Kimia dan Fiksi

Mereaksikan Kimia dengan Imajinasi

Pelacuran dan Kawin Kontrak

Saya dikabari teman dari Arab Saudi hot issue‘ di sana tentang seorang perempuan Indonesia yang tertangkap basah menjadi pelacur di negara itu. Menurutnya, perempuan itu -sekitar 35 tahun- dibawa seseorang berkebangsaan Bangladesh dan dihargai SR 150 atau sekitar Rp 360.000,- (kurs Rp 9.000,-) per sekali pakai. Saya tanggapi dingin, merasa itu bukan sesuatu yang aneh di sini. Hampir tiap hari di koran lokal bisa dibaca berita serupa. Dengan rasa bersalah, teman tadi mengatakan itu terjadi -seperti pengakuan si wanita yang dibacanya di koran- karena faktor kemiskinan si wanita. Saya menanggapinya, ‘Don’t trust the woman much, she may lie.

Teman tadi lalu memberikan link Youtube tentang penggerebekan itu. Tampak belasan pria bertubuh tegap yang saya asumsikan polisi Saudi, memaksa masuk ke dalam sebuah rumah. Di dalamnya ada seorang wanita berwajah Asia Tenggara bersama empat pria berwajah Asia Selatan tapi sayangnya video itu berbahasa Arab dan semua komentar juga dalam Bahasa Arab. Meski berusaha mencernanya, video tersebut tetap tak banyak membantu. Untuk meringankan ‘beban’ saya (itu yang dipikirkan teman saya, mungkin) maka dia mengatakan, ‘I’m so sorry, Wyd. I ain’t trying to say something bad about your country but it’s really a hot issue here so I think that I need to tell you. I’m sorry if my words hurt you.’ Hah? Saya tidak merasa tersinggung sama sekali bahkan terganggu pun tidak. Mungkin saya tipe wanita tak sensitif sehingga tak terlalu peduli dengan keadaan wanita bangsa sendiri. Atau Ratna Sarumpaet sungguh tahu isi hati saya sehingga pernah tega menilai saya sebagai perempuan yang kurang berempati terhadap nasib sesama perempuan?

Ujung-ujungnya pembicaraan saya dan teman tadi berlangsung bagai perdebatan karena dia terkesan chauvanisme. Saya -meski tidak mewakili unsur mana pun dari bangsa ini kecuali secara pribadi mewakili diri saya sendiri- tentu tak bisa menyetujui sikap aparat syariat Islam Saudi (CID) yang menyebarkan berita ini secara besar-besaran. Tapi juga tak bisa menyalahkan mereka. Terlebih lagi prostitusi (perdagangan jasa seksual) adalah hal yang sangat terlarang di Saudi, bertolak dari syariat Islam yang melandasi hukum di negara itu.

Tanpa menyangkutpautkan dengan latar belakang agama yang saya anut, saya pribadi tak setuju dengan prostitusi, apa pun alasannya. Saya tak akan pernah setuju ada daerah yang dikhususkan untuk melegalkan prostitusi, yang disebut lokalisasi. Lokalisasi sama artinya melegalkan prostitusi. Jika prostitusi legal di suatu tempat berarti legal pula dijalankan di tempat lainnya, setidaknya di wilayah hukum yang sama. Tapi apa yang kita dapati? Penggerebekan hotel-hotel murah untuk menangkap pelaku prostitusi kerap terdengar tetapi siapa yang tidak kenal Kramat Tunggak yang sempat berjaya bertahun-tahun lamanya dan menghidupi sekian juta jiwa lewat jasa perdanganan daging manusia tersebut? Atau Dolly di Surabaya? Dua hal yang sungguh saling bertolak belakang.

Di Palembang sempat ada lokalisasi berlabel ‘Kompleks Teratai Putih’. Pilihan nama yang cantik untuk sebuah lokalisasi, yang mengesankan keluguan dan kesucian. Sekarang secara hukum tempat itu sudah ditutup dengan dipasangnya plang besar tentang itu, meski -katanya- aktivitas di dalamnya masih tetap berjalan seperti dulu, cuma tak seramai dulu saat masih dilegalkan.

