Perang Tarif Seluler Berperan Mengubah Kehidupan Sosial Remaja
Secara umum remaja atau ABG (Anak Baru Gede) lehih suka berkumpul dengan komunitasnya baik dalam kehidupan di lingkungan sekolah maupun dalam keseharian. Pencarian identitas, kesamaan pandangan, mendalami pelajaran yang kurang dimengerti di sekolah, hingga pergaulan, adalah alasan untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman-teman sebayanya. Tetapi satu dekade terakhir, ada satu hal menarik yang berperan dalam komunitas anak gaul itu. Yaitu keikutsertaan ponsel di mana pun para remaja itu berada. Jika sekolah tidak melarang penggunaan ponsel, maka aneka ragam produk ponsel terbaru akan dengan mudah didapati dalam komunitas usia itu. Seolah harga benda tersebut tak lebih mahal daripada sebungkus rokok bagi pria dewasa. Sehingga ganti model ponsel adalah hal biasa di kalangan pelajar. Baca selebihnya »
Wanita-Wanitalah yang Mendorong Suami Berpoligami
Waktu punya pikiran untuk menuliskan hal ini di blog, saya kemukakan ini pada partner saya. Dia terkejut.
‘Come on, babe, it ain’t something nice for women as you know and you’re a woman, aren’t you? Would you let me to date another woman when you’re not around?’
Meski tahu saya tidak keberatan dengan kehidupan poligami sebagaimana hal ini dinyatakan dalam agama yang saya anut, dia tidak ingin menjalaninya dalam hidupnya. Tapi saya sungguh tidak pernah memintanya bertahan sendiri saat saya tidak bersamanya. Namun tentu saya tidak merestui jika dia hanya melakukannya untuk kesenangan semalam.
‘I don’t care what Islam says about men-women’s relationship but for me, I just need one woman in my life!’ katanya sewaktu kami membahas tentang seorang tokoh negara ini yang menikahi wanita kedua. Saya hanya tertawa.
Memaklumi Pria Berpoligami
Seks….
Poligami tidak berarti seorang suami tidak lagi mencintai istrinya. Jika poligami yang dijalankan sesuai syariat agama (Islam dalam hal ini) maka tentu ada alasan kuat untuk melakukannya. Pikiran paling dangkal mungkin adalah soal seks. Baca selebihnya »
Surat Komentar untuk Puisi Cinta
Biasanya saya mendapat e-mail dari seseorang yang tulisan dalam blognya saya komentari. Isinya pun biasanya terima kasih atas kritik judes saya
Beberapa di antaranya sengaja mengirimkan e-mail setelah membaca satu atau lebih tulisan saya di sini atau di Me, Views and Diary karena ga mau berkomentar di blog. Sebagian lainnya -umumnya remaja- menjadikan saya teman curhat. Saya senang mendapat kenalan baru, wanita maupun pria, remaja maupun dewasa.
Herannya meski mereka ga pernah melihat wajah saya, lewat foto atau web cam, mereka tetap mau menjalin persahabatan dengan saya. Dan mereka sungguh percaya bahwa saya seorang wanita. Padahal biasanya setiap orang selesai membaca satu tulisan saya, pastilah mengira saya seorang pria ![]()
Kalau pun tulisan saya tentang wanita, beberapa orang mengira saya hanya menuangkan opini saya sebagai pria dalam pandangan wanita. Seorang pria malah mengirim e-mail dan mengira saya homo frustasi setelah membaca ‘Pria Indonesia Payah!’ Saya jamin pria ini hanya membaca satu tulisan itu karena seseorang di luar sana -sayang tidak mencantumkan kontak yang bisa dihubungi- mengirimkan tulisan tersebut ke sebuah web berita.
Tapi e-mail terakhir yang berkomentar tentang Puisi Cinta sungguh bikin saya malu hati. Saya copy-paste e-mail tersebut: Baca selebihnya »
Puisi Cinta
Saya ga pernah berniat bikin blog untuk mempublikasikan puisi karena puisi adalah kerjaan saya di masa muda. Kalau akhirnya puisi saya dipublikasikan di sini hanya karena memenuhi permintaan beberapa orang. Puisi ini saya bacakan di acara Teacher Award, 25 November lalu.
KAU DAN AKU
LAUTANMU HANYALAH AIR
SUNGAIKU ADALAH ALIRANNYA
PANTAIMU ADALAH LANDAI
TEMPAT NYIURKU MELAMBAI
NAFASMU ADALAH LAMBANG HIDUP
BAGAI UDARA YANG KUHIRUP
SEBAB MENTARI KITA BERSINAR SAMA
MAKA KITA TIDAK BERBEDA
KARENA DARAH KITA SAMA MERAH
MAKA NURANI KITA TIDAK BERKATA BEDA
KARENA KITA DATANG DARI TUHAN YANG SAMA
MAKA KEMANUSIAAN KITA TIDAKLAH BEDA Baca selebihnya »
Tiap akhir tahun saya bikin resolusi. Seringkali ditulis berupa file di komputer. Biasanya selalu spesifik. Misalnya saya pernah menuliskan ’saya harus beli rumah sebelum September’ dan hal-hal semacam itu. Umumnya resolusi saya terpenuhi. Entah karena Tuhan kasihan atau memang kerja keras saya diberkati-Nya.