Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Kangen Ibu

(Tulisan ini ditulis dengan cinta. Sebentuk cinta yang saya persembahkan untuk ibu saya dan ibu-ibu lain di dunia ini yang merupakan salah satu orang terhebat yang pernah ada di hati putra-putrinya)

Saya kangen ibu.

Ibu sekarang tinggal di Bandung. Beliau terbiasa ‘wara-wiri’ menetap di Jakarta atau Bandung, di tempat saudara-saudara saya. Tergantung mood, kayaknya :)
Saya akan menelpon beliau tiap kali memerlukan doa pendukung. Herannya, hingga detik ini saya selalu merasa, kok doa ibu saya lebih mujarab dibandingkan jika saya berdoa sendiri meski untuk keperluan saya pribadi :)

Terakhir bertemu ibu lebih dari dua tahun lalu. Ibu tinggal dengan kami tiga bulanan. Itu kali pertama dan terakhir ibu tinggal di rumah kami. Selebihnya bersama empat saudara saya lainnya. Putra saya sempat berkomentar: kok nenek ga fair sih, ga pernah tinggal lama di sini? Kan nenek milik kita sama-sama? Baca selebihnya »

22 Desember 2009 Posted by | Umum | | 18 Komentar

Bunuh Diri. Tertarik?

(Semoga Sang Empunya Kehidupan mengampuni dosa-dosa kita semua. Semoga Dia memilihkan tempat indah buat saudara saya setelah Dia memberikan ‘rumah gelap gulita’ di dunia ini padanya.
Mohon maaf kepada semua pihak jika merasa saya mengungkit ‘cerita lama’.)

Kasus bunuh diri belakangan ini marak terjadi. Pilihan tempatnya pun mewah, misalnya hotel atau mall.

Seorang sahabat baik, yang sudah saya anggap saudara, juga meninggal karena bunuh diri. Setelah dua kali gagal, akhirnya dia benar-benar berhasil mewujudkan keinginannya dengan cara ketiga. Tulisan ini tidak untuk mengungkit atau menyalahkan pihak mana pun. Kami berdua telah melalui kehidupan yang amat berat. Saya mencoba keluar dari belenggu itu dengan mengikis satu-persatu rantai perangkap. Sedangkan dia memilih menyerah karena tak sanggup lagi melawan. Baca selebihnya »

18 Desember 2009 Posted by | Umum | | 13 Komentar

Oh, Sh*t! God D*mn It! Hell!

NB: Tulisan ini untuk mengingatkan para orang tua yang ingin anaknya bisa berbicara bahasa asing dengan baik dan benar agar memfasilitasi putra-putri mereka mengenal bahasa tersebut dari lingkungan yang ‘benar’, misalnya lingkungan pendidikan.

Judul hanya perwakilan beberapa kata yang pernah saya lontarkan. Kalau dalam kehidupan sehari-hari kayaknya no problemo-lah. Masalahnya saya ucapkan itu di sela-sela pembicaraan saat sedang menjadi pembina upacara hari Senin pagi!

Reaksi anak didik saya sih udah bisa ditebak: cekikikan! Baca selebihnya »

16 Desember 2009 Posted by | Pendidikan | , | 9 Komentar

Ramalan? Let’s See!

Film 2012 dan berbagai tayangan ramalan di televisi mengembalikan ingatan masa remaja saya. Ibunda seorang teman baik saya di SMP adalah peramal hebat dan ahli pengobatan. Kami menyebutnya dukun. Peramal lainnya, seorang teman berkebangsaan India. Keduanya meramalkan saya tanpa pernah saya minta, di tempat dan waktu berbeda. Teman India meramalkan kehidupan saya setelah usia 30. Ramalannya mengagetkan saya karena mirip ramalan sang ibunda.

Suatu hari semasa saya masih SMP, sang bunda meramalkan saya akan menikah di usia relatif muda. Tentu semua yang mendengarkan ramalan itu hanya bisa tersenyum. Reaksi saya? Ketawa ngakak!
Saat itu semua teman tahu saya bercita-cita menjadi nun dan ga pernah berniat menikah sama sekali. Baca selebihnya »

7 Desember 2009 Posted by | Personal | , , , | 14 Komentar

MOM, I’M A GAY!

imagesMulut saya terkunci sekian detik mendengar pengakuan itu. Meski sebelumnya dia telah mewanti-wanti bahwa saya mungkin akan shock. Saya mempersiapkan diri pada pengakuan terburuk, namun itu masih saja membuat saya terdiam 2-3 menit.
‘Yes, Mom, I’m a gay.’
Dia – salah satu putra saya – mengulangi lagi pernyataannya.