Ada cerita lucu yang saya alami tentang Kompleks Teratai Putih saat pertama datang ke Palembang. Waktu saya tanyakan apa tempat tujuan wisata di Palembang, seorang teman kuliah menyebut kompleks itu sambil tersenyum. Karena tidak tahu jalan, saya mendesak beberapa teman untuk mengantarkan saya ke sana. Setelah didesak berhari-hari, akhirnya teman-teman tadi (semuanya laki-laki) mau mengantarkan saya ke sana di suatu sore. Sungguh suatu tempat wisata yang tak pernah saya bayangkan akan berkunjung sebelumnya.

Memberantas Pelacuran?

Jawaban yang selalu saya dengar adalah: tidak mungkin. Bahwa usia pelacuran sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri adalah alasan yang kerap saya dengar untuk ‘menolak’ penghapusan aktivitas itu. Jadi secara kemanusiaan dan demi kepentigan kemanusiaan, pelacuran tak mungkin diberantas. Namun tentu saja tak berarti kita harus menyediakan sekian luas tanah negeri ini untuk menampung pelacuran. Argumentasi yang mengatakan hal ini lebih baik untuk menghindari pelacuran berkembang di tempat-tempat umum dan bersentuhan langsung dengan pihak-pihak yang tak menginginkan pelacuran berada di sekitar mereka, tidak dapat dijadikan dasar untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

Jika pelacuran tak layak dihadirkan di depan khalayak dewasa secara umum maka tidak akan pernah ada tempat yang cukup layak untuk aktivitas itu.

Kawin Kontrak = Pelacuran yang Dihalalkan?

Kawin kontrak (mut’ah) diyakini sebagai perkawinan yang (tampaknya) didasarkan hukum Islam, biasanya terjadi antara seseorang (umumnya pria) yang meninggalkan pasangannya dalam jangka waktu tertentu dengan seorang wanita untuk menghindarkannya dari prostitusi berdasarkan perjanjian berapa lama usia perkawinan akan mereka jalani. Saya tidak menemukan referensi yang dapat dipercaya tentang sikap pemerintah Indonesia terhadap kawin kontrak. Tahun lalu Indonesia mendeportasikan beberapa pria Arab yang terlibat kawin kontrak dengan wanita pribumi. Namun anehnya 2 atau 3 tahun lalu saya sempat menonton sebuah talk show yang membahas kawin kontrak, sekaligus para pelakunya hadir menceritakan pengalaman mereka. Kalau benar kawin kontrak secara yuridis adalah sebuah pelanggaran, maka tidak mungkin stasiun televisi tersebut menghadirkan pelaku tanpa menutupi jati diri mereka.

Dalam keterbatasan ilmu agama saya, saya tidak akan menyatakan apakah kawin kontrak syah atau tidak syah. Ada lembaga berwenang yang berhak menyatakan hal tersebut. Dalam pandangan saya, kawin kontrak lebih merupakan cara pelaku mengakali hukum Islam. Akal-akalan ini berawal dari satu hal: kebutuhan seksual. Jika kawin kontrak dinyatakan absah maka perkawinan bukan lagi ritual sakral. Karena bisa saja perjanjian perkawinan antar kedua belah pihak hanya berlaku untuk satu tahun atau satu bulan atau satu minggu. Lalu apa bedanya dengan perkawinan satu hari atau satu malam saja?

Artinya, apa bedanya kawin kontrak dengan pelacuran, selain adanya akad yang bisa diucapkan kapan saja sebelum kedua orang berlainan jenis saling menghalalkan? Lebih tepatnya, kawin kontrak tak lebih sebagai prostitusi terselubung atau prostitusi yang dengan sengaja dihalalkan.

