Social Media? Thanks, But NO!

Facebook (FB), Twitter, Instagram, Path, dan entah apa lagi nama-nama sosial media lainnya dengan pemakai berjumlah jutaan.
Entah apa menariknya sosial media bagi jutaan penggunanya. Buat saya, ga ada bagian dari empat sosial media yang saya sebutkan di atas -karena hanya itu yang saya tahu- menarik perhatian untuk membuat saya punya akun. Continue reading “Social Media? Thanks, But NO!”

Menaruh Harapan pada Mahasiswa

Saya terkaget-kaget membaca dan mendengar jawaban seorang mahasiswa -yang dinyatakan sebagai ketua panitia- tentang kegiatan mereka di sekitar rumah mantan presiden Susilo bambang Yudhoyono di awal bulan ini. Sama kagetnya saat mendengar jawaban atau tanggapan salah seorang politisi tentang keterlibatannya dalam kegiatan tersebut di salah satu stasiun TV nasional.

Berdasarkan berita dari beberapa situs online, secara garis besar pernyataan sang ketua panitia adalah mereka melakukan kegiatan itu hanya untuk senang-senang. Dan kegiatan yang melibatkan ratusan orang (mahasiswa) tersebut hanya berupa kegiatan membagi-bagikan selebaran.

Pertama: Hanya untuk senang-senang? Mengkritik atau menyatakan sikap yang berhubungan dengan negara ini hanya dijadikan kegiatan bersenang-senang? Mudah-mudahan tidak ada pemimpin negara ini yang mempunyai pikiran semacam itu. Dan mudah-mudahan mereka yang memiliki pikiran semacam itu tidak akan pernah menjadi pemimpin negara ini suatu hari nanti. Continue reading “Menaruh Harapan pada Mahasiswa”

Jenderal (Purn) Itu Dituduh Makar

m-tempo-co

Saya adalah salah satu yang bangga Indonesia memiliki Mayjen (Purn) Kivlan Zein. Saya mengenal beliau sejak peristiwa 1998, saat yang sama saya melihat lebih sering Letjen (Purn) Prabowo Subiyanto dan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin di televisi. Yang saya lihat saat itu dengan mata muda saya adalah ketiga jenderal itu adalah orang-orang besar yang darahnya jelas untuk merah putih.

Ketika malam ini saya menonton televisi (sesuatu yang amat jarang saya lakukan), saya terkejut amat sangat. Dan sedih. Jenderal Kivlan Zein ditangkap dengan tuduhan makar. Tanpa mencari tahu di Google, dengan pengetahuan saya yang sangat sempit, saya perkirakan makar menuju penjatuhan presiden. Dan sepengetahuan saya (tanpa bantuan Google juga), pelaku makar -jika terbukti- akan dijatuhi hukuman mati.
Continue reading “Jenderal (Purn) Itu Dituduh Makar”

Ahok, Muslim, dan Indonesia

(Aksi Damai 212: Ini Muslim Indonesia, Man!)

news.okezone.com

Tanpa bisa menolak, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok terlahir sebagai keturunan Tionghoa seperti kebanyakan masyarakat Bangka Belitung lainnya. Seperti Aa Gym bilang (saya tiba-tiba amat terkesan dengan beliau saat konferensi pers sebelum aksi 4/11) bahwa menjadi keturunan Tionghoa bukanlah salahnya Pak Ahok dan tak seorang pun yang berhak menggugat. Itu hak preogratifnya Sang Maha Pencipta.

Bahwa kemudian Pak Ahok juga terlahir di negara Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, juga bukan kesalahan beliau. Tak pernah ada seorang makhluk pun yang tahu di mana dia akan dilahirkan, sama seperti ketidaktahuannya di mana kelak akan meninggal atau dimakamkan. Hal-hal itu adalah rahasia Sang Maha Pencipta. Continue reading “Ahok, Muslim, dan Indonesia”

Axl Rose

Untuk penyanyi berusia 54 tahun, he looks like, still, a wild animal on microphone.

