Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Wanita-Wanitalah yang Mendorong Suami Berpoligami

Waktu punya pikiran untuk menuliskan hal ini di blog, saya kemukakan ini pada partner saya. Dia terkejut.
‘Come on, babe, it ain’t something nice for women as you know and you’re a woman, aren’t you? Would you let me to date another woman when you’re not around?’
me Meski tahu saya tidak keberatan dengan kehidupan poligami sebagaimana hal ini dinyatakan dalam agama yang saya anut, dia tidak ingin menjalaninya dalam hidupnya. Tapi saya sungguh tidak pernah memintanya bertahan sendiri saat saya tidak bersamanya. Namun tentu saya tidak merestui jika dia hanya melakukannya untuk kesenangan semalam.

‘I don’t care what Islam says about men-women’s relationship but for me, I just need one woman in my life!’ katanya sewaktu kami membahas tentang seorang tokoh negara ini yang menikahi wanita kedua. Saya hanya tertawa.

Memaklumi Pria Berpoligami

Seks….

Poligami tidak berarti seorang suami tidak lagi mencintai istrinya. Jika poligami yang dijalankan sesuai syariat agama (Islam dalam hal ini) maka tentu ada alasan kuat untuk melakukannya. Pikiran paling dangkal mungkin adalah soal seks. Ada banyak wanita yang tidak lagi bisa menikmati kehidupan seks pasca melahirkan, kecuali karena kewajiban sebagai istri. Banyak wanita yang merasa suami sedang bertingkah aneh atau terinfeksi film porno saat suami minta mencoba sesuatu yang baru untuk menghangatkan hubungan keduanya dalam seks. Ujung-ujungnya, si istri selalu menang.

Padahal apa salahnya mencoba sesuatu yang baru untuk menyegarkan hubungan yang telah dijalani berpuluh-puluh tahun? Padahal boleh jadi selama puluhan tahun itu si istri telah ratusan kali gonta-ganti potongan rambut dengan alasana bosan atau ingin ganti suasana baru? Bukankah sorang suami cukup pantas mendapatkan haknya setelah memberikan begitu banyak untuk keluarganya selama sekian puluh tahun itu? Kenapa istri menginginkan suami mengikuti cara pandangnya dan tidak ingin mengubah cara pandangnya dari sisi suami sebagai seorang pria? Padahal ada banyak kaum pria yang justru makin matang dalam bercinta sejalan dengan pertambahan usia.

Tentu akan jauh lebih baik, ditinjau dari segi kesehatan, agama, maupun kehidupan sosial, jika sang suami menikah lagi ketimbang jika berganti-ganti pasangan. Jadi meski alasannya ‘hanya’ karena kebutuhan seks yang tak lagi seimbang, sebuah pemakluman hendaklah diberikan pada suami untuk berpoligami.

Kebutuhan sharing

Tak dapat dipungkiri saat menikahi seorang wanita, seorang pria tidak dapat meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi pada mereka berdua. Karena manusia adalah makhluk dinamis yang terus berkembang, boleh jadi perkembangan si pria sebagai suami jauh melampaui perkembangan yang dilalui istrinya. Karena perjalanan waktu, si istri lantas tak lagi bisa menjadi seseorang yang dapat mendengarkan dengan baik, tak lagi bisa bersikap positif dalam memberikan opini saat sang suami terlibat masalah, atau si istri menjadi sosok apatis yang menjalani rutinitas tanpa ingin ada perubahan sedikit pun.

Kalau pun si suami meminta istrinya untuk belajar agar dapat menyelaraskan visi dan misi berdua, si istri lebih memilih menyibukkan diri dengan berbagai kosmetik yang dapat menunda datangnya kerutan di wajah atau mempertahankan bentuk tubuh Barbie nya. Padahal banyak pria matang telah lelah melihat kecantikan fisik sejak usia mudanya dan mengejar kecantikan batin di usia matangnya.

Awalnya Cuci Mata

Sewaktu remaja, saya sering heran kenapa seorang wanita yang sangat modis di masa gadisnya berubah menjadi sosok ibu yang hanya kenal daster sepanjang hari. Buat mata saya, ibu-ibu itu seperti hendak menyatakan bahwa mereka lagi sibuk di dapur atau ada rutinitas sebagai ibu yang sedang dijalaninya dan tidak boleh diganggu. Dan buat mata saya yang suka wanita modis, daster bukanlah pilihan sedap.