About these ads

27 March 2008 - Posted by | Opini | , , , ,

34 Comments »

  1. uhm…

    secara hukum, (kalo tidak salah) tidak dihalalkan…
    Secara agama juga tidak disahkan, kerena kontrak dalam perkawinan (secara agama) adalah seumur hidup.

    Memberantas pelacuran?
    waah, susah ya Bu…

    ini seperti lingkarang setan..(ahahha)

    Abisnya, saya punya seorang temen aktivis di Bali, yang awalnya berniat untuk memberantas pelacuran. Tapi, para pelacurnya sendiri mengatakan bahwa mereka nyaman dan senang dengan pekerjaan seperti ini.

    Yang kasian sih, kalo dipaksa. (trafiking dan sebagainya)

    Tapi yang iklas dan suka rela jadi pelacur juga banyak.
    Akhirnya teman saya itu, “membantu” para pelacur dengan memberikan pelatihan dan pengertian tentang safe sex, penggunaan kondom, mengajarkan untuk menolak kekerasan seksual, melakukan transaksi dengan baik dan sebagainya…

    Malahan dijogja dan bali (yg saya tau) sudah ada organisasi resmi yang ngurusin mereka-mereka.

    Organisasi ini bertugas menjaga keteraturan dunia prostitusi.

    “anggota kita sih baik2,,, selalu pakai kondom. rajin cek up. trus, aman deh kita gag akan melakukan tindak kriminal. kayak nyopet nodong. dan macem2″
    Kata Ketua Asosiasi Waria Jogjakarta

    Fiuff. repot ya bu ya…
    hohoho ^^

    Kalo saya pribadi, setuju dengan pelacuran terorganisir.
    dengan peraturan :

    jangan adanya orang2 yang dipaksa/terpaksa kesana.

    ==========================================

    Kalo udah ada lapangan pekerjaan yang memadai. Pelacuran akan menjadi pilihan kesekian bagi para “penjaja”…

    Tapi kalo lapangan kerjaan masih sempit… “menjajakan” diri akan menjadi pilihan “berbobot” bagi mereka

    ==========================================

    Diberantas akan sulit.

    karena harus dari akarnya…

    Simpang siur peraturanpun bikin bingung, perda bilang dilokalisasi, pol pp ngerazia…

    Jadi kalo nggak “penjaja”nya dikurangi dengan menambah lapangan kerja lain…

    Dari dasarnya…
    Pelacuran (dengan apapun namanya) boleh atau nggak… titik.

    pemerintah pusat ataupun daerah harus ambil sikap jelas.
    Hitam atau putih, jangan abu-abu…

    Nggak-nggak, tapi ada…
    hoho.

    trus, kalo memang individunya memiliki moral yang kuat pasti nggak akan “main” kesana.

    Pertanyaannya tinggal, moral dan aturan agama…
    (dibolehkan atau nggak?)

    -sinsko, angk.8-

    Comment by rocco90 | 27 March 2008

  2. menurut ibu sih, masalah ekonomi bukan satu2nya alasan seorang wanita terjun dalam prostitusi. Kalau pun awalnya iya, tapi ketika masalah ekonomi telah terselesaikan, si pelaku tetap enggan meninggalkan dunia itu.

    aturan agama udah jelas, ga perlu diutak-atik lagi.
    tapi masalah moral manusia… nah ini dia pokok pangkal sebenarnya. moral si pria yg menempatkan nafsu di atas setiap lubang pori-porinya dan moral si wanita yg membenarkan tindakannya karena apa yang dijajanya adalah miliknya pribadi, ga merampas milik tetangga, misalnya….

    Comment by wyd | 27 March 2008

  3. hahahaha. betul bu….

    -moral-

    tapi kenapa ya, pelajaran Kewarganegaraan, pancasila, agama, dan budi pekerti

    selalu menjadi pelajaran yang “di anak tiri kan”

    hoho ^^

    Comment by rocco90 | 27 March 2008

  4. no comment as i dont teach one of them….

