Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Saya Berharap Tertidur Selamanya

Pernah merasakan hatimu kosong meski telah membaca kitab suci sekian lembar?
Meski berada di keramaian namun merasa begitu kesepian. Orang-orang di sekitarmu berbicara namun kamu tidak bisa mendengarkan suara mereka. Saat suara-suara itu bisa didengar, malah membuatmu mual.
Kamu bisa merasakan kulit mereka namun tak mampu merasakan kehangatannya. Tatapan keingintahuan mereka malah membuat hatimu menggigil.
Ingin rasanya melarikan diri, namun semua jalan berujung buntu, seolah terkunci gembok raksasa. Kamu mencoba berlari sejauh mungkin namun nyatanya langkahmu terpaku di lantai yang sama.

(Saya harap saya tertidur selamanya.) Baca selebihnya »

23 Februari 2010 Posted by | Personal | | 14 Komentar