Thx God, I’m Still Alive!
Kesehatan saya makin memburuk sejak setahun lalu. Diagnosis kelainan genetik dalam darah yang harus saya tanggung seumur hidup makin terasa dampaknya dalam tubuh saya. Sudah terlalu banyak obat yang harus saya telan setiap harinya. Dengan cek Hb terakhir hanya 8,5 dokter meminta saya istirahat panjang. Tapi it’s something impossible. Meninggalkan pekerjaan sama artinya membiarkan tubuh merasakan sakit yang lebih.
Saya tak mau menyerah pada rasa sakit. Kalau sudah tak tertahankan, saya tambahkan dosis pengobatan. Tak berdaya menentang keadaan membuat saya justru makin kuat berupaya memperbaiki kesehatan. Memiliki kesedihan adalah manusiawi sekali, tapi terlarut dalam kesedihan tak berujung hanyalah manusia bodoh.
Baca selebihnya »
