Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Agama? Akhhh!!!

Menulis soal Islam? Akhhh!!!

What the hell are you thinking about my faith? I’m still learning more and more. Not because I don’t wanna share it to others but because I do dont know about Islam. Okay?’

Ini alasan saya sewaktu seorang sahabat meminta saya menulis soal Islam atau sesuatu yang bersentuhan dengan itu di blog Bahasa Inggris saya.
Teman ini sedang tertarik dengan Islam. Setiap dia menanyakan sesuatu berkaitan dengan aturan dan hukum Islam, saya lebih suka merekomendasi website yang bisa membantunya. Soalnya apa yang ditanyakannya seringkali juga menjadi pertanyaan saya dan belum saya temukan jawabannya. Tapi katanya, website-website itu ga memberikan jawaban berarti.

‘Bukankah kamu telah bertahun-tahun menjadi Muslim?’ tanyanya satu kali.
Alamak… dia tetap ga mau mengerti bahwa saya ‘hanya Muslim Indonesia’ berlatar belakang agama heterogen campur aduk ga jelas!

Saya pernah terlibat proyek penulisan tentang Rasulullah dan Islam tapi sampai detik ini saya minta teman yang punya proyek tidak mempublikasikan tulisan saya di websitenya. Tapi beliau boleh meng-e-mail-kan tulisan saya jika ada yang meminta.

Takut Menjadi Religius?

Saya sering mampir ke berbagai blog yang mengupas masalah agama meski rajin juga mampir ke blog berfaham atheis. Saya kagum mereka bisa menuliskan masalah keagamaan dengan manis. Saya takjub mereka bisa memilih bahasa yang lembut menyejukkan hati. Saya cukup punya pengalaman sebagai penulis (wong publikasi pertama waktu saya masih kelas 4 SD!) tapi menulis soal agama… akhh! Ini hal yang paling saya takuti!

Saya kira saya tidak sendiri. Pasti banyak orang di luaran sana yang punya ketakutan sama atau hampir sama. Sebenarnya, apa sih yang ditakutkan? Kenapa ga mau (atau ga berani!) menulis soal agama, meski hanya sebuah artikel? Meski -bagi sebagian orang- agama Islam telah dikenalnya sejak dalam kandungan? Padahal teman saya hanya meminta saya menuliskan tentang Islam dari sudut pandang awam saya.
Kenapa saya begitu takut menuangkannya, walau cuma satu huruf? Kenapa begitu berat menyusun pidato untuk suatu acara keagamaan tapi saya berani pidato dadakan berbahasa Inggris di depan pejabat? Kenapa hal-hal yang berhubungan dengan agama begitu menakutkan saya?
Saya kok ga merasakan ketakutan yang sama saat terlibat dalam proyek tentang homoseksual, lesbian, seks bebas di Indonesia, atau PSK remaja? Saya kok dengan senang hati mendokumentasikan dan menemui para nara sumber di tempat ‘kerja’-nya?

Faktanya, saya seorang Muslim. Saya menjalankan Rukun Islam sesuai versi yang saya yakini kebenarannya
(kecuali naik haji belum saya lakukan), saya dikenal sebagai orang yang jujur, sebagai orang yang ga bisa diajak kongkalikong, ga mau disuap atau menyuap. Kata orang saya ga malu bergaul dengan ‘orang-orang kelas bawah’ dan ‘kaum minoritas’. Keluarga dan teman-teman dekat (orang-orang yang tahu jalan hidup saya) bilang saya orang yang sabar, malah terlalu sabar dalam urusan hidup (meski saya pikir karena memang itu yang harus dijalankan). Tapi saya ga pernah berani mengatakan saya Muslim yang baik. Karena begitu banyak hal buruk yang dilarang agama (meski saya tahunya belakangan) telah saya jalani dalam hidup. Amat sangat memalukan bagi saya mengaku Muslim yang baik.

Asumsi saya:
Meski saya sering berdiskusi soal agama, senang membaca berbagai buku yang mengupas Islam dan hukumnya, rutin mencari kebenaran yang ditawarkan islam, tapi sebenarnya saya takut menjadi religius!
Belajar atau menelaah agama bukan berarti saya ‘ingin menjadi religius’ tetapi hanya karena saya ingin mendalami agama saya.
Kenapa takut menjadi religius? Karena saya takut konsekuensinya!

Apa anda memiliki ketakutan yang sama?

6 October 2008 - Posted by | Agama | , ,

8 Comments »

  1. Sewaktu pertama dapet tugas jadi guru, saya diberi tugas mengajar Agama Islam dan Bahasa Arab. Mungkin karena latar belakang pesantren saya. Tapi saya lega saat diminta milih tetap jadi guru agama atau mau jadi walikelas, saya milih jadi walikelas. Saya takut salah memberi fatwa hehe..
    Saya senang menjadi guru IPS, menurut saya justru disitu sebenarnya salah satu inti pelajaran sekolah dasar. Bukan hanya calistung, tapi yang sering dilupakan adalah pembentukan karakter diri.
    Penggodokan agama sedari dini..yes!!! Tapi titik pointnya pada akhlaq.

