Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Orang LSM Rada Bego?

‘Saya ibu, dari LSM’ begitu balasannya setelah saya balas SMS sebelumnya dengan kalimat ini: ‘U look stupid much more than I thought of u before. I HATE sms, ok? Just pick your phone up or be a looser in your rest life. Get me, guy?
Wah, ternyata yang saya kira seorang pria (kata-katanya kasar tidak mencerminkan sifat keibuan) ternyata seorang wanita.
Hampir semua orang yang mengenal saya, tahu dengan pasti kalau saya benci ber-SMS. Jempol saya sakit kalau dibawa menekan keypad lama-lama.

Nah, si ibu yang ngakunya dari LSM itu terus-terusan mengirimkan SMS yang isinya menjelek-jelekkan sekolah tempat saya mengajar, SMA Plus Negeri 17 Palembang. Sekaligus mempertanyakan beberapa hal yang bukan wewenang saya untuk menjawabnya. Kalau saya telpon balik, selalu dimatikannya ponselnya. Jadi terpaksa saya balas SMS-nya meski dengan gerutuan soal jempol saya. Tapi karena dia terus-terusan mengirimkan SMS tak bermutu (dalam pandangan saya) tentang SMA Plus Negeri 17 Palembang, sedangkan untuk membalasnya benar-benar bikin saya muak, maka saya kirim: ‘Dari gaya anda pasti ga punya anak di 17 karena semua orang tahu saya benci sms. Saya balas karena saya hormati anda. Tp jempol saya udah sakit. Kalau mau ngomong, saya telpon deh. Pulsa saya banyak kok’.

Saya tidak tega menuliskan SMS yang dikirimkannya berikut balasan saya untuknya, karena apa yang dia kirim bukanlah jawaban SMS saya sebelumnya. Padahal saya selalu menjawab apa yang dibicarakannya sebelumnya.
Sebelum dia membuka jati dirinya, saya berpikir kalau saya telah membuang-buang waktu plus menyakitkan jempol saya untuk membalas SMS orang yang buta huruf. Tapi kalau dia buta huruf, bagaimana dia bisa menuliskan SMS-nya?

Jadi dia pasti bisa baca tulis dan utak-atik ponsel. Kalau begitu, dia pasti rada-rada bego. Kalau kita ngomong sama orang dan omongannya nggak nyambung, pasti orang itu bego, kan? Nah, itu yang ada di pikiran saya sebelum dia menyatakan dirinya dari LSM. Sayangnya, pikiran saya tentang si pengirim SMS sudah tertanam di kepala saya dan agak sulit mengubahnya karena SMS-nya masuk terus-menerus sekitar 1 jam. Kalau dijadikan kalimat matematika jadinya begini: si pengirim SMS rada bego. Si pengirim SMS adalah orang LSM. Jadi orang LSM rada bego.

Buat anggota LSM di mana pun berada, maaf ini bukan generalisir, cuma menghubungkan dengan pelajaran matematika yang saya ingat, itupun kalau saya tidak salah menyimpulkan.

Saya heran buat apa orang itu mempertanyakan hal-hal di luar wewenang saya. Kalau dia mengirimkan SMS ke nomor saya, pastilah dia mengharapkan jawaban dari saya, kan? Apa orang LSM tidak tahu kalau sebuah lembaga punya manajemen dan struktur organisasi? Padahal dari berita koran, kabarnya pemerintah mengucurkan sejumlah dana pada LSM. Sayang kalau dana yang seharusnya bisa dialihkan buat membeli makanan orang miskin ternyata hanya dibuang sia-sia pada orang yang tidak mengerti apa-apa. Saya membayangkan bagaimana orang yang tidak tahu tata krama dan etika berbicara (dilihat dari caranya ber-SMS dan kalimat-kalimat dalam SMS-nya) harus berbicara di depan publik mengatasnamakan suatu persoalan yang sedang diangkat. Bisa-bisa yang bicara adalah sepatu atau kursi! Gila beneeerrr!

5 May 2008 - Posted by | Opini | , ,

18 Comments »

  1. Wah wah wah, judulnya seru, isinya hot

    Comment by Orang LSM | 6 May 2008

  2. that’s the fact lah

    Comment by wyd | 7 May 2008

  3. haha.