Saya kemudian sangat memaklumi kenapa banyak om-om (panggilan saya untuk bapak-bapak kala itu) senang bercengkerama dengan remaja putri seusia saya. Banyak istri tak menyadari bahwa usia matang suaminya dengan sedikit rambut abu-abu di kepala malah menarik banyak kaum wanita di luar rumah tangga mereka. Belum lagi pengaruh kemapanan karir pria, kewibawaan dan kebijaksanaannya yang keluar sebagai dampak pengalaman hidupnya, menjadikan suami-suami bernilai tinggi di mata banyak wanita yang bukan istrinya.

Poligami hanyalah isu hangat yang tak pernah reda di antara kaum Muslim. Karena hanya Islam yang mensyaratkan aturan tertentu untuk menjalaninya. Karena Islam adalah sebuah agama yang diyakini umatnya dan memiliki aturan-aturan baku yang amat jelas, tentunya agak aneh jika ada aturan atau hukum di dalamnya yang membuat berang banyak kalangan. Bukankah Islam juga tidak menyarankan kehidupan poligami? Bukankah Islam hanya memberikan alternatif jauh lebih baik ketimbang main api sama makhluk perempuan lain yang berseliweran di luar sebuah rumah tangga?

18 December 2008 - Posted by | Opini | , , ,

50 Comments »

  1. hemmm..

    tulisan yang menarik

    membahas poligami tentunya gak akan ada habisnya..dan sungguh deh saya tidak mau ikutan komentar..

    tapi saya setuju..bagaimanapun ada titik jenuh dalam setiap kehidupan..

    kalau kita bisa saja ganti model rambut..
    pastinya tidak bisa segampang itu dalam berpasangan :)

    yahh..
    banyak cara menuju Roma
    dan banyak cara juga untuk mempertahankan kesetiaan pada pasangan :)

    *sok tau deh gueeeeeeee*

    kekekekekkee

    Comment by yessymuchtar | 19 December 2008

  2. Wah, Ibu Wyd emang guru kimia, tapi ketika saya membaca tulisan ini, Ibu Wyd terasa seperti guru BK. Wakakakak….

    Btw, seorang wanita yang merelakan suaminya berpoligami adalah “ksatria”. Saya yakin sekali memang begitu. Soalnya sangat sulit untuk melihat pasangan hidup kita ternyata masih juga membutuhkan wanita lain selain dirinya.

    Sungguh, sebagai seorang anak (bukan istri lho), saya saja kadang nggak bisa membayangkan kalau Bapak saya nantinya melakukan Poligami yang menyebabkan termadunya ibu saya sendiri.

    Sulit sih, tapi kalau memang ada nilai positifnya untuk kebaikan umat, memang sebaiknya kita ikhlaskan. Toh, hidup tidak akan lama di dunia. Maksimal 70 tahun, itu pun kadang sudah di diskon :P

    Teruslah menulis Ibu guruku. Allah sungguh menyayangimu.

    Comment by Wim Permana | 20 December 2008

  3. Betul, saya setuju, Mungkin saya hanya ingin mengutarakan pandangan pria. Kadang seorang istri terlalu sibuk dgn pekerjaan rumah atau posisinya sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Padahal, sang suami jg mempunyai hak yang sama, untuk mendapatkan perhatian dari istri. Alangkah lebih baiknya, para wanita selalu berpandangan, bahwa dia adalah seorang kekasih bagi pasangannya. Keseimbangan penempatan diri antara sebagai ibu rumah tangga dan kekasih bagi pasangannya haruslah dijadikan landasan yg kuat dlm kehidupan berpasangan. Kadang, sebagai pria, merasa kehilangan kekasih dambaan hatinya yg dulu dikejar2x, akibat kekasihnya tsb kini terlalu dominan berperan sbg ibu rumah tangga. Mungkin kalau digambarkan, ya spt artikel di atas, lebih senang pakai daster, toh cowoknya sudah menjadi suami dan bapak dari anak2nya.

    Comment by roy | 20 December 2008

  4. @yessymuchtar: setuju apa ga setuju nihhh???? hehehehe

    @Wim Permana: nah, ini dia yang dimaksud dalam kutipan singkat di alinea paling bawah (tulisan yang dicetak miring). kita ga boleh berpandangan negatif apalagi menolak polihgami, tapi kalau ga ingin melakukannya, jangan lakukan.
    thx doanya ya Wim. Allah juga membagi sayangnya untukmu dan anak2 ibu di mana pun berada

    @roy: thx udah sharing pak. ternyata pandangan kita sama dalam hal ini meski bapak seorang laki-laki dan saya perempuan :)

    Comment by wyd | 20 December 2008

  5. Maaf baru sempat mampir Bu Wyd:-).

    Mengenai poligami bukankah Islam sudah mengaturnya dengan jelas dalam Al-Quran.

