Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Say Bye to Room Mates (1)

(Tulisan ini didedikasikan untuk anak-anak tercinta yang tinggal di asrama SMA Plus Negeri 17 Palembang selama tahun pelajaran 2007-2008 dengan segala suka-dukanya)

Tulisan ini datangnya amat telat karena dua hal. Pertama, waktu yang ga tersedia untuk menuliskannya meski semua udah di dalam kepala. Yang kedua, karena ga mudah upload dan menyusun ratusan foto di sini. Tapi mendingan telat dibandingkan ga ada referensi tentang itu sama sekali, kan? Agar ga terlalu ‘berat’ (maklum koneksi internet suka lelet!) maka parade foto dibagi dalam beberapa postingan.
Ok, here we go….

Acara dimulai jam 2 siang dan berakhir saat Sholat Ashar tiba. Meski sedikit menyiksa harus mengenakan setelan seragam jaket, dan keterlambatan koordinator asrama karena harus mengikuti ujian hingga jam 3 sore, serta satu pembina putri ga bisa hadir karena sedang mengikuti penataran di Bandung, tapi semua melewati acara dengan fun. Antara lain karena udah membayangkan gimana serunya persiapan perpisahan yang sesungguhnya malam hari nanti.
Seperti biasa acara basa-basi dan protokoler. Sayangnya saya ga bisa menuliskan detilnya karena saya melewatkan semua sesi itu, kecuali pas acara foto bareng saya selalu nongol di kamera. Bayangkan, harus foto bareng anak per asrama untuk putra dan per kamar untuk putri. Total asrama putra ada 5 sedangkan asrama putri enam belas! Wah, bibir saya nyaris kering karena terus-terusan senyum atau ketawa setiap ganti sesi🙂

Perpisahan yang Sesungguhnya

Acara dimulai sore hari setelah Sholat Ashar dan berakhir menjelang Maghrib. Awalnya diadakan berbagai lomba, yang tujuannya buat senang-senang dan biar ada alasan membagikan hadiah saat malam hari. Antara lain lomba memindahkan koin. Sayangnya saya juga ga bisa menuliskan terlalu banyak tentang hal ini karena setelah sesi foto di perpisahan formal dan say bye sama orang tua siswa yang sempat datang, saya kembali harus mengikuti ujian hingga jam enam sore. Mungkin gambar-gambar yang disertakan dalam artikel ini dapat berbicara lebih baik ketimbang saya menuliskan apa yang saya dengar dari orang lain tentang serunya acara sore itu….
63Acara terus berlanjut setelah jeda makan malam dan Sholat Isya. Kali ini ditempatkan di lapangan belakang mesjid, tepat di depan asrama putra. Karena penerangan yang ga memadai, anak-anak dengan kreatifnya menyalakan lilin sepanjang jalan selama acara berlangsung. Kalau anda ada di sana saat itu, anda akan merasakan keromantisannya. Kira-kira mirip perasaan seorang gadis ‘ditembak’ cowok yang disukainya, di hari ulang tahunnya, di sebuah taman penuh bunga, pas di bawah bulan purnama (terlalu hiperbolis kayaknya yah?!!)

Saya dan pembina lainnya ga henti-hentinya berdecak kagum dengan berbagai aksesoris pendukung acara yang disediakan anak-anak itu. Bayangkan, mulanya acara itu ga direncanakan akan diadakan malam itu karena saya seharusnya berada di Bandung untuk mengikuti penataran. Anak-anak memilih memundurkan acara. Tetapi karena saat yang sama saya harus mengikuti ujian mendadak, maka saya membatalkan kepergian ke Bandung. Padahal saat itu anak-anak sedang mengikuti ujian akhir semester. Artinya, mereka mampu berpikir dan bertindak dengan cepat mengantisipasi kondisi di depan mata dan mampu bergerak secara solid serta terkoordinasi dengan baik satu sama lain. Sampai hari ini saya ga bisa henti berdecak kagum akan kretifitas anak-anak itu yang sempat-sempatnya memboyong dua buah monitor ukuran besar untuk menampilkan berbagai slide dan film pendek keseharian mereka di asrama.

Sebagai koordinator asrama, saya diminta menyampaikan sepatah dua patah kata. Tapi seperti biasa, jumlah itu tentu ga cukup buat saya. Meski ga sempat menghitung, saya pastikan kata-kata saya pastilah lebih dari seratus patah 

Hati saya trenyuh spontan sewaktu ‘Pak Lurah’ dan ‘Bu Lurah’ mewakili semua anak memberikan kenang-kenangan. Saya kira saya akan diberikan sebuah cincin platina bermata lima berlian (?!), ternyata sebuah album kenangan tulisan tangan semua anak yang nilainya jauh melebihi sebuah cincin paling mahal di dunia. (Thanks buat kejutannya!)

