Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Insomnia Karena Keinginan

Sesuatu yang aneh dengan judul tulisan di atas? Mungkin ada yang berpendapat ya tapi boleh jadi kamu akan setuju setelah membaca tulisan saya. Sejak SMP kelas 2 saya menderita insomnia (insomnia atau insomia mana yang bener, yah?). Jangan ditanya betapa sebalnya saya setiap melihat kakak perempuan saya yang bisa nyenyak banget tidurnya bahkan tak terganggu dengan suara mesin ketik saya di kamar yang sama (masa itu belum ada komputer seperti sekarang yang nyaris tidak menimbulkan bunyi meski kerja sampai dini hari). Bahkan saya pernah menangis karena sedih melihatnya bisa mendengkur tanpa menghiraukan saya yang tak bisa memicingkan mata sedetik pun.

Tapi entah bagaimana ceritanya, ujung-ujungnya saya terbebas dari insomnia. Mungkin saat saya melahirkan anak kedua dengan perjuangan fisik yang lumayan berat sehingga harus diopname segala. Mungkin terlalu capek-lah alasan mengapa kemudian saya bisa tidur. Bahkan selanjutnya bisa merasakan indahnya mimpi meski cuma beberapa menit.

Sekarang saya tidak akan pernah keberatan insomnia datang menyerang karena saya menginginkannya terutama sekali saat pekerjaan menumpuk dan harus diselesaikan hari itu juga. Misalnya laporan ke boss saya di luar negeri yang harus dikirim via e-mail di jam kerjanya. Padahal jam kerjanya adalah jam tidur kita di Indonesia. Pernah sekali saya membiarkan mata terpejam meski kerjaan belum selesai. Lagi nikmat tidur, ponsel saya berdering. Payahnya, ponsel itu diletakkan di sebelah kepala saya dan lupa saya silent-kan. Saat berdering saya tahu kalau saya baru saja tertidur kurang dari setengah jam lalu. Meski tidak mengecek jam di LCD, saya tahu saat itu sekitar jam dua dini hari. Maka dengan wajah kusut plus hati sebal plus suara teriakan yang parau, saya tidak membiarkan si penelpon mengganggu tidur saya.

Maka, ‘What the hell are you thinking about, to make you call me in the early morning, huh? Do you think you’re someone special for me to make me up, huh? Who the hell are you?’ Bahasa Inggris memang bukan bahasa ibu saya tapi kalau sudah marah saya terbiasa menggunakan bahasa ini. Tadinya hanya agar marah saya tidak kebablasan dan agar orang lain tidak terlalu tersinggung. Tapi kata teman-teman, kalau marah saya terdengar seperti keluaran Bronx:) Untungnya dini hari itu bahasa marah saya lumayan sopan:) Eh, dari seberang terdengar kata-kata halus banget, ‘Hi sweetheart, it’s me.’ Oh God, he’s my boss who is waiting for his file! Sejak itu saya tidak pernah lagi menelantarkan kerjaan dan tidak pernah bisa tidur sebelum kerjaan selesai.

Untuk mengatasi rasa kantuk, saya konsumsi kopi. Lumayan encer karena sebenarnya saya tidak suka rasa pahit kopi. Tapi meski encer saya bisa menghabiskan ukuran satu gelas bir. Saya juga punya satu cara lain untuk menghilangkan kantuk (tapi maaf tidak bisa ditulis di sini). Karena itulah saya bisa begadang sampai dini hari dan tak merasa capek saat bekerja keesokan harinya. Maka saat bekerja orang tetap melihat saya cekatan seperti biasa meski garis hitam di bawah mata saya tak bisa bohong soal jam tidur yang saya abaikan. Orang bilang insomnia kembali menyerang saya dan seharusnya saya kembali mengikuti terapi untuk menjaga kesehatan saya. Ah, ini bukan insomnia karena sesuatu yang salah terjadi pada organ tubuh saya tapi karena saya memang menginginkannya. So, welcome back, insomnia!

3 March 2008 - Posted by | Umum | ,

5 Comments »

  1. gue tau siapa lo dari gaya penulisan dan marah lo. abt your boss…. lo belon cerita semuanya, kan? lo pernah marah ‘parah’ banget. ayo… ngaku aja… !

    Comment by tebak siapa gue, wyd! | 5 March 2008

  2. wah, ini dia yang nyebelin. mampir tapi ga ninggalin jejak. tapi ok deh, gw emang ga sebaik yang ditulis di atas tapi kan gw ga salah kalau nulis yang ‘manis’ dari kehidupan gw. boleh dong gw milih apa yang mau gw tulis apa yang harus gw simpen? thx.

    Comment by wyd | 6 March 2008

  3. assalamualikum bu.

    wah . .insomnia ya bu.
    sama duonkz kayak saia.
    (maaf bu, saya muthe anak aksel, maaf banget gak pake nama asli)
    muthe juga insom bu.
    sampe sekarang malah.
    ini gara2 kbiasaan muthe yang dari kecil udah kecanduan kopi.
    tapi, alhamdulilah sekarang udh agak jarang.
    kalo capek ujung2ny ketiduran juga kok.

    doakandh kami ya bu . .

    Comment by aborah laura fuwel | 10 July 2008

  4. mudah-mudahan kalian semua dari aksel diberi kemudahan dan kelancaran sama seperti mudahnya kalian menyelesaikan SMA.

    sukses buat Muthe yah!

    Comment by wyd | 11 July 2008

  5. isomania memang nga ada obatnya kl bukan kita sendiri yang mengatasi masalah yang di hadapi..intinya harus di selesaikan dahulu masalah yang kita hadapi

    Comment by fredricbernard | 25 January 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s