Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Apa Ramadhan Istimewa? No way!

Tiap mendengar ceramah saya selalu dicecoki kalau Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan paling istimewa, bulan yang amat dinantikan kaum muslim dari orok sampe jompo. Benarkah?

Sekian tahun lalu saya masih bisa mengerti. Saya berharap saya bisa seperti banyak orang di luaran sana yang amat menantikan Ramadhan. Tapi tidak saat ini. Saya sangat berharap tidak ada bulan yang disebut Ramadhan. Bukan karena saya tidak suka harus berpuasa, meski saya tidak pernah benar-benar full puasa sebulan penuh setelah akil baliq. Bukan juga karena saya harus mengeluarkan sebagian harta sebagai ritual kelanjutan Ramadhan.

Tapi Ramadhan… benarkah harus beda?

Kenapa Hanya Ramadhan?

1) Ramadhan adalah bulan teristimewa.

Ga mungkin Tuhan menciptakan belasan bulan lain kalau memang ga bakalan Dia berkati. Jadi pastilah setiap detik dalam kehidupan yang diberikan Tuhan selalu ada hikmahnya, selalu tepat untuk berbuat baik.

2) Pintu tobat terbuka di bulan Ramadhan.

Oh my, ini alasan terbaik untuk melaksanakan kejahatan di 11 bulan lainnya. Kan bisa dihapus dan diampuni hanya dalam satu bulan yang disebut Ramadhan?

3) Semua maksiat harus dibersihkan selama Ramadhan.

Gara-gara prinsip ini -saya ga yakin ada ayat tentang ini atau Nabi Muhammad pernah mengatakan hal ini- banyak orang sibuk menutup aurat di bulan Ramadhan dengan alasan menghormati bulan sakral ini. Polisi juga sibuk merazia losmen atau penginapan murah untuk membuktikan mereka juga menghormati bulan Ramadhan, sementara hotel berbintang dibiarkan tetap berjalan seperti biasa. Bahkan FPI terkenal antara lain karena sweeping bulan Ramadhan. Akibatnya, ada banyak orang yang memang sudah susah penghidupannya harus kehilangan pemasukan bahkan ga lagi bisa membeli sebungkus nasi tiga kali sehari. Kalau kemudian ada banyak orang yang menjadi skeptis terhadap muslim, siapa yang mau bertanggung jawab?

Istimewanya Ramadhan

Bulan ini memang istimewa ditinjau dari sejarah Islam. Misalnya diturunkannya ayat Alquran pertama di bulan Ramadhan sekian ratus tahun yang lalu. Dan Alquran adalah pegangan hidup kaum muslim, di samping hadist dan teladan Rasulullah.

31 August 2008 - Posted by | Agama | ,

24 Comments »

  1. Mbak/bu wyd

    menurut pandangan awam saya..keistimewaan ramadhan tyang lain
    1. Biasanya angkutan umum kayak kereta/bus penuh dengan asap rkok..saat itu hampir nggak ada yg berani ngerokok

    2. Paling nggak tiap hari ada saat2 yang istimewa…saat berbuka…sampai sat ini saya masih menganggap berbuka saat paling menyenangkan

    3. hari kerja diundur..asik bisa agak nyantai saat berangkat kantor
    hi hi hi . . .selamat puasa

    Comment by Taufik | 31 August 2008

  2. Rizka juga heran, Bu! Mengapa baru saat Ramadhan orang-orang pada berbondong-bondong ke Masjid, tadarus Al-Quran atau apalah itu.

    Bagi Rizka, tampaknya semua orang yang seperti itu tak lebih orang yang munafik. Sangat munafik. Mereka menganggap hanya ini, hanya di bulan ini kesempatan untuk beribadah dan meminta ampun atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama sebelas bulan.

    Mungkin, hal itu hanya terlihat di Indonesia karena menurut Rizka, kebanyakan orang-orang Indonesia itu tergolong orang yang munafik.

    Mungkin di negara lain, Arab Saudi misalnya, kita baru bisa melihat betapa agungnya bulan itu.