    Sedang soal suami yg berpoligami karena alasan istri,saya hanya 50% saja setuju.Sedang sisanya alasan pria berpoligami bukan hanya karena soal kebutuhan batin aja.Kebanyakan para pria mempunyai sisi lain yg tidak sempat tertangkap oleh istrinya.Apalagi dijaman modern ini…,kawin-cerai seperti sedang trendy dilakukan oleh para artis.Seakan mereka tidak sadar bahwa perkawinan mereka anggap seperti mainan aja,tanpa tahu arti yg mendalam.Maaf jika saya sedikit ngelantur..

    Salam kenal dari saya,dan ijinkan saya memasang tautan diblog saya.

    Wassalam,

    Comment by Gusti Dana | 20 December 2008

  6. Salam kenal Bu,

    Saya rasa yang penting ada saling pengertian dan saling mengalah diantara suami dan istri. Itu yang kadang kurang dipahami dan dihayati.

    Comment by Miralza Diza | 20 December 2008

  7. Assalaamu’alaikum…

    Poligami memang sdh disyariatkan oleh Allah Ta’ala didalam Al-Qur’an. Dan disana terdapat berbagai manfaatnya bagi umat. Diantaranya: memperbanyak keturunan, menjalin silaturrahim/persaudaraan, mencegah zina, dll. Namun disana juga ada syaratnya, yaitu Adil (dari segi dunia bukan masalah perasaan). Karena dalam urusan hati, manusia tidak bisa berlaku adil.

    Dan saya sebagai seorang istri lebih memilih untuk suami saya menikah secara terang-terangan dari pada menikah diam-diam atau yang lebih parah berzina.

    Kenapa? Karena saya tau, kalau saya melarang suami menikah (poligami) berarti saya menentang satu perintah Allah Ta’ala. Dan kita sama-sama tau apa akibat dari menentang perintah-Nya.

    Salam kenal ya bu wyd :-)

    Wasalamu’alaikum…

    Comment by Ummu Abdirrahman | 20 December 2008

  8. wah wah wah…
    ibu guru kita ini bahkan sempet sempet nya ngomong ke “partner” soal beginian…

    keren kereeen…

    halal yang tidak di sukai ALLAH SWT adalah CERAI.
    kalo POLIGAMI, hhhmmmhhh….
    kaeknya mah dari sisi istri yang berasa gimaaanaaaaa gituuuuhh…
    :mrgreen:

    Comment by nyurian | 20 December 2008

  9. artikelnya bagus nih,
    bener2x hal nyata rumah-tangga dari sisi pria tertulis dengan baik…
    sepertinya istri saya wajib baca tulisan ini dehh

    makasih atas postingannya yaa..

    Comment by Rifai | 20 December 2008

  10. sebuah tulisan yang sangat bagus sebagai penyegaran dari pandangan sepihak ttg poligami

    Comment by mesinkasir | 20 December 2008

  11. tulisan sih bagus, tapi kalo menyinggung tentang hukum islam, bukan masalah di sarankan atau tidak di perbolehkan, tapi bagaimana situasi poligami itu bisa terlaksana, peran serta istri pertama juga harus di pentingkan donk, teruama dalam mengambil keputusan tersebut……….

    http://bungnashyr.wordpress.com/

    Comment by Bung Nashyr | 21 December 2008

  12. heheheh dulu saya anti banget dengan poligami. Tapi setelah membaca banyak, sekarang saya malah mendukung poligami yang tertulis di Al Quran. Yang masalah adalah cara manusia memahaminya bukan aturannya. Coba kalo gak ada ayat yang di Al Quran itu, semua lelaki bakal berbini buanyak… Tapi kalo dia baca bener bener, si lelaki akan mikir banyak kali untuk menikah lagi. Ambilah salah satu kewajibannya yang paling mendasar yaitu “adil”. heheheh bisakah kita adil ? contoh yang paling sederhana dulu, Semua materi diberikan sama ke semua istri, tapi yang namanya perhatian gak bisa sama kan ? jadi masih belum adil namanya jadi belum boleh nikah lagi…dan masih banyak contoh lagi.

    Jadi ayat ini di ALQuran bukan hanya untuk sekedar melegalkan poligami tapi lebih kearah “melarang halus” poligami. Jadi saya pikir yang buru buru menikah lagi dengan dasar ayat ini adalah laki laki yang belum paham benar kekekekekekekeke

    Eh… Dat..gila loe…jadi nabi kita juga gak paham dong..

    eits…jangan samain kita dengan nabi dong…baca dulu sejarahnya kenapa beliau “terpaksa” poligami.

    Kalo gitu semua Kyai yang poligami kamu anggap gak ngerti Al Quran gitu ?! sinting kamu Dat…!

