Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

BBM Naik Lagi! Lagi! Lagi!

FuelIni yang ketiga kalinya –kalau tidak salah– BBM naik selama masa pemerintahan Presiden SBY. Entah berapa kali akan naik lagi sampai habis masa jabatan beliau. Sebagai orang awam yang tidak mengerti soal ekonomi negara dan kurang minat ngutak-ngatik masalah itu, termasuk tidak terlalu peduli siapa yang menjadi presiden, saya tidak mempersoalkan apakah BBM akan naik atau turun. Yang saya persoalkan adalah masalah daya beli saya (egois?!) terhadap barang-barang –minimal kebutuhan pokok– yang mau ga mau harus dipenuhi.

Setelah mendengar selentingan keesokan hari bensin –premium dalam hal ini– harganya akan naik sekian persen, saya tidak termasuk yang berniat antri membeli bensin. Pertama karena memang ga punya tempat penampungan. Kedua, saya bukan tipe pencari untung dari menimbun suatu barang. Tapi karena bensin kendaraan saya memang harus diisi pada malam sebelum diumumkannya kenaikan harga bensin, saya terpaksa mampir ke salah satu SPBU.

Saya melihat antrian motor di SPBU itu. Lumayan panjang untuk dikatakan antrian normal. Saya membatasi pengamatan hanya pada pemakai motor bebek segala merk karena terlihat paling mendominasi SPBU. Saya asumsikan mereka yang lagi antri ga jauh beda dari saya: kehabisan bensin. Dan sebagian pastilah karena kenaikan harga keesokan harinya.

Kalau motor bebek diisi penuh sebelum dan sesudah kenaikan harga, bedanya paling lima ribu rupiah. Artinya ada banyak pengguna motor bebek rela antri karena selisih lima ribu rupiah. Sekali lagi: lima ribu rupiah. Kalau naik bis di Palembang berbekal lima ribu rupiah, kita terpaksa pulang jalan kaki, karena uang segitu hanya cukup untuk sekali jalan.

Uang segitu tentu tidak ada artinya dibandingkan miliaran rupiah yang dikorup seorang (mantan) bankir atau (mantan) pejabat. Untuk itu mereka paling-paling disubsider sekian tahun penjara tanpa harus mengembalikan semua hasil korupsinya. Keluarganya masih tetap bisa liburan ke luar negeri meski kepala keluarganya mendekam di penjara. Bandingkan dengan orang yang terpaksa harus antri demi lima ribu perak (sekali lagi: lima ribu perak!), atau yang karena lima ribu perak terpaksa beralih menu harian, dari kerupuk menjadi garam dapur. Dan dengan menu itulah sebagian generasi muda kita mensuplai tubuh dan otaknya. Jangankan memikirkan apakah pendidikan yang mereka terima sudah cukup berkualitas atau tidak, memikirkan besok bisa makan atau tidak pun mereka tidak terlalu berani.

Oke, harga BBM terakhir naik tahun 2005 lalu sebelum naik lagi tahun ini. Artinya udah cukup lama BBM –premium dalam hal ini– harganya ga beranjak. Tapi cukup pantaskah harga BBM dinaikkan di saat daya beli masyarakat kebanyakan nyaris nol? (menurut salah satu data survei sekitar 40% rakyat Indonesia berada pada atau di bawah garis kemiskinan)

27 May 2008 - Posted by | Opini | ,

7 Comments »

  1. Assalamualaikum

    Krisis sekarang krisis global, jadi emang kenaikan BBM itu mesti dilakukan, karena harga minyak dunia juga naik.

    regards,
    Husnul

    Comment by Husnul | 31 May 2008

  2. moga bukan karena BBM naik maka sebagian dari kita jadi terbiasa puasa Nabi Daud🙂

    Comment by wyd | 1 June 2008

  3. asslkum wr wb….
    ya luruskan niat bersiap melangkah ke depan hadapi kenaikan….BBM..heheheehe….
    amin smoga bencana sosial ini cpat berlalu..

    Comment by adrian cf | 2 June 2008

  4. amiinn!!!

    Comment by wyd | 3 June 2008

  5. waduh bu,, sempat2nya difoto..hehhee

    semangat bu.. walopun BBM naek..hehhee

    Comment by Miftah Andini_anktn7 | 14 June 2008

  6. iya… waktu ngambil foto, ada yang nanya: mbak (eh, tua gini tega banget dipanggil mbak!) wartawan, yah?

    Comment by wyd | 16 June 2008

  7. huhu.. ternyata BBM naek juga jd nyusahin bu..

    masa kemaren (Rabu,18 juni 2008) di sini (Jatinangor) mati lampu 12 jam ajah coba..
    mana sekaran itu lagi ujian lagi.. udah deh ga bisa belajar..
    bener2 bikin stress…

    Comment by Andini | 19 June 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s