(Tulisan ini keluar dari hati sanubari saya yang terdalam karena raca cinta kasih yang tulus untuk seorang siswa yang sudah saya anggap anak saya sendiri. Saya tidak peduli apa pun anggapan orang tentangnya dan latar belakangnya sebelum dan sesudah kejadian ini. Rasa sayang saya padanya tidak akan pernah berubah. Doa-doa untuk kesuksesannya agar kelak menjadi manusia yang bisa berdiri membusungkan dada dan dengan bangga mengatakan dia adalah orang yang pantas dihormati, karena sikap dan perbuatannya yang mencerminkan pribadi yang layak menerima segala bentuk penghormatan dari sesamanya. Itu yang saya selalu doakan untuknya dan juga anak-anak lain yang saya cintai tanpa pamrih. Dia dan semua anak di dunia ini adalah amanah Tuhan yang harus dididik dengan cinta kasih yang tulus. Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Pendidikan |
Guru dan Siswa, kekerasan pada anak |
Tidak ada Komentar
Dua minggu lalu saya sempat menonton acara teve sambil makan siang yang tertunda. Acaranya dimulai jam setengah tujuh malam. Nama acaranya Termehek-mehek. Pertama kali membaca judulnya –acaranya sudah berjalan 2 atau 3 sesi diselingi iklan- saya asumsikan pastilah akan banyak tangisan. Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
Bencana Indonesia, lumpur Lapindo, Termehek-mehek |
Tidak ada Komentar
‘Saya ibu, dari LSM’ begitu balasannya setelah saya balas SMS sebelumnya dengan kalimat ini: ‘U look stupid much more than I thought of u before. I HATE sms, ok? Just pick your phone up or be a looser in your rest life. Get me, guy?’
Wah, ternyata yang saya kira seorang pria (kata-katanya kasar tidak mencerminkan sifat keibuan) ternyata seorang wanita.
Hampir semua orang yang mengenal saya, tahu dengan pasti kalau saya benci ber-SMS. Jempol saya sakit kalau dibawa menekan keypad lama-lama. Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
LSM, SMA Plus Negeri 17 Palembang |
& Komentar
Untuk beberapa SMS atau pun pertanyaan langsung yang sempat masuk ke nomor ponsel saya, entah nyasar entah dengan kesungguhan hati bertanya, juga pertanyaan-pertanyaan sejenis yang beberapa kali masuk ke blog ini maka saya sengaja menuliskan judul seperti di atas. Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Pendidikan |
situs resmi, SMA Plus Negeri 17 Palembang, website |
& Komentar
Pemerintah terkesan plin-plan memblokir Youtube terus membuka kembali akses ke situs itu untuk beberapa saat. Tapi sekarang kalau saya klik alamat Youtube, yang tampil adalah:
Error: 504 Gateway Timeout
Error di hardware laptop saya atau emang pemerintah berakting lagi menunjukkan sikap idiotnya?
Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
Blokir, Youtube |
Tidak ada Komentar
Oh thanks God, ternyata pemerintah Indonesia nggak se-idiot yang saya kira. Youtube udah bisa diakses kembali. Wuihhh, berarti saya nggak jadi kehilangan video-video yang yang belum saya bikin duplikatnya selain yang di Youtube.
Nggak ada kata-kata yang bisa diungkapkan karena kepala terasa ringan banget setelah lepas salah satu beban.
BTW… pemerintah yang udah lumayan pinter atau karena tekanan berbagai pihak yang terlalu keras?
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
Blocked, Blokir, Youtube |
Tidak ada Komentar
Saya tidak tertarik politik yang katanya menghalalkan segala macam cara. Dan bukan karena pandangan saya telah berubah makanya tulisan kali ini ditujukan buat yang terhormat Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini berwenang memblokir situs atau domain yang dianggap porno atau menyebarkan SARA.
Tulisan ini dibuat karena kesedihan yang kelewat dalam atas ditutupnya akses ke Youtube dan rencana pemerintah yang terhormat untuk menutup beberapa situs atau domain lagi yang bagi saya merupakan sebuah perbuatan idiot yang lahir dari pemikiran super idiot.
Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
Idiot, situs blok, Yahoo! messenger |
Tidak ada Komentar
Untungnya judul kalimat itu bukan menggambarkan isi kepala saya tapi hanya kata-kata yang saya lontarkan berkali-kali setiap mengecek apakah koneksi internet di tempat saya tinggal sudah tersambung kembali. Karena tersambar petir dua kali selama dua hari berturut-turut, hotspot di lingkungan tempat tinggal saya putus sejak hampir seminggu yang lalu.
Selain karena saya ditodong oleh anak-anak…, ‘kapan? kapan? kapan?’ menanyakan hal yang sama dengan yang ingin saya ketahui, membuat saya berpikir lagi tentang ketergantungan hidup saya dengan internet. Memang sih koneksi di luaran masih tetap jalan seperti biasa. Tapi saya hanya punya waktu di atas jam sebelas malam untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan internet dan kesenangan dunia maya karena hanya waktu-waktu itulah saya terbebas dari pekerjaan rutin dunia nyata saya di negeri ini. Padahal tengah malam bukanlah waktu yang sehat buat keluyuran ke warnet. Siang ini saya paksakan pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan koneksi internet sekitar satu jam. Saya sempatkan mampir ke blog ini.
Saya telah menghitung-hitung kerugian yang telah dan bakal saya bayar jika koneksi internet tak juga tersambungkan hingga minggu depan. Baca selebihnya »
Ditulis oleh
wyd |
Opini |
hotspot, Koneksi internet |
& Komentar