Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Merry Christmas, Suster!


Merry Christmas, Suster! Merry Christmas, Pastor!
Lalu para suster biara dan pastor akan menciumi kening saya, menyapu telapak tangan di atas kepala saya sambil mendoakan keberkahan dalam hidup saya.
‘Merry Christmas, sayang!’ yang selalu diucapkan dengan senyum tulus.

Itu puluhan tahun lalu. Sekarang sang pastor sudah kembali ke negara asalnya, Belanda. Suster kepala meninggal saat saya SMP. Saya tidak pernah lagi mengunjungi kepastoran sejak itu. Keinginan mengabdi sebagai nun pun telah saya buang jauh-jauh. Namun kenangan itu selalu datang setiap Christmas tiba.

Terlalu banyak kenangan. Tahun lalu saya masih menerima sms ‘Wish you had a merry x-mas!’ dan ‘I’d hand u roses in next christmas. I promise.’ Baca selebihnya »

24 Desember 2009 Posted by | Agama | | 12 Komentar