Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Perangkap Hak Asasi dalam UU ITE

Satu hari tanpa internet serasa ketinggalan berita setahun atau bagai tidak makan seminggu (terlalu hiperbolis?!). Kata-kata di atas hanya untuk menggambarkan bahwa internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Internet sudah jadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian bagi sebagian orang. Termasuk saya. Internet bagi saya adalah tempat saya mendapatkan berita, terutama berita dunia luar sana, yang tidak bisa diakses dari berbagai stasiun TV dalam negeri. Karena di saat saya punya waktu untuk menonton TV, acara yang disiarkan di TV nasional -meski jumlah stasiun TV sudah melewati jumlah kedua jari tangan- nyaris tidak memberikan informasi pengetahuan yang saya butuhkan. Sinetron berlatar belakang kehidupan masyarakat kota besar dengan standar ekonomi high class (pelaku berwajah amat remaja sudah jadi direktur perusahaan besar!), lomba menyanyi modal dengkul (penyanyi dan komentator sama-sama tidak berpengalaman di bidang tarik suara), siaran langsung sidang ini-itu yang tak saya minati, film Hollywood lama yang saya bahkan hafal beberapa kalimat plus intonasinya (karena terlalu sering ditonton), dan seterusnya dan seterusnya yang hanya akan membuat saya trauma pada TV jika saya paksakan tetap menonton.

Kembali ke topik, jadi dari internet lah saya mendapatkan berita yang saya perlukan dan dapat diakses sesuai waktu dan kebutuhan. Internet juga tempat saya melakukan beberapa pekerjaan, seperti mengirimkan naskah atau berkas laporan pada boss atau teamwork saya, membahas detil pekerjaan sebelum tiba pada kesepakatan akhir, transaksi keuangan, termasuk juga menghubungkan saya dengan abang yang tak saya temui sejak delapan tahun lalu, dan lain-lain, dan sebagainya. Terlalu banyak dan akan membosankan jika saya uraikan satu persatu. Hal yang sama tetapi dengan kebutuhan berbeda juga berlaku pada sebagian penduduk planet ini yang tak bisa memisahkan internet dari kebutuhan pribadi hariannya dewasa ini.

Kebutuhan dan kenyamanan pengguna internet mulai sedikit terusik dengan hadirnya UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sejak Selasa, 25 Maret lalu. Menilik poin-poin dalam UU tersebut yang terlalu karet, mengingatkan saya akan kebebasan pers yang terbelenggu di jaman Orba. UU ITE seharusnya juga dipahami oleh para pemilik rental internet yang dalam bahasa UU ITE disebut sebagai ‘penyelenggara sistem elektronik’ karena bisa-bisa jasa yang mereka tawarkan akan menjerat mereka ke muka hukum seperti yang dimaksud dalam pasal 15 ayat 2 dan pasal 16.

Itu bukan satu-satunya pasal yang seharusnya mengkerutkan para pemilik rental. Bacalah Pasal 27 yang menghebohkan itu. Pasal ini telah menyibukkan kalangan tertentu untuk menyusun lembaga yang bertugas mendeteksi semua situs porno dan penyelenggaraan judi di internet. Saya pribadi akan sangat senang jika tidak ada situs porno di internet agar saya tak perlu cemas apakah putra saya yang beranjak remaja akan mengakses situs semacam itu tanpa sepengetahuan saya. Tapi kata porno -sekali lagi- terlalu karet. Porno bagi sebagian orang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain. Saya ingat bagaimana bingungnya teman Canada saya saat heboh penolakan artis berpose porno di majalah Playboy Indonesia. Dia pikir majalah yang dibelinya salah cetak karena dia tidak menemukan kepornoan di dalamnya🙂

Dan bagaimana nasib berbagai game di internet setelah UU ITE berlaku? Akankah situs-situs penyelenggara game itu tergolong situs penyelenggara perjudian? Game apa saja dan tipe bagaimana yang akan tergolong judi? Saya akan cukup kuatir dalam hal ini karena saya penggila poker dan freecell online, mengingat bagaimana alotnya perdebatan di masa lalu apakah SDSB (maaf, saya sudah lupa kepanjangannya) tergolong judi atau tidak.

Dalam pandangan saya, selain terlalu ‘karetisme’ (mudah-mudahan istilah ini ada!) UU ITE juga akan menjadi perangkap hak asasi. Sebagai orang dewasa yang sudah dapat dan mengerti bagaimana bertanggung jawab terhadap segala perbuatan saya, tentu saya berhak -jika perlu- mengakses berbagai berita dari luar negeri. Boleh jadi suatu hari nanti pintu akses saya tertutup karena situs yang direkomendasikan teman saya di luar negeri telah di-black list pemerintah karena tergolong sara, misalnya.