Saya kira semua ibu ingin melihat anak-anaknya tumbuh ‘normal’. Menjadi gay bukanlah sesuatu yang ‘cukup normal’ buat saya. Baca selebihnya »

2 Oktober 2009 Posted by | Opini | , , | 34 Komentar

Lulus!!!

grad-ceremonySetelah 22 bulan berkutat dengan buku-buku tebal berhuruf times new roman 10 serta ratusan jurnal ilmiah, akhirnya saya bisa bernafas lega. Saya lulus magister teknik, bidang kajian teknologi petrokimia. Kayaknya ga sia-sia deh presiden memberikan beasiswanya. Sesuai kesepakatan awal, nama beliau diletakkan nomer satu dalam untaian terima kasih.

Orang-orang pertama yang saya kabari tentu saja putra-putra saya, ibu di Bandung, partner serta saudara-saudara saya. Dan juga teman-teman terdekat yang sudah saya anggap layaknya saudara sendiri. Mereka membantu saya dengan doa tulus dan support penuh kasih. Baca selebihnya »

24 September 2009 Posted by | Personal | , , , , | 25 Komentar

Postingan Ke-100: Maaf Lahir Batin

Ini postingan ke-100 buat blog ini. Setelah dua bulan absen dari koneksi internet buat kesenangan pribadi, hari ini saya tengak-tengok blog lagi. Berhubung dan berhubung serta berhubung… boss saya udah teriak-teriak agar menyelesaikan pekerjaan saya yang numpuk dan mepet deadline, kali ini saya cuma sempat mampir untuk sekedar say hi pada beberapa sahabat saja. Buat yang lain, mohon maaf kalau belum sempat mampir.

Dan buat semua sahabat, orang-orang yang saya kagumi dan sayangi, pembaca, pengunjung, dan siapa pun yang sempat mampir atau membaca postingan ini, maaf lahir batin ya…. semoga hari ini dan keesokan hari adalah hari-hari yang lebih penuh rahmat, lebih indah dan lebih baik buat kita semua.

Maaf lahir batin!

22 September 2009 Posted by | Personal | | 5 Komentar

Andai Pat Condell Tinggal di Indonesia, Besok Divonis Mati?

page2_1Tulisan ini mungkin isi kepala sebagian Muslim di dunia yang membuat beberapa video Condell dilarang beredar online. Ini angan-angan bodoh sebenarnya. Datangnya dari pikiran badut saya saat menyaksikan betapa naif pria itu, meski dia lumayan populer di negaranya. Saya pemerhati video-videonya, entah dengan alasan apa, tanpa pernah tertarik mengomentari langsung. Pertemuan saya dengan video pertamanya saat saya sedang berburu video tentang Islam untuk seorang teman di tahun 2007. Baca selebihnya »

12 Juli 2009 Posted by | Opini | , , , | 12 Komentar

Let Him On His Peace Way

Masih soal Michael Jackson, sang raja pop, sebagaimana dia menasbihkan dirinya. Bukan cuma karena sebel membaca banyak argumen negatif setelah kepergiannya atau tulisan dengan ulasan dadakan ga berhati soal M.J., tapi lebih karena ada ‘sesuatu’ di dalam hati saya. Jarang-jarang sih saya ‘bicara’ pake hati tapi mungkin karena saya kurang sreg dengan berbagai tulisan soal M.J. yang mungkin maksudnya mau membela tapi kok terkesan malah membuka luka lama di mata saya.

MJ

Tahun 2004-2005 pertama kali saya mendengar lagu berjudul Give Thanks to Allah dari sebuah website berbasis di tanah Arab. Tahun 2007 lagu itu memborbardir dunia Islam, terutama di berbagai website yang di-support Muslim. Lagu itu diklaim dinyanyikan oleh M.J. yang konon katanya beralih kepercayaan ke dalam Islam, mengikuti jejak sahabat-sahabat dan abang kandungnya. Mengikuti kematiannya di tahun 2009, lagu itu kembali ramai dibicarakan.

