Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Pingsan!

ist2_1650217-figurine-faintPingsan atau ga sadarkan diri bisa disebabkan banyak hal. Mungkin karena terlalu capek, sakit organ tertentu, kekurangan oksigen, terkejut atau shock, dan sebagainya. Agak aneh buat saya bahwa ada orang yang ga pernah pingsan sepanjang hidupnya. Kok bisa ya?

Sebagai orang yang pernah puluhan kali pingsan, saya ga bisa dengan tepat menentukan penyebab saya pingsan. Tapi biasanya didahului oleh hal yang sama: seperti ada bintang-bintang berwarna-warni dan gemerlapan di sekeliling saya, tubuh saya mendadak mati rasa dan ga bisa digerakkan, serta wajah, terutama bibir saya berubah pucat kehijauan.

Pingsan pertama kali saya rasakan kelas 3-4 SD setelah ‘ulu hati’ saya dihantam dua pukulan oleh seorang laki-laki karateka muda. Di SMA saya pingsan belasan kali saat upacara bendera. Akhirnya wali kelas saya mengijinkan saya ikut upacara dari dalam kelas. Satu kali saat mau pulang dari jalan-jalan di supermarket, saya pingsan di depan kulkas yang sedang dipajang.

Waktu nyari buku buat balita saya di Gramedia, putra saya dengan enteng berucap pada kasir: ‘Tante, mama mau pingsan’. Pegawai Gramedia kalang-kabut melihat bibir saya hijau pucat. Saya akhirnya jatuh ga sadarkan diri di depan orang-orang yang lagi antri membayar. Dulu ada pasar tradisional di Palembang, namanya Pasar 16. Kalau saya akhirnya memutuskan jalan ke sana, saya harus yakin tubuh saya sedang benar-benar sehat, meski saya nyaris ga berani masuk ke area lebih dalam, karena lebih sumpek.

Tapi saya masih saja sempat pingsan di sana. Saya pingsan di depan pedagang plastik saat sedang menanyakan harga barang. Saya pingsan saat siap menaiki angkot, pas di depan pintu angkot. Saya pingsan saat menawar harga mukena. Untungnya pedagang-pedagang di sana berbaik hati menjaga barang-barang saya termasuk dompet, saat saya pingsan.

Sekian tahun lalu saya jatuh pingsan saat berbincang dengan tetangga sambil menggendong bayi saya, yang untungnya dengan sigap ditangkap si tetangga. Dua tahun kemudian, saya merangkak tertatih-tatih dan berteriak dengan suara lemah dari kamar mandi ke teras depan, untuk meminta pertolongan tetangga menyuapi batita saya makan, setelah saya mengeluarkan banyak darah segar dan pingsan di kamar mandi. Kalau menonton sinetron, saya sering heran pemerannya bisa pingsan hanya setelah mengeluarkan sedikit bercak darah. Sedangkan saya harus melihat banyak darah saya mengalir di lantai kamar mandi sebelum akhirnya saya benar-benar ga sadarkan diri.

Tahun 2007 saya pingsan di atas tempat tidur setelah nekat puasa di bulan Ramadhan. Tahun 2008 mbak pengantar makanan pernah mengetuk dan menggedor pintu rumah berkali-kali sampai kemudian berpikir saya sedang tidak di rumah, padahal saya pingsan di lantai kamar tidur. Masih di tahun yang sama, saya pingsan saat lagi antri di BCA.

2009 Tahun Terbaik Saya

Tahun ini saya mulai jarang pingsan. Ini tahun terbaik sepanjang hidup saya. Sebagai gantinya, penyakit yang lain makin sering kambuh. Namun syukur alhamdulillah sekarang saya hampir ga pernah benar-benar pingsan hingga ga sadarkan diri.

Januari 2009 saya jatuh ga sadarkan diri di jalan sekitar jam 7 malam saat membeli makanan di restoran dekat rumah. Maret 2009 saya jatuh terduduk di ruang rapat (seorang cleaning service kemudian memegangi tubuh saya dari belakang) tanpa mampu menggerakkan satu pun bagian tubuh, meski masih bisa mendengar perkataan orang di sekeliling saya. Maret 2009 saya jatuh di anak tangga sekolah karena kaki saya tiba-tiba lemas dan sekeliling saya kelihatan gelap. Hingga bulan Mei 2009 saya beberapa kali nyaris jatuh di depan kelas saat sedang memberikan pelajaran, tapi untungnya saya masih bisa meraih kursi dengan cepat sebelum benar-benar jatuh.

26 Juni 2009 - Ditulis oleh wyd | Personal | , , , | & Komentar

& Komentar »

  1. Jaga kesehatan bu guru, sepertinya Bu wyd punya peyakit darah rendah ya?, biasanya akibat sulit makan (ciee, kayak dokter aja).

    Komentar oleh adhiwirawan | 26 Juni 2009

  2. @adhiwirawan: tekanan darah normal terus, mas. tapi saya emang kurang darah (Hb rendah banget).
    thx ya

    Komentar oleh wyd | 26 Juni 2009

  3. kalo saya kapan ya pernah pingsan,
    perasaan belum pernah bu…….!
    kalo pura2 pingsan pernah, waktu sma he…

    Komentar oleh Deka | 27 Juni 2009

  4. pa kabar buk ? semoga tahun depan gak pernah pingsan lagi ya..saya pernah pura pura pingsan ketika apel..kepentok mobilnya, kebangeten dan jayus ya…maksudnya biar ditolong si do’i tapi yang bingung malah bapaknya…sial

    Komentar oleh datyo | 25 Juli 2009


Tinggalkan komentar