    Comment by wyd | 28 March 2008

  5. assalamu’alaikum warohmatulloh

    wah mam!!

    setau saya kawin mut’ah itu haram karena ada hadist shahih dari rasullulah yang melarangnya (tp gak tau yg mna hadistnya he…(3x))

    btw yang melegalkan cuman syi’ah

    Comment by hfs_17 | 8 April 2008

  6. Kawin mut’ah atau apa pun namanya sekarang lagi diusahakan legal di Saudi terutama buat para entrepreneur yang terpaksa harus sering bepergian.

    Artinya nih… hukum Islam itu beda-beda tergantung profesi manusianya….

    Lucu? Ini kenyataan di Saudi!

    Comment by wyd | 14 April 2008

  7. asslm…
    wah bu, klo hukum islam itu cuma satu yang bener dan g ada cabang2 laen yang benar2 ‘benar’. yang ada itu mereka membenarkan cabang2 yang mereka buat sendiri.

    hukum islam itu cocok dengan seluruh umat tidak terkecuali. apa yang di atur dalam al-qur’an dan al-hadist semuanya dapat diterapkan di manapun. hanya saja sekarang ini banyak hal tidak terjadi sebagaimana menstinya. bukankah harusnya kita yang mengikuti al-qur’an dan al-hadist?? bukan sebaliknya..

    wassalam…

    Comment by hfiz03 | 16 April 2008

  8. kalau hal itu kita bicarakan sama orang yang ga percaya Alquran dan Hadist, baik Muslim maupun non-Muslim yah… percuma aja….

    lagian banyak yang bilang agama ga cocok lagi buat jaman modernisasi sekarang.

    wah… seru, kan… ternyata agama ada jaman-jamannya….

    Comment by wyd | 17 April 2008

  9. pelacuran ga ada bedanya
    dengan peredaran narkoba.

    fenomena GUNUNG ES.
    jadi, apa yang muncul di permukaan sekarang
    sebenarnya jauh lebih kecciiill dari apa yang ada di permukaan.

    there’s nothing I can SAY or DO.
    just PRAY. .
    cause I have no ‘strength’ in this case .
    hahahahha

    *dassarr orang pesimistis

    Comment by obliviousme | 1 May 2008

  10. ga pa-pa.

    paling ga… berdoa adalah ciri terlemah dari diri orang beriman.

    kalau ntar lebih kuat, pasti bisa lakukan sesuatu.

    Comment by wyd | 3 May 2008

  11. Saya ada cerita d beberapa tempat di pulau jawa ada istilah kawin sapar. Sementara secara historis Nabi Muhammad dilahirkan di Mekah pada kondisi “pelacuran” merajalela dengan lahirnya anak-anak yang dibunuh? Is there any connection?

    Comment by Anonymous | 26 May 2008

  12. untuk hampir sepuluh komentar yang dikirim ke artikel ini, terpaksa tidak bisa dimuat karena pemakaian bahasa yang tidak pada tempatnya.

    sebelum memberikan komentar, apalagi jika komentar itu menggunakan bahasa yang ‘kurang atau tidak mendidik’ harap dibaca artikel di atas terlebih dulu.

    di atas semua itu, terima kasih udah menyempatkan diri untuk mampir ke blog saya. maaf soal komentar-komentar yang tidak bisa dimuat

    Comment by wyd | 9 June 2008

  13. alquran da n hadits??
    hadits yang mana???
    umat islam qurannya satu
    haditsnya amburadul.
    gak bisa dipakai.sebagai landasan hukum manusia berakal
    hukum syariah.hanya membawa malapetaka.
    lihat saudi.wanita diperkosa.malah dihukum cambuk.
    memberantas pelacuran???ha ha.
    omong kosong.tak pernah terealisir mulai dari nabi muhamad tak berhasil.

    Comment by arjuna | 31 August 2008

  14. wahhh kayaknya ‘sayang’ kalau jaman sekarang pelacuran diberantas… akan banyak gadis cantik jadi pengangguran, bapak2 konsumennya mungkin akan jadi stress n berdampak negatif buat kerjaan, palagi kalau dia pejabat dengan posisi strategis….

