Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Teman

Siapa sih seorang teman bagi saya? Teman bukanlah sesorang yang akan membuat saya tertawa karena cerita lucu mereka atau membuat saya merasa bangga akan karya-karya saya. Banyak orang di luaran sana dapat melakukan hal yang sama pada saya, menceritakan sesuatu yang lucu untuk membuat saya tertawa atau menertawakan diri sendiri. Banyak yang dapat mengapresiasikan karya saya dengan baik dan tulus dan membuat saya bangga telah menjadi bagian dari dunia ini. Bukan orang-orang seperti itu yang saya sebut teman. Karena tipe seperti itu banyak di luaran sana.

Teman bagi saya adalah orang yang saya tidak malu menceritakan pengalaman bodoh saya karena percaya dia tidak akan mencela saya atas kebodohan itu. Teman bagi saya adalah orang yang bisa memberikan pilihan hidup ketika saya bingung apakah ada pilihan di luaran sana, sehingga paling tidak ada yang dapat saya pertimbangkan.

Hari ini saya baru saja say goodbye sama seseorang yang dulunya teman yang baik buat saya. Alasannya sederhana, karena dia ingin saya mengubah pandangan saya tentang sesuatu sesuai dengan pandangannya. Saya sudah menjelaskan argumen saya tapi bagi dia itu tidak masuk akal dan sebuah argumen bodoh. So, I dont need to talk longer to him but leave him, right? Bego banget saya kalau harus mengubah sesuatu yang saya percayai dan mempercayai omong kosong orang di luar sana meskipun orang itu teman saya, dengan alasan yang sama kaburnya dengan alasan saya. Kenapa saya tidak boleh memegang persepsi saya sendiri kalau masalah itu hanyalah tentang sesuatu yang tidak terlalu menggangu kehidupan saya bahkan tak akan mengganggu siapa-siapa? Kenapa seorang teman harus mempunyai pandangan yang sama dengan kita dalam segala hal? Bukankah berbeda pendapat bukan alasan untuk memutuskan persahabatan jika perbedaan itu bukanlah sesuatu yang penting atau punya pengaruh besar? Kenapa harus membodohi diri sendiri dengan memaksa teman mempunyai persepsi yang sama dengan kita dalam segala hal? That’s so stupid for me! So, teman bagi saya adalah orang yang juga mau menghargai perbedaan pendapat antara saya dengan dia dan menerima itu sebuah anugrah bukannya sebuah perbedaan yang besar.

Yang terpenting, teman bagi saya adalah orang yang mau menerima saya apa adanya. Bukan berarti dia harus menerima segala sifat buruk saja. Kalau saya punya sifat jelek yang dia tidak suka, dia boleh ngomong bahkan memberikan masukan sebaiknya apa yang harus saya lakukan. Tapi tentu saja mengubah sesuatu yang ada pada diri kita bukanlah sesuatu yang mudah. Makanya teman bagi saya harus bersedia menunggu saya berubah jika dia memang ingin saya berubah. Kalau dia pikir saya memerlukan waktu terlalu lama untuk berubah, dan dia menjadi tidak sabar, dia boleh pergi kapan saja.

Prinsipnya, saya membutuhkan teman sama seperti orang lain. Tapi saya tidak mau teman membelenggu kaki saya dan harus mengikuti semua langkahnya. That’s a stupid thing which I will never do!

2 March 2008 - Posted by | Umum | ,

3 Comments »

  1. wah kapan lo punya waktu buat ngedit blog? lo kok ngerasa ga pernah capek yah? kerjaan lo udah numpuk puk puk banget, masih sempat aja bikin blog ini. gue udah baca blog lo yang english edition… kayaknya lo lebih ngasih prioritas ke sana deh, meski dua2nya ga bener2 lo edit……

    Comment by Gue lagi neh | 5 March 2008

  2. asslkum…..
    wah bu wyd 100% aq stuju ama ibu…
    emang tmen seharusnya begitu….aq jga kbetulan ikut beberapa organisasi d kampus n punya banyak tmen2 yang pinter2 n berwawasan luas…sering kali kami berdebat tentang sesuatu hal baik itu hanya tentang topik yang global ataupun yang menyangkut tentang organisatoris…
    dan faktanya ada beberapa tmen(ya mungkin bisa dianggap sperti itu awalnya)….gak bisa nrima pendapat or argumen sya sampai2 mreka menjaga jarak dengan sya…
    although ad jga yang emang bner2 sya anggap tmen yang dpat mnerima sya apa adanya walaupun argumen n opini kmi berbeda….

    oh y bu aq mo crita ne…..pernah suatu ketika aq d debat ama skitar 20 orang….dan mreka seolah maksa aq utk mengubah persepsi aq……tentunya aq akan mnerima masukan mreka jika itu emang lebih baik mnurut aq..tpi kali ini aq mrasa aq udah bner insya Allah…so i keep my perception…nah abis itu sbagian besar dri mereka itu kyak snis k aq….but it’s ok…aq bertanya dlam hati what is different, is curios or dangerous or…???
    ..nah yang paling lucu ternyata ad beberapa dri mreka yang snis itu masih aja minta tolg k aq tentang pelajarn d kuliah…y aq se ajarin aja…walaupun hati dongkol….nah mnurut Ibu mana yang lebih baik apakah kita tetap baik k mreka or snis juga k mreak (y walaupun kita tau kita harus sling memaafkan but aq cma mo ksih plajarn aja k mreka bahwa jgan slalu sinis k org mungkin aja nanti kita perlu k mreka)?
    please im still waiting…..for the answers….thanx a lot bfore bu…..wss

    Comment by adrian cf | 17 May 2008

  3. teman mah gak maksa harus sama pandangan. kalau maksa itu namanya polisi (loh?). jangan mutusin perteman juga sih wyd, liat dia ada sisi baiknya gak ke mba wyd? kalau gak ada sama sekali, ya udah patut di eleminasi hahahah

    Comment by Riri El Rose | 12 October 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s