DICARI: Pria Lokal
(Partner saya geli mendengar argumen saya menuliskan ini.)

Saya mencari seorang pria lokal. Artinya, pria berkebangsaan Indonesia, (kalau memungkinkan) keturunan ibu-bapak berkebangsaan Indonesia pula. Kriteria yang diinginkan:
- Bisa menjadi imam agama di rumah, (atau paling ga) mau belajar menjadi imam keluarga.
- Bisa memasak, (atau paling ga) ga komplain jika harus menyiapkan makanan sendiri.
- Bisa menyetrika pakaian dan membersihkan rumah.
- Mengerti perbaikan rumah, jadi ga perlu memanggil tukang cat untuk dinding yang mengelupas.
- Mengerti peralatan listrik, jadi ga perlu memanggil tukang listrik untuk mengganti lampu yang rusak.
- Mengerti mesin kendaraan, jadi ga perlu menelpon Auto 2000 jika mogok di jalan.
- Bisa menyetir, ga keberatan ngebut.
- Bukan politikus atau berminat terhadap politik.
- Bukan penikmat dangdut dan OT, alkohol, drugs apa pun jenisnya, swinger atau semacamnya, serta tidak bertato dan piercing.
- Bukan penggila TV dan internet, terutama jenis messenger dan networking, tapi ga gaptek. Baca selebihnya »
Membalas Kasih dengan Caci Maki
Sebenarnya masalah awalnya ‘cuma’ karena kami belajar mencintai sesama, menganggap mereka sebagai keluarga, dan membantu tanpa pamrih. Masalah muncul saat orang yang dianggap saudara malah jatuh cinta dan mengharapkan balasan.
Saya masih memberikan toleransi saat seorang wanita yang ditolong oleh sahabat dekat saya, menganggap saya perempuan murahan yang kebetulan mendapat perhatian lebih. Saya menganggap kemarahannya adalah bentuk ketakutan akan kehilangan kasih sayang. Saya memilih diam dan menulikan telinga. Saya lebih suka mengelak dibandingkan berbenturan, namun kalau terpaksa, saya tak pernah takut menghadapinya.
Saat sahabat saya memutuskan untuk menjelaskan dengan caranya, dengan membeberkan perlakuan baik saya padanya, keputusan itu tak saya bantah. Ketika sahabat saya menjelaskan bahwa perhatiannya pada wanita itu adalah kepedulian manusiawi tanpa dalih cinta pria-wanita di dalamnya, itu tak saya amini. Pun ketika sabahat saya mengatakan pada wanita itu bahwa dia mencintai perempuan lain, itu bukan urusan saya.
Menjadi urusan saya kemudian bahwa sahabat saya terluka karena kebaikan dan cinta kasihnya sebagai manusia dihancurkan. Katanya: I’ll never talk to her and her family in my life. They’re not my family. No more.
Baca selebihnya »
Menjelajahi Ramadhan
Di bulan Ramadhan sekian tahun lalu, seseorang tak dikenal datang ke dalam tidur saya. Setiap malam. Sejak itu, saya berubah dalam memandang Ramadhan.
Tak ingat persis waktunya, namun kedatangannya sekitar 10 kali. Wajahnya tak pernah terlihat jelas karena dia selalu berdiri dalam cahaya amat terang. Yang saya yakini adalah dia seorang pria (karena berjanggut putih-kecoklatan) bertubuh tinggi langsing. Dan dia selalu mengenakan jubah putih. Saat disambangi pertama kali, saya mengira saya baru berjumpa the Christ. Baca selebihnya »
Menjadi Free Thinker
Sekian tahun dalam hidup saya, saya jalani sebagai free thinker. Itu terjadi karena saya sok telah tahu hal yang sebenarnya saya masih buta banget. Saat itu saya hanya percaya bahwa ada ‘sesuatu’ yang menguasai alam semesta ini. Sisi positifnya, saya menggunakan logika dalam menjalani kehidupan, memandang sesuatu berdasarkan fakta, ga takut mengatakan yang salah dan benar sesuai porsinya.
Sisi negatifnya? Na’uzubillahi min zhaliq…. Bejibun! Paling tidak, begitulah pengalaman saya. Baca selebihnya »
Kangen…?!?
Menjadi ibu yang baik adalah impian setiap ibu, termasuk saya. Seorang ibu yang dicintai anak-anaknya tanpa pamrih seperti dia mencintai anak-anaknya. Seorang ibu yang selalu dikangeni putra-putrinya.
