Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Jadilah Pembohong Buat Mama, Nak!

Saat anak saya TK nol kecil, gurunya memanggil saya. Ceritanya, si kecil selalu makan dengan tangan kiri. Gurunya harus berulang kali mengingatkan agar menggunakan ‘tangan manis’. Hingga suatu hari, si guru mendekatinya saat makan siang.
‘Pakai tangan manis, sayang.’
‘Tangan kanan, ya, Bu?’
‘Tangan manismu mana?’
‘Ga ada. Yang ada tangan kiri sama tangan kanan.’ (Salah saya ga pernah memperkenalkan istilah ‘tangan manis’ padanya!)
Ibu guru mengeluh.
‘Iya. Tangan manis itu tangan kanan. Kalau makan harus tangan kanan.’
‘Kenapa, Bu?’
‘Kan tangan manis. Mau kan jadi anak yang manis?’
Anak saya mengangguk.
‘Lain kali kalau makan harus pakai tangan kanan, ya sayang?’
‘Tangan kiri juga ga apa-apa. Yang penting makannya enak.’ (Saya pernah bilang begitu waktu anak saya bertanya kenapa orang lain menggunakan tangan kanan tapi kami menggunakan tangan kiri!)
‘Eh, kok tangan kiri lagi? Bu Guru tadi kan bilang tangan kanan. Siapa yang bilang boleh makan pakai tangan kiri?’
‘Mama.’
Saya ingin menguap aja rasanya di depan guru anak saya!

Waktu kelas 3 SD, anak saya memberikan surat dari gurunya agar saya bersedia menemui beliau. Saya datang dengan segudang pertanyaan, apakah anak saya telah mengganggu anak lain, atau untuk menerima pemberitahuan prestasinya. ‘Anak saya nakal ya, Bu? Maaf deh kalau begitu,’ saya buka suara.
‘Ga sama sekali. Dia anak yang cerdas, kok,’ kata bu guru.
Lalu si guru menanyakan bagaimana cara saya mendidik anak saya. Saya bilang bahwa cara saya sama aja dengan ibu-ibu yang lain. Bedanya mungkin, saya ga bisa cerewet atau marah ga karuan. Beliau menanyakan apakah anak saya biasa bertanya ini-itu. Saya ceritakan bahwa saya orang yang menjunjung tinggi demokratis diterapkan dalam bidang apa pun. Di rumah pun berlaku sama. Anak saya boleh bertanya soal apa saja, di mana saja dan kapan saja, boleh protes, juga boleh mengkritik apa yang saya lakukan padanya.
Si guru mengangguk-angguk.
‘Pantas…,’ katanya.
‘Ada apa memangnya, Bu?’ tanya saya bingung.
Si guru menjelaskan bahwa anak saya bertanya kenapa harus belajar IPS. Lalu si guru menjelaskan panjang lebar soal perlunya tahu sejarah bangsa,
tokoh-tokoh nasional dan dunia, serta para pahlawan.
‘Tapi kan mereka semua udah meninggal, Bu…?’ protes anak saya.

22 September 2008 - Posted by | Personal | , ,

5 Comments »

  1. pertamaxxx

    yeeaaahhhh…

    guwe datang kemari hanya ingin menularkan PR. samperin blog guwe deh.
    kalo lagi ga ada kerjaan aja yah…
    http://nyurian.wordpress.com/2008/09/23/pr-serba-10/

    emang cerdas anak kaek gituh tuh. yang di butuhin sekarang emang kaek gituh. Anaka Yang Kritis.
    he..he..he..

    Comment by nyurian | 23 September 2008

  2. ini pengaruh mama nya yg sangat kritis nih..
    hehehe..

    memang kalo durian jatuhnya ga jauh dari tukang durina..lho??
    hehehe

    Comment by Doli Anggia Harahap | 24 September 2008

  3. ganda pernah nanya semacam itu

    reaksi yang jawab:”hahahahahaha” gak tau kenapa…

    Comment by uongpening | 27 September 2008

  4. orang yg meninggal gk lantas berarti langsung dilupain gitu aja.
    kan ada pepatah yg bilang, “gajah mati meninggalkan gading. harimau mati meninggalkan belang. manusia mati meninggalkan nama”
    ‘nama’ disini berarti isi. kesan. kontribusi yg udah dikasih ke orang2 sekitar.
    bukan orangnya yg dipelajari, tapi alasan kenapa orang itu begitu berkesan walaupun sudah meninggal..

    Comment by putrijump | 4 October 2008

  5. iiih gw banget sih, gw juga orangnya sah2 aja, demokratis banget, lo mau tanya apa aja silahkan, lo mau berbuat apa aja silahkan. bebas gw mah, yg penting gak ganggu orang, tapi mba… makan emang sunahnya pake tangan kanan, eh sunah apa wajib ya? kalau sunah artinya boleh pake tangan kiri dong?

    Comment by Riri El Rose | 11 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s