Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

TOMBOY!

Tomboy di-Indonesia-kan menjadi tomboi. Dari kamus Oxford artinya anak perempuan yang menyukai aktivitas dan permainan anak lelaki. Topik ini menarik perhatian saya setelah saya melihat banyak remaja putra ga keberatan memiliki teman tomboi tetapi agak risih melihat teman putranya kewanita-wanitaan.

Banyak gadis tomboi berpenampilan layaknya remaja putri lain plus rambut panjang terurai indah. Perbedaan akan terlihat jelas saat mereka dihadapkan dengan permasalahan, yang sering tampak ‘berat’ di mata gadis lain terutama jika memerlukan sedikit bantuan otot, tetapi bagi mereka tampak amat sepele. Banyak hal yang sedikit ‘memalukan’ bagi gadis lain akan menjadi hal yang enteng dilakukan gadis tomboi.

Sikap tomboi tidak dibentuk secara sengaja, paling ga oleh yang empunya badan. Biasanya lingkungan keluarga atau lingkungan terdekat-lah yang menumbuhkan sikap itu. Mungkin karena nyaris tidak ada pria dalam keluarga maka ada anak gadis yang ‘terpaksa dikorbankan’ melakukan pekerjaan pria. Atau karena mayoritas pria dalam lingkungan terdekatnya, terutama dalam lingkungan permainan masa kecil, seorang gadis akan dengan mudah mengadopsi pandangan dan perilaku pria dalam dirinya. Tetapi pandangan dan perilaku adopsi ini tidak mengubah orientasi seksnya.

Apakah Saya Tomboi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang remaja putri ga bisa menilai dirinya sendiri. Pandangan dan pendapat orang lain, terutama yang sering melihat kesehariannya, lebih fair daripada mengaku iya atau tidak. Mungkin beberapa tanda berikut ini dapat dijadikan acuan bahwa apakah seorang gadis termasuk gadis tomboi.

1) Jika seorang gadis lebih nyaman bertukar pendapat dengan pria tanpa merasa harus selalu kelihatan ‘manis’
2) Jika seorang gadis lebih menyukai berkumpul dengan pria karena mereka kuat dan tidak cengeng, bukan hanya karena mereka makhluk yang menarik secara seksual
3) Jika seorang gadis lebih memilih pria sebagai teman kelompok karena kesamaan pola pikir
4) Jika seorang gadis lebih suka berpikir praktis daripada mengandalkan emosi dan kecantikan fisik
5) Jika seorang gadis ga keberatan mempelajari aktivitas yang biasa dilakukan teman-teman prianya
6) Perhatikan sikap tubuhnya saat dia asyik berbincang dengan orang lain. Gadis tomboi seringkali lupa bagaimana duduk atau bicara yang ‘manis’
7) Jika seorang gadis ga keberatan diminta menemani pacar teman-temannya minum sementara teman-teman gadisnya sibuk shopping
8) Jika seorang gadis lebih baik mundur untuk sesuatu yang sepele daripada harus adu mulut dengan gadis lain

Orang Bilang Saya Tomboi

Secara pribadi saya kebetulan memiliki banyak sepupu seusia saya dan kesemuanya lelaki, kecuali satu orang. Tetapi gadis satu itu tidak pernah berkumpul bersama kami. Kami lebih suka bikin tenda di halaman rumah dan membiarkan sepupu perempuan lainnya menyediakan makanan untuk kami. Atau kami dengan senang hati berlarian di sepanjang pantai meninggalkan anak-anak perempuan lain yang memilih duduk sambil ngemil di bawah pohon serta sibuk membahas buruknya matahari memanggang kulit tubuh mereka.