    Comment by wyd | 1 September 2008

  15. WAh TEntAng kWiN konTRAk sERu BwT jd baHAn dISkuSi
    StIAp maNUSi meMILIki taNGGapAN Yang berbedA,MnuRut SAYa kWin KOntRAk TidAk saJa hRUs dILaRAng,d’dalM AJAraN AGaMA isLm sAya bLm peRnaH MEngetAHUi bAHwa KawIN KOntRAk di SAh kan, kARENA kAwIN kontrK Dapat meniMBUlkN KERUgiAn pADa waNIta.

    Comment by aL | 5 October 2008

  16. Kawin kontrak itu kan akal akalan saja. Meski ada yang bilang hadist hadist tertentu melegalkan. Lah itu kan dia menafsirkan seenaknya sendiri… Logikannya mana ada agama melegalkan pelacuran terselubung..atau gampangnya kita kembalikan ke hari nurani saja. Bisakah kita membohongi Allah ?
    Kemarin saya main ke ustadz di malang selatan…dia cerita kalo ada suami yang istrinya suka main cowok. Si suami ini sabar dan sayang banget sama istri. ( ini mah suami goblok ya…) Jadi minta tolong si Ustadz. Oleh si ustadz si istri didoakan dengan membuat tubuhnya menjadi bau sehingga para cowok tidak ada yang mau mendekat. Trus saya bilang…wah pak Ustadz kalo gitu para pelacur itu dibuat seperti itu semua gimana ? kan bagus tidak ada pelacuran lagi…
    Si ustadz bilang …wah ya kasihan mas, pelacur kan perlu makan juga, mungkin juga harus menghidupi anaknya. Kalo case yang itu mending kita doakan semoga dia segera mendapat hidayah dari Allah.

    Comment by Datyo | 5 October 2008

  17. asslkum,,,,,,hehehehe….aminnnnnnn…..hope d best 4 them….

    Comment by adrian | 6 October 2008

  18. cara memeberantas pelacuran ::

    1.jika masih lajang dicambuk sekuat-kuatnya 80 X dan kalo masih hidup dibuang kehutan selama 5 tahun.
    2. jika sudah menikah dikubur ke dalam tanah sebatas leher di pinggir jalan lalu siapa saja yang melewatinya lempar saja dengan batu yang telah disediakan (ukuran setiap batu + – 0.2 kg)

    Comment by kaka | 4 December 2008

  19. @kaka: wow… ini hukum dari mana? salah satu agama?

    Comment by wyd | 4 December 2008

  20. Ass. Wr.Wb
    Menurut KH A Mukri Aji, seorang ulama asal Bogor, kawin kontrak (nikah mut’ah) sangat diharamkan agama. “Mayoritas ulama fiqih telah menyatakan bahwa nikah kontrak atau nikah mut’ah itu haram” kata Ketua MUI Bogor ini.
    Ia menjelaskan, persepsi hukum Islam soal nikah adalah nikah haruslah bersifat permanen tidak temporer. Tujuannya adalah untuk membina kebahagiaan keluarga baik anak maupun keturunannya.
    “Kami justru melihat nikah kontrak ini akan berdampak negatif bagi kaum hawa dan masa depan anak-anak yang dihasilkannya. Karena proses kawin kontrak itu sendiri tidak memiliki dasar.