Beberapa waktu lalu, dalam pembicaraan via telepon dengan putra saya, saya bilang: Mama kok kangen banget ya sama Adek.
Jawabnya: Kami juga Ma, makanya kami tulis lagu buat mama. Karena kami kangen. Baca selebihnya »
Berita Terkini SMA Plus Negeri 17 Palembang
Tulisan ini akan terus di-update sesuai dengan keperluan.
INFORMASI SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
UPDATE 7 PEBRUARI 2013
Pendaftaran
Kamis, 14 Pebruari 2013 sampai dengan Kamis, 21 Pebruari 2013 pada pkl. 7.30 WIB – 15.00 WIB (Jam kejra)
Keterangan Pendaftaran:
- Bertempat di Aula SMA Plus Negeri 17 Palembang
- Tidak melalui sekolah asal (langsung ke SMA Plus Negeri 17 Palembang)
- Calon siswa mendaftar sendiri ( tidak diwakili)
- Calon siswa tercatat sebagai peserta didik tahun terakhir di sekolah asal dan tercatat sebagai peserta UN Tahun Pelajaran 2012/2013
- Usia tidak lebih dari 17 tahun pada tanggal 17 Juli 2013
- Nilai rata-rata rapor SMP/MTs untuk mata pelajaran Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika, IPA, IPS kelas VII-IX (semester I-V) minimal 74,00
- Menyerahkan fotocopy rapor SMP/MTs yang dilegalisasi, serta membawa dan menunjukkan aslinya (raport asli wajib dibawa, panitia tidak menerima raport sementara)
- Mengisi formulir pendaftaran
- Mengumpulkan pas foto ukuran 3×4 cm (3 lembar)
- Semua berkas dimasukkan dalam map kertas kambing
(warna kuning untuk putri dan warna merah untuk putra)
- Pada saat pendaftaran, calon siswa harus menggunakan seragam sekolah asal dan sepatu
- Calon siswa yang lulus dalam suatu tahap seleksi dan berhak mengikuti seleksi berikutnya, serta harus bersedia mengikuti setiap kegiatan selanjutnya sesuai ketentuan.
- Pendaftaran dan rangkaian seleksi tidak dipungut biaya.
Pengumuman Penting Lain
- Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I (Lulus seleksi administrasi) dilakukan pada hari Sabtu, 23 Februari 2013, pkl. 14.00 WIB
- Tes Potensi Akademik ( Tes Seleksi Tahap II) bagi yang lulus Tahap I diselenggarakan pada hari Minggu, 24 Februari 2013 pkl. 7.30 WIB -12.30 WIB
- Tes tertulis Mata Pelajaran SMP/MTs berbentuk soal pilihan berganda 4 option
- Materi tes meliputi Kemampuan Dasar ( B. Indonesia, B. Inggris, Matematika), Kemampuan Akademik (Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, Sejarah)
- Pengumuman Hasil Tes TPA (Lulus Seleksi Tahap II) dilakukan pada hari Jum’at, 1 Maret 2013 pkl. 16.00 WIB
Keterangan lebih lanjut, silakan hubungi (pada jam kerja) :
SMA Plus Negeri 17 Palembang
(0711) 412651
O853-7970-0317
***********************************************************************************************
UPDATE 4 MARET 2011:
Pengumuman tes tahap 2 Penerimaan Siswa Baru SMA Plus Negeri 17 Palembang dapat dilihat di sini mulai hari ini tanggal 4 Maret 2011 pukul 14.00 WIB. Caranya dengan memasukkan nomor tes siswa pada bagian ‘PENGUMUMAN PSB’.
Selamat untuk anda yang dinyatakan lulus. Sampai jumpa di tes tahap 3.
Update 28 Januari 2011:
INFORMASI SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
*********************************************************************************
Update 8 Maret 2010
Pengumuman hasil wawancara dapat dilihat saat ini juga melalui webste resmi SMA Plus Negeri 17 Palembang maupun datang langsung ke lokasi sekolah mulai pukul 14.00 WIB.
Mudah-mudahan nama putra/putri anda tercantum dalam daftar yang diterima.
*********************************************************************************
Update 25 Februari 2010
Pengumuman hasil tes tahap 2 dapat dilihat di webste resmi SMA Plus Negeri 17 Palembang
Mudah-mudahan nama putra/putri anda tercantum dalam daftar yang diterima.