    BTW, nih bu saya kaih PR di http://alifia82.wordpress.com/2008/10/06/pr-dari-guru-ipa/

    Comment by AL | 6 October 2008

  2. Tulisan yang bagus…
    banyak juga client saya yang beranggapan sama seperti anda.

    Ketakutan anda itu juga sebagai penanda bahwa anda cukup tahu apa yang anda pelajari.

    Saran saya sih.. tetaplah belajar, jika sudah waktu-nya.. pintu itu juga akan terbuka sendiri kok…🙂

    Comment by faithtear | 8 October 2008

  3. jangan pernah takut jadi religius bu..
    saya juga tadinya takut. tapi karena saya memimpikannya, saya berani belajar menjadi religius.
    yah, pasti tetap belajar juga. dengan menelaah bermacam hal tentang agama, kita sedang belajar menjadi religius bukan?
    paling tidak menyampaikan satu ayat.

    maaf kalau kurang berkenan..
    salam kenal bu =)

    Comment by ushmrkstv | 8 October 2008

  4. “Meski saya sering berdiskusi soal agama, senang membaca berbagai buku yang mengupas Islam dan hukumnya, rutin mencari kebenaran yang ditawarkan islam, tapi sebenarnya saya takut menjadi religius!
    Belajar atau menelaah agama bukan berarti saya ‘ingin menjadi religius’ tetapi hanya karena saya ingin mendalami agama saya.
    Kenapa takut menjadi religius? Karena saya takut konsekuensinya!”

    Saya kok tidak yakin kalo sampeyan tidak mau religius…
    mungkin sampeyan belum menemukan kata yang tepat yang bisa mewakili perasaan sampeyan yang sebenarnya…
    Siapa sih yang tidak mau dekat dengan Tuhan pencipta kita…mendalami agama sendiri kan artinya religius…

    Mungkin sampeyan takut dikatakan orang bahwa sampeyan kok sekarang religius…ya bener itu tadi takut konsekuensinya diketahui orang.
    meReligiuskan diri sendiri tanpa orang lain tahu kan tidak apa apa….🙂

    bener gak sih saya ngomong ?
    wah ini terlalu tinggi cara mikirnya…sing entheng entheng ae ya…
    tak kirimi lagi lagu dari OST rock star mau mbak ?
    “We all die young….”

    btw kayaknya sampeyan cocok dan baiknya kenal sama sahabat saya mbak Anis (www.mualafmenggugat.wordpress.com).
    sepertinya bakal seru ngobrolnya…

    Comment by praboto | 9 October 2008

  5. faithtear: saya orang yang terus belajar hal2 baru dan mendalami apa yang sudah saya ketahui. thx

    ushmrkstv: salam kenal juga….
    di blog ini semua orang bisa bicara bebas dan berpendapat apa aja. cuma… kalau menggunakan bahasa porno atau jorok emang ga bakalan dimasukkan soalnya banyak anak muda (murid2 saya) yang ikutan baca.

    praboto:
    kayaknya saya tahu mbak anis….

    we all die young… saya jadi inget sama it ain’t fun-nya guns… bedanya itu rada2 soal drugs tapi bisa digeneralisir buat kita semua dengan mengabaikan drugsnya…

    Comment by wyd | 9 October 2008

  6. loh saya salah komentar ya bu?

    maaf ya kalo saya udah menggunakan kata2 porno atau jorok (kayaknya nggak.. denger ‘word of p’nya aja saya serem, hehe)

    Comment by ushmrkstv | 14 October 2008

  7. @ushmrkstv: ga kok. maksud ibu, orang boleh berkomentar sekeras apa pun buat tulisan2 di sini. ibu berani mempublikasikan opini berarti udah tahu konsekuennya dong. tapi kalau ada komentar yang rasis banget buat orang lain (apalagi menjelek2an agama lain lewat komentar) atau pake kata2 porno, pastilah akan ditolak. soalnya anak2 ibu kadang kan ikut baca. ga etis…

    ps: namamu banyakan hurup matinya yah… kalau punya link, biar bisa ikutan diklik…

    Comment by wyd | 14 October 2008

  8. wah ibu lagi OL juga, hehe.
    ga ada linknya bu, saya mah penikmat blog aja. blog saya ga bisa diliat orang lain. pernah ditemuin sih setelah saya simpan rapat2, jadi sekarang pengamanannya saya perketat =p

    Comment by ushmrkstv | 14 October 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s