    Comment by R. Hidayati | 31 August 2008

  3. wah bener juga, pak….kecuali soal waktu kerja diundur. di tempat saya kerja itu ga berlaku sama sekali. apalagi boss saya yang orang bule, ga peduli soal itu.

    buat rizka: munafik? wah, ibu ga berani bilang orang lain seperti itu. menjadi munafik adalah pilihan mereka🙂

    Comment by wyd | 31 August 2008

  4. Wah, ndak tau deh mengenai kemunafikan… karena mungkin memang sudah dari sananya agama ini dihuni sama orang2 seperti itu… Bukankah yang benar itu sedikit dan dicela? Kata pak guru siy dari hadits cuma saya belum bisa telaah buat buktikan.
    Saya rasa saya juga orang munafik, baru saja kemarin saya posting rasa takut saya ketemu sama Ramadhan. Jadi tambah takut lagi saya dengar atribut munafik…
    Ya Allah ampuni hamba, dan semoga saya bersama orang-orang yang bener. Amiin…
    Terimakasih.. postingannya sebuah bahan renungan, salam kenal dan wassalamualaykum wa rahmah

    Comment by reekoheek | 1 September 2008

  5. artikel anda:

    http://agama.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/apa_ramadhan_istimewa_no_way_

    promosikan artikel anda di infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler,telah tersedia widget shareGue dan nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

    Comment by nun1k04a | 1 September 2008

  6. istimewanya mungkin hanya bersifat sesaat saja, misalkan di angkutan tidak ada yg merokok, tetapi setelah bulan ramadhan selesai, balik lagi seperti biasa, bau rokok di mana mana ada, seperti polusi di jakarta

    Comment by vincentkeren | 1 September 2008

  7. Wah..maaf buat komentar Rizka yang kemarin ya… Sepertinya itu terlalu terbawa mood.

    Comment by R. Hidayati | 3 September 2008

  8. wuihhh namanya juga anak muda… ga pa-pa lagi punya sedikit emosi. kalau datar2 mulu malah kayak orang tua🙂
    jangan takut untuk menyuarakan kata hati meski mungkin ga semuanya sejalan dgn pendapat orang banyak, ok?

    Comment by wyd | 4 September 2008

  9. mau ikutan nimbrung nih

    kayaknya saya pernah dengar hadis tentang puasa ini hanya untuk orang-orang yang beriman. Jadi cuma orang yang beriman yang bisa merasakan keagungan Ramadhan. Hanya orang-orang yang punya ‘hubungan’ khusus dengan Tuhan saja yang merasakan Ramadhan ini suci.
    Selebihnya saya kira hal-hal yang sifatnya teknis seperti asap rokok, jam kerja diundur dll.

    Soal munafik, duh gua gak comment deh. Karena penilaian munafik itu lebih gampang jika kita melihat orang lain, dan sulit sekali kalau kita menilai diri kita. Jangan-jangan kita juga munafik.

    Yo wiss
    Salam kenal,
    Mohon Ampun kepada Allah SWT

    Comment by al fakir | 4 September 2008

  10. Ramadhan buatku istimewa, yah minimal sampe kelas 6 SD😀 , Semenjak jadi perempuan rasanya jadi agak hambar apalagi karena udah rada tua kalo denger ceramah udah bosen, dari tahun ke tahun begitu2 aja walopun yang nyantel dikit😛

    Comment by alin | 5 September 2008

  11. Saya kurang sreg nih baca tulisasn ibu yang ini. Kesannya gimana gitu.

    Masalah istimewa atau enggak bagi saya sih bu terpulang ke individu. Mau dianggap istimewa atau tidak.
    Jadi judul ibu itu sedikit menyinggung saya..hehehe

    Ramadhan adalah ISTIMEWA.

    Jadi bu, menurut saya, poin-poin yang ibu nyatakan diatas yang melemahkan bahwasanya ramadhan tidak istimewa, hanyalah seperti aturan yang sudah membudaya di negara kita. Seharusnya bulan lain di perlakukan sama dengan Ramadhan, bukan Ramadhan harus diperlakukan sama dengan blain lain.