Tapi jujur, di kuping saya, lagu itu amat berbeda, baik dalam isi apalagi vokal. Desahannya beda banget. Beda. Amat beda. . Baca selebihnya »

2 Juli 2009 Posted by | musik | , , , | 21 Komentar

Awards? Tengkiyu…!

Tulisan ini harusnya dibuat jauh-jauh hari tapi baru tergerak menuliskannya sekarang. Sibuk tentu ga bisa dijadikan alasan, karena saya kok sempat-sempatnya menuliskan artikel lain yang lumayan panjang. Mungkin lebih karena alasan hati, selain karena ada award baru yang diterima hari ini.

algristian_wordpress_com_2009_04_10_my-blog-awardsSaya tipe orang belakang layar, yang ga suka dikenal secara fisik nyata. Saya lebih suka orang mengomentari tulisan-tulisan saya dibandingkan janjian kopi darat, misalnya. Kalau pun orang menghargai tulisan saya, saya akan dengan senang hati menerima sejumlah uang (Dasar matreeee…!!!). Tapi award sebagai permulaan, okelah. Saya nulisnya bareng aja biar terkesan blog ini dapet award banyak banget (hahahahaha…!)

Thanks buat anak muda ganteng yang memberikan award tanggal 10 April lalu. Dari lima yang diberikan, saya memilih dua. Karena yang lain ‘kelewat cewek’ buat mata saya :)

Dan makasih juga buat anak ingusan tapi belagak udah gede yang memberikan award tanggal 3 Juni lalu.thousandfleur_wordpress_com_2009_06_03_horee-award

Yang terakhir trims buat ibu dari dua putri cantik dan satu cowok ganteng yang memberikan award tanggal 1 Juli kemaren.khalifatur_wordpress_com

Buat orang Melayu, bertuah artinya memiliki peruntungan. Moga-moga aja setelah mendapat award ini saya cukup beruntung mendapat ‘mentahnya’ aja… (Matreee… matreee… matreee!!!)

Catatan: buat para pemberi award, sorry kalau peraturannya ditulis ga lengkap. Bu guru emang tukang ngasih kerjaan, tapi soal ngerjain tugas kayaknya bukan kerjaan bu guru deh… :)

2 Juli 2009 Posted by | Blog | | 6 Komentar

You’re (Not) Alone

Tulisan ini dibuat untuk mengenang seseorang yang dikenal dunia sebagai Michael (Joseph) Jackson atau kemudian Mikhaeel Jackson. Bagaimana pun dia pernah atau mungkin akan selalu ada di hati. Thanks buat partner saya yang meng-sms saya soal meninggalnya M.J.)

Saat saya SMP-SMA, saya menyukai musik dengan sangat. Pilihan saya adalah musik yang memiliki beat tapi ga ‘berat’. Maka lagu-lagu country, pop rock atau rock adalah pilihan saya. Pemusik dalam negeri yang saya beli kasetnya (saat itu masih kaset) hanyalah Iwan Fals dan Gang Kebangsaan. Maka sekarang teman-teman sekantor sering heran saya kok ga kenal lagu Sakura (ga tahu nama penyanyinya) atau Richie Ricardo (aduh… seingat saya, saat remaja saya ga yakin dia seorang cowok. Lebih cewek dari saya!).nfl_a_kingpop_275

Selera musik saya cenderung sempit. Ga heran kalau saya kemudian lebih hafal lagunya Duran-Duran, U2, Deep Purple atau Aerosmith dibandingkan Genesis atau Rolling Stones, tanpa membandingkan ketampanan John Taylor dan Simon Le Bon (Duran-Duran) yang beberapa tingkat lebih tinggi dari Mick Jagger di mata remaja saya.

Namun di atas semuanya, saya hanya jatuh cinta pada dua orang. Michael Jackson dan Axl Rose. Baca selebihnya »

27 Juni 2009 Posted by | musik | | 16 Komentar

Ih, Bego Banget!

Pernah melakukan kesalahan yang agak-agak tolol kelihatannya? Kalau bisa sih jangan sampe. Tapi kalau ternyata akhirnya jadi aktor yang melakukan itu, apa yang harus dilakukan? Kalau saya, ketawa aja.