Secara kebetulan pula guru-guru saya sejak SD hingga SMA selalu mengenakan level anak laki-laki untuk saya dalam berbagai kegiatan olahraga. Misalnya, anak lelaki harus mencapai garis finis dalam waktu tertentu pada lari jarak pendek. Jika tidak, maka mereka harus mengulang lagi kegiatan yang sama. Saya secara kebetulan selalu mampu melewati level yang ditetapkan guru-guru saya, meskipun kadang ga mudah sama sekali.

Secara kebetulan pula teman-teman dekat saya di SMA semuanya pria. Dan masih secara kebetulan semua boss saya adalah pria. Sehingga mau ga mau saya terbiasa dengan pola pikir pria dan mengadopsi perilaku mereka terutama dalam menyelesaikan suatu masalah. Tapi kalau anda tanya apakah saya tomboi, pastilah saya akan menyangkalnya. Hanya kalau anda tanya apakah saya lebih suka shopping pakaian dan sepatu di mall atau nge-track di jalanan, saya memilih opsi kedua 

Tulisan ini didedikasikan untuk: Bastar (alm), Zuraimi, Basri, dan Nanda

24 August 2008 - Posted by | Opini | ,

6 Comments »

  1. Yang paling penting kita nyaman sebagai diri kita sendiri, terkadang sisi maskulin lebih menonjol kadang kondisi tertentu cara wanita lebih mudah menyelesaikan persoalan. Bisa menjalankan dua sisi ini bagi wanita lebih menguntungkan.
    hehehehe tapi ini menurut saya…..
    itu juga mengapa dulu lebih suka pacaran sama cewek teknik. Diajak ngobrol yang seru seru nyambung, diajak gila gilaan dikit ok ok aja, kalau kita kebablasan, dia ngingetin dengan menonjolkan sisi wanitanya. Apa mereka tomboy ? gak juga.

    Comment by praboto | 25 August 2008

  2. setomboi-tomboinya cewe, pasti tetep ada sisi lembutnya.
    ibu misalnya😀

    saya juga suka dibilangin ‘cewe murtad’ sama temen2.
    tapi saya nyaman2 aja gini,
    dan temen2 juga gk pernah nuntut saya untuk berubah.
    ya paling kalo naluri monyet saya lagi keluar, mereka pura2 gk kenal aja.. hehe

    menurut saya menjadi cewe yang ‘gak biasa’ itu merupakan kebanggan, bukan kesalahan.
    saya bisa gabung dalam dunia cowo yang gak bisa dimasukin cewe2 lain, tapi dilain sisi saya juga tetap diterima di dunia cewe.

    apa saya tomboi? mungkin lebih tepatnya androgyny ya.

    Comment by putrijump | 25 August 2008

  3. wah kalau putriana emang tomboi abissss!!!!

    Comment by wyd | 25 August 2008

  4. wanita yang diwakili kromosom X dari segi kuantitas jelas menang di atas pria yang diwakili kromosom Y dengan 3X banding 1Y (jika dihitung pada peluang kelahiran anak laki-laki XY dan anak perempuan XX). itu mungkin kenapa ada hadits yang bunyinya ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu. tapi keadilannya sesuatu yang sedikit cenderung menjadi pembeda dan dominan dalam menentukan sifat dari sistemnya, itu mungkin kenapa budaya dunia umumnya bersifat patrilineal. seperti kromosom Y meski 1 namun menjadi penentu yang 3 (X), seperti dalam hadits juga diutarakan yang terakhir (penentu).
    dan saya panjang lebar cuma buat ngomong bahwa, itu kenapa klu cewe tomboi dianggep wajar karena tidak mudah dibedakan, sedang cowo setengah dianggap aneh, karena langsung terlihat🙂
    maaf dengan analisis yang seenaknya sendiri, namanya juga iseng😛
    mampir blog saya ya bu, senang berdiskusi dengan anda

    Comment by reekoheek | 1 September 2008

  5. gue tomboy tahu
    berantem mau g’?

    Comment by mawar | 21 February 2009

  6. yg penting “be your self” aj dah…

    Comment by haryoshi | 29 October 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s