Saya penikmat musik era 80, rock, rock klasik, atau apa pun labelnya. Namun Guns N’ Roses adalah band yang tak pernah saya tinggalkan sejak pertama kali saya mendengar lagu-lagu mereka. Welcome to the Jungle, Patience, Estranged, Garden of Eden, Coma, Civil War, November Rain, It’s So Easy, Dead Horse, Dust N’ Bones, My Michelle, Sweet Child O’ Mine, Out Ta Get Me, Oh My God, So Fine, Street of Dreams, Used to Love Her, dan seterusnya. Saya kok ga menemukan satu pun lagu Gn’R, bahkan yang daur ulang semacam Knockin’ on Heaven’s Door, yang bakal avoided kuping saya, ya?

4
Continue reading “Axl Rose”

‘Original’ Line Up of Gn’R is Back!

Postingan ini mungkin rada terlambat disebabkan kesibukan yang padat, karena beberapa show bertajuk “Not in This Life Time” telah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Guns N' Roses

Sejak awal tahun ini, rumor The Most Dangerous Band on the Planet akan mengadakan reuni memecah keretakan yang pernah terjadi, telah menyebar dengan sangat cepat. Meski penuh harap, saya tidak percaya rumor yang telah bertahun-tahun beredar hingga sangat intens belakangan, sampai konfirmasi Axl Rose di Twitter 4 Januari. Gila, akhirnya semua mimpi terbayar setelah dua puluhan tahun terlewati!!!!! Continue reading “‘Original’ Line Up of Gn’R is Back!”

Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami dengan Fenugreek

Tulisan ini bukan iklan. Tetapi setelah berhasil mengatasi kerontokan rambut, dan berhasil juga pada orang-orang di sekitar saya, saya ingin membaginya untuk Anda yang sedang mencari solusi mengatasi rambut rontok. Silakan klik di sini atau HERBAL di bagian atas kanan blog ini. 

FenugreekBertahun-tahun saya menyisir rambut menggunakan sisir bergigi jarang, itu pun masih tetap rontok puluhan lembar setiap kali menyisir. Akhirnya saya menjadi takut menyisir meski dengan sisir bergigi jarang. Saya hanya sesekali, sekitar 2-3 kali dalam seminggu, menyisir menggunakan sisir. Selebihnya, saya menggunakan jari-jari tangan untuk merapikan rambut. Bermacam cara sudah saya lakukan untuk mengatasi kerontokan rambut. Mulai dari menggunakan beragam zat kimia (sampai yang harganya ratusan ribu per botol) dan herbal, menggunakan shampoo anti hair fall, melakukan pemijatan kulit kepala secara rutin, dan sebagainya, dan lain-lain. Hasilnya: NOL BESAR.

Sulit menggambarkan betapa mengerikan kerontokan yang saya alami. Putra bungsu saya beberapa kali berujar: ‘Untung rambut Mama tebal, meski rontok demikian banyak, masih memiliki rambut. Kalau orang berambut tipis dengan kerontokan seperti mama, pastilah sudah botak bertahun-tahun lalu.’ Continue reading “Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami dengan Fenugreek”

Yuk, Nikah Mut’ah

Ada tawaran menarik dari seorang sahabat. Bayangkan, tiap bulan dikasih puluhan juta, dibelikan rumah gedong, plus plesiran dan belanja-belanja kapan mau. Wuiiiihhh… hampir saya mengiyakan.
Tapi syaratnya: menikah dengan dia dalam hitungan bulan, maksimum dua tahun. Kalau saya hamil, maka anak yang dilahirkan harus di bawah pengasuhannya. Wah, syaratnya ini yang sulit buat saya untuk mengiyakan menerima berbagai fasilitas yang akan diberikan. Kawin kontrak atau nikah mut’ah untuk beberapa bulan atau beberapa tahun: yes… no… yes… no… yes… no way. Continue reading “Yuk, Nikah Mut’ah”

Palembang Today: Smog

Jpeg

Jangan mencari perumahan dengan lingkungan berupa tetumbuhan hijau menjulang di Palembang karena Anda tak akan menemukannya. Pembangunan telah melenyapkan pepohonan di pinggir jalan atau di perumahan. Kalau pun masih ada di beberapa ruas, jumlahnya bisa dihitung jari tangan, atau berupa tanaman hias yang tak seberapa tinggi. Maka saat smog (asap kabut) kiriman kota lain menyerang Palembang, masyarakat tak bisa berbuat banyak. Mengalihkan aktivitas outdoor menjadi indoor tak selalu bisa dilakukan. Tak mungkin juga hanya berdiam diri di rumah dan meliburkan semua aktivitas. Akibatnya, tak peduli bayi, anak-anak, dewasa, maupun orang-orang lanjut usia terpaksa berusaha bersahabat dengan asap yang menyesakkan dada dan merusak paru-paru.