    ”Perbuatan orang asing yang melakukan kawin kontrak jelas melanggar perizinan yang mereka miliki. Sebab dalam visa, mereka ke Indonesia sebagai turis. Dengan melakukan kawin kontrak, mereka telah melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. Selain itu perbuatan mereka juga dapat dianggap mengganggu ketertiban umum,” jelas Suharyanto.
    Ini jelas merupakan penghinaan martabat kaum wanita, dan bangsa indonesia, apakah Perempuan Indonesia dianggapnya semua seperti TKW yang ke Timur Tengah, diperlakukan sebagai budak nafsu majikannya. wah sangat menjijikan sekali. Celaknya yang melakukan warga dari Timteng yang orang awam menganggapnya bahwa bahwa itu cerminan ornag Islam secara keseluruha.
    Oleh karena itu musti ada tindakan tegas dan komperhensip, antar negara, pemerintah Indonesia menyampaikan himbauan secara resmi kepada negara asing tersebut agar melakukan pembinaan terhadap warga negaranya. Upaya pemerintah Indonesia harus nerusaha mengurangi kemiskinan dan kebodohan kepada waraganya. Terutama mentri pemberdayaan Wanita, harus turun tangan untuk ikut mecahkan persolan ini. kalau cuma menangkapi para pelaku, tapi tidak dicarikan solusinya pasti tidak berarti apa-apa. ayooo cari solusinya segera ini menyangkut martabat bangas Indonesia yang sedang di injak-injak oleh bangsa Timtengah. ok

    Comment by Abu Rara | 12 May 2009

  21. wah enak kalau masuk islam bisa kawin kontrak begitu puas buas mulimah kawin yang lain kan semua diijinkan melalui islam, jadi pelacuran dalam islam tetap berjalan belebel islam. Pantasan banyak bangsa Arab datang kepuncak kawin kintrak cara islam.

    Begitu Arab merasa puas setelah bor vigina muslimah Indonesia, merasa tidal selerah lagi bisa dibuang begitu aja ya karena statusnya kontrak…kasihan ya harga muslimah Indonesia sangat murah, ya kan ajaran islam yang membuat muslimah kelas dua hanya menjadi pemuas seksuel lelaki

    Apakah ini ajaran islam yang muliah, pelacuran seksuel atas nama islam, poligami atas nama islam, kawin anak dibawah umur karena sunnah nabi Muhammad kawin anak kecil Aisyah uymur 9 tahun semua kemuliaan bagi islam.

    Perampokan dan menjarah dan pembunuhan atas nama islam, seperti apa yang dilakukan nabi Muhammad di Medinah dan Khaybar,,,sejarah tentang apa yang Muhammad lakukan saat itu, tetap dipraktekan oleh muslim sedunia sampai hari ini. Teriak Allahua’kbaar perkosaan dilakukan, teriak Allahúa’kbaaar gereja di dirusakan, teriak Allahuákbaaaar Ahmadiyak dibunuh dan rumah ibadahnya di bakar..karena ajaran islam.

    Ya ajaran islam harus patuh dan tunduk itulah islam, kalau perkosa muslimah tanpa ada 4 saksi gak bisa dihukum, masa mau perkosa muslimah mesti cari 4 saksi mana orang orang mau…? ya perkosaan tetap jalan terus atas dasar agama islam.

    Hebat ya agama ciptaan nabi palsu Muhammad,
    pantas kata syek Puji yang kawin anak dibawa u,mur Ulwaf kata seyiek Puji aku kan islam ingin mengikuti sunnah nabi Muhammad,

    Dari pohonnya sudah kita mengenal buahnya, kalau pohonnya sudah jahad tentu hasil buahnya kan jahad, inilah islam agama yang sangat mulia tetapi tetap bau busuk dimana-mana.

    Comment by Mr.Nunusaku | 11 February 2011

  22. @Mr. Nunusaku: sejujurnya saya terbiasa men-delete komentar2 yang menggunakan bahasa di luar konteks kesopanan, bersifat rasis, atau menjelek2kan nama seseorang/agama tertentu, terutama jika tanpa alamat atau nama jelas. komentar anda memenuhi semua syarat untuk di-delete. tapi mungkin bisa jadi pengecualian memberikan kesempatan pada orang2 seperti anda. saya pikir anda cukup berani mengemukakan pikiran anda yang dipenuhi kebencian pada salah satu agama lewat sebuah komentar pedas tanpa membaca tulisan saya hingga tuntas. saya sama tidak takutnya dengan anda dalam hal mengemukakan pendapat, tapi saya HANYA akan mengemukakan pendapat cerdas dengan menggunakan kata2 pintar.