    Ah kau yang bodoh dan naif teman…alasan poligami masing masing orang gak sama..omongan saya diatas khusus buat para lelaki yang pengen beristri lagi dengan melegalkan segala cara…

    wis ah..ngobrolnya di blog gw aja..
    ini rumah orang…

    Comment by datyo | 21 December 2008

  13. @datyo: setujuuuuu….

    Comment by wyd | 22 December 2008

  14. duh polygami, satu aja sering kurang kalo ngasih bulanan hehehe

    Comment by omiyan | 22 December 2008

  15. Kalau ingin di tanyakan, Tanyakan lah kepada Tuhan mengapa tuhan mengadakan hal sedemikian, apa maksud tuhan di balik semua itu…
    Pasti tuhan punya maksud tertentu tuk diambil sebagai hikmah/ pelajaran.
    tetapi apakah pantas kita bertanya kepada tuhan, hal apa yang terjadi kepada diri kita?, jawabnya tentu tidak. orang jawa bilang ora elo…

    Karena di dalam cinta harus ada keikhlasan cinta tidak harus memiliki
    Dan saya sadar bahwa suami itu bukan milik saya, tetapi milik Allah
    Jadi Allah lebih berhak dari pada saya.
    kalu kehendak Allah saya punya suami dan menikah lagi, mengapa tidak!
    Toh… cinta saya hanya tertuju kepada Allah.

    “cintailah Allah dan Rasulnya melebihi cintamu kepada keluarga maupun diri sendiri”

    saya akan mencintai dan menyayangi istri muda sama halnya saya mencintai diri saya dan suami. Walaupun saya tau hal itu sangat menyakitkan dan saya akan mencoba untuk ikhlas menjalani keputusan tuhan kepada diri saya.
    Cinta memang menyuguhkan banyak tantangan bagi seorang pecinta. Meskipun ujian dan cobaan berdarah dan kejam, toh hasilnya akan tetap manis dan memnyenangkan
    Pandanglah yang satu ada pada yang banyak, dan pandanglah yang banyak ada pada yang satu, Mencintai orang lain sama halnya mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri sama halnya mencintai tuhan.
    Saya tidak melihat kejahiran orang lain, suami , anak, orang tua, dan istri muda. Pandangan saya hanya tertuju kepada Allah.
    Allah ada pada diri saya, juga suami, anak, orang tua, istri muda
    apa yang ada pada di diri mereka ada pada diri saya, jadi bagai mana mungkin saya bisa menolaknya/untuk tidak.
    kalau saya menolaknya maka saya sudah menolak pemberian tuhan.
    Sedangkan Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya.

    Jika pandangan kita hanya tertuju kepada Allah, rasa sakit di dunia bukanlah apa-apa. rasa bahagia di dunia bukanlah apa-apa.
    Sesungguhnya rasa bahagia sejati itu bukan bersama suami, tetapi Kebahagiaan itu apabila kita terus bersama-Nya.
    Rasa sakit itu adalah pembersih agar kita sampai kepada-Nya
    KOK jadi saya yang bingung yah……
    Gini aja dech…..intinya….
    Kecintaan saya kepada Allah SWT lebih utama dari pada cinta saya kepada suami. Bukan berarti nggak cinta suami
    Bagi saya suami adalah tuhan kedua di dunia, kita harus tunduk dan patuh kepada mereka, Walaupun saya sebagai seorang wanita harus terjolimi, karena ridha kami ada pada ridha suami. Mencintai kezahiran suami sama halnya mencintai seongok bangkai karena kita semua kan mati tidak kekal, saya hanya ingin mencintai yang tidak mati, yang kekal.(Allah Ta’ala).

    Comment by mujahidahwanita | 23 December 2008

  16. Orang yang mencintai kekasihnya selalu mencoba mengerti dan memenuhi keinginan kekasihnya.
    Aku ada karena cinta
    Aku ada karena ridho
    Cinta ada pada Ridho
    Karena cinta bisa mendatangkan keridhoan
    Ridho ada pada cinta
    Karena ridho bisa menimbulkan kecintaan
    Apakah itu cinta……apakah itu ridho……
    ya…..memang benar
    Cinta itulah ridho
    Ridho itulah cinta

    Comment by mujahidahwanita | 23 December 2008

  17. Menarik juga. yang cuci mata itu. Hehehe.

    Comment by Rian Xavier | 23 December 2008

  18. haha^^
    semoga kelak saya tidak mendapat istri yang mendorong saya untuk berpoligami bu,,,
    hehe..

    Comment by wahyu | 25 December 2008

  19. wah kalau soal poligami sepertinya pembicaraan yang menguntungkan kaum pria. padahal belum tentu demikian. kalau memang bener pasti banyak yang diuntungkan. tapi saya tetap berdoa semoga saya diberi kekuatan untuk tetap setia dengan isteri saya

    Comment by budi | 28 December 2008

  20. sebenarnya yang menyebabkan para suami berpoligami adalah perempuan juga. kok tega-teganya mau merebut suami orang …. kalau dia memang beriman dia tidak akan menyakiti saudaranya sendiri….apapun alasannya, termasuk alasan materi.