    Tambahan, masalah ibadah orang dengan ALLah, ga usah kita urusin, biarkan orang tersebut aja ngurusin Hablumminallah nya. Kita urus sendiri aja urusan kita dengan Allah.

    RAMDHAN ISTIMEWA.

    Comment by Doli Anggia Harahap | 6 September 2008

  12. ibu menerima beberapa komplain setipe yg ga bisa dimuat di sini krn menggunakan bhs yg kurang layak untuk dibaca, terumata oleh remaja.

    ibu mau jelaskan di sini, tulisan di atas ga berarti ibu rasis terhadap muslim atau islam. maksud ibu yahhh kira2 sama seperti yg doli maksud, bahwa seharusnya kita bikin bulan2 lain sama seperti ramadhan tapi yg terjadi kita dicekcoki pemahaman bahwa semua dosa kita bisa diampuni dengan mudah banget hanya karena kita puasa di bulan ramadhan. kata2 seperti itu akan menimbulkan persepsi negatif seperti yg diuraikan dlm tulisan.

    tentu aja tulisan tsb ga ditujukan pada muslim dengan pemahaman keislaman yg udah ‘bagus’ tetapi lebih ditujukan ke kita2 yg masih salah kaprah soal ramadhan. itu kenapa tulisan ini dimasukkan di bawah tag opini dan bukan tag agama.

    moga penjelasan ini dimengerti.

    kalau ramadhan istimewa bagi doli, mudah2an ga berarti hanya di bulan ramadhan doli cinta islam.

    Comment by wyd | 6 September 2008

  13. Salam kenal bu wyd!
    Saya jadi malu dgn ibu nih, masa orang seterkenal ibu mau repot-repot berkunjung ke gubuk blog reot kami. Untung saya bisa mengadakan kunjungan balasan sesegera mungkin. jadi rasa tdk enaknya bisa berkurang sdikit.
    Soal materi posting ramadhan di atas saya gak terlalu ikut campur krn yg bikin posting dan yg kasih komen semuanya orang2 yg saya nilai memiliki wawasan agama yg cukup mumpuni. Saya mah guru biasa aja, udah jarang baca buku agama atau denger2 ceramah, sibuk bikin modul TIK buat anak-anak sih… Tp satu pesan yg pengen saya titipin di sini ialah bagaimana upaya kita meramadhankan hati kita, pikiran kita dan perilaku keseharian kita agar kemuliaan ramadhan tetap mebekas sepanjang tahun dan sepanjang masa. Agar ramadhan tdk berlalu begitu saja tanpa ada arti istimewa….. Makanya banyak ustadz2 yg bilang: ramadhan adalah momentum perbaikan diri… saya kira segitu aja deh tanggapan singkat saya. Bagi bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas atau mbak-mbak yg tau situs-situs atau blog-blog yg bagus utk anak didik saya di MAN Kotabaru mohon dapat menginformasikan nya ke http://www.elmuttaqie.wordpress.com atau http://www.mankotabaru.wordpress.com, kami mohon bimbingan dan petunjuk dari anda-anda yg jauh lbh berwawasan dan berpengalaman dlm dunia internet dibanding kami. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf jika ada kata-kata yg salah.. Selamat menemukan hikmah dan keagungan ramadhan…

    Comment by elmuttaqie | 8 September 2008

  14. kayaknya soal bulan ramadhan yang penuh berkah tu soalnya karena orang- orang indonesia masih belum punya pemahaman yang mendalam tentang agama. lagipula banyak yang alasan yang bisa membuat orang indonesia ngerasa bulan ramadhan spesial, contohnya puasanya, kan cuma sebulan setahun buat puasa. atau banyak yang lainnya. bisa jadi pertimbangan kan?

    anyway, ‘met puasa aja buat yang baca

    Comment by uongpening | 8 September 2008

  15. buat pak elmuttagie:
    bener pak, ramadhan seharusnya setiap saat sepanjang masa.
    moga madrasahnya tambah maju dalam kualitas ya, pak….

