Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Penyebar Kebencian


Secara personal, saya belum pernah terkagum-kagum setengah mati pada seorang tokoh di bidang apa pun, kecuali Axl Rose dan Michael Jackson untuk puluhan lirik yang menyentuh dan membantu mengatasi berbagai permasalahan di usia muda saya. Namun beberapa tokoh saya kagumi atas berbagai pemikiran atau pilihan hidupnya. Salah satunya Ahmed Dheedat, seorang ulama besar dari Benua Afrika.

Dari dalam negeri, kekaguman saya sering berbuah kekecewaan. Dan itu terjadi lagi dua minggu lalu. Saat itu saya menghadiri dialog dua arah di Jawa Timur dengan nara sumber seorang budayawan religius. Sang budayawan terkenal dengan kelompok seninya dan sepertinya memang diciptakan untuk berada dalam lingkungan seniman. Setidaknya, beliau menikahi seorang wanita yang pernah berprofesi sebagai penyanyi cantik bersuara merdu, dan memiliki putra yang juga penyanyi sebuah group band populer. Saya tak perlu menyebutkan nama sang budayawan, karena hal itu tak ada kaitannya dengan tulisan ini. Pemikirannya yang dikeluarkan dalam dialog tersebut yang patut dipertanyakan.
Baca selebihnya »

14 Juli 2011 Posted by | Opini | , , , | 14 Komentar

Mama Kok….

Putra saya saban hari menilai saya. Tapi (menurut saya) kadang penilaiannya tak cukup fair. Dia kerap berlagak lebih tahu dari saya. Padahal saya kan ibunya!


‘Mama kok penakut banget….’

Saya takut percikan minyak saat menggoreng, kecuali minyak diganti dengan mentega. Herannya dia selalu menyempatkan diri mengomentari hal ini. Dia bahkan cekikikan melihat saya berlindung di balik lemari atau handuk yang membungkus wajah saya.

Saya juga takut menyalakan kompor. Walau disertai gerutuan, biasanya dia selalu mau membantu menyalakan kompor saat diperlukan, meski di pagi buta. Baca selebihnya »

12 Juli 2011 Posted by | Personal | , | 8 Komentar