    menurut saya, anda adalah orang yang MENGIRA diri anda tuhan. karena kalau anda kristen, anda tidak mungkin menjelek2kan rasullulah karena nabi musa dan kitab perjanjian lama jelas meyatakan kedatangan muhammad. sedangkan kepausan katolik di roma jelas mengakui muhammad sebagai rasul umat muslim. jadi anda tidak mungkin penganut kristen atau pun katolik.

    bahasa anda jelas bertolak belakang dengan kelembutan budha dan kebijaksanaan hindu. jadi anda mustahil penganut budha atau pun hindu.

    anda pasti bukan freethinker karena seseorang bisa menjadi freethinker karena kecerdasan manusiawinya di atas rata2. sedangkan dari bahasa dan gaya penulisan yang anda gunakan, anda jelas jauh dari cerdas. freethinker adalah orang2 yang bangga atas pendapatnya. namun dari link tipuan yang anda berikan, anda tak ubahnya remaja ingusan yang pengecut mengakui perbuatannya.

    anyway, thx for comment.

    Comment by wyd | 16 February 2011

  23. astaghfirullahalazim
    saya setuju banget dengan pendapat bu Wyd
    mr.nunusaku sdh pasti bukan muslim, kristen/katolik, budha ato hindu
    kasian… hanya itu yg bisa saya ucapkan
    hatinya penuh dengan kebencian dan amarah
    kasian….kasian
    menulis terus bu Wyd

    Comment by maia | 25 April 2011

  24. Hanya didalam ajaran islam kawin kontrak sama dengan istilah pelacuran dipakai sampai puas selama bberapa bulan atau setahun setelah dibuang dan kawin yang baru dengan muslima yang dia senangi….ini keuntungan dalam islam hal sexuel terpenuhi.

    Jadi istilahnya bahwa wanita islam itu memang harga murahan dan hanya memberi kepuasan sexuel kaum pria. Sama dengan poligami istilah pelacuran dalam agama ciptaan nabi Muhammad.

    Banyak orang Indonesia haji ke Mekkah, tetapi bangsa Arab naik haji kepuncak kan lebih dapat merasakan punjaknya sexuel vagina muslimah….ini keun tungan dalam islam dalam kepuasan untuk dapat kawin kontrak poligami atau kawin sirih.

    Comment by Mr.Nunusaku | 6 May 2011

  25. astagfirullahaladziim..

    Comment by Hafid Algristian, dr. | 22 May 2011

  26. Bagai buah simalakama…. Satu sisi manusia perlu duit untuk hidup, tapi lapangan pekerjaan tidak tersedia… Lapangan pekerjaan yang lain ada, tetapi manusianya yang gengsi kerja karena ditempat tersebut dengan alasan malu walau dengan cara halal….
    Akhirnya muncul tempat PSK n Gigolo yang memuaskan “”tante girang””. Banyak bermunculan “”siswa/i/Mhs/i”” yang juga berprofesi ganda “”pelajar/Mhs” dan PSK” demi duit yang dilakukan tanpa kekerasan ( pemerkosaan ) …. Aneh bin nyata…
    Pemerintah sdh memprogramkan UKM, ( salon, warung, bengkel dll ) tetapi hanya sedikit yang berminat…. Mereka cenderung menjadi PSK, karena modal hanya “diri saja” cantik dan ganteng.
    Makin bertambahnya PSK, angka HIV/Aids di Indonesia meningkat seiring dengan meningkatnya utang negara… Akhrinya “”Pemerintah”” membantu mencegah HIV dan “”melegalkan”” PSK dengan memberikan Kondom secara gratis…. “Aneh bin bingung”.
    Gampang2 susah atasi ini…. sesuai lagu ebiet, coba kita renungkan… dan coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang….hhehehe apa kata dunia…..
    @Mr Nunusaku, saran saya, Tolong ya…., Saya tau anda orang baik, emosi sih emosi, tapi pakai bahasa yang sopan, tdk usah sebut alat vital ceweq seperti gitu…, ingat lo, yang baca bloq ini ada juga anak remaja yang mempunyai rasa ingin tahu…. Hati-hati jangan sampai ucapan lo kena sendiri di saudara perempuanmu atau anakmu nanti…. Dunia ini berputar saudaraku, sekarang anda di atas, jangan sampai besok anda di bawah…. ( ada waktu senang, ada waktu susah, ada waktu duka, ada waktu suka )….