    buat uongpening:
    komentarmu ‘soalnya org2 indonesia masih belum punya pemahaman yg mendalam soal agama’… ceritanya nyindir ibu nih yah… soalnya ibu juga orang indonesia🙂

    Comment by wyd | 8 September 2008

  16. “tentu aja tulisan tsb ga ditujukan pada muslim dengan pemahaman keislaman yg udah ‘bagus’ tetapi lebih ditujukan ke kita2 yg masih salah kaprah soal ramadhan. itu kenapa tulisan ini dimasukkan di bawah tag opini dan bukan tag agama.

    moga penjelasan ini dimengerti.

    kalau ramadhan istimewa bagi doli, mudah2an ga berarti hanya di bulan ramadhan doli cinta islam.”

    Humm..sebenernya sih bu, emg tulisan ibu layak koq untuk ditunjukan kepada siapa aja, cuma mungkin tulisan ibu agak terkesan “rasis”.
    Mungkin tulisan ibu memamng cocok koq untuk “menyentil” telinga orang yang masih memahami Islam secara gamblang (Walaupun saya juga masih jauh dari kata ‘bagus’ dalam pemahaman Islam).

    Yang Jelas masih dalam proses pembelajaran juga koq bu. Untuk kalimat ibu yang terakhir saya quoate diatas, Insyaallah kita semua lah bu ga akan membeda-beda kan cara beribadah baik di ramadhan atau bulan lainnya.

    Comment by Doli Anggia Harahap | 8 September 2008

  17. Tambahan lagi bu..
    Seperti yang saya tahu, kalau terjadi penyimpangan dalam hal agama, memang sebaiknya kita memberitahu penyimpangan tersebut supaya bisa diluruskan.

    Mungkin cara ibu untuk menyampaikannya dengan cara diatas ya?

    Comment by Doli Anggia Harahap | 8 September 2008

  18. rasis????

    wah, ga ada maksud deh kayaknya. rasis terhadap muslim atau terhadap segolongan umat?

    hayo… siapa lagi yang menganggap tulisan di atas rasis?

    Comment by wyd | 8 September 2008

  19. terima kasih sharing info/ilmunya…
    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
    “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Comment by achfaisol | 15 September 2008

  20. ahmadfaisol:
    thx juga udah ngasih link ke blog bapak. saya udah baca, kasih komentar, dan satu uneg2 saya yang masih tertinggal setelah menutup link: ternyata jaman sekarang syiar agama lewat blog, bagus juga yah….

    Comment by wyd | 19 September 2008

  21. […] dalam tuntunan Alquran dan Hadist. Atau beberapa kasus bulan Ramadhan seperti yang saya tulis dalam Apa Ramadhan Istimewa? No Way sungguh tidak bisa dikatakan ‘sedang menjalankan syariat Islam’. Bukankah tidak mustahil […]

    Pingback by Karanting’s Blog | 7 May 2009

  22. Harusnya suasana Ramadhan selalu ada di setiap waktu bukan hanya di bulannya saja. Artikel yang bagus kawan.

    Welcome to Ramadhan ^_^

    Comment by Asep Solikhin | 26 July 2011

  23. Aneh banget dan gak percaya klo tulisan ini dibuat dan dikomen oleh orang2 intelek. hanya orang bodoh yang gak bersyukur hadirnya ramadahan. keistimewaan ramadhan hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersyukur dan memafaatkan ramadhan untk mengecharge dan memperbaiki diri. memang semua bulan istimewa, tapi ramadhan super duper istimewa. coba sebutkan bulan apa yang semua amalan dilipatkan dan setan2 diblenggu, siksa kubur ditiadakan??? bulan mana yang semua keluarga bisa berkumpul??? bulan apa yang setelahnya orang bisa salaing berkunjung???? nikmati dan sambut ramadhan sebelum maut yang menyambut, dan kau hanya bisa menikmati ramadahan dari liang lahatmua..

    Comment by Anonymous | 22 June 2012

  24. jika suasana Ramadhan bisa terlaksana setiap waktu… itulah tandanya mau kiamat…

    Comment by Anonymous | 22 June 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s