    LSM… jaman skarang udah gag jelas Bu, LSM itu apa…

    kebanyakan LSM jaman sekarang ini cuma bentuk lain dari “gerombolan” pencari uang…

    dulu…
    perompak-garong-geng-geng motor-paguyuban xxx-‘ormas’-LSM

    hehehe.

    Piss! No offense… itu kata beberapa temen aktifis lo!!
    hehe

    Kalo mau memberdayakan masyarakat… lakukan lah sesuatu…

    Comment by rocco90 | 11 May 2008

  4. aktifis ga jauh beda kayaknya….

    waktu belum diguyur duit, idealis banget. abis itu… ga janji deh!

    Comment by wyd | 13 May 2008

  5. Dicuekin ajah Ibu Guru..
    jadi ingat pepatah SD saya dulu:
    Kafilah menggonggong anjing berlalu..

    Comment by Mr.LooG | 14 May 2008

  6. emang situ berminat jadi anjing????
    kayaknya ga mungkin deh bisa jadi kafilah karena ga bisa mengonggong….:)

    Comment by wyd | 16 May 2008

  7. Lho, iu gurunya kok malah mara sih?
    Saya kan hanya ngulang peribahasa yang saya diajarin sama guru SD saya dulu..

    Comment by Mr.LooG | 22 May 2008

  8. kayaknya kamu yang keliru kutip.
    seharusnya:
    anjing menggonggong kafilah berlalu…

    thx keep in touch with me yah

    Comment by wyd | 27 May 2008

  9. asslkum Bu wyd,,,,,
    dasar orang yang kasih komentar (MR LOOG)…..emang mirip namanya LOOG = Goblok..hehehe…terus berjuang BU….fakta aja ternyata eksistensi LSM sebaga lembaga yang dibentuk dan ditujukan bagi rakyat sekarang banyak yang hanya profit oriented….cari2 celah dlam setiap masalah…smoga kedepanya LSM dpat menjadi lembaga pengayom masyarakat,,,ok,,,,,peace….oh ya MR LooG laen kali klo komentar di pkir dlu …..ok

    Comment by adrian cf | 2 June 2008

  10. wah… seharusnya komentarmu ibu edit karena mendeskritkan orang lain… tapi ibu ga mau ngedit komentar orang di blog ibu.
    pilihannya cuma: disetujui apa adanya atau dibuang sekalian.
    tapi komentarmu sayang untuk dibuang karena ada bagian yang menarik soal LSM-nya.

    gimana pun dan di mana pun, perbedaan pendapat selalu ada. biarlah kita belajar menghargai perbedaan itu.
    setuju???

    Comment by wyd | 3 June 2008

  11. ok..stuju bu..maaf klo agak kurg sopan commentny..wss

    Comment by adrian cf | 3 June 2008

  12. hehee…ternyata ibu msh inget ma aku..
    hhee..

    Btw, bu ko tumben ngasi no hp ke org??
    biasanya dulu ga mau ngasi..hehhe…

    tu org LSM ga da kerjaan kali yaah???
    heheheee…

    Comment by Andini | 19 June 2008

  13. Jadi koordinator asrama kudu ngasih nomor Hp ke ortu siswa terutama yang di luar kota.
    kepaksa sih sebenarnya….
    efek negatifnya yah itu… nyebar kayak virus ga terkendali!

    Comment by wyd | 20 June 2008

  14. Setuju . .

    Comment by aborah laura fuwel | 10 July 2008

  15. setuju sama komentar yang mana nih?

    thx udah mampir yah, Laura

    Comment by wyd | 11 July 2008

  16. saia muthe bu . .
    bukan laura . .(hihihi)
    wah, udh masuk sekolah lagi ya bu..
    muthe baru aja nonton salah satu variety show yang ngebahas ttg banyaknya orang yang minta sumbangan atas nama LSM.
    Setelah di investigasi, rata2 bohong smua bu rupanya.

    Comment by aborah laura fuwel | 13 July 2008

  17. kayaknya orang Indonesia kreatif2 yah… ga ada celah yang belum dipikirkan untuk jadi sumber penipuan….

    Comment by wyd | 14 July 2008

  18. ya gitu dhe bu . .
    hihihi.

    Comment by AboRaH LauRa FuweL | 14 July 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s