Satu:
Saya ngantri panjang di salah satu kantor cabang BCA. Setelah belasan orang di depan saya habis, giliran saya tiba.
Eh, si teller bilang: ‘Maaf mbak, kalau dua rekening, mbak harus ke loket sana.’
Sambil si teller menunjuk ke loket yang dimaksud. Saya pun ngantri lagi, untung ga panjang. Begitu giliran saya tiba, si teller pria menghitung uang saya. Lalu siap di depan komputer.
Tapi kemudian bertanya: ‘Maaf mbak, ini nomor rekening BCA atau bukan ya? Soalnya nomornya banyak banget. Rekening BCA cuma 9 angka.’
Setelah saya amati, eh saya menuliskan nomor rekening Bank Mandiri, tujuan saya berikutnya.

Dua:
Saya tergesa-gesa mengunci motor setelah sebelumnya ngebut. Apesnya ujian sudah dimulai sejak 15 menit lalu. Setelah 5-10 menit berjalan, seorang petugas kampus menanyakan siapa pemilik kendaraan berplat bla bla bla, karena salah mengunci kendaraan orang lain.
Saya berkomentar spontan: ‘Masak sih ada yang hapal plat nomor kendaraannya? Gila!’
Eh, seorang teman pria malah balas nyeletuk: ‘Masak sih ada yang ga hapal nomor plat kendaraannya sendiri?’
Si petugas mengulang kembali. Ga ada yang merasa memiliki kendaraan dengan plat itu. Saya memutuskan mengecek STNK. Alamak… itu kendaraan saya! Baca selebihnya »

26 Juni 2009 Posted by | Personal | | 12 Komentar

Pingsan!

ist2_1650217-figurine-faintPingsan atau ga sadarkan diri bisa disebabkan banyak hal. Mungkin karena terlalu capek, sakit organ tertentu, kekurangan oksigen, terkejut atau shock, dan sebagainya. Agak aneh buat saya bahwa ada orang yang ga pernah pingsan sepanjang hidupnya. Kok bisa ya?

Sebagai orang yang pernah puluhan kali pingsan, saya ga bisa dengan tepat menentukan penyebab saya pingsan. Tapi biasanya didahului oleh hal yang sama: seperti ada bintang-bintang berwarna-warni dan gemerlapan di sekeliling saya, tubuh saya mendadak mati rasa dan ga bisa digerakkan, serta wajah, terutama bibir saya berubah pucat kehijauan.

Pingsan pertama kali saya rasakan kelas 3-4 SD setelah ‘ulu hati’ saya dihantam dua pukulan oleh seorang laki-laki karateka muda. Di SMA saya pingsan belasan kali saat upacara bendera. Akhirnya wali kelas saya mengijinkan saya ikut upacara dari dalam kelas. Satu kali saat mau pulang dari jalan-jalan di supermarket, saya pingsan di depan kulkas yang sedang dipajang. Baca selebihnya »

26 Juni 2009 Posted by | Personal | , | 11 Komentar

Oh, Sakit LAGI?

(Tulisan ini dipublikasikan karena tadi pagi saya sempat miris mendengar kata-kata seorang kolega kerja yang meragukan saya sedang sakit, saat saya bahkan hanya bisa membuka satu kelopak mata dan memaksakan diri menerima telpon. Telpon ada di sebelah tempat tidur dan bisa dijangkau tanpa perlu menggerakkan tubuh, kecuali tangan. Saya sebenarnya sedang berharap saat itu ada yang menelpon sehingga bisa meminta pertolongan. Meski kemudian beliau menelpon, saya ga berharap akan datang sebuah bantuan.)

Banyak orang yang ga bisa atau ga mau mengerti bahwa saya ga sedang sakit karena sekian menit lalu mereka masih melihat saya ‘segar bugar’. Meski bisa saja saat saya bertemu mereka sebenarnya saya sedang menahan sakit tapi saya pura-pura masih kelihatan senang-senang aja di luarannya. Saya ga mau mengeluh sakit. Yang saya keluhkan adalah ketakmampuan saya bangun sehingga harus meninggalkan aktivitas saya. Buat sebagian orang, hal itu semacam alasan yang dicari-cari. Saya ga enak hati setiap kali menerima telpon mengkonfirmasikan kehadiran saya. Apalagi jika di penelpon dengan nada tinggi berujar: ‘Oh, sakit lagi? Bukannya kemaren kamu sehat-sehat aja?’