*********************************************************************************
Update 3 Februari 2010
Artikel ini terus di-update sesuai kebutuhan
Berita terbaru ada di artikel bagian atas. Semoga bermanfaat
*********************************************************************************
Update 20 Februari 2010
Silakan klik untuk langsung menuju webste resmi SMA Plus Negeri 17 Palembang
*********************************************************************************
Update tanggal 3 Februari 2010:
INFORMASI SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
TAHUN PELAJARAN 2010-2011
Pendaftaran
Kamis, 11 Februari 2010 sampai dengan Kamis, 18 Februari 2010, Pukul 07.30-15.00 WIB Baca selebihnya »
My Partner
(This post is created cuz of someone who has accompanied me for years in happy and sad times. A special gift for the owner of lovely Samantha.)
Jangan tanya kapan pertama kali kami bertemu. Baik dia, apalagi saya, ga akan bisa mengingatnya. Namun saya masih ingat dengan jelas bagaimana saya tersentuh saat dia bilang: ‘I just wanna take you on the beach.’ Padahal saat itu dia belum tahu bahwa saya mencintai pantai dengan sangat. Itu pertemuan pertama kami di usia mudanya dengan tubuh langsing, sebaris kumis, dan rambut kriwil yang ditutupi cap.
Baca selebihnya »
Kejadian Lucu Kecelakaan Jalan Raya
Beberapa hari lalu saya mendapat musibah di jalan raya. Kecelakaan motor. Alhamdulillah ‘cuma’ luka-luka dan memar. Artinya, saya masih sadar saat kecelakaan terjadi, sehingga otak saya masih paten sablengnya :D Tapi justru kejadian lucu dan bikin miris hati yang paling saya ingat.
Kalimat pertama yang saya teriakkan sesaat setelah membuka kaca helm, saat sadar saya mengalami kecelakaan adalah: ‘Sorry, you didn’t put on the lighting! I didn’t see your lighting on!’ Si pria yang mengalami kecelakaan bersama saya terheran-heran. Saya baru ‘ngeh’ bahwa saya menggunakan bahasa Inggris! Baca selebihnya »
Muslim Rakitan
Terlahir sebagai Muslim campuran dengan latar belakang keluarga berdarah campuran Cina-Melayu-Arab, plus perayaan Sin Chia hingga remaja, mendapatkan pendidikan dini di lingkungan Katolik fanatik beserta ritual natalan hingga usia dua puluhan, dibesarkan dalam kultur campuran Cina-Melayu yang kuat, saya menjadi orang yang menaruh simpati pada keanekaragaman agama dan kepercayaan.
Hingga SMA saya masih menyalakan hio di altar sembahyang Kong Fu Cu. Saya sering ikut menyaksikan ritual pemanggilan roh nenek moyang meski disertai rasa takut dan cemas akan dirasuki. Namun saya juga sering mencuri buah-buahan persembahan saat Pek Cun tiba.
Waktu kecil dulu saya terbiasa menunggu jemputan hingga sore hari di dalam kepastoran dan menjadikan kediaman pastor sebagai rumah kedua. Saya masih mengunjungi kepastoran dan masih ikut mempersiapkan misa saat awal-awal SMP. Hal yang saya suka waktu mempersiapkan misa adalah saya boleh ‘mencicipi’ anggur lebih dari satu sloki
Baca selebihnya »
Sialan, Cewek!

Kalau saya tanya putra-putra saya, mereka bilang saya ibu paling lembut sedunia. Menurut partner saya, saya sama seksinya dengan gadis-gadis kalender! Aha, saya harus sering-sering ngaca, nih!
Anehnya, selain keluarga dekat, saya sering dikira (separuh) pria. Sekali-sekali dikira pria, tidak masalah buat saya. Tapi keseringan? Wow, pasti ada sesuatu yang salah dalam diri saya!
Puluhan bahkan mungkin ratusan orang awalnya menganggap saya seorang pria, cuma karena membaca tulisan atau komentar saya di media, baik online maupun offline. Karena itu saya menuliskan ini. Serius, sumpah (mati), saya seorang wanita. Tulen. Maksudnya, bukan trans-seksual.
Beberapa pengalaman ‘menjadi pria’ saya tuliskan di sini.
‘Mau beli apa, Pak?’ pertanyaan sang penjual kaki lima sebelum mendongakkan kepala menatap saya.
‘Terima kasih, Mas,”’ kata seorang pria muda setelah saya turunkan di depan gang rumahnya. Saya membuka helm, tersenyum. Pria muda itu meminta maaf berkali-kali karena mengira orang yang barusan memberinya tumpangan adalah seorang pria.