    Comment by Mrs. Chang | 30 December 2008

  21. Mungkin bagi kaum adam postingan ini akan membuat semangat untuk berpoligami ria. salam

    Comment by ksemar | 31 December 2008

  22. @Mrs. Chang: namanya juga manusia, maam… mudah2an kita ga termasuk yang demikian yah.

    @ksemar: maksud saya justru untuk mendorong para istri, para ibu agar bisa meminimalisasikan aspek dari diri para istri yang bikin suami ingin berpoligami. aspek selebihnya, wallahualam lah pak

    Comment by wyd | 1 January 2009

  23. Wuah,,ibu wyd nulis tentang poligami.
    Hmm, saya no comment ajah. tapi dapet pelajaran dari tulisan di atas. Thanks yah bu.

    Comment by o c H e | 1 January 2009

  24. Waduh bu,pertama liat blog ibu, eh ketemu yang judulnya berbau POLIGAMI..hehehehe..mantabs bianget..heheehhe

    Comment by edwin | 2 January 2009

  25. Saya mendoakan bagi para wanita yang justru menganjurkan poligami agar diberikan surga. Wah, jarang istri kayak gitu dizaman emansipasi wanita seperti ini. Saya sangat prihatin dengan istri-istri sekarang merka menyalahgunakan ‘emansipasi’ untuk berlepas diri dari tanggung jwab sebagai ibu rumah tangga, ibu dari seorang anak, kewajiban menantu, kewajiban istri. Sungguh padahal pekerjaan ‘IRT’ adalah pekerjaan paling mulia dan sungguh tidak perlu malu bagi setiap istri kalau ada yang tanya, “kerja dimana bu?” jawab dengan tegas, “Saya Ibu Rumah Tangga”. Terlepas dari itu semuanya, terima kasih ats kedatnanya ke laman saya ya bu… soal menangis itu wajar kok, dulu malah saya susah menangis tapi setelah belajar menangis spiritual sungguh saya merasa menjadi orang terkaya. Ya… Menangislah maka anda akan menjadi kaya. salam….

    Comment by Admin | 11 January 2009

  26. tulisannya menarik,
    tp kembali lg harus pake ilmu/pemahaman tentang poligami yg pernah di contohkan oleh Rasullullah kalo ga kacau dah, ternyata poligami dilihat secara teknis susah lho, saya pernah baca dokumentasi yang menjelaskannya,
    wuiihhh pusiinggg

    mendingan 1 istri aja deh.

    Comment by fondix | 15 January 2009

  27. Andaikata poliandri merupakan alternatif lebih baik seperti poligami yang disebutin diatas, tentunya para pria lah yang mendorong istri nya untuk berpoliandri, karena pada dasarnya manusia itu tidak pernah puas dan pada aplikasinya manusia itu sedikit sekali bersyukur..

    klo alasan poligami karena ketidak puasan dan keluhan dengan istri sendiri, sampe kapan pria bisa puas?

    Comment by Indah Parmalia | 16 January 2009

  28. Mampir lagi…
    Poligami memang sudah ada sejak jaman dulu Bun.. Tapi pelaksanaan poligami waktu itu sangat jauh berbeda dengan masa sekarang. Tapi aku setuju dengan postingan Bunda, karena laki-laki melakukan poligami itu juga berdasar pada pondasi istri [meskipun semua itu juga terdasar ada keimanan seseorang]
    Jadi pada akhirnya, para istri.. waspadalah.. waspadalah..
    kita harus selalu bisa ‘melihat’ bagaimana keinginan suami..
    *siap-siap pulang, buat diskusi ma suami*

    Comment by Upik | 25 January 2009

  29. Artikelnya bagus sekali bu, mengingstkan kaum perempuan untuk selalu waspada n memperbaiki diri. Bagi saya, poligami mesti ditentang karena tidak benar walaupun pria tersebut mampu secara ekonomi. Karena tidak ada satupun perempuan yang berlapang dada bila dimadu, apapun alasannya.

    Comment by Windy | 25 January 2009

  30. Poligami. Masalahnya manusia sekarang tidak seperti Nabi dan Rosul. Poligami menuntut sebuah keadilan, adil sebuah kata sederhana tapi tidak mudah untuk dilakukan. Adil itu relatif adil menurut saya belum tentu adil bagi orang lain. Itulah yang menyebabkan sebagian besar sang istri ogah dipoligami, meskipun ada yang ikhlas suaminya berpoligami, itupun karena alasan tertentu. Saya bisa beri tanggapan karena dari 3 keluarga saya ada yang berpoligami. Salah satu alasannya karena sang istri tidak bisa memberi keturunan.