Suasana dihidupkan dengan diputarnya lagu-lagu berbagai aliran jenis musik, mulai dari dangdut hingga underground. Lagu-lagu terus diperdengarkan terutama saat fashion show. Temanya seru: ‘modern menor’ buat putri dan ‘jadul’ buat putra, tapi lebih seru penampilan anak-anak itu di atas catwalk bercahaya lilin. Tiba-tiba mata dikejutkan dengan munculnya peragawan-peragawati dadakan yang merasa paling keren sedunia  Ga peduli akan menang atau kalah, yang penting gaya paling heboh. Bahkan ada peserta yang ga mau berhenti pasang aksi meski waktu buatnya udah lama habis. Jangan tanya saya mana peserta yang paling cantik, karena saya ga mau ‘menyatakan kebohongan publik’ dengan mengatakan ada yang bisa dikategorikan cantik. Karena kalau saya ketemu salah satu peserta putri dengan dandanannya malam itu di tempat lain saat saya sendiri, pastilah saya kira saya sedang bertemu manusia jadi-jadian atau orang gila yang lagi ketiban waras….

Lomba joget balon dan karaoke per kamar untuk putri atau per asrama untuk putra, juga ga kalah heboh. Semua penyanyi utama pasti akan merusak industri musik negeri ini kalau benar ada produser yang super nekat mau merekamnya. Jangan tanya gimana fals-nya penyanyi latar. Bagi semua peserta hanya ada satu kata: yang penting heboh!

Api unggun dinyalakan tepat jam dua belas malam. Anak-anak berkumpul di depan api sambil menghabiskan makan malam babak kedua. Tampak semua amat menikmati nasi ayam panggangnya. Mungkin nasi malam itu benar-benar enak atau lebih mungkin karena anak-anak jadi rada ‘rakus’ setelah satu tahun harus makan menu asrama.

Kejutan belum berhenti buat Annisa Siti Rahma yang ulang tahunnya tepat hari itu. Jadi teman-teman asrama menjadi orang-orang pertama yang menyanyikan selamat ulang tahun di detik-detik awal hari ulang tahunnya. Mungkin suatu saat nanti kalau dia bertemu seseorang yang tepat yang akan menempati hatinya, rekor ini akan terpecahkan….

Jam setengah satu tepat anak-anak melakukan operasi semut untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengembalikan kondisi halaman mesjid seperti sedia kala.

Selamat Tinggal Asrama

Keesokan harinya anak-anak melakukan pembersihan terakhir di kamar masing-masing sebelum meninggalkannya untuk yang terakhir kali di tahun wajib mereka menempati asrama.

Mungkin ada begitu banyak duka sempat dijalani di asrama tetapi setelah terlewati, semuanya menjadi begitu manis dan bikin kangen. Saya ga tahu apakah ini terlalu mengedepankan perasaan, tetapi saya –sejujurnya- mengangeni anak-anak itu dan mereka semua akan selalu menempati hati saya untuk selamanya. I love you all, kids….

(Note: Jika ada yang keberatan dengan foto-foto yang ditampilkan, silakan protes ke yang punya blog ini. Jika keberatan dengan komentar foto, silakan ajukan protes ke penulis artikel ini🙂 )

155
91

















11 September 2008 - Posted by | SMAN 17 Palembang | , , ,

9 Comments »

  1. asslkum…waduh ibu wyd keren2 bget fotonya…..jdi inget d asrma dulu…dulu aq merupakan penghuni asrama hari minggu alias ank rantauan..hehehe..btw klo ank rantauan msih boleh tgal d asrma gak thun ke-2 or 3-ny?…..oh y salut utk ank2 angktan 11 ….mreka emang ank2 kreatif….terus jaya 17….adik2ku nama 17 ada d tangan klian smua….cia yo…..wss wr wb

    Comment by adrian cf | 12 September 2008

  2. anak luar kota sampe hari ini masih bisa tinggal di asrama tahun kedua atau ketiga dg catatan masih ada kamar kosong. tp selama ini sih tetep ada kamar kosong buat mereka. apa yg alumni harapkan sama seperti harapan ibu dan guru2 lain tentunya. meski ‘krisis’ ga henti menerjang 17 mg semua terlewati dengan baik….

    Comment by wyd | 13 September 2008

  3. wah… solid banget klu gini… semoga siswa2nya pada giat belajar🙂
    btw bu, sudah saya link balik… terimakasih telah berkunjung🙂
    oia, foto ibu mana?

    Comment by reekoheek | 15 September 2008

  4. kalau dilihat keseluruhan cerita ‘say bye to room mates’ 1 sampai 5, foto saya ada di bagian 4. saya koordinator asrama anak-anak dan foto saya berada di antara foto2 mereka. jelas banget malah🙂

    Comment by wyd | 15 September 2008

  5. wkwkwkwkwkwk……….
    mam, i2 bunga ioo?

    Comment by cek bung | 25 September 2008

  6. kereen, gak salah deh kalo lama uploadnya

    sayang kemaren kamera ganda baterenya abis(sebelum mulai) hehehe

    Comment by uongpening | 27 September 2008

  7. mam thanks ie bwat glo2ny, kmi jgo kngen smo mam wid..

    Comment by dEyEte | 3 February 2009

  8. wew…

    keren keren…

    asrama emg gak bakal terlupakan!!!!

    Comment by april angk.9 | 31 May 2009

  9. ahh..ahhh jadi inget waktu SMA dulu but masih JADUL kalau saya. dan terus terang anak2 dari sumatra rata-rata “jago” buat blog.
    Salam kenal ya dari saya com on blog me it “Tigaw.wordpress.com” makacih…

    Comment by tigaw | 4 July 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s