    Comment by Malang | 2 September 2011

  27. mr.nunusaku bukan manusia…..,tapi iblis…….yang berwujut manusia dan menyesatkan manusia……

    Comment by Anonymous | 28 October 2011

  28. Assalammualaikum ma’am, saya ingin tanya,

    Dikarenakan menghindari bersetubuh dengan istri yang sedang haid, saya melampiaskannya dengan onani pada MALAM harinya dibulan puasa.
    Yang saya tahu bahwa ada mahzab yg menyatakan onani itu haram, dan ada pula yg menyatakan halal karena menghindari zina.

    Tapi apakah karena perbuatan saya tersebut seluruh puasa di bulan Ramadhan tahun ini akan batal/tidak mendapat pahala ?
    Jika tidak batal, apakah pada pagi harinya saya dapat melakukan sahur dan berpuasa walaupun keadaan saya belum mandi junub.
    Selain itu jika puasa saya batal apakah saya harus melaksanakan kafarat mengganti batal yg 30 hari,
    bagaimana mekanismenya?

    Mohon penjelasannya sejelas mungkin beserta dalilnya, saya ingin bertaubat dan mohon ampun namun masih kurang jelas caranya.
    Trima Kasih.

    Wassalammualaikum

    Comment by Amin | 11 November 2012

  29. Khayalan Muhammad Tentang Sorga :
    “Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban). Yu kita poligami

    Comment by MuhamadHabib | 16 November 2012

  30. Bu wyd…. benar ya artikelnya Aminudin ?

    Comment by roni | 17 November 2012

  31. secara logika, Kalau manusia melakukan pernikahan/perkawinan dengan anak dibawah umur seperti Syeik Puji hal itu merupakan kewajaran, karena kita manusia lemah…. cuman kalau dilakukan oleh orang yang mengaku “rasul Allah” terhadap Aisya anak usia 6 tahun sangat tidak pantas….. Apakah Allah sebegitu kejinya untuk mengajarkan kebaikan pada manusia ? baca deh FaithFreedom org….

    Comment by Wayan | 22 November 2012

  32. @Wayan: u do dont know what u said. kamu tahu siapa di faithfreedom.org? bahkan universitas sekelas Harfard telah melakukan studi dan membuat keputusan tentang faithfreedom.org.

    kalau kamu masih dalam pencarian, mencarilah di tempat yang benar. jangan membuang energi untuk datang ke blog pribadi seperti tempat saya ini, yang owner-nya masih terus mencari kebenaran. kamu mungkin masih muda, membaca kata2mu yang masih penuh emosi. maka teruslah mencari. saya telah melewati tahun2 lebih banyak dan kisah lebih berkelok dari yang kamu bayangkan. tulisan saya di blog ini belum ada apa2nya dibandingkan pengalaman sebenarnya. tapi saya tidak pernah menjelek2kan keyakinan orang lain. karena keyakinan adalah pilihan hidup.

    ok?

    GBU

    Comment by wyd | 22 November 2012

  33. gwe jg sdh baca ffi ma’em…. kayaknya isinya benar koq dgn yg disampaikan Ev. ROsdiana

    Comment by Samurai | 24 November 2012

  34. ga penting siapa penyampai argumennya… kalo mau berpikir logis… tuanglah idenya…. di FFI kan sdh ungkap ayat2nya dan itu ada di QS dan Hadits kan…. cuman manusianya aja yg pintar cari alasan dgn ga gunakan logika.

    Comment by Samurai | 28 November 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s