Seorang ibu menghentikan laju motor saya. Sang ibu minta diantarkan ke rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit, beliau mengangsurkan lembaran dua puluh ribu. Wuih, saya dikira tukang ojek! Baca selebihnya »
Penyebar Kebencian

Secara personal, saya belum pernah terkagum-kagum setengah mati pada seorang tokoh di bidang apa pun, kecuali Axl Rose dan Michael Jackson untuk puluhan lirik yang menyentuh dan membantu mengatasi berbagai permasalahan di usia muda saya. Namun beberapa tokoh saya kagumi atas berbagai pemikiran atau pilihan hidupnya. Salah satunya Ahmed Dheedat, seorang ulama besar dari Benua Afrika.
Dari dalam negeri, kekaguman saya sering berbuah kekecewaan. Dan itu terjadi lagi dua minggu lalu. Saat itu saya menghadiri dialog dua arah di Jawa Timur dengan nara sumber seorang budayawan religius. Sang budayawan terkenal dengan kelompok seninya dan sepertinya memang diciptakan untuk berada dalam lingkungan seniman. Setidaknya, beliau menikahi seorang wanita yang pernah berprofesi sebagai penyanyi cantik bersuara merdu, dan memiliki putra yang juga penyanyi sebuah group band populer. Saya tak perlu menyebutkan nama sang budayawan, karena hal itu tak ada kaitannya dengan tulisan ini. Pemikirannya yang dikeluarkan dalam dialog tersebut yang patut dipertanyakan.
Baca selebihnya »
Mama Kok….
Putra saya saban hari menilai saya. Tapi (menurut saya) kadang penilaiannya tak cukup fair. Dia kerap berlagak lebih tahu dari saya. Padahal saya kan ibunya!
Saya takut percikan minyak saat menggoreng, kecuali minyak diganti dengan mentega. Herannya dia selalu menyempatkan diri mengomentari hal ini. Dia bahkan cekikikan melihat saya berlindung di balik lemari atau handuk yang membungkus wajah saya.
Saya juga takut menyalakan kompor. Walau disertai gerutuan, biasanya dia selalu mau membantu menyalakan kompor saat diperlukan, meski di pagi buta. Baca selebihnya »
Perkenalkan, Mantan Pacar Saya….
Seringkali seorang suami atau istri memperkenalkan pasangannya (suami atau istri) kepada orang lain dengan mengatakan: ini mantan pacar saya.
Waduh, buat saya itu ga banget! 
Kebayang kan bagaimana kita mengejar pasangan kita sebelum dia menjadi istri atau suami? Kebayang kan bagaimana kita mempersiapkan diri, mungkin dengan sedikit mematut diri di depan cermin, untuk memberikan kesan menarik di mata si dia? Plus segudang aktivitas lain yang tak biasa kita lakukan untuk orang lain, kecuali dengan alasan si dia ‘spesial’ dan pantas menerimanya.
Jika kemudian dia telah menjadi istri atau suami, sesuatu yang dulu kita impikan dan sekarang menjadi kenyataan, adalah sesuatu yang seharusnya patut disyukuri. Namun seringkali kebiasaan manis yang dulu dilakukan, mendadak hilang saat si dia telah menjadi suami atau istri. Ucapan indah yang dulu kerap dilontarkan mendadak menguap entah ke mana. Baca selebihnya »
Bertameng Agama
Seorang teman bertanya dengan terjemahan bebas berikut ini:
“Dulu saat pertama bertemu dan saya bertanya siapa kamu, kenapa kamu menjawab ‘I’m Wyd and I’m a Muslim’. Dan saat kita bertemu dengan orang yang baru dan dia menanyakan hal yang sama, kamu juga menjawab dengan jawaban yang sama. Kenapa kamu selalu menyebutkan agamamu dalam perkenalan pertama?”
Wah, saya tidak tahu harus menjawab apa. Itu hanya kebiasaan memperkenalkan diri, terutama pada orang asing, yang umumnya non Muslim menurut perkiraan saya. Kadang saya juga memperkenalkan diri dengan mengatakan: ‘I’m Wyd and I’m blessed being a Muslim.’
Baca selebihnya »
Saya Racuni Tubuh Demi Hidup
Orang bilang zat kimia adalah racun bagi tubuh, meski dalam bentuk obat. Saya mulai rutin ‘mengkonsumsi’ obat-obatan sejak kelas 3 SD dan melakukan injeksi secara rutin sejak kelas 3 SMP. Berikut daftar zat kimia yang harus saya telan setiap hari agar saya bisa beraktivitas layaknya orang lain:
- Vitamin C minimal 1000 mg untuk menambah daya tahan tubuh. Biasanya saya konsumsi 2000 mg perhari.