    Comment by suci Hidayati | 30 January 2009

  31. @Windy: menentang tuhan? wah, berpikir pun saya ga berani tuh

    Comment by wyd | 3 February 2009

  32. Iya, saya memang masih lajang, Bu. Pacar aja gak ada. Jadi mohon maafkan kesoktahuan saya dalam menuliskan komentar ini :D

    Ini cuma menurut pandangan seorang awam yang masih belum nemu pasangan, ya Bu. Intinya memang, saling memahami karakterisktik dan kemauan pasangan seperti apa, dan perlakukan masalah sesuai dengan karakteristik tersebut. Karakter pria itu berbeda-beda, kalau kita tarik generalisasi secara kasar dengan menyamaratakan mereka semua, salah-salah malahan mereka kepingin ninggalin kita, lagi :D Ada beberapa pria yang saya kenal, mereka justru merasa kalau istrinya dalam balutan daster dengan wajah polos tanpa make up adalah yang tercantik. Yaa…. cara paling gampang sih tanya, suami maunya istrinya modis apa dasteran doang? hahaha. Habis kan gondok, kalo sang istri dandan abis-abisan, ternyata suaminya gak suka? :D

    Saling terbuka, sama-sama menerima kekurangan yang lain, dan jangan ragu untuk bilang kalau ada ketidaknyamanan yang dirasakan. Iya sih, saya belum punya pasangan. Tapi saya punya roommate yang udah hampir setahun tinggal sekamar, ya cara memperlakukannya sama-sama aja, karena pada intinya sama-sama tinggal sekamar, kan =))

    ‘I don’t care what Islam says about men-women’s relationship but for me, I just need one woman in my life!’

    Aiih~~ Bu, menjadi “one woman in a man’s life” adalah impian terbesar para wanita. Udah deh Bu, kalo ‘partner’ Ibu udah bilang gitu, gak perlu dipancing2 lagi sama pembicaraan tentang poligami. Yang ada malah tergoda kepengen, lama-lama =)

    Comment by Mikan | 12 March 2009

  33. saya pernah bilang nikah aja lagi abi daripada berzina, karena ketahuan foto b2 di kamarhotel, tapi apa jawabannya? apa sih kamu apa sih kamu.diam 1000 bahasa meski ditanya tak mau mengaku, padahal udah jelas2 selingkuh..dan dihapus foto2nya,seperti malu karena ketahuan, jadi kasus saya apa solusinya? ternyata suka gonta ganti pasangan kalau lg ke jakarta atau ke yogya/ke luar negeri, umur 40th seorang manager sekaligus dokter..hubungan dg istri suka bentak2 mencaci maki,dan suka melihat vcd porno,dsb

    Comment by yantieka | 19 October 2009

  34. Alqur’an membolehkan poligami.Tapi, wahai laki laki akhir jaman akuilah alasan kalian poligami adalah satu JATUH CINTA DAN SEKS

    Comment by iin | 29 December 2010

  35. bismillahirrohmanirrohiim
    alhamdulillah saya nemu blog ini..
    subhanallahu ada wanita yg menyarankan suaminya berpoligami
    saya pribadi tidak sanggup. suami saya minta ijin untuk berpoligami
    alasan awalnya ingin menolong seorang janda muda, cantik, beranak satu, karena ditinggal suami yg tidak bertanggung jawab..miskin.. menghidupi bbrp kepala… dramatis n seperti sinetron
    mulia banget kan suami ku
    semua kebohongan/perselingkuhannya dilakukan hampir 3 tahun ini… saya sudah mencium gelagat perselingkuhannya sejak 2,5 thn ini
    tp kepandaian nya menutupi kebohongannya dan niat saya untuk selalu positif thingking..memaafkan…menerima semua kekurangannya …benar2 dimanfaatkan oleh suami dan wanita itu
    saya memang bodoh ini saya akui.
    baik saya n suami mengakui tidak ada masalah diantara kami… bahkan saya pribadi merasa makin cinta sama suami, tp sekarang saya yakin pasti ada yang salah dengan perkawinan kami…dan saya tidak tahu perasaan apa yg ada pd saya buat suami.
    dan akhirnya saya mengakui, memang cinta kita yg sesungguhnya harus kepada Allah

    akhirnya suami pun mengakui bhw dia jatuh cinta… dan parahnya mereka sampai berzina
    astaghfirullahalaziim

    jadi saya setuju apapun alasan nya… akhirnya memang laki2 poligami karena jatuh cinta dan seks
    saya minta cerai, suami tidak mau, alasannya dia sangat sayang pd saya. saya heran, karena kalo cinta, dia tidak akan menyakiti saya begitu dalam dan kalo dia cinta pd wanita itu, tidak akan dikotori seks diluar nikah.
    makanya sampai detik ini saya tetap berjuang agar tidak dimadu.. karena saya yakin perasaannya pd wanita itu hanya nafsu
    mohon doa nya