Mungkin saya dan anda terpaksa menjelajah lebih lama atau menggunakan jasa pihak ketiga untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya. Di arus global informasi di mana seharusnya kita dapat mengakses sesuatu dari sumber pertama tapi pemerintah malah menutup akses itu. Tak heran kalau kita akan tertinggal dalam lebih banyak hal kelak, bukan hanya di bidang pendidikan seperti sekarang ini.

29 March 2008 - Posted by | Internet | , ,

15 Comments »

  1. hahahahaha!

    Lagi2 pemerintah mengeluarkan perangkat yang saya ramalkan akan
    MANDUL…

    sama halnya seperti UU APP(pornografi dan pornoaksi)…

    *
    Lagi2 harimau dilepas dari kandangnya… apa daya ia tidak akan mampu menggigit tikus2 kecil… karena tangannya kegedean, dan harimau merasa enggan memakan tikus curut.

    Ah, sayang justru tikus curut itulah yang merusak lumbung padi milik petani…..
    *

    Selama peraturan yang ada cuma untuk nakut2in dan bikin sedikit “geli-geli” ditelinga masyarakat…

    Yah…

    UU baru keluar, website depkominfo udah diacak2…

    hoho ^.^

    -sedih-

    Comment by rocco90 | 30 March 2008

  2. sisi positifnya:
    akan makin banyak orang yang nyoba jadi hacker agar bisa mengakses situs yang tergolong plat merah.
    artinya… orang2 indonesia akan terkenal smart di bidang itu.

    lumayan kan ada nilai tambah setelah jadi negara terkorup di dunia…🙂

    Comment by wyd | 30 March 2008

  3. Bener Bu,

    “prestasi” kita nambah banyak…

    Pemusnah hutan tercepet?

    Korupsi?

    Carding?

    Hacking?

    negara paling “boros”??

    hoho ^^

    Selamat ya…

    Aku Bangga Jadi Orang Indonesia.

    http://rocco90.wordpress.com/category/nyindir/page/2/

    di judul Cerita Apa Ya ?

    hehehe.

    Comment by rocco90 | 30 March 2008

  4. bagaimana dengan metro tv bu’??
    cukup bagus tuh beritanya,
    klo di kos mungkin bulan depan dah dapet fasilitas ip tv jadi bisa nonton channerl luar,

    kembali ke topik
    yupz,.
    beberapa komunitas underground,
    menentang ada nya UU ITE,
    salah 1 komunitas terbesar seperti kask**,
    harus menutup bb17 nya,..
    karena adanya UU ITE,
    beberapa memberpun protes,
    dan ternyata masih bisa di akses tuh,
    xp
    org indonesia kan cerdas(klo mereka mau),

    satu lagi,…
    situs depkominfo juga dah didatangi salah satu hantu dunia maya,
    denga di deface nya web tersebut,

    ^^

    Comment by Sofian Hadiwijaya(Inyonk) | 31 March 2008

  5. eh kok tau kalau kask*s masih bisa diakses🙂

    Comment by wyd | 31 March 2008

  6. wah… sofian pasti salah satu kask*sers

    hehehe

    Comment by rocco90 | 1 April 2008

  7. salam kenal kunjungi juga
    jurnal bimbingan dan konseling
    universitas lampung
    http://eko13.wordpress.com

    Comment by eko | 1 April 2008

  8. Ok saya akan mampir lagi abis nulis di blog.

    moga buruan lulus dari kuliah, ya

    Comment by wyd | 1 April 2008

  9. yoi,….
    lanjot gan!!!

    awkoawkoawo,….
    ^^

    Comment by Sofian Hadiwijaya(Inyonk) | 2 April 2008

  10. lanjut apaan?

    Comment by wyd | 3 April 2008

  11. ga itu cuma kata2 yg sering muncul di kaskus,…
    awkkawokwoakwokawo
    xp

    Comment by Sofian Hadiwijaya(Inyonk) | 4 April 2008

  12. ulasan lengkap ttg UU ITE dapat disimak pada:
    http://www.ronny-hukum.blogspot.com

    Comment by ronny | 19 July 2008

  13. thx udah mampir, pak! n makasih infonya.

    oke, saya yang gantian mampir ke tempat anda….

    Comment by wyd | 20 July 2008

  14. Very true! Makes a change to see soemnoe spell it out like that.🙂

    Comment by Andralyn | 6 December 2014

  15. It’s a real pleasure to find someone who can think like that

    Comment by Ciallis | 6 December 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s