Belakangan ini saya benar-benar terpaksa meninggalkan beberapa pekerjaan atau pertemuan yang menjadi kewajiban saya, cuma karena satu alasan yang klise banget: saya lagi sakit!

Kalau hanya pusing atau masih bisa berdiri tegak, saya akan jalani pekerjaan-pekerjaan saya. Tapi akhir-akhir ini saya bahkan hanya tergolek di atas tempat tidur dalam kamar remang-remang, sambil berselimut tebal menahan mual atau dengan nafas tersengal-sengal, meski waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang. Mata saya juga makin ga tahan sinar. Saya merasa nyaman dalam ruang bercahaya remang-remang. Hal inilah yang membuat saya berulangkali harus beradu mulut dengan putra saya yang lebih menyukai suasana terang.

Saya hampir ga pernah bercerita bahwa saya sedang sakit, kecuali pada orang yang berkepentingan. Biasanya saya akan memberitahukan bahwa saya sakit begini-begitu setelah saya sembuh. Alasan saya sebenarnya cuma: saya ga mau dikasihani seolah saya ga berdaya. Tapi sungguh menyakitkan ketika mendengar orang meragukan saya sakit saat saya sedang berjuang menahan sakit dan ga mampu bangkit minta pertolongan. Baca selebihnya »

21 Juni 2009 Posted by | Personal | , | 11 Komentar

Pilih 1, 2 atau 3???

Ulasan berikut sama sekali ga politis banget. Tapi mungkin apa yang saya rasakan juga dirasakan banyak orang yang123 akan menggunakan hak pilihnya di Pilpres bulan depan. Jika di Pileg banyak yang enggan menggunakan hak pilihnya, kayaknya di Pilpres jumlahnya akan sedikit berkurang.

Sebelum nama-nama pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diumumkan, saya rada ga susah memutuskan siapa yang akan saya pilih. Karena waktu itu, sosok SBY cukup oke di mata saya untuk meneruskan apa yang sedang dibangun bangsa ini. Tapi setelah nama-nama pasangan pemimpin itu diumumkan, dan terutama setelah kampanye mulai berjalan, saya malah bimbang.

Saya bukan tipe orang yang suka melihat pemimpin menyindir orang lain tanpa berani menyebutkan nama. Dan sayangnya itu dilakukan SBY akhir-akhir ini. Kalau Megawati yang melakukannya, saya agak-agak maklum, biasa… perempuan! Kelambatan dan keraguan SBY sebagai presiden dalam menangani beberapa kasus yang dihadapi bangsa ini, juga antara lain alasan saya menengok kandidat lainnya. Baca selebihnya »

12 Juni 2009 Posted by | Opini | , , | 20 Komentar

Dok, Tolong Dong!

4docLupa di mana istilah di atas pernah saya baca, tapi istilah itu cocok dengan kondisi saya. Saya bukan tipe orang yang mudah mengeluh sakit tapi semua orang bisa melihat saya menahan sakit nyaris tiap hari. Untungnya saya bisa menyelesaikan semua pekerjaan saya tepat waktu meski dengan tubuh lemah atau kepala sakit.

Berikut beberapa penyakit yang pernah atau masih bersemayam di tubuh saya:

Darah saya punya masalah. Saya harus minum vitamin C dua kali dari orang normal karena darah saya hanya mampu menyerap vitamin C setengah dari orang normal. Karena terlalu banyak minum vitamin C, saya kena maag. Kadang kambuh tanpa tanda-tanda. Beberapa kali saya dibawa ke UGD karena maag kambuh dengan sakit ga tertahankan. Dokter pernah meminta saya opname tapi saya menolak. Waktu di jalan ketemu orang, ada yang mengira saya lari dari rumah sakit habis operasi karena muka saya pucat pasi. Maag bikin saya muntah. Tapi sejak setahun belakangan saya jarang muntah. Dulu saya muntah tiap hari. Bisa pagi, siang atau malam. Baca selebihnya »

7 Juni 2009 Posted by | Umum | , , | 19 Komentar

Inilah Indonesia, Manohara!

