalah mengkotak-kotakan Tuhan Yang Maha Esa sehingga Tuhan menjadi miliknya sendiri-sendiri.
    gw sendiri sebagai manusia yang meyakini Tuhan dan eksistensinya hanya ingin dekat dan menyembahNya, bukan harus dengar atau memahami input-input yang kurang sesuai.
    seperti tanggapan lu ke “orang yang lu anggap mungkin atheis”, menurut gw kalo dia emang atheis kenapa harus mempengaruhi orang lain yang tidak menganut atheis, gw pikir, si atheis itu mungkin sedang dalam keraguan apakah ke-atheisannya benar dan tepat?
    nah, kalo dia masih nanggapin lu, berarti dia sendiri ga yakin dengan keatheisannya. ga perlu takut, apa yang lu yakini dipertahankan sampai akhir saja, jangan pernah sekalipun berpindah.
    tapi ketika lu dihadapkan kepada hal-hal yang mengguncang iman, yakinlah bahwa Tuhan punya jalan yang misterius buat masing-masing orang termasuk lu.
    keep strong!

    Like

  8. Ass…Jangan jauh2 bu, di negara kita aja yang ngaku2 orang islam msh ada yg mau merusak2 islam bahkan melecehkan alqur’an.Sia2 saja kl kita debat dengan mereka, krn memang mereka telah buta dan tuli melihat kebenaran islam…jd mending jangan baca atau masuk situs2 mereka apalagi sampai memikirkan omongan mereka..ntar setan kawan mereka ikut2tan bisikin ibu..
    Pokoknya Islam is the best deh bu..jangan ragu…salam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s