    Comment by maia | 24 April 2011

  36. @maia: saya turut prihatin atas peristiwa yang ibu alami. hal serupa dialami juga oleh jutaan wanita lainnya.
    tapi menurut pendapat saya bu, adalah hal naif kalau seorang wanita berpendapat dia adalah satu2nya rasa cinta sang suami. jangan2 seperti itu juga pendapat wanita itu pada suami ibu.

    bu, saya bukan ‘angel’ yang hanya punya cinta pada Sang Penciptanya. saya manusia biasa, perempuan biasa, ibu yang sama seperi ibu2 lain yang sangat mencintai keluarga, anak2 dan suami. tapi buat saya, saya tidak punya kuasa untuk memilih di hati laki2 mana saya mau letakkan cinta itu. ketika akhirnya ada seorang laki2 yang menyatakan cinta pada saya, itu artinya Sang Pencipta telah meletakkan cinta saya di hatinya. jadi bu, kalau suatu hari cinta itu tak lagi ada di sana, itu juga karena saya tak akan pernah kuasa menahan cinta itu tetap di sana. yang saya bisa lakukan adalah memberikan cinta yang saya miliki kepada laki2 itu dan ikhlas menerima dan menjaga cintanya.

    saya kok lebih suka berpikir bahwa cinta adalah perasaan, maka mungkin saja berubah.

    semoga permasalahan ibu dan keluarga cepat selesai dengan akhir yang terbaik untuk semua pihak. mudah2an Sang Maha Pencipta selalu memberkati ibu dan keluarga dalam mengambil keputusan.

    Comment by wyd | 25 April 2011

  37. Sungguh …. ?

    Comment by Papua | 9 August 2011

  38. apapun alasannya yang namanya poligami tetap sakitin wanita
    bukankah pria pemimpin dalam rumah tangga jadi dia harusnya tau gimana cara mendidik istrinya supaya jadi wanita yang baik.

    Comment by Fauziah Rachmadifva | 19 August 2012

  39. Junjungan kita Nabi Muh SAW aja istrinya bnayk n ada yang berusia di bwah 12 tahun sdh berhubungan Sex…. npa kita tdk tiru teladan ” utusan Allah tsb “

    Comment by dyah subaidah | 24 August 2012

  40. kontroersi selalu ada dalam mslah poligami memang tak smua wnita bsa mnerimanya, tp mnurut saya drpda dibohongi oleh suami lebih baik kita bcrakan saja mslah ini baik2, belum lagi kl suami smpe punya keturunan dari yg lain, alangkah kasiannya anak itu tk bsa brtemu ayahnya hanya krena keegoisan seorang istri tua memang kita akan sakit mendengar apalagi menjalani semua ini,tp bila kita ikhlas dan ridho menjalani smua ini sbagai takdir illaahi maka rsa damai dan tenang kan ada dlm hati..insyaallaah

    Comment by Poetri Geulis Abahtea | 6 September 2012

  41. Buat aja peristiwa sungguhan tapi berupa sandiwara,yg menyedot perhatian suami,agar suami bisa berpikir 2 kali kalo mau poligami.dan datanglah sebagai pahlawan yg menenangkan hati suami,atau datanglah sebagai istri yg perlu di lindungi oleh suami.terserah deh sandiwara “apa”.bagi yg gak mau poligami loh

    Comment by Anonymous | 12 June 2013

  42. kalo kuat setuju dimadu terusin gak kuat ya minta dilepasin jangan kebanyakan bicara

    Comment by roysandy | 23 July 2013

  43. (dyah subaidah says : Junjungan kita Nabi Muhammad SAW aja istrinya banyak & ada yang berusia di bwah 12 tahun sdh berhubungan Sex…. napa kita tdk tiru teladan ” utusan Allah tsb “. ) O.o

    Itu kedengaran’a hal paling gila ditelinga saya. Meski saya pria, saya sih sejujurnya ga setuju dengan poligami Lalu apa arti kesetiaan yg diucap saat akad pernikahan.
    Kalo memang berniat membantu ekonomi keluarga seorang wanita diluar sana apa harus menikahi wanita tsb juga. Itukan emang karena mau nya aja.