Penderita asma seperti saya tak punya pilihan selain berusaha menghindari keluar ruangan. Saya harus merasakan nyeri di tenggorokan jika terpaksa bernafas melalui mulut, karena hidung tak cukup kuat mengambil oksigen di antara asap tebal. Continue reading “Palembang Today: Smog”

Muslim Melecehkan Muslim

clipartbest

Anda bisa membaca beberapa tulisan saya sebelum ini mengenai latar belakang agama saya hingga saya tiba di pilihan ini. Saya tidak bermaksud mendeskritkan Muslim di Indonesia tetapi tulisan ini berdasarkan pengalaman saya. Kalau ada yang berbeda, kalau menurut Anda sikap-sikap yang saya temui hanyalah oknum, sayangnya saya bertemu terlalu banyak ‘oknum’, sehingga seperti inilah tulisan ini dibuat.

Belum semua anggota keluarga saya menjadi Muslim. Saya tentu tak bisa memaksakan keyakinan saya kepada mereka, terutama untuk yang sudah dewasa. Kecaman pedas sering saya dengar, salah satunya: ‘Ibu macam apa kamu, membiarkan anakmu tetap non-Muslim?’ Continue reading “Muslim Melecehkan Muslim”

Kerusuhan Mei 1998 dalam Ingatan

Kerusuhan Mei 1998 adalah salah satu bagian dalam catatan kehidupan saya. Saat itu kami tinggal di lingkungan orang-orang keturunan Tionghoa. Salah satu alasan mengapa kami memilih tinggal di situ adalah karena kesamaan latar belakang. Saat itu saya juga masih disibukkan mengantar putra bungsu saya yang masih TK nol kecil.
airplane_vortex - wikipedia
Satu hari setelah penjarahan toko-toko di pusat bisnis di kota Palembang, tetangga-tetangga kami menjadikan rumah-rumah mereka sebagai gudang penampungan barang-barang dari toko-toko mereka di pusat bisnis. Barang-barang itu diangkut ke rumah-rumah menggunakan truk-truk dan pickup setelah maghrib usai. Tetangga depan rumah saya yang putrinya menjadi salah satu karyawan swasta, merelakan bosnya menggunakan rumah mereka sebagai gudang.
Saya sempat bertanya padanya apakah dia merasa lingkungan kami akan aman karena justru isu ras keturunan Tionghoa yang berhembus saat itu. Entah mendapat ide darimana, tetapi semua tetangga kami meyakinkan saya bahwa lingkungan kami aman, karena berada di lorong temaram dengan satu pintu keluar. Rumah-rumah kami berada tepat di tengah-tengah rumah-rumah penduduk lokal.

Masih pada satu hari setelah kerusuhan, saya dan putra saya makan bakmi di warung depan yang mengarah ke jalan raya. Tempat usaha kami berada di depan warung kecil itu, sedangkan lorong menuju rumah kami berada di sebelah kiri warung (di depan tempat usaha kami). Saat itu hanya ada tiga orang pengunjung ditambah dua orang penjual dan pelayan. Sedang enak-enaknya menikmati makanan, seseorang datang terburu-buru dan berbicara kepada pemilik warung dengan serius. Lalu pemilik warung bicara pada kami bahwa dia akan menutup warungnya segera. Pembeli pria yang telah menyelesaikan makannya, segera membayar dan berlalu. Karena putra saya terlihat sangat menikmati makanannya, pemilik warung yang sudah kami kenal dengan baik membiarkan dia menghabiskan bakminya.
Continue reading “Kerusuhan Mei 1998 dalam Ingatan”