- Vitamin E untuk menghindari iritasi kulit karena dehidrasi. Saya harus minum jauh lebih banyak dibandingkan kebutuhan normal. Seorang teman berkomentar saya minum bagai onta kehausan.
- Obat maag untuk mengurangi gejala maag akibat terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C.
- Obat tambah darah untuk menaikkan Hb.
- Obat sakit kepala, kalau lagi sangat sakit hingga mata berair, saya telan 4 biji sekaligus!
- Multivitamin cair 2 sendok makan untuk menaikkan Hb.
- Amphetamine untuk mengurangi nyeri/sakit di sekujur tubuh, terutama kepala (Saya tahu ini berbahaya!).
- Obat anti muntah (obat mual) untuk mengurangi rasa mual tapi obat ini bikin ngantuk.
Baca selebihnya »
Pemuja Iblis
Di kamar tidur, di bagian depan pintu lemari pakaian, tertempel sebuah karton putih dengan tulisan ukuran besar berhuruf kapital dari spidol hitam:
Iblis tak mau menyembah Tuhan selain Allah.
Mengapa kita tak belajar dari iblis?
Itu yang tertulis di pintu lemari pakaian di kamar tidur saya saat SMP-SMA. Baca selebihnya »
Alhamdullilah untuk Duka Indonesia
Banjir menerjang kehidupan sekian ratus orang. Erupsi gunung berapi menelan puluhan korban jiwa. Gempa dan tsunami menyapu ratusan nyawa.
Terpana menyaksikan berita di TV, akun Twitter saya menjadi lebih aktif memantau berbagai komentar dunia. Semua memperbincangkan hal yang sama: negara ini dilanda musibah sambung-menyambung. Indonesia menangis.
Apa yang diperbuat anak bangsa pada saudaranya sebangsa yang tertimpa musibah? Saya mengatakan ini pada boss saya yang bertanya soal tsunami di Sumatera: Alhamdullilah tempat saya rada aman.
Boss saya marah besar, seperti marahnya daddy saya waktu beliau mendengar jawaban saya tentang gempa Jogja: Alhamdullilah keluarga kita di Jakarta dan Bandung. Ada satu di Jogja tapi lumayan aman.
Dengan nada tinggi beliau berucap: ‘What are you talking about, my girl? Keep your words or be silent are much better than you thank for the terrible earthquake isn’t around your place!’
Baca selebihnya »
Thx God, I’m Still Alive!
Kesehatan saya makin memburuk sejak setahun lalu. Diagnosis kelainan genetik dalam darah yang harus saya tanggung seumur hidup makin terasa dampaknya dalam tubuh saya. Sudah terlalu banyak obat yang harus saya telan setiap harinya. Dengan cek Hb terakhir hanya 8,5 dokter meminta saya istirahat panjang. Tapi it’s something impossible. Meninggalkan pekerjaan sama artinya membiarkan tubuh merasakan sakit yang lebih.
Saya tak mau menyerah pada rasa sakit. Kalau sudah tak tertahankan, saya tambahkan dosis pengobatan. Tak berdaya menentang keadaan membuat saya justru makin kuat berupaya memperbaiki kesehatan. Memiliki kesedihan adalah manusiawi sekali, tapi terlarut dalam kesedihan tak berujung hanyalah manusia bodoh.
Baca selebihnya »
Saya Hanya Ingin Istirahat
Dengan alasan kesehatan dan semilyar alasan lainnya, saya memutuskan berhenti menulis di blog ini. Untuk semua teman dan pembaca yang telah meluangkan waktu membaca tulisan-tulisan saya di sini, saya mengucapkan terima kasih yang tak terbalaskan.
Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata atau tulisan saya yang kurang berkenan di hati pembaca atau pihak mana pun. Apa yang saya tulis hanyalah pengalaman-pengalaman dan opini pribadi, tanpa bermaksud menyinggung siapa pun.
Saya tidak tahu kapan saya akan kembali atau apakah saya akan kembali. Saya hanya ingin menutup pintu perjuangan yang telah saya mulai sejak bertahun-tahun lalu namun tak kunjung tampak ujungnya. Daddy saya bilang saya adalah wanita yang penuh kasih dan layak dicintai. Saya tidak yakin jika saya masih seperti itu.
Saya hanya ingin beristirahat. Entah sampai kapan.