    Di negara timur tengah sana, macam Emirat arab, Turki dll. Memang punya budaya aneh dalam memahami wanita. Para sultan / rajanya aja selalu memiliki Harem (tempat khusus para selir/ wanita2) untuk memenuhi kebutuhannya. Itulah mengapa saya ga setuju dengan budaya macam itu yang merendahkan martabat wanita. emangnya wanita hanya tempat memenuhi nafsu aja.

    Comment by Anbi | 19 September 2013

  44. @Anbi: agama dan budaya sangat berbeda, Pak. Agama dari Tuhan (Sang Pencipta) sedangkan budaya dari hasil pemikiran dan kebiasaan manusia (sang umat). Mohon lain kali jika Anda mau berkomentar lagi, tidak menjelek2kan agama tertentu. Terima kasih.

    Comment by wyd | 3 October 2013

  45. Klo mnurutku.. Aku sangat2 g stuju dg yg namany poligami. Apapun alasanny. Apalagi pernikahan kok disama2in dg dgn model rambut yg saat bosan bs ganti model rambut . Enak bgt org laki klo kyk gt..
    Coba klo seorang istri yg melakukan poliandri.. Gmn perasaan suaminy??? Seorg istri kn jg bs mrasa bosan bukan cm suami aja yg bs mrasakan kbosanan. Mnurutku itu g adil bgt buat seorg istri. Aku lbh stuju menikah skali seumur hidup.. Dg tetap menjaga kesetiaan.

    Comment by Yuanita | 19 February 2014

  46. @Yuanita: Berbeda pandangan adalah jamak, mbak. Namun perlu diingat bahwa landasan berpikir kita bukanlah perasaan atau keinginaan individual, melainkan agama. Secara logika, poliandri bisa mengaburkan keturunan. Saya pribadi, tak berani ‘menentang’ Alquran dan Hadist. dan logika berpikir saya sampai saat ini sejalan dengan apa yang agama saya ajarkan. Tapi seperti yang dinyatakan dalam Alquran dan berbagai Hadist, poligami mensyaratkan sederet rambu2. Tentu saja, saya sama dengan wanita umumnya yang menjunjung tinggi nilai2 kesetiaan.
    Terima kasih komentarnya, Mbak. Semoga Tuhan memberkati jalan yang kita pilih.

    Comment by wyd | 21 February 2014

  47. seorang wanita yang tidak merelekan suaminya berpoligami adalah wanita yang jujur pada hati nuraninya

    Comment by Zaskia Gotik | 9 May 2014

  48. menurutku sebagai wanita yang sangat berpegang teguh pada agama walaupun aku sendiri tidak berjlbab, tugas seorang istri melayani suami di ranjang, akan tetapi jika suami menginginkan variasa seks yang aneh menurutku sebagai seorang wanita keanehan

    Comment by siti fatimah nasution | 9 May 2014

  49. Sample :

    Seorang pria karena sifat pekerjaannya kadang dituntut untuk rutin berada di dua atau lebih kota hingga berhari2. Dimana sang istri tidak mungkin selalu menemani.

    Secara naluri pria pasti butuh teman. Dan seringkali kebutuhannya bukan sekedar seks. Kalo seks ya tinggal jajan. Tidak sesimple itu. Laki2 juga ingin diurus, ada yang menyambutnya saat pulang di kota kedua, mengurus pakaiannya, makanannya, pulang kerja disambut bak raja menang perang.

    Dan jika para wanita berpikir dengan memiliki perempuan kedua, maka istri sebelumnya sudah pasti tidak ada dihati suami lagi. BELUM TENTU. Banyak pria mampu membagi hati dan perasaannya pada beberapa wanita.

    Saran untuk para istri, jika anda mendapati suami anda dalam kondisi ini. Mintalah padanya untuk mengenalkan pada sang simpanan. Singkirkan dulu semua kebencian. Pastikan bahwa simpanan suami anda bukan wanita brengsek yang akan menghancurkan suami anda. Banyak pria yang kejeblos pada perempuan tipe ini karena kelihaian merayu si perempuan. Usahanya hancur buat biayain si perempuan, atau sering bolos kantor karena kencan melulu sama si perempuan.

    Tapi jika wanita kedua itu tersebut benar2 tulus menginginkan seorang pendamping bagi hidupnya dan dia benar2 berniat membina biduk rumah tangga dengan benar, mintalah sang simpanan untuk mengurus sang suami dengan baik saat suami bersamanya. Ingatkan pula sang simpanan bahwa ada keluarga yang lain yang juga harus diurus sang suami

    Poligami jika benar dijalankan akan indah. Tapi kalo ngawur, ya bencana. Itu sebabnya AlQuran juga memberikan pesan khusus soal ini agar para pelakunya berhati2.

    Comment by Wong Edan | 21 August 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s