Melangkah (Dyer)

Putra saya, Dyer namanya, menyukai seni sebagaimana orang tua dan generasi di atasnya menyenangi seni. Neneknya sejak kecil sudah menjadi penyanyi profesional di daerahnya. Kakeknya pintar memainkan beragam alat musik. Saya sendiri sejak remaja sudah bertualang dari satu panggung ke panggung yang lain untuk berkolaborasi dalam beragam bentuk teater bebas. Ayah -dan kemudian saya- menulis puisi dan fiksi untuk majalah atau koran secara berkala. Buat saya waktu itu, uang menjadi salah satu tujuan.


Putra saya lebih suka musik. Maka menyanyi dan menulis lagu adalah salah satu caranya menyibukkan diri atau melarikan pikiran. Satu hal kesamaan antara saya dan putra saya, bahwa meski kami menuliskan tentang kerinduan, keterpurukan, atau -mungkin- patah hati, nada tegar masih tergambar jelas dalam setiap kata-kata yang mewakili perasaan kami. Mungkin ini yang disebut pepatah: buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Salah satu lagu ciptaannya, judulnya ‘Melangkah’ mencerminkan hal itu.
Continue reading “Melangkah (Dyer)”

Berita Terkini SMA Plus Negeri 17 Palembang (Bag. 2)

Tulisan ini akan terus di-update sesuai dengan keperluan. INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPBD) (PENERIMAAN SISWA BARU / PSB) SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Silakan klik di sini https://wydpress.wordpress.com/sma-17-palembang/

P E R H A T I A N

TES MASUK PPDB TAHUN PELAJARAN 2015/2016 YANG DIJADWALKAN TANGGAL 20 JUNI 2015, DIUNDUR MENJADI TANGGAL 22 JUNI 2015 BERDASARKAN EDARAN DINAS DIKPORA KOTA PALEMBANG.

HAL-HAL LAIN BERHUBUNGAN DENGAN TES MASUK PPDB TERSEBUT, TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN. Continue reading “Berita Terkini SMA Plus Negeri 17 Palembang (Bag. 2)”

Jokowi atau Prabowo atau…???

forumkeadilan.com-jokowi dan prabowo

Saya menulis ini sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) karena pilihan saya (satu suara) akan mempengaruhi calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres). Itu karena adanya ketentuan minimal 20 persen suara untuk mengajukan calon presiden di Pilpres. Pilpres lebih menarik minat saya dibandingkan Pileg. Saya kok ga bisa lagi percaya janji-janji manis para legislator, tapi masih berharap ada seorang pemimpin hebat yang bisa membawa negara ini lebih besar.

Dalam tulisan ini hanya dibahas dua orang kandidat karena hanya dua orang ini pilihan alternatif yang mungkin buat saya (Di antara capres yang sudah diumumkan. Ga termasuk yang masih akan konvensi). Saya bukan fans Jokowi maupun Prabowo. Saya ga pernah tertarik menjadi simpatisan PDIP maupun Gerindra. Saya ga pernah berpikir untuk menghadiri kampanye PDIP, Gerindra, atau partai mana pun. Saya bahkan ga hafal nomor PDIP, Gerindra, atau partai lain dalam surat suara yang akan dicoblos. Tapi bukankah saya harus memilih?

Jokowi yang digaung-gaungkan cocok sebagai the next president akhirnya terbukti menjadi calon yang diusung partai banteng berhidung putih itu. Kedua kandidat itu, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subiyanto,  saya ulas di sini sesuai alfabet nama mereka. Continue reading “Jokowi atau Prabowo atau…???”