Entah bagaimana latar belakang hidup gadis cantik bernama Manohara Odelia Pinot itu. Yang pasti, dada saya ikut sesak karena sedih bercampur geli.
Sedih melihat gadis muda yang usianya hanya terpaut dua tahun lebih tua dari putra saya, harus mengalami nasib mengenaskan. Lebih sedih karena nasib jelek itu malah diperolehnya karena kemolekannya.
Namun saya geli mendengar komentar-komentar polosnya yang diucapkan dengan bibir yang hanya terbuka kecil. Suaranya yang lembut masih terlalu polos untuk menyuarakan nasib bangsa ini di mata bangsa lain, terutama tetangga bebuyutan, Malaysia.

Cerita pilu Manohara di mata saya tak lebih buruk dari cerita para TKW, yang katanya penyumbang devisa bagi negara ini. Tentu bukan tentang cerita kesuksesan TKW di negeri orang hingga bisa membangun rumah megah. Walau bisa jadi rumah yang dibangun di kampung halaman dan sejumlah uang yang dikirimkan malah digunakan sang suami untuk memikat wnaita lain di kampung halamannya, sementara si TKW harus beradu fisik dengan majikannya di negeri orang. Baca selebihnya »

7 Juni 2009 Posted by | Opini | , , | 16 Komentar

Hadiah Ultah Termanis

Hampir dapat dipastikan setiap orang pernah menerima hadiah ulang tahun. Entah waktu masih bayi, jaman remaja, atau saat dewasa. Hadiah ulang tahun bisa sangat mahal harganya, bisa pula ga dijual di toko mana pun di dunia ini. Misalnya sebuah ciuman di pipi oleh orang tua saat kita ulang tahun di masa balita.

Bulan ini saya mendapat hadiah ulang tahun termanis. Uniknya, hadiah itu dikirimkan tanggal 1, padahal saya ulang tahun tanggal 8. Alasan si pengirim, dia takut kelupaan momen itu (waduh, alasan yang ga banget!). Selain karena kuatir saya ga mengecek e-mail pada hari ulang tahun.
Baca selebihnya »

27 Mei 2009 Posted by | Personal | , , | 16 Komentar

ANTV Mempropagandakan Black Magic!

Tulisan ini mennumbergenai tayangan berjudul Luar Biasa pada Malam Minggu, 18 April 2009. Setelah tayangan ‘Supernatural ‘ yang saya ikuti sambil seringkali memejamkan mata atau menyembunyikan wajah di balik bantal, saya lanjutkan menonton ‘Luar Biasa’. Karena jadwal saya menonton tidak rutin, saya tidak tahu apakah acara tersebut hanya acara selingan malam itu atau memang acara rutin dalam periode tertentu.

Tanpa mempermasalahkan hal tersebut, saya tertarik saat sang host Dona Agnesia menyatakan bahwa Ustad Sutrisno (mudah-mudahan saya tidak salah menuliskan nama beliau) telah menemukan pil ajaib yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Awalnya saya tidak berprasangka buruk, saya pikir hanya mencampurkan berbagai jenis tumbuhan. Secara kimia, beberapa substansi kimiawi dapat bercampur tanpa saling menetralkan atau meracuni satu sama lain. Baca selebihnya »

19 April 2009 Posted by | Opini | , , | 20 Komentar

Selamat Paskah dari Vatikan

Dari kecil dulu saya suka banget menantikan acara-acara keagamaan di TV. Dan itu masih kerap saya lakukan sekarang. Ga jelas asal mulanya kesukaan itu timbul. Senang aja mendengar bahasa-bahasa asing diucapkan, atau melihat beragam bangsa berbaur tanpa sibuk memikirkan bahwa mereka berbeda bangsa, berbeda bahasa, bahkan berbeda ras.

Dan hari ini saya menyaksikan siaran langsung dari Vatikan. Senang mendengar Sri Paus mengucapkan ‘Selamat Paskah’ dengan dialeknya. Menurut saya sih, dialek Bahasa Indonesia Paus Johannes jauh lebih sempurna dibandingkan Paus Bennedict, meski yang diucapkan hanya kata-kata singkat. Bahkan dulu saya ikut sibuk menghitung jumlah bahasa yang digunakan Sri Paus. Baca selebihnya »

12 April 2009 Posted by | Opini | , , | 10 Komentar