Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Alhamdullilah untuk Duka Indonesia

Banjir menerjang kehidupan sekian ratus orang. Erupsi gunung berapi menelan puluhan korban jiwa. Gempa dan tsunami menyapu ratusan nyawa.

Terpana menyaksikan berita di TV, akun Twitter saya menjadi lebih aktif memantau berbagai komentar dunia. Semua memperbincangkan hal yang sama: negara ini dilanda musibah sambung-menyambung. Indonesia menangis.

Apa yang diperbuat anak bangsa pada saudaranya sebangsa yang tertimpa musibah? Saya mengatakan ini pada boss saya yang bertanya soal tsunami di Sumatera: Alhamdullilah tempat saya rada aman.

Boss saya marah besar, seperti marahnya daddy saya waktu beliau mendengar jawaban saya tentang gempa Jogja: Alhamdullilah keluarga kita di Jakarta dan Bandung. Ada satu di Jogja tapi lumayan aman.

Dengan nada tinggi beliau berucap: ‘What are you talking about, my girl? Keep your words or be silent are much better than you thank for the terrible earthquake isn’t around your place!’
Baca selebihnya »

29 Oktober 2010 Posted by | Opini | 8 Komentar