Ini Bukan Penyakit. Hanya Rasa Takut

Kamu harus ke psikolog. Itu kata seorang sahabat setelah mendengar rasa takut yang belum bisa saya atasi sepenuhnya.

pamsclipart.cameo_silhouette_of_a_woman_with_scary_thought_words_in_a_spiral_0515-1101-2618-5354_SMU

Saya tertawa. Ke psikolog? Saya ga gila. Ga sakit. Saya hanya takut. Dan itu pun tak datang setiap saat. Paling hanya sesekali dalam seminggu. Atau sebulan. Kadang malah hanya sesekali dalam beberapa bulan. Ketakutan itu tidak terlalu membebani buat saya. Kalau saya takut dan sedang sendiri, maka saya akan terjaga sepanjang malam dan membiarkan tubuh bersandar pada kursi dengan laptop menyala di depan meja seolah saya sedang bekerja. Saya baru berani merebahkan tubuh dan memejamkan mata setelah azan subuh dan orang-orang mulai beraktivitas. Continue reading “Ini Bukan Penyakit. Hanya Rasa Takut”

Indonesian Men are Dogs!

Selama ini saya pikir bodoh sekali para korban pelecehan seksual menyimpan permasalahannya sendiri dan ga berani melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Tapi ketika mengalaminya sendiri, saya sadar, itulah yang akan dilakukan sebagian besar wanita.

Saya terkejut ketika seorang teman mencoba melakukan ‘sesuatu yang tak wajar’ dari arah punggung saya. Lebih terkejut ketika dia berani menarik tangan saya untuk melakukan tindakan di luar kewajaran sebagai teman kantor. Untung saya bukan tipe yang mudah panik. Dengan tenaga, semangat, dan rasa marah dilecehkan, membuat saya bisa melepaskan diri. Sebenarnya itu pelecehan ketiga dari orang yang sama tetapi selama ini dia ga pernah seberani itu. Dulunya saya mencoba berpikir positif bahwa itu hanya keisengan buat lucu-lucuan. Maklum, laki-laki. Continue reading “Indonesian Men are Dogs!”

Indonesian Scammers

0degYRoqkPekerjaan saya banyak dilakukan melalui internet atau telepon. Internet diperlukan untuk bolak-balik mengirim e-mail atau pencarian berbagai data dan kontak yang diperlukan. Setelah sekian tahun menekuni pekerjaan semacam ini, saya menemukan banyak sekali scammer asal Indonesia di berbagai website bisnis. Saking banyaknya scammer alias penipu yang berpura-pura berada dalam suatu bisnis tapi tak punya kontak apa-apa, seorang client pernah menulis begini di salah satu forum bisnis: ‘Jangan pernah percaya pada eksportir dari Indonesia atau Malaysia karena mereka semua cuma scammer’.

Pengalaman pribadi saya membuktikan hal itu nyaris benar. Satu contoh, setelah wara-wiri di dunia maya untuk mengumpulkan berbagai kontak yang menyediakan alamat e-mail atau nomor telepon, saya menghubungi mereka satu per satu. Dari 44 nomor telepon atau HP yang terpasang di berbagai website bisnis, hanya 5 yang tersambung. Continue reading “Indonesian Scammers”

DICARI: Pria Lokal

(Partner saya geli mendengar argumen saya menuliskan ini.)

OUR FLAG
Saya mencari seorang pria lokal. Artinya, pria berkebangsaan Indonesia, (kalau memungkinkan) keturunan ibu-bapak berkebangsaan Indonesia pula. Kriteria yang diinginkan:
– Bisa menjadi imam agama di rumah, (atau paling ga) mau belajar menjadi imam keluarga.
– Bisa memasak, (atau paling ga) ga komplain jika harus menyiapkan makanan sendiri.
– Bisa menyetrika pakaian dan membersihkan rumah.
– Mengerti perbaikan rumah, jadi ga perlu memanggil tukang cat untuk dinding yang mengelupas.
– Mengerti peralatan listrik, jadi ga perlu memanggil tukang listrik untuk mengganti lampu yang rusak.
– Mengerti mesin kendaraan, jadi ga perlu menelpon Auto 2000 jika mogok di jalan.
– Bisa menyetir, ga keberatan ngebut.
– Bukan politikus atau berminat terhadap politik.
– Bukan penikmat dangdut dan OT, alkohol, drugs apa pun jenisnya, swinger atau semacamnya, serta tidak bertato dan piercing.
– Bukan penggila TV dan internet, terutama jenis messenger dan networking, tapi ga gaptek. Continue reading “DICARI: Pria Lokal”