Andai Pat Condell Tinggal di Indonesia, Besok Divonis Mati?
Tulisan ini mungkin isi kepala sebagian Muslim di dunia yang membuat beberapa video Condell dilarang beredar online. Ini angan-angan bodoh sebenarnya. Datangnya dari pikiran badut saya saat menyaksikan betapa naif pria itu, meski dia lumayan populer di negaranya. Saya pemerhati video-videonya, entah dengan alasan apa, tanpa pernah tertarik mengomentari langsung. Pertemuan saya dengan video pertamanya saat saya sedang berburu video tentang Islam untuk seorang teman di tahun 2007. Baca selebihnya »
Let Him On His Peace Way
Masih soal Michael Jackson, sang raja pop, sebagaimana dia menasbihkan dirinya. Bukan cuma karena sebel membaca banyak argumen negatif setelah kepergiannya atau tulisan dengan ulasan dadakan ga berhati soal M.J., tapi lebih karena ada ‘sesuatu’ di dalam hati saya. Jarang-jarang sih saya ‘bicara’ pake hati tapi mungkin karena saya kurang sreg dengan berbagai tulisan soal M.J. yang mungkin maksudnya mau membela tapi kok terkesan malah membuka luka lama di mata saya.
![]()
Tahun 2004-2005 pertama kali saya mendengar lagu berjudul Give Thanks to Allah dari sebuah website berbasis di tanah Arab. Tahun 2007 lagu itu memborbardir dunia Islam, terutama di berbagai website yang di-support Muslim. Lagu itu diklaim dinyanyikan oleh M.J. yang konon katanya beralih kepercayaan ke dalam Islam, mengikuti jejak sahabat-sahabat dan abang kandungnya. Mengikuti kematiannya di tahun 2009, lagu itu kembali ramai dibicarakan.
Tapi jujur, di kuping saya, lagu itu amat berbeda, baik dalam isi apalagi vokal. Desahannya beda banget. Beda. Amat beda. . Baca selebihnya »
Awards? Tengkiyu…!
Tulisan ini harusnya dibuat jauh-jauh hari tapi baru tergerak menuliskannya sekarang. Sibuk tentu ga bisa dijadikan alasan, karena saya kok sempat-sempatnya menuliskan artikel lain yang lumayan panjang. Mungkin lebih karena alasan hati, selain karena ada award baru yang diterima hari ini.
Saya tipe orang belakang layar, yang ga suka dikenal secara fisik nyata. Saya lebih suka orang mengomentari tulisan-tulisan saya dibandingkan janjian kopi darat, misalnya. Kalau pun orang menghargai tulisan saya, saya akan dengan senang hati menerima sejumlah uang (Dasar matreeee…!!!). Tapi award sebagai permulaan, okelah. Saya nulisnya bareng aja biar terkesan blog ini dapet award banyak banget (hahahahaha…!)
Thanks buat anak muda ganteng yang memberikan award tanggal 10 April lalu. Dari lima yang diberikan, saya memilih dua. Karena yang lain ‘kelewat cewek’ buat mata saya
Dan makasih juga buat anak ingusan tapi belagak udah gede yang memberikan award tanggal 3 Juni lalu.
Yang terakhir trims buat ibu dari dua putri cantik dan satu cowok ganteng yang memberikan award tanggal 1 Juli kemaren.
Buat orang Melayu, bertuah artinya memiliki peruntungan. Moga-moga aja setelah mendapat award ini saya cukup beruntung mendapat ‘mentahnya’ aja… (Matreee… matreee… matreee!!!)
Catatan: buat para pemberi award, sorry kalau peraturannya ditulis ga lengkap. Bu guru emang tukang ngasih kerjaan, tapi soal ngerjain tugas kayaknya bukan kerjaan bu guru deh…
